Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
persiapan


__ADS_3

"Ternyata camer Lo baik banget yaa ren..!?"bisik Asti ketika mereka sedang menunggu di antara sisi pembatas ruangan kasir,sementara papa Adrian dan mama Indira sedang menyelesaikan pembayaran belanjaan mereka.


"Alhamdulillah...


semoga selamanya"balas Irene setengah bergumam karena dia juga terharu dengan sikap orang yang baru di kenalnya tersebut.


Bagaimana tidak terharu,saat tadi dia di perbolehkan belanja oleh papa Adrian yang tadi awal bertemu bersikap dingin dan kaku,hingga membuatnya merasa tegang,tapi ternyata sangat pengertian.


"Ren....Asti,ini belanjaan nya sudah selesai!"teriak mama Indira ke arah Asti dan Irene yang sedang bisik-bisik.


"ooh iyaa Tante!"balas Irene yang langsung menghampiri mama Indira ke arah meja kasir,sedangkan Indri sedang sibuk memilah barang yang akan dia bawa.


"Ini punya Kak Irene,dan ini punya Kak Asti!"Indri menyerahkan kantong-kantong belanjaan ke Irene dan juga Asti.


"Makasih Indri.


punya mama biar Irene bawain Tante!"sambil menghampiri mama Indira yang akan meraih kantong belanjaan dari meja kasir untuk di bawa nya.


"Gak pa pa ren...


mama juga bisa,ntar kamu repot bawa banyak tentengan gitu"mama Indira menepis tangan Irene yang hendak meraih kantong belanjaan nya.


"Gak pa pa mah...


kan cuma sampe mobil doang kan!"Irene tetap memaksa.


"Ehem...ehemm...


cieee... cieee,udah bisa manggil mama niih sekarang"goda Asti dari belakang sambil menutup mulutnya menahan tawa.


"Apaan seeh Lo...whee..!"Irene menjulurkan lidahnya ke arah Asti yang terus menggoda nya.


"Udah beres semuanya kan..ayo kita ke mobil.


kita masih harus lihat gedung satunya lagi,mumpung masih siang!"tanya papa Adrian yang sekaligus mengajak semuanya untuk segera ke mobilnya.

__ADS_1


"Yakin niih pah kita harus lihat gedung satunya hari ini juga,papa gak capek?" tanya mama Indira .


"Kalo di bilang capek yaa capek...


tapi papa ingin hari ini kita selesaikan semuanya, besok-besok kan belum tentu papa bisa,ini janji papa sama Andra!"


Dan mama Indira hanya mengangguk-angguk.


Mereka pun semua masuk ke mobil dengan membawa barang belanjaan.


"Kita langsung pulang kan pah?"tanya Indri setelah berada di dalam mobil yang sudah di nyalakan dan siap melaju keluar gedung.


"kita masih harus lihat gedung satu lagi sayang...


Irene ..


Asti...


gak apa -apa kan ,sebentar doang kok,Deket juga dari sini,ntar kita sambil putar arah ke arah pulang!"mama Indira melihat ke belakang ke arah tiga orang gadis yang duduk di belakang nya.


"Gak apa-apa Tante,Irene ikut saja!"jawab Irene malu-malu karena walaupun dia tidak mau mana mungkin dia berani menolak,sementara Indri menghembuskan napas sambil menyenderkan tubuh nya ke bangku jok mobil dengan kasar karena sebenernya dia males tapi cuma bisa menurut saja,sedangkan Asti cuma bisa nyengir melihat reaksi dua orang wanita di sampingnya.


Sedangkan pesan dari Andra dia cuma baca doang tanpa mau untuk membalasnya karena dia merasa tidak enak pada keluarga Andra,lagian juga pesan Andra cuma tentang hal biasa tidak ada yang penting.


Tanpa terasa mereka sudah tiba di tempat yang di tuju,yaitu sebuah bangunan bertingkat yang termasuk mewah juga.


"Ayookkk turun,kita sudah sampai"ajak mama Indira yang duluan membuka pintu mobil terlebih dulu,di ikuti para gadis dari bangku belakang,sedangkan papa Adrian masih berada di dalam mobil karena harus mencari tempat untuk parkir.


"Ini tempat apa lagi mah...


kok kita banyak banget ngunjungi gedung-gedung,memangnya buat apa seeh?"Indri kembali menggerutu ketika tempat yang di tuju hampir semua sama,cuma beda lokasi saja.


"Ayookkk masuk!"tanpa menjawab pertanyaan Indri,mama Indira malah mengajak mereka masuk dan dengan terpaksa dengan wajah cemberut Indri mengikuti langkah mama nya.


Sementara Irene dan Asti hanya mengikuti tanpa banyak bertanya.

__ADS_1


"Naah ini ruangan nya...!"ucap seorang wanita muda yang membukakan pintu dengan ramah, untuk masuk ke dalam ruangan luas yang kosong melompong dan sedikit terbuka karena terhubung dengan halaman yang luar di bagian luar.


Mereka yang masuk pun memperhatikan sekitar ruangan dengan pertanyaan masing-masing di dalam hatinya.


"Ini kapasitas nya sekitar dua ribu orang,untuk desain dekorasi bisa di atur sendiri,semua ruangan dalam dan luar bisa di pakai dengan harga sewa yang sama,jadi kalo mau sewa harus seluruh nya,bukan hanya di dalam saja tapi bagian luarnya juga,ini untuk menjaga sesuatu hal yang tidak di inginkan atau demi kenyamanan dan kelancaran acara,misalkan kalo sewa ruangan luar saja bagaimana kalo pas acara hujan,pasti nyari tempat berteduh kan,begitupun jika nyewa bagian dalam saja,bagaimana kalo para tamu jenuh mereka pasti nyari suasana ke luar.


begitu kira-kira pertimbangan kami Pak!"papar si petugas gedung.


"Baiklah ...ini akan kami pertimbangkan pak,kami juga perlu mendiskusikan kepada keluarga kedua belah pihak,


terima kasih atas sambutan nya,kalo begitu kami permisi!"pamit Pak Adrian setelah puas melihat dan mendapat penjelasan dari pengelola gedung tersebut.


"Baik Pak...


terima kasih atas kunjungan nya,kami tunggu kabar baiknya,soal tanggal yang kosong tadi sudah saya infokan ,jadi Bapak tinggal bilang saja pada saya jika udah fix yaa pak,begitupun soal harga dan yang lain nya,jika masih ada yang kurang jelas bisa tanyakan lagi pada kami.


sekali lagi saya ucapkan terima kasih,dan hati-hati dijalan"mereka pun berjabatan sambil saling mengangguk hormat,dan si petugas gedung pun mengantarkan mereka sampai pintu awal mereka masuk.


"Yes akhirnya kita pulang!"teriak Indri setelah mereka keluar gedung dan sudah berada di dalam mobil yang sudah siap melaju.


"Kamu tuuh...


mau makan dulu gak?"tanya mama Indira sambil melirik ke arah para gadis.


"Mau..


tapi cari yang lesehan saja jangan di restoran!"jawab Indri antusias.


"bukan nya tadi udah makan?"tanya papa nya.


"tadi gak kenyang,orang menu cuma sedikit tapi yang makan banyak!"


"Ampun kamu tuuh dri...


pantesan badan kamu tuh cepet melar padahal baru juga 19tahun"mama Indira geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli dengan tingkah anak gadis nya.

__ADS_1


"Gimana Irene Asti...?"


"Saya ikut saja Tante!"jawab Asti di ikuti anggukan Irene.


__ADS_2