Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
bulan madu


__ADS_3

"Emmhhh...."


Irene melepaskan bibirnya dari pagutan bibir Andra.


"Kenapa...?


bukan nya sudah bersih"tanya Andra heran,padahal dia sudah kembali bergairah akibat pagutan pagi hari tersebut,mereka masih duduk di lantai dibawah sofa di belakang tempat tidurnya.


"Maaf...


tapi aku laper!"jawab Irene sambil menunduk malu.


Plak...


Andra menempelkan telapak tangan nya di keningnya sendiri dengan agak keras.


"Oohh iyaa lupa ..


dari semalam kita belum makan yaa,tapi keburu tidur.


ok..kita sarapan dulu,kamu mau makan di sini atau kita makan keluar ?"


"Kita makan disini aja yaa...


aku malas makan keluar,masih cape badanku efek kemarin,tamunya banyak banget,sampe pegel kakiku berdiri Mulu!"Irene pun bangkit dari duduknya dan melepaskan mukena yang dari tadi masih belum di lepas nya,serta merapihkan nya.


Andra pun ikut berdiri tapi pandangan nya terus ke arah Irene dan terus memperhatikan apa yang di lakukan Irene.


"Kamu kenapa,kok malah liatin aku,katanya mau pesen makanan?"tanya Irene saat menyadari Andra masih terdiam dan melihatnya.


"Oohh iyaa...


sebentar!"Andra yang gelagapan pun melengos ke arah tempat tidur mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas,dan mulai memesan makanan.


Irene pun mengikuti dan duduk di pinggir tempat tidur.


"Makanan sebentar lagi sampai,tunggu yaa!"pinta Andra sambil ikut duduk di dekat Irene,Andra meraih tangan Irene dan menggenggam erat,sementara Irene hanya terdiam menikmati genggaman tangan Andra.


"Kita mau bulan madu kemana?"tanya Andra sambil memiringkan posisi duduknya hingga posisi mereka jadi berhadapan.


"Kemana yaa..?


kamu lama gak di sini nya,atau kamu mau balik lagi ke pulau K?"Irene malah bertanya balik sambil menatap andra.


"Naah itu yang nanti kita bicarakan,setelah kita bulan madu,tapi saat ini aku ingin menikmati waktuku bersama kamu.

__ADS_1


kita puas-puasin pacaran dulu...


aku udah bilang ke papa dan mama,pokonya saat ini sampai batas waktu yang tidak di tentukan,aku jangan di ganggu dulu,aku mau nikmati kebersaamanku sama kamu!"


Andra merangkul pundak Irene dan mencium keningnya.


"Terus...papa bolehin?"tanya Irene lagi sambil tangannya membalas memeluk pinggang Andra.


"Boleh Doong...


kata papa,terserah mau balik kerja kapan pun!"jawab Andra yang membuat Irene mendongak ke arah wajah Andra dengan tersenyum.


Andra yang melihat posisi Irene sepertu itu mendekatkan wajahnya dan saat akan semakin dekat, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar di ketuk.


Tok...tok...tok...


"Sebentar yaa sayang!"Andra pun melepas rangkulan nya serta menuju pintu dan membukanya.


Tampak seorang lelaki berpakaian seragam hotel berdiri di depan pintu dengan membawa nampan berisi makanan pesanan Andra di tangan kanan nya.


"Silahkan Pak"petugas tersebut menyerahkan nampan tersebut.


"Makasih mas!"Andra menerima nampan tersebut dan menutup pintu kamar kembali.


Irene mengikuti langkah Andra menuju meja dan meletakan piring berisi makanan tersebut,Andra menarik kursi untuk Irene dan mempersilahkan Irene duduk,dan Andra pun menarik kursi satu lagi untuk dia duduki dan mereka pun sudah duduk di hadapan meja yang berisi makanan pesanan mereka,ada nasi goreng dan salad buah serta susu dan air mineral.


"Ayoo sarapan!"ajak Andra sambil melirik ke arah Irene yang juga meliriknya sambil tersenyum.


"Gimana kamu suka gak makanan yang aku pesan,enak gak nadi gorengnya?"tanya Andra yang melihat Irene mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Alhamdulillah aku suka semua makanan apapun yang penting halal,dan ini juga makanan nya enak!"jawab Irene mengangguk setelah makanan yang di kunyahnya masuk ke dalam perutnya.


