Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
ikutin alur saja


__ADS_3

Di bab sebelumnya ditolak katanya mengandung konten dewasa,yaa sudah kita lanjutin aja ceritanya ,aku malas ngulang ngetik,hehehe....


Irene menjerit sambil menjambak rambut nya sendiri ketika ingat kejadian di malam itu saat bersama Andra.


Irene marah pada diri nya yang mau saja diperlakukan murahan dan kini Irene menyesal karena ternyata apa yang di ucapkan Andra saat itu tidak di tepati,Andra tidak muncul lagi di hadapan nya,tidak mencari dan mendatangi rumah nya,bahkan menelpon pun tidak ada,padahal Andra tahu nomer Ibunya yang pernah di hubungi melalui ponsel Andra.


"Ibu...,Ayah .maafkan anakmu yang sudah membawamu ke neraka,hiks hiks"Irene semakin terisak sendiri di kamar,berulang kali dia beristigfar.


"Astagfirullah hal adzim,ampuni hamba yaa Allah!"dan mulut Irene terus mengulang kalimat toyibah pada sang pencipta,hingga akhirnya Irene tertidur.


Tak terasa hari terus berlalu,Irene masih terus berharap ada keajaiban,Andra datang ke rumah nya untuk menepati ucapan nya,tapi hingga hampir seminggu orang yang di tunggu Irene tidak muncul juga,Irene pun hanya berdiam di rumah ,tidak melakukan kegiatan keluar rumah,paling hanya terkadang kelurahan gerbang membeli makanan pada pedagang yang lewat depan rumah nya,hingga membuat sang Ibu heran dan bertanya.


"Kamu tumben dah seminggu ini di rumah terus,memangnya kamu gak ada rasa ingin pergi keluar ketemu temen-temen.


atau coba-cari kerja tuk manfaatin ilmu yang sudah kamu pelajari gitu!"


ujar Ibunya sambil mendekati Irene yang sedang duduk di teras rumah di sore hari,dan itu kegiatan Irene setiap hari nya sejak seminggu ini.


"Lagi males aja Bu,lagi pingin libur dulu dari segala kegiatan diluar,sebelum nanti punya kesibukan yang benar-benar menyita waktu"ucap Irene tanpa mengalihkan pandangan ke depan rumah,berharap dan masih berharap orang yang ada di fikiran nya muncul.


"Memangnya kamu udah punya rencana mau ngelamar dimana!"


"Belum seeh Bu...si Asti juga belum,pingin nya seeh nunggu dia dulu yang kerja jadi ntar bisa nanya ke dia gimana rasanya kerja,hehehe..."ucap Irene sambil nyengir.


"Kenapa bisa begitu,memangnya si Asti udah ngelamar kerja?!"


"Belum seeh katanya,sama kaya Irene masih pingin santai"


"Hadeehhh....!"Ibunya mendelik saat mendengar jawaban Irene.


Dan Irene cuma nyengir sambil menutup mulut nya,seolah malu .


"Oohh yaa Bu...Ayah kapan pulang,kok tumben lama pergi ke luar kotanya."


"Katanya seeh besok,tanggung mungkin biar sekalian ntar pulang pas weeks end,jadi sampe menjelang libur"

__ADS_1


"Oohh..."guman Irene sambil memainkan jari tangan nya,dan sesekali melirik Ibunya yang gak menyadari lirikan Irene.


Irene sebenarnya pingin nanyain ke Ibunya soal nomer ponsel ,apakah ada yang menghubungi Ibunya dari nomer tersebut,tapi Irene malu dan takut jika Ibunya bertanya lebih lanjut.


"Udah yuuk masuk,bentar lagi adzan magrib"ajak Ibunya sambil berdiri dan melangkah masuk rumah di ikuti Irene.


Dan tidak lama kemudian adzan magrib pun berkumandang.


Mereka yang berkewajiban melaksanakan sholat pun mengerjakan nya termasuk keluarga Irene.


Pagi hari nya...


Irene duduk di depan cermin memandangi wajah nya sendiri dan sesekali mengusap,mengelus mukanya yang terlihat masih pucat.


