Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
nekat


__ADS_3

"Bik...itu sepertinya ada tamu,tolong bukain dong"suara teriak terdengar dari dalam kamar.


"Baik Non..."ujar Bibik yang segera berlari dari arah dapur menuju pintu depan.


"Assalamualaikum bik"saat pintu terbuka.


"Waalaykumsalam....cari siapa Non?"tanya Bibik saat melihat tamu yang ternyata seorang wanita muda.


"Maaf,...apa benar ini rumah Andra?"


"Betul....tapiii"


"Tamu siapa Bik?"terdengar suara wanita dari dalam sebelum Bibik menyelesaikan ucapan nya.


"Ini Non...katanya nyari Den Andra?"jawab Bibik saat yang punya suara dari dalam kamar menghampiri mereka yang masih berdiri di depan pintu.


"Maaf...kamu siapa yaa..


ooh,silahkan masuk dulu"ucap wanita yang punya rumah mempersilahkan tamu nya masuk,dan sang tamu pun masuk dan mengikuti arah langkah yang punya rumah menuju ruang tamu.


"Silahkan duduk..."


"Makasih "


Dan mereka pun duduk .


"Maaf tadi Bibik bilang kamu cari kak Andra,..ada apa,dan maaf nama kamu siapa?".


"Oohh...iyaa benar,saya memang ingin menemui Andra,perkenalkan nama saya Irene"seraya mengulurkan tangan dan uluran tangan Irene pun di sambut.


"Saya Indri adiknya kak Andra.


ooh nama kamu Irene yaa?"ucap Indri sambil memperhatikan Irene dari atas sampe bawah saat setelah melepaskan jabatan tangan mereka.


"Iyaa...


maaf,Andra nya ada?"tanya Irene lagi yang sedikit bingung dengan sikap Irene yang seolah memandang nya curiga.


"Hhhmmm....kak Andra sedang pergi ke luar kota"ucap Indri agak ragu,dan Irene yang mendengar jawaban Indri sedikit kaget juga ada rasa kecewa.


"oohh..."


cuma itu yang terucap dari mulut Irene.

__ADS_1


"Tapi apa benar kamu Irene?"tanya Indri lagi.


"Iyaa bener....kenapa gitu?"tanya Irene heran.


"Gini....sebenernya nya,Kak Andra sempet cerita dikit soal cewek yang nama nya Irene dan unjukin photo nya tapi kok beda yaa,...


Apa karena kamu pake kerudung,sedang yang kak Andra unjukin gak pake kerudung!"


"Oohh...mungkin iyaa,bisa jadi,kemarin saat saya ketemu Andra gak pake kerudung,tapi sekarang saya lagi belajar mau pake kerudung."ucap Irene sambil menunduk,ada rasa malu juga jika apa pakaian yang di kenakan nya ternyata hanya dianggap untuk menutupi aib dari kekurangan nya,dan takut juga jika betul Andra cerita ke adiknya tentang hubungan mereka.


"Oohh...iyaa yaa,"ucap Indri sambil mengangguk.


"Silahkan di minum Non"ucap Bibik yang tiba-tiba datang sambil membawa dua gelas minuman juga camilan nya dan meletakan nya di meja di hadapan Irene dan Indri.


"Makasih Bik...


silahkan di minum kak!"ucap Indri.


"Permisi yaa Non!"ucap Bibik sambil beranjak meninggalkan mereka.


"Silahkan di minum kak...


sebentar saya tinggal dulu"ucap Indri sambil bangkit dari duduk nya meninggalkan Irene yang masih bingung,dan Irene pun mengambil gelas yang berisi minuman dan meneguk nya.


Tidak lama kemudian Indri datang dan duduk di sofa.


"Gak pa pa..."


"Gini Kak...


sebelum kak Andra pergi,dia sempet nitipin ini untuk Kakak"ucap Indri sambil menyerahkan amplop warna putih yang saat muncul memegang amplop tersebut.


"Amplop apa ini?"tanya Irene bingung,tapi tetep menerima amplop tersebut.


"Aku kurang tahu,tapi kak Andra bilang supaya surat itu di kasihin ke cewek yang bernama Irene jika datang kesini,dan Kak Andra pun sempet nyebutin ciri-ciri Kakak dan unjukin photo Kakak"


"Ooh gitu...kenapa Andra berfkir aku bakal kesini?!"