"Syukurlah...


aku juga sama,makanan apapun aku suka cuma kadang tergantung mood,dan situ muncul selera,tapi untuk saat ini,mood dan seleraku sedang baik,karena ada kamu!"ucap Andra sambil menggoda Irene dengan meliriknya penuh arti,Irene yang di lirik pun tertunduk malu tapi juga senang,hatinya berbunga-bunga dan menghangat setiap mendengar ucapan Andra yang menggodanya.


"Indah juga yaa pemandangan kota di lihat dari sini,apalagi cuaca pagi ini,sejuk banget kelihatannya!"ucap Irene sambil menatap kearah jendela kamar hotel yang tembus pandang hingga menampilkan View yang indah ,karena memang posisi meja makan mereka menghadap jendela ke arah balkon hotel hingga dari dalam pun pemandangan dari luar terlihat jelas,apalapi posisi hotel yang mereka tempati berada di lantai 20,cukup lumayan tinggi dan bisa menjangkau seluruh pemandangan kota.


"Iyaa ..


begitu terlihat indah...


apalagi untuk makhluq ciptaan Allah yang ada di sampingku ini,!"Andra menjawab ucapan Irene sambil mencubit mesra hidung Irene yang masih fokus makan sambil menikmati cuaca pagi yang masuk dari jendela yang terbuka.


"Aww ..

__ADS_1


jahil yaa ..


kamu kok sekarang jadi bisa ngegombal gitu seeh,perasaan dulu saat pertama kali ketemu kamu kaku gitu sikapnya."tanya Irene.


"Dulu kan karena kita belum kenal aja,dan lagi masa baru kenal dah ngerayu;"


"Belum kenal tapi kok nyosor!"tanya Irene sambil mendelik kan matanya ke arah Andra seolah minta penjelasan tentang sikapnya dulu.


"Hhmm...


kalo soal itu aku juga bingung,kenapa dulu aku gitu yaa,dah gitu kamu nya mau lagi,hehee..."Andra yang gelagapan untuk menjawab akhirnya hanya bisa nyengir sambil bangkit dari duduknya untuk merapihkan piring kotor menuju wastafel.


Irene pun ikut membantu nya membawakan piring serta gelas kotor dan merapihkan serta mengelap meja makan.


Irene mendekati Andra yang sedang berdiri di depan wastafel cuci piring untuk cuci tangan.


"Tapi semoga itu kamu lakukan cuma sama aku aja yaa!"ucap Irene sambil memeluk pinggang Andra dari belakang,dan meletakan dagunya di pundak Andra.


Andra yang tidak menyangka bakal di peluk Irene seketika terkesiap dan berhenti dari aktifitas cucu tangan nya.


"Gak...


aku berani bersumpah,aku cuma melakukan itu sama kamu kok,walaupun aku pernah pacaran sebelum dengan kamu tapi cuma dengan kamu aku melakukan hal yang melewati batas tersebut."jawab Andra sambil membalikan posisi badan nya setelah selesai mencuci tangan nya,hingga posisi mereke sekarang berhadapan,Andra menangkup pipi Irene sedang Irene masih memegang pinggang Andra .


"Tapi apakah kamu menikahi aku karena hal itu,kamu terpaksa gitu,,bukan karena kamu memang menginginkan aku jadi istri kamu?"tanya Irene yang akhirnya pertanyaan itu Irene ungkapkan juga ke Andra,sambil sedikit cemberut karena takut jawaban Andra mengecewakan.


"Irene .. denger yaa!


aku memang pernah melakukan kesalahan dengan kamu,dan jujur aku ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat sama kamu,tapi itu bukan karena ketepaksaan.


kamu tahu kan kalo laki-laki itu gengsi untuk mengakui rasa yang ada di hatinya."Andra menghentikan sejenak ucapan nya sambil terus menangkup wajah Irene yang masih cemberut dan tertunduk.


"Maksudnya gimana!"tanya Irene penasaran dan mengangkat sedikit wajahnya untuk menatap Andra yang juga menatapnya.


"Artinya....


dari awal kita ketemu aku sudah tertarik sama kamu tapi aku enggan mengakuinya karena selain gengsi mungkin terlalu cepat dan pasti kamu gak bakal percaya kan?!


dan ..kalo soal kenapa aku sampe melakukan hal tersebut,aku juga gak paham...


aku lepas kontrol gitu aja,di tambah cuaca mungkin,ditambah juga kamu nya memberi respon...


jadi...


terjadilah....!"papar Andra dengan suara pelan dan tertata agar Irene mengerti serta yakin akan ucapan nya.

__ADS_1


__ADS_2