Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
tegang


__ADS_3

"Assalamualaikum..."


"Waalaykumsalam..."terdengar jawaban oleh suara laki-laki bersamaan dengan terbukanya pintu rumah dan munculah sosok laki-laki yang tampak gagah dan berwibawa meskipun sudah paruh baya.


"Cari siapa ...dan kalian siapa?"tanya nya dengan suara datar dan ekspresi wajah yang dingin membuat Irene dan Asti yang tadinya tersenyum ceria mendadak terdiam dan saling pandang seolah memberi kode kalau mereka bingung jawab nya.


"kok pada diam...


cari siapa dan kalian siapa?"


"Sa-saya...."


"Siapa pa...


haaiii sayang,kamu sudah datang!


sini masuk!"


Belum selesai Irene mau menjawab tapi tiba-tiba pintu di tarik seseorang dari dalam dan saat akan dia akan bertanya ke laki-laki yang berdiri di depan pintu tapi pandangan nya ke tamu maka dengan setengah berteriak karena senang wanita tersebut yang tidak lain adalah Tante Indira langsung menarik tangan Irene agar masuk ke dalam.


Irene yang setengah kaget ketika tangan nya di tarik Tante Indira melirik ke arah Asti agar mengikutinya.


Laki-laki tadi yang berdiri di pintu pun hanya menggelengkan kepala sambil mengangkat bahu nya melihat adegan tersebut tapi ikut masuk juga dan menutup pintu.


"Kamu pasti udah di telpon Andra kan?


mama fikir kamu gak bakal kesini!"


tanya Tante Indira saat mereka sudah tiba di ruang tengah dan duduk di sofa.


"iyaa Tante,tadinya memang rencana nya kita mau jalan keluar,tapi pas tadi lagi nunggu angkutan Andra telpon katanya suruh kesini,tapi kan Irene dah bareng Asti makanya Asti Irene anak juga,kara Andra tadi ga apa-apa!"


"iyaa ga pa pa...


pahh...sini duduk!"ajak Tante Indira begitu melihat suaminya menghampiri mereka di ruang tengah.


"ini lhoo pah yang namanya Irene,calon istrinya Andra!"Tante Indira memperkenalkan Irene ke suaminya,dan suaminya hanya melirik ke arah Irene yang mengangguk hormat.


"dan ini teman Irene Tante...oom

__ADS_1


namanya Asti"Irene memperkenalkan Asti,dan Asti pun mengangguk dengan hormat walaupun wajahnya masih terlihat tegang ketika berhadapan dengan laki-laki paruh baya yang di duga suaminya Tante Indira.


Pak Adrian pun memandang Asti dan Irene bergantian tanpa berkata apapun.


"Hallo kak Irene. .


hallo kak Asti..."sapa indri yang tiba-tiba datang dari arah kamar nya dan ikut duduk di samping Asti dan Irene,mereka pun cipika-cipiki .


"Memangnya kalian udah pada kenal yaa,kok kelihatan akrab banget"tanya pak Adrian yang dari tadi hanya diam memperhatikan tingkah para wanita di hadapan nya


"Udah dong pahh...


kita udah sering main,aku udah pernah ke rumah kak Asti,waktu ajak kak Irene kesini"jawab Indri.


"Ooh..."cuma suara itu yang keluar dari mulut pak Adrian.


"Maaf Tante. .


sebenarnya ada apa kita di suruh kesini?"tanya Irene memberanikan diri bertanya supaya tidak terlalu kaku,sementara Asti yang biasanya rame mendadak diam karena tegang dan grogi dengan sikap Pak Adrian.


"Gini...


"kita mau kemana Tante?"tanya Irene lagi.


"kita ikut aja apa kata papa oke!"


"oke.


udah siap semua kan?


Ayo kita berangkat!"sahut papa Adrian sambil bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah luar menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya.


Dan mereka pun menyusul dari belakang dan masuk ke dalam mobil yang sudah berbunyi.


Mama Indira duduk di samping papa yang sudah duduk di samping kemudi,papa Adrian sengaja tidak memakai supir karena ingin merasakan kebersamaan bersama keluarga secara keseluruhan.


Indri,Irene dan Asti duduk di bangku belakang ,mereka mulai tidak terlihat tegang dan sudah ceria lagi.


"Kita mau kemana seeh pa?"tanya Indri saat kendaraan mereka mulai melaju ke jalan utama berbaur dengan kendaraan lain yang mungkin juga mau liburan.

__ADS_1


Papa yang di tanya hanya melihat Indri dari kaca spion dalam mobil.


"Udah seeh ikut saja,nanti juga tahu!"mama Indira menyahut,sedangkan Indri yang mendapat jawaban tersebut dari mamanya hanya memajukan bibir nya tanda kesel dan kecewa tapi hanya menurut saja.


Mobil yang mereka tumpangi terus saja melaju di jalanan yang sebelah kiri kanannya banyak gedung dan bangunan tinggi dan mewah ,tapi sepi yang lalu lalang diantara gedung dan bangunan tersebut,kemungkinan karena ini hari libur makanya terlihat sepi.


Hingga tiba di sebuah gedung bertingkat yang terlihat bagus dan mewah tapi sepi,mobil yang mereka tumpangi pun menepi dan masuk ke area parkiran yang sepi hanya terlihat beberapa saja mobil mewah terparkir.


Setelah memarkirkan mobilnya papa Adrian pun keluar di ikuti yang lain nya.


"Kita udah sampe mah...


ini gedung apa,


kita mau apa kesini?"tanya Indri ketika turun dari mobil dan mata nya mengamati sekitaran gedung yang akan di masukinya,begitupun Asti dan Irene hanya bisa mengedarkan pandangan tanpa berani bertanya.


"Udah ikutin saja!"jawab mama Indira sambil melangkah masuk ke dalam lobby gedung menyusul suaminya yang menuju lift ,dan mereka hanya menurut saja.


Setelah menunggu beberapa saat lift terbuka dan mereka semua masuk,papa Adrian menekan angka di mana mereka harus berhenti.


Ting....


Pintu lift terbuka di lantai tujuan,mereka pun keluar dan berjalan lagi ke arah pintu kaca dan di sambut oleh seorang wanita yang duduk di meja yang bertuliskan "customer service'


"Selamat pagi Ibu dan Bapak juga kakak-kakak,dengan saya Ratih ,ada yang bisa saya bantu!"sapa nya sambil berdiri dan merapatkan kedua telapak tangan nya di dada dengan tersenyum ramah.


"Selamat pagi...


saya mau bertemu dengan yang mengurus ruangan ballroom ini!"jawab papa Adrian mendekati petugas wanita tersebut,sementara yang lain nya hanya menyimak di belakang papa Adrian dengan mata mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan tersebut sambil bertanya-tanya dalam hati.


"Baik pak,sebentar saya panggilkan dulu!"jawab petugas customer service' tersebut sambil kembali duduk dan menekan tombol di perangkat telpon yang ada di mejanya.


"Kak ada yang mau ketemu"ucap nya.


Tidak berapa lama munculah seorang wanita berpenampilan rapi dan menarik,dengan kostum stelan blazer hitam di padu baju putih dengan motif ikatan pita di lehernya dan bawahan celana panjang hitam.


"Hallo ci ci ,ko ko...Selamat pagi..."Sambutnya dengan tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan yang di sambut oleh Pak Adrian juga di salaminya semua.


"

__ADS_1


__ADS_2