Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
baju pengantin


__ADS_3

"Ma...kak Andra kemana,kok gak ada di kamarnya?"tanya Indri sambil duduk di samping mama nya yang sedang santai di ruang keluarga.


"Tadi pergi,bilangnya mau ke rumah Irene katanya!"


"Hah ke rumah kak Irene...?


kok mama ijinin,bukan nya kalo udah mau nikah itu gak boleh ketemu yaa..


mereka harus di pingit gak boleh ketemu sampai hari H.


pamali katanya!"punggung Indri sampai bangkit dari sandaran kursi yang di duduki nya karena tidak percaya dengan yang di dengarnya.


"Kata siapa gak boleh ketemu?


atas dasar apa?


siapa yang larang?


tooh Andra mau ketemu Irene juga di rumahnya lagi rame banyak temen nya Irene.


gak boleh ketemu itu kalo ketemunya berdua doang,takut mereka lupa diri dan melalukan hal yang belum boleh di lakukan sebelum mereka sah,dan itu bukan pamali tapi dosa!


dalam agama kita itu gak ada yang namanya pamali yang ada itu dosa!"papar mama Indira yang membuat Indri mengangguk angguk tanda mengerti.


"lagian juga tanpa di pingit pun mereka kan dah gak pernah bertemu hampir tiga bulan,jadi biarin aja Andra mau ketemu Irene di rumahnya,mungkin pingin ngecek persiapan disana atau mungkin takut masih ada yang kurang yang kelurga Irene butuhkan,kan kita gak tahu"ucap mama indira melanjutkan.


"iyaa yaa ..


kak Andra dan kak Irene mah bukan hanya di pingit seminggu sebelum nikah tapi tiga bulan malah,hihii"kekeh Indri sambil menutup mulutnya .


"Mama juga kasihan sebenernya sama mereka itu,Andra harus menahan rasa serta keinginan nya demi tanggung jawab ke perusahaan dan bakti nya ke keluarga hingga dia harus menahan rindu sama Irene .


begitupun Irene...


sebagai perempuan mama sangat paham gimana perasaan Irene yang hanya memegang janji dari seorang lelaki yang jauh dari jangkauan tapi harus bisa mengendalikan emosi dan Alhamdulillah Irene sabar banget,gak ngeluh ke kita,padahal mama yakin Irene pasti nangis tiap malam saat Andra ingkar janji..


huhhh..."


Mama Indira menghembuskan napas dengan kasar dan sedikit berat membayangkan posisi Irene.


"iyaa yaa mah...


mudah-mudahan nanti setelah nikah kak Andra bisa membuat kak Irene bahagia dan mengganti tangisan nya dengan tertawa."


"aamiin!"ucap mereka bersamaan.


"kita juga harus membuat Irene nyaman saat sudah jadi keluarga kita,


mama akan membuat Irene seperti anak kandung mama.


begitupun kamu nak...harus menganggap Irene itu kakak kamu juga.


jangan sampe membuat Irene merasa terasing disini!"ucap Indira sambil menepuk paha Indri sebagai penegasan atas ucapan nya barusan agar di pahami dan di ikuti oleh Indri.

__ADS_1


"Pasti dong ma...


Indri juga dah sayang sama kak Irene.


awas aja kalo kak Andra sampe buat kak Irene nangis!"ucap Indri sambil mengerucutkan bibirnya tanda kesal kalau membayangkan kakaknya berbuat tidak baik ke Irene.


#


#


"Nak Andra lagi ngapain disini,kenapa gak masuk aja"!


tiba-tiba Bu Ratna datang menghampiri dan juga menyapa Andra yang sedang fokus mengarahkan ponselnya ke arah pintu yang terbuka yang didalamnya sedang sibuk dan heboh hingga tidak menyadari kehadiran juga obrolan Andra dengan Bu Ratna.


"eehh Bu...


gak pa pa kok,saya disini aja ,


lagian di dalam isinya cewek semua!"jawab Andra sambil menoleh ke arah Bu Ratna sambil tersenyum Serta mematikan ponselnya dan memasukan nya ke dalam saku celana nya.


"iyaa juga seeh,


ya udah nak Andra duduk aja di ruang tamu biar Ibu bikinin minum sambil nunggu Irene dan temen-temen nya selesai acara"ajak Bu Ratna sambil melangkah dan Andra mengikuti Bu Ratna dari belakang menuju ruang tamu.


"silahkan duduk nak Andra...


gak usah sungkan,anggap rumah sendiri kan bentar lagi juga nak Andra akan jadi penghuni rumah ini.


Ibu tinggal dulu yaa!


tapi gak usah repot-repot,kan nanti juga kalo saya haus bisa ambil sendiri Bu!"


