Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
lanjutkan


__ADS_3

Andra terbangun dari tidurnya ,dan saat akan menggerakkan tangan seolah merasa susah seperti tertahan,dan Andra pun menoleh ke arah tangan nya yang tertahan ,seketika Andra terkejut saat menoleh ternyata tangan nya di peluk oleh wanita yang tidur di sebelahnya.


"Yaa ampun Irene...


maafin aku, gara-gara aku ketiduran jadinya kamu pun tidur juga,di pinggir lagi"


Dengan perlahan Andra melepaskan tangan nya dari pelukan Irene yang tertidur pulas hingga tidak merasakan gerakan Andra.


Andra pun secara perlahan turun dari tempat tidur melangkahi badan Irene,dan memindahkan tubuh Irene dengan pelan agar lebih ke tengah tempat tidur dan menyelimutinya.


Andra berjalan menuju kamar mandi karena memang sudah kebelet dari tadi dan sekalian membersihkan tubuhnya karena memang waktu juga sudah menjelang subuh.


Entah karena buru-buru atau karena kedinginan karena mandi terlalu pagi tanpa memakai air hangat ,badan Andra yang menggigil tampak berjalan tidak stabil hingga saat Andra sudah selesai mandi dan hendak membuka pintu kamar mandi,tanpa sengaja lutut Andra menyenggol tempat sampah hingga tempat sampah tersebut jatuh hingga sampahnya keluar.


"Aduuhh...


ada-ada saja nih kaki pake acara jatuhin tempat sampah,tumpah pula isinya,gue kan harus masukin lagi tuuh sampah!"Andra ngedumel sambil jongkok untuk memungut sampah yang terjatuh,tapi Andra bergidik geli dan jijik saat akan memungut sampah yang berbentuk agak bulat tapi agak basah,hingga tangan nya tarik ulur antara mau ngambil atau tidak itu sampah.


"Itu sampah apaan lagi,bentuk nya menjijikan banget itu,siapa juga yang buang sampah beginian disini..


eehh...


ini kan kamar hotel


gue,berarti yang buang sampah antara gue dan Irene...


oohh iyaa,pasti Irene lah yang buang sampah disini...


tapi ini kan...?!"tangan Andra terhenti sebelum memasukan sampah itu karena Andra seperti mengenali jenis sampah itu dari bagian yang dia pegang oleh dua jarinya.


Pluk...


Sampah itupun sudah Andra jatuhkan kembali ke tempat sampah dengan sedikit senyum geli di bibirnya.


Andra pun keluar dari kamar mandi dan menuju lemari baju yang disediakan pihak hotel,sambil melirik Irene yang masih tidur dengan pulasnya tapi posisinya berubah jadi terlentang,hingga membuat Andra mendekatinya sambil Andra memasang kancing bajunya.


"Ternyata itu yang bikin kamu semalam menghindar dari aku...


kamu gemesin banget seeh,maafin aku yaa yang sempet salah sangka!"Andra menunduk dan mendekati wajah Irene.


Cup ..Andra mengecup kening istrinya.


"Tidur yang nyenyak yaa,aku ke mesjid dulu!"


Andra pun beranjak dan berjalan ke arah pintu keluar hotel dan membuka serta menutup pintu dengan perlahan tapi tetap menimbulkan suara saat pintu di tutup,hingga membuat Irene yang sedang tidur jadi terbangun dan gelagapan karena kaget.


"Astagfirullah...!"Irene terengah dan langsung bangun dan terduduk dari tidur nya sambil mengusap dadanya,matanya menengok kiri kanan.

__ADS_1


"Andra dah bangun rupanya,mungkin itu tadi suara pintu yang di tutup Andra,tapi mau kemana dia..


ini udah jam berapa gitu?"Irene mengecek ponselnya untuk melihat jam.


"Ternyata sudah subuh,yaa udah aku mandi juga deech,siapa tahu dah bersih dan bisa sholat subuh!"


Irene turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


_____


"Alhamdulillah udah gak ada, jadi bisa sholat"guman Irene saat keluar dari kamar mandi,Irene menuju lemari pakaian dan mencari baju ganti serta mukena.


Setelah mendapatkan nya,Irene pun segera melaksanakan kewajibannya sebagai umat beragama,serta memanjatkan doa dan harapan dengan khusu untuk pernikahan yang baru akan di mulainya,tidak lupa Irene pun melantunkan ayat suci setelah sholat subuh sambil menunggu suaminya.


