
...******...
Setelah mandi dan sholat subuh Irene bersiap dengan memantaskan penampilan karena hari ini Irene berniat ikut ke kantor Ayah nya untuk mulai bekerja.
Irene mulai memilih-milih baju yang akan dikenakan nya,Irene sedikit bingung karena sekarang dia berhijab maka pakaian nya pun harus sesuai dan pantas untuk di padukan dengan kerudung dan baju nya apakah pantas atau tidak penampilan nya,Irene tidak mau memakai pakaian asal tertutup tapi tidak pantas .
Setelah menemukan pakaian yang sekiranya pantas maka Irene juga memoles sedikit wajahnya dengan make up natural tapi bisa memancarkan aura positif,apalagi hati Irene akhir-akhir ini sedang selalu bahagia makan semakin bercahaya saja aura wajah nya.
"Irene udah siap Ayah...
Gimana penampilan Irene pantas gak?"tanya Irene saat tiba di kursi makan yang sudah ada Ayah dan Ibunya yang sedang duduk,otomatis mereka pun memandang ke arah Irene yang sedang membolak-balik kan badan nya untuk minta pendapat sang Ayah selaku calon atasan nya.
"Cantik dan pantas kok baju itu kamu pake...
ok!"ucap sang ayah dengan senyuman dan menyatukan jari dan jempol tangan nya ke arah Irene.
"Makasih Ayah...
kalo menurut Ibu gimana"tanya Irene yang kali ini melihat ke arah Ibunya untuk meminta pendapatnya.
"Boleh juga...kalo untuk pemula,semoga kami setelah terbiasa berhijab perlahan-lahan bisa memakai jilbab syar'i dan gamis yaa,tapi karena ini mau ke kantor,yang penting baju kamu tidak ketat dan kerudung kamu terurai menutupi bagian dada kamu"
"Siap Bu...terus doain Irene yaa supaya jadi anak yang bikin kalian bangga."ucap Irene sambil melangkah ke arah belakang Ibunya dan memeluknya serta mencium pipi sang Ibu.
"Udah ayok makan!"Bu Ratna memegang tangan Irene untuk di arahkan supaya duduk ,dan Irene pun melepaskan pelukan nya dan duduk di kursi di sebelah Ibunya.
...++++++...
"Ayok berangkat...!"ajak Pak Galang pada Irene setelah selesai sarapan.
"Bentar yaa,Irene ambil tas dulu di kamar"dan Irene pun menuju kamar nya serta mengambil semua yang sekiranya harus di bawa,termasuk ponselnya,tanpa mengecek dulu Irene langsung memasukan ponsel nya ke dalam tas,Irene tidak tertarik untuk melihat dan membuka isi ponselnya karena dari tadi ponsel nya tidak terdengar berbunyi,jadi Irene fikir tidak ada yang menghubungi nya.
"Ayok Yaah..."ajak Irene pada ayahnya yang masih duduk ditemani Ibunya.
"Oke...
Bu...Ayah sama Irene berangkat dulu!"balas Pak Galang seraya berdiri dan pamitan pada istrinya.
"Irene berangkat yaa Bu,doain Irene biar biar bikin Ayah bangga"ucap Irene sambil mencium punggung tangan Ibunya dan di balas Ibunya dengan mengecup kening irene.
"Pasti Ibu doain...karena bukan hanya Ayah yang bangga, Ibu juga pasti bangga!
__ADS_1
semangat yaa..."
"Iyaa Bu...
Assalamualaikum"pamit Irene sambil melambaikan tangan setelah mobil yang di kemudikan Pak Galang melaju perlahan hingga menambah kecepatan nya dan akhirnya tidak terlihat lagi oleh Bu Ratna .
"Yaa Allah ...jagalah suami dan anakku,berikan selalu kesehatan dan keselamatan,ridhoilah langkah mereka untuk mencari Rizki yang halal dan berkah,aamiin"guman Bu Ratna sambil menutup pintu dan melanjutkan kegiatan nya sehari-hari.
