Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
malam pertama


__ADS_3

Krek...


Pintu di buka dari luar ,dan masuklah sepasang pengantin sambil bergandengan tangan dengan senyum malu-malu.


Irene tampak tertegun melihat dan memperhatikan isi kamar pengantin nya yang bernuansa putih,Tampa bersih dan rapih.


Kelopak mawar merah berserakan diatas pembaringan,hingga membuatnya merinding dan tidak sadar Irene begidik yang tentu membuat Andra yang memperhatikan ekspresi Irene tampak heran.


"Kamu kenapa,kok seperti ketakutan gitu?"


"Oohh gak...


gak apa apa kok!"


Irene replek menjawab dan menoleh ke arah Andra sambil tersenyum gugup.


"Kamu mau duluan ke kamar mandi?


sini aku bantu buka baju kamu?"


"hahh!"Irene menoleh lagi ke arah Andra dengan sedikit kaget dengan ucapan Andra.


"Kenapa gitu...


memangnya kamu mau mandi dengan pakaian pengantin begitu?"


"Eemm....


gak juga seeh,tapi aku bisa buka baju sendiri kok;"Irene berjalan ke arah meja rias dan duduk di kursi yang ada di depan meja rias tersebut.


Irene memandangi dirinya di depan pantulan kaca,Irene terlihat bingung mau bukan yang mana atau apa terlebih dahulu.


Andra yang melihat Irene seperti bingung berjalan mendekat ke arah Irene.


Dan tanpa berkata apapun Andra sudah berada di belakang Irene yang tentu saja membuat Irene kaget dan langsung menengok ke belakang dengan pandangan bertanya,tapi tidak Andra hiraukan malah mulai memegang kepala Irene dengan tersenyum.


Perlahan Andra membuka satu persatu jepitan dan aksesoris yang ada di kepala Irene,dari mulai hiasan kepala yang bentuk Tiara kecil nan indah,kerudung luar yang panjang menjuntai di belakang kepala berikut,peniti,jepitan serta Bros dan aksesoris pendukung lain nya ,dan meletakan nya di meja rias di hadapan Irene.


Irene hanya terdiam mematung,dia pun membiarkan saja Andra melakukan nya hingga terdengar suara Andra.


"Semua aksesoris dan pernak pernik di kepala semua sudah terlepas,sekarang tinggal kerudung kamu.

__ADS_1


boleh aku yang melepasnya juga?"Andra bertanya dengan pelan karena menahan rasa yang berdebaran di dalam dadanya.


Irene yang mendengan ucapan Andra tersebut sontak membuat jantungnya berdetak cepat,karena sejak dari Andra menyentuh area kepala saja Irene selalu berusaha meredam rasa debaran jantung nya yang tiba-tiba berdetak tidak teratur semenjak masuk ke kamar ini,dan sekarang Andra ingin membuka penutup kepalanya.


"Iyaa


boleh!"


Dengan suara pelan Irene menganggukan kepalanya dengan pelan sambil tertunduk malu.


Andra yang mendengar jawaban Irene memutar tubuh Irene dengan perlahan hingga tubuh mereka berhadapan,dengan posisi Irene yang masih duduk di kursi rias,sementara Andra berdiri.


Perlahan Andra menyentuh kerudung Irene yang masuk ke dalam lehernya dan perlahan mengeluarkan nya,Andra pun bersiap membuka nya dengan sangat hati-hati takut membuat Irene kesakitan jika Andra membukanya dengan kasar.


Napas Andra semakin tidak teratur seiring jantung yang juga berdebar kencang saat kerudung penutup kepala Irene terlepas,hingga nampak wajah Irene dengan rambut hitam yang tergerai karena Irene melepas ikatan rambutnya.


"Kamu cantik sekali Irene!"


Tanpa sadar Andra menyentuh wajah Irene yang menurut pandangan Andra begitu mempesona,


Irene yang mendengar ucapan Andra hanya terdiam,begitupun saat Andra mengangkat dagunya.


Andra mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Irene yang sepertinya hanya menunggu tentang apa yang akan dilakukan Andra terhadapnya.


Irene sedikit tersentak saat merasakan bibir Andra mulai beraksi lebih dalam,hingga membuat Irene berdiri dan mensejajarkan tubuh nya dengan Andra agar Andra tidak pegal karena berciuman dengan posisi Irene yang terduduk.


Irene memeluk pinggang Andra dan Andra pun semakin membuat ciuman nya semakin bergelora,tangan Andra menahan tengkuk Irene supaya Irene tidak menjauh.