"Yaa Allah kok jadi begini wajahku!?"


Dan Irene pun beranjak menuju lemari pakaian dan membuka serta mulai memilah baju yang akan di kenakan nya ,Irene sedikit bingung karena dia mulai ingin membuat orang tua nya terutama Ibunya bangga,Irene berniat pergi keluar rumah dengan memakai kerudung.


"Huuhh ...yang mana yaa,bingung juga milih baju,padahal baju banyak gini,!"


"Hhmm....seperti nya ini cocok"


Dan pilihan Irene pun jatuh pada baju bahan kaos longgar tangan panjang warna putih dengan gambar di depan nya,di padukan dengan celana jeans yang sedikit ketat tapi tidak memperlihatkan lekukan tubuh bagian vital nya karena tertutupi oleh baju atasan kaos yang menutupinya.


Setelah selesai menggunakan kerudung segi empat faris yang di lipat segitiga,maka Irene pun keluar kamar dan menuju Ibunya yang sedang memasak di dapur.


"Bu ...lagi apa,


Irene pergi dulu yaa!"


sambil duduk di kursi makan untuk ambil minum dan meneguknya.


'Kamu mau kemana,kok tumben..katanya gak mau kemana-mana,bentar lagi Ayah pulang lhoo!"


"Lagi ada perlu sebentar,

__ADS_1


Ooh Ayah mau pulang,makanya Ibu masak yaa"


"Iyaa...


dari sana seeh dah berangkat,tapi paling Ayah ke kantor dulu baru pulang ke rumah'


"Oohh...ya udah kalo gitu,Irene pergi dulu sebentar yaa'


"iyaa,kamu hati-hati yaa'


Irene pun berdiri dan mengambil tangan Ibunya dan menciumnya.


"Assalamualaikum"pamit Irene saat dia mulai mengeluarkan motor matik nya,motor yang biasa Ibunya gunakan juga.


"Waalaykumsalam,hati,-hati naak'jawab Ibunya sambil melambaikan tangan serta menatap kepergian anaknya hingga tubuh Irene tidak terlihat lagi,baru Bu Ratna masuk dan menutup gerbang,lantar menutup pintu rumah saat sudah berada di dalam dan melanjutkan kegiatan memasak nya di dapur .


Irene melajukan motor metick nya ke arah luar komplek perumahan nya,hatinya dan fikiran nya tidak sedang sejalan,di hati nya ada rasa ingin mendatangi rumah Andra untuk meyakinkan pertanyaan yang berkecamuk di dasar hatinya,tapi fikiran nya galau dengan banyak pertanyaan,apakah pantas jika dia melakukan itu,apakah tidak semakin terkesan murahan dia sebagai wanita yang mendatangi laki-laki,apalagi lelaki itu baru di kenal nya.


Tapi fikiran lain juga berkecamuk,bahwa tujuan dia mendatangi lelaki itu untuk membuktikan jika dia bukan wanita murahan,Irene ingin menunjukan bahwa dia punya harga diri yang harus Andra bayar dengan pertanggung jawaban.


Saking kacau nya fikiran dan hati Irene sampai dia tidak sadar jika tangan yang mengendalikan stang motor nya membawa ke area komplek perumahan Andra,ketika tersadar Irene bingung dan celingukan.


"lhoo....ini kan dah masuk perumahan Andra,kenapa gue jadinya kesini yaa,hhmm"Irene pun memelankan laju motor nya,sambil matanya melihat kiri kanan memperhatikan setiap rumah yang dilalui nya,hingga sampai lah ke rumah yang merasa pernah ia datangi bersama Andra.


"sepertinya ini rumah nya....


iyaa bener,nomer rumahnya gue inget ,terus apa gue harus masuk gitu,Andra nya ada gak yaa,


apa dia bakal Nerima gue atau bahkan ngusir gue???


haduuhh....gimana Doong,huuhh"


Irene menghembuskan napas nya dengan berat saking bingungnya.


"Yaa Allah...tolong beri petunjuk apa yang harus hamba lakukan?"guman Irene sambil mulut nya terus berkomat Kamit.

__ADS_1


__ADS_2