
"Mas kamu gak apa apa anterin kita,tadi bukan nya mas Adi ada tugas dari kantor,kok malah nganterin kita?"tanya Asti saat mereka sudah berada di dalam mobil yang siap melaju yang akan di kemudian oleh Adi kakaknya Asti.
Asti yang tadi pamit ke ayahnya ingin pergi bersama Irene dan Indri tapi Adi menawarkan untuk mengawal mereka pakai mobilnya dengan alasan khawatir jika membiarkan salah satu dari gadis tersebut membawa mobil sendiri tanpa di dampingi laki-laki.
Ayahnya Asti pun akhirnya mengijinkan Adi untuk menemani mereka walaupun sebenarnya tadi Ayahnya ada keperluan dengan Adi,tapi Ayahnya lebih mementingkan anak gadis nya.
"Gak apa-apa,justru papi tadi yang minta mas anterin kalian,urusan kantor itu nanti mas ijin aja.
ok...jadi kita mau kemana niih?"tanya Adi sambil melirik ke spion atas yang di dalam mobil untuk melihat ke bangku belakang yang di tempati Indri dan Irene sedangkan Asti duduk di depan di sambung Adi.
"Kemana kita dri?"Asti menengok ke belakang ke arah Asti.
"Kita ke gedung yang waktu itu kita kunjungi,tapi bukan ke gedung nya tapi ke mall nya!"jawab Indri.
"Oke...
yuuk kita berangkat mas!"
"Ke arah mana mas kan gak tahu lokasinya?"Adi menengok lagi ke arah belakang lebih tepat nya ke arah Indri.
"Iyaa ntar aku arahkan,mas Adi jalan dulu aja"jawab Indri yang seperti salah tingkah karena Adi sering melirik ke arah nya.
"Baiklah ...
oke girl kita kemon,tapi jangan lupa baca doa dulu!"jawab Adi dengan semangat,dan secara perlahan mobil pun keluar dari arena pertokoan yang dimana lokasi showroom ayahnya Asti berada.
Di lokasi berbeda mama Indira dan Bu Ratna terlihat keluar dari rumah Bu Ratna dan memasuki mobil yang sedari tadi terparkir di depan rumah Bu Ratna .
perlahan mobil itu pun keluar menuju jalan raya utama dan berbaur dengan para pengguna jalanan lain nya.
Sementara di kantor PT anugrah sentosa, Pak Galang terlihat sedang menerima tamu di ruangan nya dan terlibat pembicaraan serius.
"Kita para laki-laki tua,urus urusan yang berhubungan dengan yang tua-tua aja,hahaha!"ucap si tamu yang tidak lain adalah Pak Adrian.
__ADS_1
"Iyaa betul pak..
urusan yang muda,biarkan yang muda yang mengurus nya."jawab Pak Galang yang juga ikut tertawa.
"Tapi ngomong-ngomong soal Andra gimana Pak?
kapan dia kembali dan apa dia sudah tahu semua tentang rencana kita di sini.?tanya Pak Galang penasaran karena bagaimanapun dia mengkhawatirkan putrinya yang takut cuma kena harapan semu .
"Andra sudah tahu,bahkan dia yang menyerahkan ke kami dan sekarang kita untuk mengurus semua kebutuhan dan keperluan pernikahan.
kemungkinan dia balik bulan depan,dan sebelum dia balik kita di sini sudah harus selesai minimal untuk urusan orang tua,kalo untuk urusan yang bersifat pribadi,nanti dia yang urus dengan Irene.
Misalnya baju pengantin,hotel atau apalah itu.!"
Pak Galang pun hanya mengangguk-angguk saat mendengarkan penjelasan dari Pak Adrian.
"Pak Galang gak usah khawatir,saya dan putra saya pasti menepati janji nya dan tidak akan mengecewakan putri anda!"Pak Adrian menepuk pundak Pak Galang seolah paham dengan maksud pertanyaan dari calon besan nya.
"in syaa Allah Andra gak seperti itu pak.
saya yang jamin,justru saya juga heran kenapa dengan Irene dia begitu yakin ingin segera menikah,padahal sebelumnya dia pernah dekat dengan beberapa gadis tapi biasa saja"
"Alhamdulillah jika begitu Pak...
saya juga sedikit tenang mendengar nya,maklum lah Pak Irene itu anak saya satu-satunya,jadi kami sebagai orang tua sangat ingin Irene bahagia bersama lelaki yang akan menjadi suaminya kelak!"
"Saya mengerti Pak...
kalo begitu,mari kita lanjutkan pembahasan selanjutnya.
tadi saya di telpon istri saya,katanya dia kerumah Bapak menemui istri Bapak untuk membahas urusan perempuan tapi mereka sekarang lagi pergi ke gedung pilihan mereka untuk meninjau ulang dan mendesain gedung nya katanya."
"Oohhh begitu...
__ADS_1
Kalo kita ngapain Pak,hehe
tadi juga Irene ngubungi saya katanya dia lagi pergi sama Indri dan Asti ke mall yang kemarin di kunjungi,entah mereka mau ngapain!"
"Kita urusan sisa aja,urusan panitia,warga, KUA,dan yang lain nya, tapi tidak lupa urusan kostum kita juga berhak untuk memilih sendiri,haha
benar gak Pak?"jawab pak Adrian sambil terbahak dan menyandarkan badan nya ke kursi sofa.
"Boleh...boleh itu !"
Dan mereka pun melanjutkan pembicaraan dengan apa yang harus nya mereka lakukan untuk persiapan pernikahan anak mereka.
Mobil yang di tumpangi tiga wanita muda dan cantik dan di kemudikan oleh lelaki muda dan tampan sudah tidak di lokasi tujuan mereka,para gadis pun segera berhamburan keluar dari mobil meninggalkan Adi sendirian di dalam mobil sambil menggelengkan kepala,dan melajukan kembali mobilnya menuju area parkir dan mencari lokasi parkir yang masih kosong,setelah selesai memarkir mobil dengan aman Adi pun menyusul ketiga gadis tersebut dari pintu lain yang dekat dengan area parkir,kebetulan lokasi mall tersebut sudah sering Adi kunjungi bersama teman-teman kantornya untuk nongkrong atau beristirahat makan siang,jadi Adi hapal seluk beluk mall tersebut.
Irene,Asti dan Indri sudah memasuki butik yang mereka tuju,yaitu sebuah butik baju kebaya modern.
"selamat datang di butik kami,silahkan...
dan selamat berbelanja!"sambut pelayan butik tersebut dengan ramah.
"Waah...
bagus-bagus yaa.
Mbak,boleh kita lihat-lihat dulu kan yaa,soalnya kita bingung mau model yang mana!?"tanya Asti .
"Boleh kak...
silahkan jika ada yang perlu kami bantu,dengan senang hati kami akan melakukan nya.!"jawab si pelayan lagi dengan tetap tersenyum ramah.
Asti yang heboh terus memilah semua jenis kebaya dan memantaskan nya ke badan nya,begitupun Indri walau tidak seheboh Asti tapi tetap ingin melihat dan mencobanya ke badan nya,sementara Irene selalu berfikir dulu sebelum menyentuh baju yang dirasa menarik perhatian nya .
Sementara di luar butik Adi yang sudah menemukan ke tiga gadis tersebut,berdiri di samping pintu masuk butik, hanya terdiam dan memperhatikan tingkah ketiga gadis tersebut,terlebih pandangannya pada Indri ,Adi kadang tersenyum sendiri melihat tingkah Indri saat berkaca di cermin butik untuk mencoba gaun tradisional modern tersebut.
__ADS_1