Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
keputusan


__ADS_3

Hallo reader yang Budiman dan masih setia baca novelku,....


terima kasih atas kesetiaan nya,maafkan othor yang lama menghilang,maklum banyak iklan yang mengganggu๐Ÿ˜๐Ÿ˜


selain hape yang gak bisa di gunakan,juga biasalah emak2 yang sibuk dengan urusan anak sekolah yang susah di bagi waktu nya๐Ÿ™๐Ÿ™.


semoga gak bosen yaa..


salam kangen tuk semua pembaca setia,cus kita lanjutkan....


๐Ÿค๐Ÿ‘๐Ÿ™


...*****...


Detik berganti detik,menit berganti jam,hingga hari pun terus berganti,tanpa terasa waktu berlalu hingga tinggal seminggu lagi waktu yang di janjikan Andra untuk menemui Irene dan keluarga nya untuk acara lamaran resmi.


Segala sesuatu dan persiapan menjelang pernikahan sudah hampir selesai ,yang belum adalah menunggu kedatangan calon mempelai laki-laki untuk memastikan dan menentukan tanggal pernikahan.


Irene pun sudah mempersiapkan segala sesuatu yang sekiranya bakal di perlukan,dari menyiapkan pakaian dan kostum untuk teman-teman nya yang akan menjadi brismade di hari pernikahan,dan tentunya itu di bantu oleh Asti sang teman setia untuk menghubungi teman-teman mereka,dari teman SD yang masih satu komplek,temen SMP,SMA hingga teman kuliah yang sekiranya bisa dan masih lajang,dan tentunya yang perempuan,karena banyak juga teman Irene yang sudah menikah jadi tidak semua bisa di mintain tolong untuk membantu Irene.


Dan untuk urusan kostum brismade tentu itu jadi tugas Indri sang calon adik ipar yang sangat peduli dan mengerti pada calon kakak ipar nya sekaligus membantu mamanya,Indri tentu paham kostum terbaru yang kekinian yang pantas untuk mereka kenakan di hari pernikahan kakaknya nanti.


Pak Galang juga Pak Adrian pun semakin sering berkomunikasi dalam masalah persiapan pernikahan anaknya,karena mereka pun tidak ingin jika semua keperluan pernikahan ada yang kurang apalagi terlewat,mereka ingin membuat acara pernikahan putra putri mereka spesial karena itu adalah momen yang harus instimewa karena ini acara pernikahan pertama untuk anak pertama pak Adrian dan tentu pertama dan terakhir untuk Pak Galang.


Begitupun dengan Bu Ratna dan mama Indira,mereka juga tidak kalah heboh dan antusias dalam menyambut dan mempersiapkan acara tersebut,apalagi yang nama nya emak-emak tentu paling riweh kalau kata orang Sunda mah๐Ÿ˜.


Hal kecil dan sepele saja bisa jadi bahan ribut bagi kaum ibu jika ada yang tidak sepaham.

__ADS_1


Bu Ratna pun sampe memeriksa seluruh rumah nya yang sedang di renovasi juga di cat ulang agar tidak ada masalah disaat acara nanti,dia tidak ingin membuat malu keluarga saat kedatangan calon besan nanti,walaupun kelurga Andra sudah melihat dan menerima keadaan keluarga Irene tapi tetap saja mereka selalu merasa kurang pantas hingga berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan anaknya.


Tidak ada yang tahu jika dibalik kehebohan dan kesibukan mama Indira dalam mempersiapkan acara untuk anak nya sebenarnya dia menyimpan beban yang masih mengganggu pikiran nya tentang Andra.


Seperti saat ini dia termenung di dalam kamarnya setelah seharian tadi dia sibuk mengurus catering untuk acara nanti.


"ini tinggal seminggu lagi tapi Andra belum ngasih kabar...


hhmm...gimana ini?"Indira berguman pelan sambil mengecek ponsel nya,memeriksa barangkali ada pesan dari Andra,tapi ternyata tidak ada.


"Huuhh..."Indira mendengus kesal .