"memangnya nak Andra tahu letak dapurnya dimana?


kan kesini juga baru dua kali kan,itu pun cuma sampe ruangan sini doang.


udah nak Andra duduk aja,biar ibu yang ambilin!"


"Iyaa Bu


maksih!"


Bu Ratna pun melangkah meninggalkan Andra yang akhirnya duduk di kursi sofa sambil sesekali memperhatikan sekeliling ruangan yang belum selesai di beresin serelah acara kemarin.


Sambil menunggu Bu Ratna Andra menyenderkan badan nya ke sofa dan mengeluarkan ponselnya dari saku celana.


Andra tersenyum senyum sendiri saat membuka ruang galeri ,apalagi saat melihat video yang barusan dia simpan dan sesekali melirik ke arah ruangan tempat para gadis berkumpul .


"Silahkan di minum nak Andra.


maaf cuma segini adanya,ini pun sisa kemarin kue nya ,hehee. '


Bu Ratna pun duduk setelah meletakan minuman dan sedikit kue di meja dan Andra pun meraih cangkir dan menenggak isinya.

__ADS_1


"iyaa Bu gak apa-apa


makasih "Andra pun meletakan cangkir ke tempatnya lagi setelah meneguk isinya .


"Besok jadi ke butik Bu,untuk pitting baju pengantin?"tanya Andra setelah meletakan cangkir di tempatnya.


"In syaa Allah jadi...


sekalian memastikan ukuran dan mengecek kerapihan nya.


mudah-mudahan sesuai seperti yang di inginkan.


nak Andra ikut juga kan.?!"


"Iyaa Bu saya ikut kan saya belum ngepasin ukuran baju yang mau di pakai nanti,apakah kebesaran atau kekecilan kan belum tahu,secara kan saya cuma ngasih ukuran perkiraan bukan secara fisik saya datang langsung"


"Oohh iyaa yaa Ibu lupa,hihii"Bu Ratna terkekeh sambil menutup mulutnya.


"Besok berangkat jam berapa Bu,biar nanti supir jemput,biar kita berangkat bareng aja,kan butiknya deketan kan?"


"Iyaa memang sengaja cari yang deketan biar gak bolak balik.


nanti Ibu tanya Irene mau berangkat jam berapa"


"iyaa Bu nanti kabarin aja.


ooh iyaa Bu,saya kesini juga sekalian mau minta maaf sama Ibu yang mungkin tiba-tiba melamar Irene anak Ibu untuk jadi istri saya,padahal sebelumnya saya belum pernah kesini untuk berkenalan dengan ibu dan Bapak


sekali lagi maafin saya Bu"Andra mengatupkan kedua tangan nya ke arah Bu Ratna sambil membungkuk.


"Iyaa nak Andra ibu udah maafin.


awalnya memang ibu dan Ayah nya Irene sedikit kaget,kok seperti mendadak dan menikah dengan orang yang jauh di sebrang sana tapi setelah kedatangan orangtua nak Andra dan mereka menjelaskan,akhirnya kami bisa menerima dan sedikit lega karena termyata nak Andra anak dari atasan nya ayah nya Irene yang tentu kami sangat mengenalnya.


Ibu cuma mau pesan dan titip Irene,


jaga dan bahagiain Irene,karena setelah Irene menikah,Irene bukan tanggung jawab kami lagi tapi sepenuhnya tanggungjawab suaminya!" Bu Ratna pun tidak kuasa menahan haru hingga tidak bisa menahan air mata yang menerobos keluar dari matanya.


"In syaa Allah Bu...


mohon doa nya juga dari Ibu juga Ayah,supaya saya bisa jadi suami Irene yang seperti Ibu dan Ayah inginkan"


"Pasti nak...


setelah nanti kalian resmi menikah,hanya doa yang bisa Ibu berikan untuk kalian,tapi tentu kami pun berharap untuk tidak melupakan kami selaku orangtua yang melahirkan dan merawat Irene"


"Pasti Bu...


Ibu gak usah khawatir,dan saya pun juga sebenernya pingin tahu tentang Irene dari Ibu langsung supaya bisa dan mengenali Irene,karena jujur kami hanya kenal sebentar itu pun banyaknya dengan jarak jauh"


"iyaa nak Ibu paham,


Irene itu anaknya ..."

__ADS_1


Maka Bu Ratna pun mulai menceritakan sosok Irene,dari karakternya,sifatnya ,kesukaan nya,baik buruknya an lain-lainnya.


Andra yang mendengarkan pun menyimak dan sesekali mengangguk anggukan kepalanya.


__ADS_2