
Irene tersenyum senang saat selesai menelpon Asti yang akhirnya luluh dan tidak marah lagi,walaupun dengan cara berbohong,karena belum tentu juga Irene mau cerita soal cowok nya,karena Irene sendiri belum tahu pasti apakah benar dia bakal punya cowok.
Irene menaruh sembarang ponselnya ketika merebahkan tubuhnya di kasur,fikiran nya kembali menerawang entah apa yang di fikirkan nya.
kring...kring...kring...
Irene tersadar dari lamunan nya saat terdengar bunyi ponsel.
Dan Irene segera meraih ponsel nya dan terlihat ponselnya menyala dan muncul nama seseorang di layar ponselnya.
Irene hanya memandang ragu ponsel nya,apakah diangkat atau tidak.
Tapi karena rasa penasaran nya maka Irene pun akhirnya menggeser ikon hijau.
"Hallo...
Assalamualaikum"
sapa Irene setelah mengambil napas untuk menenangkan hati nya.
"Waalaykumsalam....
Alhamdulillah,akhirnya kamu jawab juga!"
Balas orang di sebrang sana terdengar senang.
"Maaf ini siapa?"tanya Irene pelan,walaupun Irene sudah tahu tapi Irene hanya ingin memastikan saja.
"Lhoo kok kamu nanya...
ini aku Andra Irene...
Tadi kita kan udh chat,memangnya nomer nya belum kamu namain?"
Terdengar seperti kesal suara dari sana.
"Belum"
ucap Irene bohong.
"memangnya beneran ini Andra?"tanya Irene lagi.
"iyaa Irene ...
ini aku Andra Yudistira!"
suara di sana terdengar menekan suaranya untuk meyakinkan.
"ooh...Andra Yudistira yang ingkar janji...
Andra Yudistira yang pergi begitu saja meninggalkan wanita setelah berhasil merusaknya!!"
Ucap Irene setengah menekan ucapan nya agar tidak terlalu keras takut terdengar dari luar,tapi pada akhirnya Irene menangis setelah mengucapkan kalimat tersebut.
Dan sejenak hening tidak ada balasan dari sebrang sana.
Andra yang mendengar ucapan Irene dengan nada kesal dan marah yang akhirnya terdengar suara Irene terisak tanda sedang menangis,sesaat Andra terdiam.
Andra seperti terbius dengan ucapan Irene dan kembali teringan dengan kesalahan nya.
"Iyaa Irene...
aku Andra yang seperti itu!"
sambil menghela napas akhirnya Andra membalas ucapan irene sambil menahan sesak yang tiba-tiba.
"Tapi kamu harus tahu Irene,aku pun di sini tersiksa dengan sikapku,aku akui aku salah....Aku jahat,apalagi kamu juga tidak menghubungi aku setelah kata Indri kamu sudah menerima surat ku,aku semakin merasa gak tenang.
__ADS_1
Tolong Irene...maafkan aku!"
Irene yang mendengarkan penjelasan Andra hanya terdiam,Irene pada dasarnya mengakuinya jika kejadian saat itu bukan murni kesalahan Andra tapi juga kesalahan nya.
"hallo Irene...
kamu masih dengerin aku kan?"tanya Andra setelah lama tidak terdengar suara Irene.
"iyaa masih!"sahut Irene dengan pelan.
"supaya kamu gak ragu,awal bulan depan aku mau minta ijin ke papaku untuk pulang dulu ke Jakarta untuk melamar kamu"
"Hahh!"
Irene langsung g bangkit dari tidur nya ketika mendengar ucapan Andra dari sebrang sana.
"kenapa ren?"
"Gak...gak..ga pa pa"padahal Irene kaget.
"Aku serius Irene....
aku mau buktikan kalo aku mau menjadikan kamu istri aku"
'Tapi kamu bilang gitu atas dasar apa,?
kalo cuma terpaksa karena merasa bersalah atau ingin bertanggung jawab mending gak usah,biarin lah ini menjadi resiko ku,tooh ini juga kesalahan aku.
aku yang bodoh...
aku yang murahan...
aku yang tidak bisa mengendalikan diri"Irene kembali terisak saat mengucapkan kalimat tersebut.
