Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
rasa ini


__ADS_3

"Yaa ampun Ren...


ternyata calon laki lu ganteng banget yaa..


tinggi,mukanya bersih badan nya bagus gitu...apalagi pas di senyum,cakep bener..


gila lu Ren,


andai dia bukan calon laki lu,udah gue embat...


lu Nemu dimana seeh laki kayak gitu,kok lu gak ngajak gue"


Asti terus saja nyerocos saat mereka sudah berada di kamar setelah acara bubar,Asti sengaja gak pulang selain untuk menemani Irene juga karena besok masih ada acara di rumah Irene.


Sementara orangtua dan kakaknya Asti sudah pulang terlebih dahulu,begitupun teman Irene yang lain nya yang tadi ikut hadir,mereka akan kembali besok.


"Ampun deeh lu mah,masa lu lupa..


dia kan cowok yang waktu itu ketemu dia ada reunian Asti.


dia kakak kelas kita cuma beda jurusan.


gue juga kan udah cerita sama lu kalee"jawab Irene sambil mulai melepaskan segala aksesoris di tubuh dan wajahnya termasuk kerudung juga membersihkan make up,rasanya gerah juga karena tidak terbiasa dengan make up tebalnya.


Walau sebenarnya dalam hati Irene juga mengakui kalau Andra yang tadi dia lihat seperti berbeda dari awal mereka bertemu,terlebih wajahnya terlihat kurus tapi bersih dan pas dengan postur tubuh Andra,sedangkan seingat Irene dulu wajah Andra sedikit cabby dan kusam,mungkin efek ketemu di malam hari saat itu juga kondisi saat itu sedang capek dan tubuhnya lusuh,sedangkan terang benderang.


atau mungkin karena Irene sedang jatuh cinta hingga melihat apapun terlihat bagus.


Irene senyum-senyum sendiri membayangkan itu.


"Masa seeh Ren...


apa iyaa,kok gue gak tahu yaa...


Akhhh dasar memang harus jodoh lu kali makanya gue gak ngeh,coba kalo dia jodoh gue,pasti ketemunya sama gue duluan yaa kan!"


"Dasar lu!"

__ADS_1


irene menoyor jidat Asti yang masih aja nyerocos sambil terus saja membayangkan hal yang menurut nya harus nya seperti itu dengan ekspresi wajah serius tapi lucu,dengan gerakan tangannya yang kadang di letakan di pinggang,di lepas lagi,kadang duduk ,bangun lagi.


"Bisa diem gak seeh lu ti,perasaan gue yang punya acara tapi lu yang gelisah...


makanya cari calon suami sana biar gak ngiri!"ucap Irene sambil geleng-geleng kepala.


Sementara Andra yang sudah pulang setelah selesai acara dan sudah juga menentukan tanggal pernikahan Andra dan Irene.


Saat berada dalam mobil dan perjalanan pulang,Andra tidak berhenti tersenyum bahagia saat teringat acara tadi yang akhirnya mempertemukan dia dengan Irene secara langsung dan dekat.


Andra bersyukur bahagia akhirnya bisa pulang sebelum acara dan tidak membuat malu keluarganya juga tidak dianggap berbohong oleh Irene dan keluarganya.


Mobil yang berisi keluarga Andra dan rombongan pun tiba di rumah Andra,tapi sebagian ada yang langsung pulang ke rumahnya ada juga yang ingin tinggal sementara untuk istirahat atau juga ingin membantu acara pernikahan Andra sampai selesai.


walaupun acara pernikahan di gelar di gedung tapi acara akad nikah tetap di gelar di kediaman Irene sesuai kesepakatan tadi


jadi mereka harus tetap mempersiapkan segala hal yang diperlukan supaya acara berjalan dengan baik.


Andra langsung menuju kamarnya saat tiba di rumah dan mereka membiarkan nya karena memaklumi kondisi Andra yang mungkin butuh istirahat karena baru kemarin siang dia pulang,malamnya harus persiapan untuk hari ini jadinya wajar saja kalau Andra butuh waktu banyak untuk istirahat,apalagi pernikahan tinggal seminggu lagi,jadi mereka membiarkan Andra di kamarnya saja.


