Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
di pecat


__ADS_3

Kriing....kriiing,...kriing....


terdengar bunyi ponsel berulang ulang tapi sepertinya yang punya ponsel tidak mendengar.


Krekk....


Terdengar suara pintu terbuka dan masuklah seorang wanita paruh baya dan melangkah menghampiri suara bunyi ponsel sambil menggelengkan kepalanya seraya berdecak.


"Ck...ck...ck...pantesan itu bunyi hape dari tadi gak berhenti,gak tahunya yang punya hape nya tidur!"


Wanita itu pun duduk di pinggir tempat tidur di dekat orang yang sedang tidur dengan posisi miring ke arah nya,sementara ponsel berhenti berbunyi.


"Irene...Irene...bangun,itu hape mu bunyi Mulu dari tadi"ucap nya sambil menepuk pipi yang sedang tidur dengan pelan.


Perlahan tubuh yang sedang tidur pun bergerak dan tersentak saat membuka mata setelah menyadari ada yang duduk di dekatnya sambil memperhatikan.


"Eehh...


Maaf Tante!"sambil beringsut menarik tubuhnya memposisikan punggungnya balik dan bersandar di kepala tempat tidur.


"Kamu tidur pulas banget ,kecapean apa nyaman tidur disini"ucap wanita tersebut yang tidak lain Tante Indira sambil tersenyum melihat Irene yang tersipu malu karena ketiduran di kamar yang bukan kamarnya.


"Tadi Irene lagi polis bales pesan sambil jalan,tapi tahu-tahu malah masuk kesini terus tadi niatnya cuma mau tiduran doang sambil nunggu balasan pesan eehh malah ketiduran.


maaf yaa Tante!"Irene yang masih merasa tidak enak hati apalagi Tante Indira dari tadi memandangnya dengan tersenyum.


"Gak apa-apa kan tadi mama udah bilang kalo di rumah ini bebas.


gak usah ragu,ini kan nanti bakal jadi tempat tinggal kamu juga..


Ooh iyaa tadi mama masuk sini karena tadi denger bunyi hape,mama fikir ada siapa di kamar gak tahu nya ada kamu ,sampe gak denger kalo hape kamu bunyi terus,coba di cek itu dari siapa,siapa tahu penting"


Dan Irene pun buru-buru meraih ponselnya yang tergeletak di sebelahnya.


"Astagfirullah...


ini dari Ibu Tante...


kalo gitu Irene pulang dulu yaa,takut Ibu khawatir karena tadi Irene gak pamit kalo kesini,biasanya Irene jam segini udah pulang"seraya beranjak dari posisi dan bergegas merapihkan badan nya.


Memasukan ponsel ke tas nya dan meraih tangan Tante Indira yang juga ikutan bangun dari duduk nya.


"Irene pamit yaa Tante..!"sambil mengecup tangan Tante Indri.


"iyaa kamu hati-hati ..kamu harus sering-sering kesini,dan soal kerjaan,kamu gak usah mikirin lagi,mama udah hubungi pihak perusahaan untuk tidak memperkerjakan kamu lagi!"


Irene tertegun dan tidak jadi melangkah saat mendengar ucapan Tante Indira.

__ADS_1


"Hhhmm...


Maksudnya gimana Tante?"


Tante Indira pun mendekati Irene dan meraih lengan tangan Irene dan mengajaknya berjalan bareng keluar kamar.


"Kalo kamu pingin kerja karena suntuk menunggu Andra,kamu bilang aja ke mama,nanti mama Carikan kerjaan yang pas untuk kamu,jangan jadi marketing yang kerja nya panas-panas an gitu.


ntar muka calon mantu mama yang canti dan putih ini jd hitam pas Andra pulang"ucap Tante Indira sambil mengelus wajah Irene dengan lembut saat tiba di ruang tengah.


Irene pun jadi tersipu malu juga terharu dengan perlakuan Tante Indira yang belum lama di kenalnya.


