
Setelah selesai dari butik baju pengantin wanita,mereka berempat pun menuju butik lain nya yang masih satu lokasi cuma beda blok saja.
Andra yang baru pertama kali ikut untuk memastikan baju rancangan seperti yang di inginkan rasanya sudah tidak sabar ingin melihat nya,apakah sesuai dengan yang dia harapkan atau tidak,walaupun yang namanya baju pengantin pria kebanyakan sama modelnya tapi setidaknya dia ingin segera memakai nya bersama pengantinnya.
Tidak lama kemudian mereka berempat sudah tiba di depan butik yang tampilan tokonya sangat terasa maskulin,karena dari depan nya saja sudah berjejer aneka macam bentuk jas untuk berbagai nuansa yang dipajang di dalam kaca utama pintu masuk.
"Hallo mami...
akhirnya datang juga,
duuh ..ini cah Bagus ganteng nya,
pasti ini calon manten nya yaa mih?"
Sambutan langsung di berikan oleh seseorang laki-laki tapi dari nada bicara dan tampilan nya agak gemulai,kemungkinan itu pelayan nya karena yang mereka tahu pemiliknya sangat lah macho.
"Iyaa ...
maaf agak telat ,tadi dari butik sebelah dulu tuk mastiin baju manten calon mantu.
Pak Baskoro nya ada...
gimana udah beres baju buat Andra nya?"
jawab Indira sambil masuk dan duduk di kursi yang tersedia di ruangan tersebut diikuti oleh yang lain nya sambil menoleh ke arah ruangan lain mencari pemilik butik tersebut.
"Ada mihh..
lagi nyiapin baju buat cah Bagus.
naah itu si boss!"pelayan gemulai tersebut pun menunjuk pada seseorang yang baru keluar dari sebuah ruangan lantai atas dan turun dari tangga sambil membawa hanger yang berisikan sebuah bungkusan kain hitam yang kemungkinan itu baju pesanan mereka.
Mama Indira dan yang lain nya pun langsung menoleh ke arah tangga dan bangkit dari duduknya ketika tahu jika yang sedang turun itu adalah si pemilik butik.
"Hallo semuanya...
lagi nungguin yaa!"sapa pak Baskoro pada customer nya yang di balas anggukan oleh semua nya.
Setelah basa basi sebentar,Pak baskoro segera membuka bungkusan hitam yang tadi di bawanya,maka nampaklah sebuah baju bedahan (baju pengantin laki-laki dari daerah jawabarat) yang elegan,walaupun baju pengantin laki-laki hampir sama baik warna maupun modelnya,tapi tentu dengan bahan kain yang disesuaikan dengan keinginan lah yang membuatnya berbeda.
"Waah bagus banget ndra...
coba kau cobain dulu,pas gak ukuran nya,secara kamu dulu pesan dengan ukuran online!"pinta mama Indira yang segera mengambil baju tersebut dan menghampiri Andra yang tampak tersenyum dan meraih baju tersebut dari mamanya.
__ADS_1
"Iyaa mah...
Andra coba dulu yaa,dimana kamar gantinya oom?"
"Disana aja ndra,gak usah ke atas!"ujar Pak Baskoro sambil mengarahkan telunjuknya ke arah sebuah kamar yang bertuliskan 'kamar ganti'
"Baik oom
makasih!"
Andra pun bergegas menuju kamar ganti tersebut.
Sementara yang lain nya menunggu sambil menyimak penjelasan Pak Baskoro tentang konsep membuat baju bedahan tersebut.
"Warna nya sengaja saya pilihkan warna broken white karena warna baju perempuan nya juga broken white juga yaa,walaupun ada campuran silver dan cream untuk Payet dan brukat nya,nanti juga di baju andra kan ada aksesoris nya,yang dikanting samping atas juga kantong bawahnya ada tambahan yang membuat tampilan Andra elegan dan serasi dengan Irene.
untuk kain yang di lilitkan di pinggang juga sama dengan motip kain yang di pakai di kebaya Irene.
itu yang buat akad nikah yaa,kalo buat resepsi,standar nya kan memang memakai jas,toxsedo dan dasi tap warna nya pasti serasi dengan pakaian Irene,untuk bawahan nya gak perlu ganti,karena warna nya sama."