"Yaa Allah berikan ridhomu untuk niat baik anak hamba.


aamiin!"ucapnya dengan lirih sambil menatap keatas dengan maksud menahan air mata agar tidak jatuh.


Indira pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh juga hatinya yang sedang kalut.


Sementara di kediaman Bu Ratna,Irene pun sedang galau hatinya karena sudah beberapa hari ini Andra sudah jarang menghubunginya,bahkan hari ini Andra sama sekali tidak ada kabar,baik melalui chat,telpon atau Videocall.


padahal ini hari Minggu yang tentunya hari dimana orang sedang libur kerja bagi yang kerja kantoran,tapi Andra malah tidak ada kabar.


Pastinya Irene bingung dan bertanya,tapi dia juga tidak tahu harus bertanya pada siapa,ponsel Andra tidak aktif,untuk bertanya pada mama Indira Irene malu,mau tanya ke Indri pun selalu di jawab tidak tahu.


"Kamu kenapa seeh ndra....?


tumben kamu begini,

__ADS_1


ada apa ??"Irene berguman sendiri sambil memandangi ponsel nya yang sepi,dia jadi malas untuk bermain ponsel karena saat ini fikiran nya hanya pokus ke Andra juga acara nya.


"Padahal ini tinggal seminggu lagi..


kamu mau ngeprang aku atau mau bikin surprise seeh dra?!"lirih Irene sampai tidak menyadari air mata nya menetes,karena bagaimanapun kondisi seperti ini membuat hati nya sedih dan tidak karuan.


Berbagai prasangka buruk hinggap di hatinya,apalagi mereka tidak pernah bertemu setelah pertemuan pertama saat itu,hanya ponsel yang menjadi media komunikasi mereka,walaupun bisa Videocall untuk memastikan keadaan masing-masing,tapi tetap saja keraguan itu ada,apalagi sekarang seperti ini.


"Yaa Allah ampuni hamba mu ini yang berharap pada manusia tapi hanya kepadamu hamba memohon untuk niat baik hamba dalam memperbaiki hidup agar tidak lagi berbuat dosa..


tolong ridhoi kami dan lancarkan niat hamba ini,aamiin!"Irene mengusap wajahnya setelah berdoa dalam gumanan.


Irene pun melangkah menuju kamar mandi untuk mandi karena sebentar lagi waktu magrib tiba,Irene ingin mengadu dan curhat pada Tuhan nya untuk masalah yang sedang dia alami saat ini juga memohon ampun atas segala kekhilafan nya,Irene menyadari bahwa dia sudah berbuat hal yang tentu tidak pantas bersama Andra tapi tentu juga berniat memperbaikinya dengan melakukan hal yang di ridhoi oleh Tuhan.


Irene terus berada di kamar setelah sholat magrib di lanjut mengaji untuk menentramkan hatinya sampai di lanjutkan dengan sholat isya,bahkan setelah sholat isya pun Irene masih terus duduk tepekur dalam kekhusuan memohon kepada sang pemilik kehidupan sang maha pembelajaran balik hati manusia,sang maha tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan dia yang tidak bisa di jangkau baik oleh pandangan ataupun langkah .


tok...tok...tok


Hingga Irene tersentak dari kekhusuan nya saat terdengar suara pintu kamarnya di ketuk dari luar


"ireenn....Ren,kamu lagi apa,kok gak keluar,...?


ayook makan dulu!"terdengar suara ibunya yang entah kenapa jadi lembut,padahal biasanya suara ibunya itu selain kenceng juga ketus walaupun itu memang karakter ibunya seperti itu.


"iyaa Bu...


sebentar!"jawab Irene sambil bangkit dari duduk nya dan melipat mukena dan merapihkan sajadah dan menyimpan nya.

__ADS_1


Irene mengambil kerudung bergonya dan melangkah ke arah pintu kamarnya,sejak seminggu ini rumah Irene sering rame oleh orang-orang yang berniat membantu atau memang sengaja di panggil orangtuanya untuk membantu acara mereka,baik laki-laki atau perempuan,makanya Irene selalu memakai kerudung walaupun di dalam rumah,karena banyak laki-laki yang bukan mahram Irene datang kerumahnya nya.


__ADS_2