"Gak Irene...
aku yang telah membuat kamu jadi merasa seperti itu..dan aku mau menjadikan kamu istri aku juga bukan karena soal kejadian itu juga,tapi karena aku memang menginginkan kamu untuk jadi milikku!"
"maksud kamu?"
Tanya Irene meminta penjelasan dari ucapan Andra yang terdengar rancu.
"Seperti yang aku bilang di surat itu,kalo aku beneran cinta sama kamu dari awal kita bertemu,...
jadi aku akan melamar kamu!"
"kamu yakin....?
kita kan belum saling kenal?!"
Tanya Irene sedikit ragu.
"kita akan saling mengenal setelah kita menikah!"ucap Andra dengan yakin.
"Kamu gak akan menyesal?"
tanya Irene dengan masih sedikit ragu.
"Gak Irene...
tolong percaya yaa.
bulan depan aku pulang"
"Kalo ortu kamu gak setuju gimana?"tanya Irene.
"soal orangtuaku itu gak ada masalah soal jodohku.
__ADS_1
in sya Allah aman kok!"
Irene terdiam sejenak memikirkan ucapan Andra.
"Hallo Irene...
gimana?"
"ini udah malem,aku ngantuk
aku tidur dulu yaa"
Ucap Irene setelah melirik ke arah jam ternyata sudah hampir jam 12 malam.
"Baiklah Irene...
aku tunggu jawaban kamu.
met tidur yaa,bye!"
"Bye...
Assalamualaikum"balas Irene dan segera menekan ikon merah tanda mengakhiri obrolan .
Irene menaruh ponselnya di atas nakas,dan segera merebahkan tubuhnya dan menutupi nya dengan selimut,dan tidur.
...±++++++++++...
"Yahh....
kalo Irene menikah boleh gak?"
tanya Irene yang membuat orang tuanya langsung menghentikan kunyahan makan saat mendengar pertanyaan Irene di saat mereka sedang sarapan.
""Menikah...?
yaa tentu boleh dong nak,masa Ayah larang,kan memang manusia hidup itu kalo udah waktu nya menikah yaa menikah"jawab sang Ayah sambil meneruskan makan nya.
"Hhmm.....
maksud Irene menikah dalam waktu dekat ini,jadi sebelum Irene mempraktekan ilmu kuliah tapi Irene udah menikah aja gitu...!"ucap Irene sambil menunduk sambil masukin makanan ke mulut tapi dengan karena malu dan ragu juga takut akan reaksi orangtuanya.
"Maksud kamu gimana ren?"tanya Ibunya penasaran,dari tadi Bu Ratna hanya menyimak tapi belum ketemu arah omongan anaknya.
"maksud Irene....
hhmm...
ya udah nanti aja Irene bicarakan lagi,Ayah berangkat dulu aja,takut kesiangan "
"Kamu tuuh aneh ren,..ngomong kok gak jelas,pacar aja belum kamu kenalin tapi dah ngomongin nikah!"ujar Ibunya dengan ketus dan muka sinis.
"Yaa udah yaa udah...sekarang Ayah berangkat dulu yaa,nanti kita sambung lagi"ucap Pak Galang sambil bangkit dari kursi setelah menyelesaikan sarapan nya,begitupun dengan Bu Ratna karena harus menyiapkan keperluan suaminya,sedangkan Irene merapihkan meja makan dan mencuci semua perabotan yang kotor.
"Ayah berangkat dulu yaa"ucap Pak Galang sambil menyodorkan tangan ke Bu Ratna dan Irene,dan mereka pun meraih tangan Pak Galang serta mencium punggung tangan nya secara bergantian,dan Pak Galang pun mencium kening anak istri nya secara bergantian pula.
"Assalamualaikum.."ucap Pak Galang setelah dia berada di belakang kemudi sambil melambaikan tangan ke arah anak istrinya.
"Waalaykumsalam..."balas Irene dan Bu Ratna serempak.
"Hati-hati Ayaah"lanjut Irene sambil melambaikan tangan nya juga,sementara Bu Ratna langsung masuk ke dalam rumah saat mobil suaminya sudah tidak terlihat lagi.
Sementara Irene duduk di kursi teras saat mendengan ponsel yang di genggam nya berbunyi,dan terlihat nama Asti di layar.
...******...
terimakasih kepada para reader yang sudah berkenan membaca karya perdana ku ini,
__ADS_1
dan semoga tidak bosen yaa...