"Yaa Aku gak tahu seeh kak,tapi sejak kepergian Kak Andra yang mendadak ,kak Andra hampir tiap hari nelpon aku,nanyain apa surat itu sudah di kasih belum ke Kak Irene....dan Aku selalu bilang belum,karena memang udah seminggu sejak Kak Andra pergi gak pernah ada yang datang yang bernama Irene kesini"


"Memangnya Andra kapan pergi keluar kota nya?"tanya Irene penasaran.


"Udah mau semingguan deh kayanya,dari hari Senin pagi...

__ADS_1


Aku juga nganterin ke bandara,memang seeh Kak Andra seperti sedih dan berat saat harus berangkat kesana,apalagi tiba-tiba gitu,tapi Kak Andra gak bisa nolak karena itu perintah Papa dan demi kemajuan perusahaan katanya"


Dan Irene yang mendengar penjelasan Indri hanya bisa mengangguk angguk kan kepala nya,tapi sedikit lega juga karena akhirnya menemukan jawaban kenapa Andra tidak datang kerumahnya,padahal Irene sudah sempat kecewa dengan sikap Andra yang tidak menepati janji nya.


"Ya udah kalo gitu,aku permisi dulu,..


maaf dah ganggu!"ucap Irene sambil berdiri untuk pamitan.


"oohh iyaa,ga papa"dan Indri pun ikut bangun dari duduk nya


Irene pun melangkah menuju pintu keluar di iringi Indri dari belakang.


"Saya permisi, Assalamualaykum"


"Waalaykumsalam,iyaa hati-hati"balas Indri sambil menutup pintu ketika Irene sudah keluar gerbang sambil melajukan motor nya,tapi tidak lama terdengar bunyi klakson mobil dari luar gerbang,Indri pun membuka pintu kembali dan melihat sopir mobil tersebut sedang membuka gerbang ,setelah terbuka sopir tersebut masuk lagi ke dalam mobil dan memadukan mobil nya ke garasi,dan keluar lagi untuk menutup pintu gerbang .


Dan dari dalam mobil yang sudah terbuka pintu belakang nya keluar wanita paruh baya yang tak lain Ibunya Indri sambil membawa beberapa kantong belanjaan,dan Indri pun menghampiri untuk membantu membawakan nya.


"Mama belanja apa seeh kok banyak banget,bukan nya tadi bilang nya cuma mau ke pasar doang?"tanya Indri heran sambil masuk ke dalam rumah di iringi mama nya dari belakang.


"Biasa lah nak,kalo emak-emak pergi ke pasar,niat nya beli apa tapi jadi nya beli apa,gitulah...hehe"ucap Ibunya Indri sambil menaruh barang belanjaan di dapur ,di satukan dengan barang yang sudah di bawa Indri tadi.


"Bik tolong rapihin yaa,?"


"Baik Bu..."


Dan Bibik pun dengan sigap mengeluarkan belanjaan dan merapihkan sesuai tempat nya.


Sedang kan Ibunya Indri berjalan menuju meja makan dan duduk untuk menuang minuman dan segera meneguknya.


"Eehh.. tadi ada tamu yaa,tadi Mama ngeliat orang naik motor keluar dari rumah kita.


itu siapa Dri?"tanya mama Indri setelah meletakan gelas minuman nya di meja makan.


"Ooh itu tadi temen nya Kak Andra,namanya irene!"


ucap Indri cuek sambil pandangan nya tetep ke layar ponsel,walaupun dia duduk Deket mamanya.


"Irene...?


memangnya Andra punya temen yang namanya Irene,itu temen atau pacar katanya?!"tanya mama nya Indri lagi dengan sedikit heran.


"Yaa Indri gak tahu mah,entah temen beneran atau itu cewek nya,yang Indri tahu,tadi itu dia datang nanyain kak Andra"

__ADS_1


"Mau ngapain dia nyari Andra?"mama nya Indri sedikit penasaran.


"Indri gak nanya maah"ucap Indri sambil meninggalkan mamanya menuju kamar untuk menghindar,takut mama nya nanya lagi dan Indri tidak bisa menjawab nya,karena memang Indri tidak tahu.


__ADS_2