Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
demam


__ADS_3

Dirumah Irene Ibunya sedang sibuk merapihkan bekas sarapan pagi setelah suaminya berangkat,jam sudah menunjukan jam 7 lebih,dan sesekali Ibunya Irena melirik ke kamar Irene,tapi sang anak belum juga keluar kamar.


"Tumben Irene belum bangun jam segini"guman Bu Ratna


Dan setelah menyelesaikan cuci piring Ratna menghampiri kamar anaknya,dan mengetuk pintu.


tok...tok...tok


"nak...kamu belum bangun,ini dah siang!"


tapi tak ada sahutan dari dalam


Dan Bu Ratna pun mencoba membuka pintu kamar Irene ternyata tidak di kunci.


Saat masuk ke kamar,Bu Ratna mengedarkan pandangan nya dan berhenti di ranjang yang ternyata masih ada Irene yang sedang menutupi badan nya dengan selimut.


Bu Ratna pun berjalan ke arah tempat tidur Irene dan duduk di pinggir kasur.


"heeii,....nak,kamu kok jam segini masih tidur,ayo bangunan"sambil menggoyangkan badan nya,dan Irene pun bergerak sedikit,tapi diam lagi.


"lhoo kok tidur lagi,ayo bangun sayang!"


"Bentar Bu...masih ngantuk,hooaamm..."


Irene menutup mulut nya dengan tangan tanpa beranjak bangun.


"ya sudah kalo gitu...Ibu mau ambil baju kamu yang semalam dipake,mau di cuci"


"Ada di kamar mandi Bu.."


Bu Ratna pun masuk ke kamar mandi dan teriak.


"Kok di lantai dan basah!"


Irene yang kaget dengan teriakan Ibu nya langsung membuka mata dan menghembuskan napas nya.


"kan semalam memang sudah basah karena kehujanan Bu..jadi sekalian aja di basahi dan taro di lantai aja"ucap Irene saat Ibu nya keluar dari kamar mandi.


Ibu nya pun langsung keluar kamar Irene dengan terburu-buru dengan membawa baju basah takut air basahan nya netes ke lantai walau tadi sudah di peras dulu di dalam kamar mandi.


Irene yang melihat Ibunya sudah keluar dari kamarnya sedikit lega dan tetap berada di tempat tidur nya,malah makin menutupi badan nya dengan selimut dan tidur kembali.

__ADS_1


Bu Ratna yang sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah dan istirahat sebentar tapi fikiran nya tetap tidak tenang saat Irene belum juga keluar kamar,dan akhirnya kembali menuju kamar Irene,kali ini tanpa mengetuk pintu tapi langsung membuka nya,dan di lihat nya Irene masih setia di tempat tidur nya.


"Astagfirullah....


Irene ini kamu kok masih belum bangun juga,tumben banget"sambil mendekati tempat tidur dan duduk di pinggir kasur,sementara Irene membelakanginya.


Bu Ratna pun berniat menggoyangkan badan anaknya tapi baru menempelkan tangan ke lengan Irene, Ibunya kaget.


"Astagfirullah...kok badan kamu panas,nak...?


kamu demam?"Bu Ratna terlihat panik sambil meraba tubuh anaknya yang masih tertidur tanpa menyadari keberadaan Ibunya.


"Sayang...bangun nak,kamu sakit ini,mungkin efek kehujanan semalam ini"sambil terus menggoyangkan badan Irene dengan perlahan,dan Irene pun mulai menggerakkan badan nya dan menguap.


"Ada apa Bu...?"


"Kok ada apa...ini kamu demam,ayo bangun terus pergi berobat"


Irene pun bangun dan menarik tubuh nya agar bisa menyender di bagian atas tempat tidur nya.


"Ga pa pa Bu..cuma demam biasa efek kehujanan semalam kali Bu.."ucap Irene sambil terus menguap.