Sementara di kota K,Andra yang baru selesai mandi langsung meraih ponsel nya yang tergeletak di kasur nya,tapi kembali melemparkan nya lagi sambil menghembuskan napas dengan kasar setelah dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan,dengan terpaksa Andra segera memakai pakaian kerja nya untuk bersiap beraktifitas hari ini.
Setelah berpakaian lengkap dan rapi Andra kembali meraih ponsel nya dan tetap dia tidak mendapatkan hal yang dia inginkan,dan dengan sedikit kesal Andra menekan tombol panggil untuk menghubungi seseorang.
"Hallo...sayang!"terdengar suara perempuan setelah panggilan nya di terima.
."Hallo ma...
Mama kemarin itu berbuat apa sama irene?"jawab Andra dengan sedikit ketus karena kesal.
"Kamu kenapa nak...
memangnya kenapa dengan Irene,mama kemarin gak ngapa-ngapain Irene kok!"
"Tapi kenapa Irene gak jawab telpon ku ma...
"Hhmmm....
kayaknya kemarin Irene baik-baik aja kok,dia juga terlihat happy,kan kamu lihat sendiri dari photo yang mama kirim ke kamu"
"Iyaa seeh ma...tapi kenapa sejak semalam Irene gak angkat telpon ku yaa?"
"Yaa....mama juga gak tahu nak,apa mungkin dia lagi gak menang hape atau bisa juga dia gak denger,atau ...
yaa udah seeh kamu jangan berfikiran buruk gitu...
ntar coba mama telpon dia deh"
"Yaa udah ma...
Andra cuma khawatir juga heran aja ma!"
"Akhh kamu ini kayak baru kenal cewek aja,baru gitu aja dah galau,kamu tenang yaa...
__ADS_1
udah sana kamu kerja,dah sarapan belum?"
"iyaa ma...
makasih sebelumnya,ini Andra baru mau sarapan,daaahh mama!"
"Bye sayang....
semangat yaa kerjanya muuaahh"
Dan mereka pun saling memutuskan percakapan jarak jauh mereka,Andra pun lantas menuju meja makan dan segera sarapan dengan menu yang sudah di siapin pelayan penjaga rumah dinas itu.
Sementara mama Andra pun langsung mencoba menghubungi Irene,dan ternyata panggilan nya terhubung tapi tidak dijawab oleh Irene.
"Kenapa Irene gak angkat telpon yaa,apa jangan-jangan Irene beneran marah gitu sama kita,coba nyuruh Indri aja deeh"
Mama Andra pun menuju kamar Indri dan langsung membuka pintu kamar Indri tanpa mengetok terlebih dahulu.
"Ndri...
kamu hari ini kuliah jam berapa?"tanya mama nya setelah masuk dan mendapatkan Indri sedang tengkurap di tempat tidur sambil memegang ponsel.
"iikhh...
mama,kebiasaan deeh kalo masuk kamar gak ketok pintu dulu!'ujar Indri bangkit dari posisi sebelumnya dengan kesal cemberut ke mama nya.
"Jawab dulu,kamu kuliah jam berapa?"ucap mama Indri gak perduli dengan Omelan Indri
"Ntar jam sepuluh!
memangnya kenapa?"Indri menjawab masih dengan mode kesal.
"Ntar sebelum berangkat kuliah kamu coba mampir ke rumah Irene yaa"
"memangnya mau ngapain ma?"tanya Indri masih dengan mode jutek nya.
"itu kakak mu tadi nanya mama,kenapa Irene gak angkat telpon dia,terus mama juga tadi coba nelpon gak diangkat juga,maka khawatir aja,takut kenapa-kenapa dengan Irene.
apa.... jangan-jangan Irene marah atau apalah itu namanya,jadi tolong ntar kamu cek ke rumahnya yaa?"ucap mama Indri yang bernama Indira panjang lebar menjelaskan ke Indri supaya Indri paham.
"iyaa iyaa...segitu khawatir nya sama calon mantu!
__ADS_1
yaa udah Indri mandi dulu"ucap Indri yang bangkit untuk menuju kamar mandi walau dengan masih mode jutek.