Pintu kamar pun terbuka di saat Irene masih mengaji hingga sedikit mengagetkan Andra yang baru masuk ke kamar.


"Eehhh...


kamu dah bangun rupanya."


Irene pun menghentikan baca Qur'an nya setelah melihat Andra masuk dan mendekatinya.


Irene pun mencium punggung tangan suaminya.


"Kirain kamu belum bangun,kalo tahu kamu bangun dan mau sholat subuh,kan kita bisa sholat berjamaah di sini.


Irene menyimpan mushaf dan kembali duduk di hadapan Andra dengan madih mengenakan mukena.


"Gak apa-apa..


kan laki-laki itu memang sholat nya harus di mesjid,biar pahalanya banyak dan tentu memang begitulah anjuran agama.


sementara perempuan itu ibadahnya di rumah,karena sebaik-baik nya wanita adalah yang berada di rumah,kecuali udzur.


itu seeh yang aku tahu"jawab Irene sambil tersenyum lembut pada lelaki di hadapan nya yang baru satu hari jadi suaminya.


"Ma syaa Allahh...


adem banget dengernya.


eemmm....


ehh...bukanya kamu lagi datang bulan yaa,kok sholat,memangnya udahan?"tanya Andra dengan sedikit ragu untuk menanyakan hal itu.


"Kok...


tahu dari mana kalo aku lagi datang bulan,kan aku gak ngomong juga kamu gak lihat"Irene terkekeh malu sambil menutup mulut.

__ADS_1


"Hhmm ...itu ,tadi...


di kamar mandi lihat ,e..itu!"Andra sedikit bingung mau jelasin sampai kepala dan tangan nya ikut bergerak sana ini seolah ingin menjelaskan.


"Oohh ..


iyaa iyaa . .semalam memang itu sampah bekas itu yaa...


tapi tadi saat mau mandi ternyata sudah gak keluar lagi,yaa udah jadinya aku niat mandi wajib dan sholat subuh"papar Irene yang membuat Andra mengangguk-angguk tanda mengerti.


"Memangnya yakin udah gak bakal keluar lagi?"tanya Andra lagi sambil tersenyum penuh arti.


"Sepertinya seeh begitu,karena ini udah hari kelima,aku biasanya kalo datang bulan gak pernah lebih dari enam hari itu sudah bersih gak ada tetesan atau plek lagi"jawab Irene yang membuat Andra semakin tersenyum senang.


-------


"Gimana rasanya sekarang?"tanya Andra lagi sambil sedikit ragu,karena bingung juga untuk memulai obrolan karena sejujurnya mereka bukan orang yang sudah lama kenal dan sering ngobrol.


"Rasa apa yang bagaimana?"Irene malah bertanya balik dengan senyum tertahan karena merasa lucu dengan sikap mereka saat ini.


"Yaaa ...


rasa apa aja deech...


rasa kamu sama aku...


rasa kamu setelah jadi istri aku...


rasa kita udah tidur bareng,dan lain-lainnya nya deeh?"


"Hhmm...gitu yaa..


Alhamdulillah,rasa yang aku rasakan saat ini ,aku bahagia banget,rasanya plong gitu,beban dosa yang bakal jadi hutang itu akhirnya lunas,walaupun sebenernya tantangan baru akan segera di mulai"jawab Irene dengan serius sambil menatap andra yang juga menatap nya dengan lembut.


"Tapi aku minta maaf yaa soal semalam,bukan aku menolak kamu tapi..."


"Ssstt...sudah gak apa-apa,aku paham kok,dan lagi mungkin juga ini hukuman buat kita,karena kita dulu udah nyolong malam pertama,padahal belum boleh,makanya giliran sudah sah malah gak dapat malam pertama"jawab Andra sambil menarik badan Irene yang tadinya berhadapan hingga jadi berdampingan dengan punggung bersandar di sofa belakang tempat tidur.


"Iyaa...


mungkin juga begitu...


tapi kamu sebenernya gimana sama aku?"tanya irene sambil menoleh manja ke arah Andra sambil memegang tangan Andra.


"Aku....?


sama kamu!"hanya itu jawaban Andra sambil membalas pegangan tangan Irene dengan mengangkat kedua tangan Irene ke arah bibirnya,dan menciumnya,hingga membuat Irene tertunduk malu juga senang,hingga muncul rasa hangat di hatinya serta gelenyar aneh menyertainya.

__ADS_1


__ADS_2