"Iyaa tapi kalo di biarin bisa tambah parah,jadi sebelum parah mending langsung di tangani ,kita ke dokter sekarang yaa..."


"Irene ...kok tidur lagi,gimana seeh"bentak Ibunya yang terlihat kesel dengan sikap anaknya.


"Irene lemes Bu...,capek,mau tiduran aja dulu yaa"


"makanya bangun,terus mandi,makan,biar gak lemes,gimana gak lemes kalo tiduran Mulu,ayo bangun"ucap Bu Ratna sambil memaksa bangun Irene.


Irene pun terpaksa bangun dengan perlahan karena males,entah kenapa badan nya terasa capek,pegel dan seperti meriang.


Irene pun masuk ke kamar mandi hanya tuk sekedar cuci muka dan sikat gigi,sementara Ibunya masih duduk di kasur anaknya nunggu Irene selesai dari kamar mandi takut nya Irene tidur lagi.


Tidak lama Irene keluar dari kamar mandi dan kaget saat melihat ibunya masih ada di kamar nya.


"Lhoo...kok Ibu masih disini,kirain dah keluar!"


"Ibu sengaja nungguin kamu,takut kamu tidur lagi,ayo..."sahut Ibunya sambil menarik tangan Irene dengan pelan menuju keluar kamar dan mengarahkan nya ke meja makan dan menyuruh duduk serta menyiapkan makanan dan menyerahkan nya ke Irene.


"Ayo makan yang banyak!"

__ADS_1


Dan Irene pun mulai menyuap makanan nya secara perlahan karena males dan rasa di mulut gak enak.


"Ayah dan berangkat Bu?"


"ya udah lah ...gimana seeh kamu,ini udah jam berapa???"jawab Ibunya dengan sedikit sewot.


Irene pun manggut-manggut dan melanjutkan makan nya dengan diam,walau pun tidak berselera dia tetap paksakan makan,supaya sakit di badan nya bisa hilang dan Ibunya gak maksa dia pergi berobat.


"Bu...Irene udah makan nya,Irene masuk kamar lagi yaa,Irene mau istirahat lagi"ucap Irene menemui Ibunya yang sedang di taman belakang,setelah selesai membereskan bekas makan nya serta mencuci nya.


"ya udah...tapi nanti kalo sampe sore masih berasa sakit,kita ke dokter yaa!"sahut Ibu yang tetap fokus mengurus tanaman nya.


"iyaa Bu..."


Irene pun kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya lagi di tempat tidur,perlahan matanya pun terpejam.


Sementara Bu Ratna yang masih di taman belakang tiba-tiba berlari saat mendengar bunyi ponsel nya yang dia letakkan di dapur.


"iyaa halo Assalamualaykum...


iyaa mas,ada apa?"


Bu Ratna terdiam sejenak tuk mendengarkan lawan bicara nya selesai,yang ternyata itu suaminya.


"ooh gitu...berapa lama disana nya?"


"seminggu?


memang nya ada acara apa,penting banget gitu yaa!?"


"yaa udah,kamu hati-hati saja di sana,jaga kesehatan,banyak makan,dan yang terpenting jangan lupa sholat dan berdoa tuk kita semua!"


"iyaa mas,Irene barusan makan dah masuk kamar lagi katanya pingin istirahat di rumah aja,gak mau pergi kemana mana,mungkin efek kehujanan semalam"


"iyaa mas,in sya Allah,aamiin...


kamu baik-baik di sana,hati-hati


Assalamualaikum..


Waalaykumsalam warahmatullahi...

__ADS_1


daahh...!"


Bu Ratna pun mematikan ponselnya dan menuju kamarnya untuk menyimpan ponsel nya,dan kembali ke taman untuk melanjutkan kegiatan nya yang tadi sempat terganggu,hingga tidak terasa waktu Dzuhur pun tiba,dan Bu Ratna pun menyudahi kegiatan nya untuk bersiap menjalankan kewajiban nya kepada sang maha pemilik kehidupan


__ADS_2