Indri yang sedang duduk sambil memainkan ponsel pun menoleh kearah papa nya sambil sedikit terkejut dengan pertanyaan papa nya tadi.


"Oohh...


itu...itu. kakaknya kak Asti,kak Adi namanya!"jawab Indri agak sedikit gugup menjawabnya.


"kamu kok bisa kenal dia.


kenal dimana?"tanya papanya lagi.


"Kan Indri pernah main ke rumah kak Asti bareng kak Irene juga pernah jalan bareng waktu beli kebaya tuk kostum brismade nya kak Irene nanti.


kenapa gitu pahh...


papa kenal dengan kak Adi?"Indri balik bertanya pada papanya.


"oohh...

__ADS_1


gak papa.


tapi kamu gak pacaran kan sama dia?"


"ikhh papa ...


kok mikirnya jauh amat.


emang kenapa kalo Indri pacaran sama kak Adi.


papa mau larang karena Indri masih kuliah atau papa mau larang karena gak suka sama kak Adi?"


"kamu tuuh!


yaa udah papa mau istirahat dulu!"Pak Adrian mengacak pucuk kepala Indri sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamarnya.


Sambil berjalan pak Adrian berpikir tentang sosok Adi yang di bicarakan Indri,dia merasa pernah bertemu dengan Adi tapi dia lupa ketemu dimana.


Indri yang di tinggal papa nya pun akhirnya ikut bangkit dan melangkah menuju kamarnya,selain untuk istirahat dia juga sibuk online di media sosial tentang kegiatan nya hari ini dan tentang acara yang akan di gelar keluarganya.


Indri memang aktif di media sosial selain untuk mencari teman juga mencari hiburan semata,Indri bukan ABG yang gila eksis di medsos hanya cari popularitas,bagi Indri dia tidak membutuhkan itu karena hidupnya sudah cukup bahagia,walaupun orangtuanya sibuk tapi mereka tidak melupakan kewajiban nya terhadap anak.


Mama Indria setelah pulang dari acara masih tetap sibuk memeriksa segala macam dan mengecek apapun yang sudah di persiapkan agar tidak salah atau kurang,maklum karena acara tinggal seminggu lagi,walau sebelumnya semua sudah dipersiapkan dengan matang tapi tetap saja yang namanya ketakutan dan kekhawatiran itu pasti ada.


Andra yang sudah berada di kamarnya yang bermaksud untuk tidur dan beristirahat justru tidak bisa memejamkan matanya,hati dan fikiran nya masih teringat dengan kejadian tadi saat acara,apalagi saat melihat Irene untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak bertemu.


Sungguh Andra benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Irene sangat cantik,wajah Irene yang di rias sempurna ,begitu mempesona dengan tampilan jilbab lebar warna putih gading dengan Bros yang menempel di antara bagian dada dan lehernya di padukan baju gamis warna senada di lapisi hiasan renda brokat yang makin membuat penampilan Irene susah dihilangkan dari pikiran Andra,sungguh berbeda sekali saat dulu mereka bertemu yang dimana Irene belum memakai jilbab juga terlihat kurus dan lusuh,mungkin efek capek karena hujan juga saat itu.


"Ren...


kamu cantik banget.


aku beneran jatuh cinta dan gak mau kehilangan kamu Ren..."Andra berguman sambil terus memindah ponsel ditangan nya yang menampilkan photo-photo Irene saat diacara tadi,Andra tadi sengaja menyuruh krew pemandu acara untuk mengabadikan momen tersebut melalui ponselnya,dan hasilnya membuat Andra tidak berkedip saat menscrol galeri di ponselnya,ada video saat Irene datang dari kamarnya menuju ruangan acara yang diapit oleh teman dan Ibunya.


Dan tentunya foto yang lain nya juga.


"aku udah gak sabar nunggu hari itu tiba Ren!"akhirnya Andra pun terlelap juga sambil tersenyum dengan ponselnya di genggaman nya.

__ADS_1


__ADS_2