
Di sebuah kota di pulau K,Seorang pria muda sedang termangu di kamar nya,merasakan pusing di kepalanya setelah semalam susah tidur,selain memikirkan seseorang yang belum ada kabar juga sedang memikirkan nasib hidup nya di kota ini.
Sudah seminggu dia tinggal di kota ini,jauh dari keluarga,juga teman yang biasa berkumpul,ditambah sekarang dia merasa kesepian juga kangen dengan seseorang yang beberapa hari ini mengganggu pikiran nya.
"Kenapa belum ada kabar juga yaa...
Indri bilang dia udah ngasih surat itu,to kenapa Irene belum ngubungin gue yaa,apa Irene belum baca surat itu,atau ...
memang dia gak peduli dan benar-benar marah sama gue!"Andra mengusap rambutnya dengan kasar,dan akhirnya beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Andra kembali duduk di tempat tidur dan mengambil ponsel yang selalu ia tunggu deringan nya,dan saat dia cek dengan menekan ,memencet ponselnya ternyata mati.
"Sial...
pantesan gak ada bunyi ternyata lowbat,
kenapa gue gak kepikiran seeh!"Andra beranjak mengambil charger ponselnya yang ada di dalam laci,dan memasangkan ke ponsel nya.
Sambil menunggu ponsel nya terisi,Andra beranjak keluar kamar menuju dapur untuk sarapan,dan terlihat menu sarapan sudah tersedia di meja makan,Andra pun langsung menyantap nya.
"Den Andra hari ini ada acara gak"tanya seorang pelayan laki-laki yang sekaligus penjaga rumah dinas karyawan yang Andra tempati selama Andra bertugas di sana,walaupun sebenarnya itu rumah milik perusahan orang tua Andra jika ada karyawan dari kota lain yang harus bertugas sementara di sana.
Rumah yang tidak luas tapi tertata rapi dan bersih karena di urus oleh penjaga dan pelayan yang di gaji orangtuanya.
Dan saat ini Andra cuma tinggal sendiri,karena karyawan lain sudah kembali ke tempat tugas nya masing-masing.
"Gak tahu Pak...saya juga masih bingung,mau pergi juga,mau kemana coba,saya belum tahu tempat-tempat di sini.
seminggu kemarin cuma fokus ngurusin kerjaan,kantor rumah,kantor rumah gitu terus tiap hari,huuh"Andra membuang napas dengan kasar kala ingat kejenuhan nya .
"Yaa. .kalo den Andra mau jalan-jalan,nanti saya anter,biar saya kasih tahu tempat-tempat yang indah."ucap si pelayan lagi.
"nanti deh Pak,kalo saya pingin keluar saya kasih tahu Bapak,
sekarang saya cuma pingin santai dulu di depan"ucap Andra sambil beranjak ke luar rumah setelah menyelesaikan sarapan nya.
"Baik den..."jawab si pelayan sambil mendekati meja makan untuk membereskan nya.
Andra duduk di teras rumah sambil melihat ke depan rumah,memperhatikan jalan yang di lalui oleh berbagai jenis kegiatan manusia.
__ADS_1
Ada yang naik motor,naik mobil,jalan kaki bahkan ada yang berolah raga jogging, laki-laki dan perempuan berbaur dengan kesibukan masing-masing di hari libur ini.
Belum ada rasa tertarik dalam hati Andra untuk ikut melakukan kegiatan tersebut di hari libur ini.
selain fikiran nya masih kacau karena menunggu kabar dari seseorang,juga tugas pekerjaan selama seminggu kemarin cukup membuat Andra lelah,maklum dia harus banyak pengenalan dengan karyawan juga bidang usaha baru ,jadiri ini Andra hanya ingin istirahat saja.
Sekitar hampir sepuluh menit Andra hanya duduk di teras dengan fikiran kosong, tiba-tiba terdengar bunyi suara ponsel yang entah itu punya siapa tapi terdengar dari dalam.
Andra pun menengok ke dalam,ternyata itu ponsel si pelayan tadi yang berdering,tapi Andra jadi teringan dengan ponsel nya sendiri yang sedang di isi baterai di kamar nya.
Andra pun segera beranjak dari kursi dan langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamar dengan terburu-buru.
Andra melepas charger ponselnya dan menyalakan ponselnya.
sekian menit menunggu akhirnya ponsel nya menyala,dan langsung pada muncul beberapa notifikasi dari ponselnya.
Tapi tidak ada yang membuat dia tertarik,karena itu cuma dari orangtuanya yang menanyakan kabar juga nasehat serta perhatian lain nya,dan itu sudah biasa Andra dapatkan dari keluarga nya setiap hari nya.
"Huuhh...!"Andra mengusap kasar wajah nya,rasa kecewa dan kesal terlihat di raut wajahnya ketika yang di tunggu nya belum ada.
"Oohh yaa"
"Ini nomer siapa?
jam panggilan pukul mulai dari pukul 22.00 hingga 23.45..
sebanyak 4 kali panggilan.
hhmm....apa ini nomer Irene yaa?!"
guman Andra penuh harap,dan Andra pun melakukan panggilan ulang,dan terdengar nada panggilan nya tersambung tapi tidak di angkat.
"Kok gak di angkat...
nomer siapa yaa,gue coba save aja deech"
Dan Andra pun menyimpan nomer ponsel tersebut di daftar kontak telepon nya,dan mengecek ulang ke media WhatsApp,siapa tahu bisa ketahuan itu nomer siapa.
Ketika terlihat jika nomer tersebut ada WA nya Andra langsung melihat profilnya,tapi kening Andra mengkerut ketika melihat photo profil nomer WA tersebut.
__ADS_1
"Kok pake jilbab,dah gitu miring lagi posisinya,kayak lagi ngelamun,hadeehh"
Andra lalu memperbesar gambar di profil tersebut,tapi Andra masih terlihat bingung,karena memang photo nya itu sedang duduk tapi wajahnya yang pakai jilbab tidak menghadap kamera semua,tapi agak menyamping.
"Tapi mudah-mudahan ini beneran Irene,gue coba telpon akhh...!"
Dan Andra pun menekan ikon gagang telpon di aplikasi WA nya,terlihat tulisan memanggil tapi tidak lama jadi berdering,tapi sayangnya setelah beberapa lama belum juga terhubung.
"Akhh..."Andra membuang napas dengan kasar sambil menjatuhkan tubuhnya ke belakang di atas kasur.
"kenapa gak diangkat mulu,apa belum bangun,memang nya di sana masih jam berapa?"Andra pun melihat jam dinding.
"Disini jam sembilan,disana kemungkinan gak beda jauh,masa dia masih tidur seeh!"
"Gue coba chat aja deh...
siapa tahu di balas!"
Andra pun mulai memainkan jari nya untuk mengetik pesan ke nomer yang dia kira itu nomer Irene.
'Hai Irene...
apa kabar?
ini aku andra'
pesan pun terkirim dan terlihat centang dua.
'kamu apa kabar?
tolong balas yaa!'
Andra kembali mengirim pesan.
Andra terus memperhatikan ponsel nya dan berharap ada balasan,tapi saat di cek ternyata masih centang dua warna hitam,kemungkinan belum di balas,karena Andra melihat status Wa nya yang disana tidak sedang online,tapi terlihat terakhir online itu jam 23.50.
Andra pun pasrah dengan menyimpan ponselnya di atas kepala tempat tidur nya.
...****...
__ADS_1