"Kak...kakak baru mau pulang,kirain dah pulang dari tadi,soalnya aku lihat di kamarku kok gak ada,aku cari-cari,aku tanya bibik juga gak tahu.


ketemu dimana mah...?"teriak Indri yang tiba-tiba datang dari belakang sambil melihat Irene dan bertanya ke mama nya.


"Itu di kamar calon suaminya"jawab mama Indira sambil menunjuk pake mulut ke arah kamar yang tadi mereka keluar.


"Cieee....ciee....


belum nikah kok udah malam pertama di kamar,hehee....!"Indri terkekeh bermaksud menggoda Irene.


Deg...


ucapan Indri membuat Irene kaget hingga seperti mengenai langsung ke ulu hatinya hingga terasa tercekat saat membalas godaan Indri.


"Apaan seeh Indri!"


Tapi Irene berusaha tetap tenang tidak terlihat sedang gugup oleh mereka.


"Yaa udah Tante...aku pulang yaa


dadahh Indri. ."dan mereka pun saling berpelukan juga cipika cipiki.


"Iyaa sayang...kamu hati-hati


itu pak Bayu udah siap di luar tuk anterin kamu pulang"


"Haahh....


kenapa harus dianterin Tante,Irene bisa kok pulang sendiri "


"Udah gak usah nolak...


kalo kakak nolak ntar mama dimarahin sama kak Andra lhoo!"


Indri mendorong tubuh Irene yang masih ragu mau masuk ke mobil yang mau anter dia pulang.

__ADS_1


Dan dengan terpaksa Irene pun masuk ke mobil di kursi belakang.


"Daah Tante .


dadahh Indri...


makasih yaa...


Assalamualaikum" dan Irene pun melambaikan tangan ke arah Indri dan Tante Indira setelah pintu mobil tertutup dan melaju meninggalkan rumah tersebut.


"Waalaykumsalam..."jawab mereka serempak sambil membalas lambaian tangan Irene yang menjauh.


..._________...


"Kamu dari mana saja,kenapa Ibu nelpon gak kamu angkat-angkat...Kaka Ayah kamu udah pulang duluan,bahkan gak ke kantor lagi waktu kamu habis kerja di lapangan,


terus itu kamu pulang di anterin siapa?"Bu Ratna langsung.mencecar Irene pertanyaan ketika Irene sudah masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal dan tangan bersedekap.


"Bu...sabar dulu dong,satu-satu nanya nya...


Ayah udah pulang belum Bu?"Irene malah balik bertanya yang membuat ibunya makin jengkel.


"Kamu di tanya malah balik nanya...


justru Ibu nanya karena Ayah masih di kantor nelpon Ibu nanyain kamu...


katanya kamu di telpon Ayah juga gak diangkat....


kamu dari mana seeh Irene..."makin meledak lah amarah Bu Ratna hingga berkacak pinggang ke arah Irene yang terduduk di sofa di hadapan ibunya.


"Maafin Irene Bu yang udah bikin Ibu marah...


tapi Irene baik-baik saja kok,Irene gak melakukan hal yang bikin Ibu khawatir...


cuma.....


sepertinya Irene di pecat Bu.!"ucap Irene pelan sambil menunduk karena tidak berani memandang Ibunya yang sedang marah .


"Kamu memang pantas di pecat,tapi bukan soal di pecat yang Ibu masalahin,tapi soal kepergian kamu yang gak pamit ke tim kamu terlebih ke orang tua mu,baik itu ke Ibu atau ke Ayah...


kenapa Irene,...?


apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari kami???"


"Maafin Irene Bu...


bu -bukan maksud Irene menyembunyikan apapun dari Ibu atau Ayah tapi Irene merasa belum waktunya karena Irene juga belum pasti."Irene sedikit bergetar ketika menjawab pertanyaan Ibunya.

__ADS_1


Irene sebenarnya juga bingung,ingin dia berterus terang,karena Irene pun memahami jika orangtuanya pun ingin meminta penjelasan dari nya tentang sikapnya selama ini.


"Baiklah ibu tunggu niat baik kamu jika kamu masih menghargai kami sebagai orangtuamu.!"


__ADS_2