Terdengar suara ******* yang menandakan mereka mulai terlena dengan ciuman yang memabukkan tersebut,apalagi Irene pun membalas ciuman suaminya dengan bergantian saling menghisap bibir dan memasukan lidah ke mulut masing-masing secara bergantian.


Tangan Andra pun mulai merayap ke bagian bawah dan mencari pengait gaun Irene yang tadi belum dilepas,karena Andra keburu tergoda dengan wajah Irene.


Irene menggeliat saat tangan Andra menyentuh area depan yang masih tertutup gaun tersebut bahkan meremasnya,karena Andra belum berhasil membuka pengait gaun maka Andra pun langsung menyentuh dan meremasnya dari luar.


Tapi saat tangan Andra akan menyusur ke area lebih bawah lagi bahkan hendak mengangkat gaun Irene bagian bawah,Irene seperti tersentak dan kaget.


"Akhhh!"


Irene menepis tangan Andra yang akan membuka gaun bawahnya hingga ciuman mereka pun terlepas.


"Kenapa..?"tanya Andra heran dengan napas yang masih memburu.

__ADS_1


"Maaf...


aku belum bisa melakukan lebih dari ini.


maaf aku harus ke kamar mandi dulu!"dan Irene pun berlalu dari hadapan Andra yang terdiam tidak mengerti dengan reaksi Irene padahal Andra merasa Irene pun menikmati cumbuan nya.


Irene masuk ke kamar mandi masih dengan gaun pengantin nya dan agak terburu-buru dengan rasa bersalah karena mengecewakan suaminya.


Andra pun berjalan ke arah tempat tidur saat melihat tubuh istrinya hilang dari pandangan nya.


Andra mulai melepas baju pengantin nya satu persatu,sambil mendengus kesal karena hasratnya tertahan.


Andra merebahkan badan nya di kasur warna putih yang ditaburi bunga mawar merah dengan masih mengenakan kemeja yang kancing atasnya sudah terbuka,juga ikat pinggang yang dia kendorkan karena dia seperti sesak karena ada tambahan daging yang mempersempit celana nya


Terdengar suara air yang gemiricik dari dalam kamar mandi tanda ada aktifitas mandi sedang terjadi di dalam.


Irene keluar dari kamar mandi dengan perlahan,dia sudah berganti pakaian dengan baju tidur yang disediakan pihak hotel,walau Irene sudah di bawakan baju tidur oleh mertuanya untuk dipakai di malam pertama nya tapi Irene tidak memakainya,Irene malah memakai baju tidur dari hotel saja yang menurutnya cukup baik.


Irene mengedarkan pandangan mencari sosok suami nya yang tidak dia lihat di tempat tadi mereka bercumbu.


Pandangan Irene terhenti ketika Irene mendengar suara seperti napas orang tidur dan Irene mengarahkan pandangan nya kesana yang ternyata itu suara napas suaminya yang sudah tertidur dengan masih memakai pakaian lengkap dari sebagian baju pengantin nya.


irene berjalan kearah suaminya dan duduk di samping tubuh Andra yang tertidur menghadap miring ke arahnya dengan tangan sebelahnya yang menjadi bantal tidur nya.


Irene perlahan menggerakkan tangan menyentuh pipi Andra dan mengusapnya dengan lembut,mengusap rambut Andra dan mendekatkan wajahnya ke wajah Andra yang tampak letih.


Irene mengecup kening suaminya yang tiba-tiba telentang tapi tidak terbangun.


"Semoga kamu menikahiku bukan karena terpaksa yaa ndra.


semoga kamu benar-benar tulus menikahiku karena memang menginginkan aku jadi istrimu atas dasar kamu mencintaiku,bukan karena terpaksa karena tuntutan tanggung jawab dan janji saja.


karena...akupun mencintaimu,dan menginginkan kamu jadi jodohku selamanya!"


guman Irene sambil mengusap telapak tangan suaminya yang tergeletak di sampingnya dan menciumnya cukup lama di bibir Irene seolah tidak mau melepaskan pegangan tangan tersebut.


"Maaf..


malam ini aku menolak melayani kamu,bukan tidak mau tapi karena memang belum boleh,karena aku belum bersih dari haid.


semoga kamu mengerti dan sabar yaa!"

__ADS_1


Irene berbisik di telinga Andra saat Irene mulai membaringkan tubuhnya disamping Andra sambil menggenggam tangan suaminya.


__ADS_2