
"akhhh...."
Andra teriak dan bangkit dari duduknya yang di sisi Tempak tidur dan berjalan ke arah dinding kamarnya.
'bug'
terdengar suara tembok di pukul oleh tangan Andra yang meluapkan emosi dan rasa di hatinya saat ini.
Dengan napas terengah-engah anda berdiri menatap tembok sambil mengepalkan tangan yang masih menempel di tembok.
Andra melirik ke arah koper yang berada di bawah lemari pakaian nya dengan tatapan sedih dan kesal.
Andra berfikir dan meratap karena harusnya hari Minggu ini dia sudah bersiap untuk berangkat ke Jakarta seperti rencana juga janjinya pada keluarganya juga pada kelurga calon istrinya.
Andra berjalan kearah koper tersebut,disentuh koper itu dan membuka sleting koper nya yang masih kosong,Andra meraba bagian koper dengan lemas,ingin rasanya dia mengisi dengan pakaian nya tapi kapan?
Sementara urusan di tempatnya saat ini masih belum selesai,ingin rasanya Andra marah,tapi pada siapa?
karena yang terjadi saat ini bukan kesalahan siapa-siapa.
ini murni di luar batas kemampuan dan rencana nya,tidak ada yang menginginkan kejadian ini apalagi ada berusaha menggagalkan rencana nya.
Surat cuti dan ijin meninggalkan tempat ini sudah tidak ada masalah,semua sudah bisa diatur dan di kendalikan karena dia sendiri yang memegang kendali untuk hal tersebut.
Andra bangkit dari posisi depan koper nya,dan melangkah menuju nakas untuk mengambil ponselnya yang dari semalam dia non aktifkan,karena dia belum sanggup memberi alasan pada Irene jika dia menanyakan keberadaan nya.
Perlahan Andra menekan ponsel nya untuk menyalakan nya,dan setelah menyala tanpa melihat riwayat dan aplikasi lain ,Andra langsung menekan kontak dan mencari nama yang di tuju dan menekan tombol panggilan pada seseorang.
Andra menempelkan ponsel nya ke telinganya,terdengar nada tersambung tapi belum diterima dari pihak sana.
"Hallo pa...!"sapa Andra setelah terdengar suara dari sana yang mengangkat panggilan telpon nya.
'iyaa dra,gimana...apa kamu baik-baik saja?'tanya suara dari sebrang sana yang tidak lain Pak Adrian ayahnya Andra.
"Andra baik pah..
justru Andra pingin tahu keadaan disana,apa semua masih bisa di tangani,dan apa ada yang perlu di khawatirkan?"
'kalo sampe saat ini semua masih berjalan biasa,walaupun memang pasti semua orang menunggu kedatangan kamu kan memang hari ini yang kamu janjikan'
"itulah yang Andra khawatirkan pahh...
__ADS_1
Andra gak bisa pulang sekarang,urusan disini belum selesai,andra gak bisa ninggalin gitu aja,walaupun Andra tidak terlibat tapi ini terjadi pada perusahaan kita pahh..."
'iyaa papa paham...
papa juga bingung sebenernya,tapi apa kamu sudah bilang ini ke Irene atau ke mama kamu?'
"kalo ke Irene Andra gak bilang dan gak tahu apa Andra harus bilang atau gak,justru Andra bingung harus bilang gimana,karena ini pasti mengecewakan Irene,Andra gak mau Irene makin berfikir negatif,karena udah terlalu sering Andra mengulur waktu.
gimana yaa pah...
kalo ke mama Andra dah bilang kalo kepulangan Andra tertunda,tapi Andra gak cerita masalahnya,tapi tetap saja bikin Mama marah karena mama juga gak mau malu katanya ke keluarga Irene!
Andra stress paahh!!"
Andra menggaruk kepalanya yang tidak gatal saking bingungnya.
"berarti mama kamu dah tahu kalo kamu gak bisa pulang hari ini...
hhmm...
baiklah,biar nanti papa yang jelasin ke mama kamu, .
kamu yang sabar saja disana,dan jangan lupa berdoa,hadapi semuanya dengan tenang dan yakin bahwa bisa saja ini adalah ujian kamu yang akan mengarungi hidup baru,karena tidak semua niat baik itu akan berjalan mulus,pasti ada saja hambatan dan halangan entah itu dari mana pun.
ingat!
tidak semua keinginan kita harus sesuai seperti yang kita inginkan,ada Allah yang sebaik-baiknya pembuat rencana!'