Tidak berapa lama kemudian Andra muncul dengan sudah memakai pakaian yang tadi di bawa Pak Baskoro.
"Waah makin ganteng anak mama ini,
iyaa gak jeng....Irene makin cinta ini!"
"Gimana...?
udah paa belum ukuran nya,apa masih ada yang perlu di perbaiki atau di tambah.?"
tanya Pak Baskoro sambil ikut memperhatikan tampilan Andra .
"Sepertinya udah pas oom,begitupun baju jas nya,tadi udah di coba juga di dalam.
makasih yaa oom.
walaupun pesan nya online tapi oom bisa mengukur dengan pas!"
"Sama-sama nak Andra,oom senang kalo customer oom puas dengan karya oom.
silahkan di lepas lagi untuk nanti di siapkan di hari H nya..
akad nikah jam sembilan kan.
__ADS_1
dan resepsi sekitar jam tujuh malam yaa!?"
Andra pun kembali ke kamar ganti untuk melepas baju bedahan nya dan tidak lama sudah keluar lagi sambil membawa baju pengantin nya dan di serahkan kembali ke Pak Baskoro.
Pak Baskoro pun bertanya untuk memastikan supaya tidak salah jadwal.
Mereka pun keluar dari butik maskulin tersebut dan berjalan menuju sebuah restoran yang masih di lingkungan plaza tersebut untuk makan siang.
Posisi Andra dan Irene sengaja di pisahkan oleh kedua Ibu mereka untuk menghindari kontak fisik yang masih belum boleh di lakukan,sedangkan sejoli tersebut hanya pasrah sambil menahan sabar,walau sebenarnya tidak tahan.
*
*
*
Hari yang di nanti pun tiba,suasana di rumah kedua pengantin pun tampak sangat sibuk.
Dirumah Andra pembagian tugas pun di mulai yang di pimpin oleh oom nya Andra dari pihak ayahnya yang sengaja datang dari Surabaya dengan membawa keluarga nya.
Mereka yang ikut di acara lamaran sengaja tidak pulang karena waktunya yang mepet dengan hari pernikahan.
Indri dan para sepupunya baik dari ayah nya juga ibunya bertugas mengatur dan menghias bingkisan seserahan.
.Mama Indira dan para Tante baik Tante ipar(istri oom nya) atau Tante dari mamanya sibuk mengurus Andra,mereka memang sengaja tidak memakai jasa MUA untuk di gunakan di rumah Andra,jasa MUA hanya datang ke rumah pengantin wanita.
Tapi para ibu-ibu tersebut adalah wanita sosialita yang paham trend jadi sangat bisa diandalkan untuk memoles Andra agar semakin menawan di hari H nya ini .
Mobil mewah berderet di garasi,halaman dan jalan depan rumah milik keluarga Adrian,untuk mengangkut keluarga ke rumah keluarga Irene untuk acara akad nikah,sementara resepsi nya di sebuah gedung.
Sementara di rumah Irene tentu lebih sibuk lagi,karena mereka yang akan kedatangan calon penghuni baru di rumahnya yang tentunya harus di sambut dengan meriah.
Tampak janur kuning yang di tempel tulisan Andra dan Irene sudah bertengger di depan gang masuk rumah Irene .
walaupun jaman sudah modern tapi tradisi lokal tetap di pakai.
Ruang tamu sudah di sulap jadi ruang makan untuk acara keluarga saat nanti akad nikah sudah selesai sementara meja prasmanan di buat di ruangan yang tadinya untuk garasi ..
Sementara untuk acara akad nikah akan di laksanakan di ruang keluarga yang sudah di dekor lengkap dengan pelaminan yang elegan dan berkelas,jadi saat selesai akad mereka bisa langsung duduk di pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari pada tamu undangan dan keluarga tentunya.
Irene masih di kerubungi oleh tim MUA di temani Asti dan Mira,karena mira selain rumahnya satu komplek cuma beda gang,juga Mira sedang tidak ada job karena hari libur..
Para crew WO Tampak sibuk mengecek semua untuk memastikan persiapan sebelum calon mempelai pria datang .
__ADS_1
mereka saling berkomunikasi dengan earpeace yang menempel di telinga setiap crew.
Tin...Tin...