"iyaa pahh...
makasih yaa pa sudah bikin Andra tenang dengan ucapan papa barusan,tolong selalu bantu Andra ,dan maafin Andra yang bikin papa kecewa!"ucap Andra dengan suara pelan karena terharu dengan nasehat dari papa nya dan itu membuat hatinya sedikit tenang
'iyaa nak...
ya udah kamu tenangin dulu pikiran kamu,dan istirahat..
semoga besok ada titik terang dan kamu bisa cepat kembali ke sini berkumpul dengan kami'
"iyaa pah...
makasih yaa,
__ADS_1
yaudah,Andra tutup dulu telepon nya,daah papa,salam buat mama dan Indri"Andra pun menutup dan menekan tombol merah tanda panggilan berakhir.
Andra menyimpan ponselnya dan Andra beranjak ke arah kepala tempat tidur dan menyenderkan badan nya sambil mendekap bantal.
Andra memejamkan matanya,merenungi ucapan papa nya barusan,dan tentu Andra membenarkan ucapan papa nya,apalagi Andra pun berpendapat bahwa apa yang terjadi saat ini bisa jadi bukan hanya ujian menuju arah lebih baik tapi bisa jadi teguran atau balasan dari Tuhan atas perbuatan nya selama ini yang tentu sebagai manusia sudah banyak melakukan dosa,terlebih dengan awal niat ini yang di mulai dengan dosa.
"Yaa Allah ampunilah hamba mu ini,ikhlaskan hati ini dengan jalan dan rencanaMu,tapi tolong beri jalan dan ridhoi niat hamba dalam memperbaiki hidup hamba...
aamiin!"Andra mengusap wajahnya dan melorotkan badan nya dan memiringkan posisi tidur nya hingga perlahan mata Andra terpejam dan terlelap tanpa peduli dengan ponselnya yang berbunyi tapi tidak akan terdengar karena sudah Andra setting dengan mode silent.
""""
Pak Adrian bangkit dari kursi di ruangan kerjanya setelah memutuskan sambungan telpon dengan Andra,lalu memadukan ponsel nya ke saku bajunya dan berjalan kearah pintu.
ceklek...pintu terbuka,dan Pak Adrian muncul dari dalam ruangan tersebut sambil celingukan seperti mencari seseorang,tapi yang di cari nya tidak kelihatan,hingga akhirnya dia berjalan ke arah dapur tapi berpapasan dengan Indri.
"dri,kamu mau kemana?
kamu lihat mama gak?"tanya Pak Adrian sambil memperhatikan penampilan anaknya yang rapi yang seperti mau pergi.
"eehh papa...
Indri mau ke tempat kak Irene,kalo mama Indri gak tahu,dari tadi pagi belum kelihatan,kirain sama papa!"
"oohh...kamu mau ngapain ke tempat Irene,apa masih ada yang belum beres,?"tanya Pak Adrian dengan nada khawatir.
"pingin main aja pahh...juga pingin ngehibur dia,soalnya dari kemarin dia nanyain kak Andra terus,katanya ponsel nya mati gak bisa di hubungi,kayak nya dia sedih deeh pahh...
hhmm....memangnya kak Andra kenapa pahh,dia jadi pulang gak hari ini!?"Indri balik bertanya dengan rasa penasaran juga.
"yaa udah kalo kamu mau ke tempat Irene,kamu mau bawa motor atau dianterin supir!
bilangin aja Andra gak apa-apa,Andra pasti pulang...
papa mau cari mama dulu!"ucap Pak Adrian tanpa penjelasan sambil menepuk tangan anaknya,dan di balas Indri dengan mencium punggung tangan papanya.
"Indri mau bawa motor aja pah..
yaudah Indri berangkat yaa,ntar Indri bilangin ke kak Irene
dah papa.."
__ADS_1
Indri melambaikan tangan nya dengan hati yang masih bingung dengan sikap papanya.