
Novel saya dengan judul "Jodoh terpaksa,karena..."
Adalah menceritakan tentang dua insan manusia yang baru sekali bertemu tapi karena terjebak dengan keadaan hingga sampai melakukan perbuatan yang tidak boleh mereka lakukan.
Tapi dengan kebesaran hati,si cowok berniat bertanggung jawab dengan menikahinya tapi ternyata niat nya tidak berjalan seperti yang di inginkan,dia harus pergi di waktu bersamaan atas tuntutan orangtuanya hingga membuat si cewek merasa di bohongi dan sempat tidak percaya dengan janji si cowok yang memang tidak dia kenal.
Hingga akhirnya si cowok menunjukan niat baik nya melalui keluarganya,dan ternyata keluarganya pun mendukung nya dan melalui keluarganya itulah sebuah pernikahan di rencanakan untuk di wujudkan.
Hingga waktu yang sudah di tentukan pun tiba,pernikahan mewah yang dukung kedua pihak keluarga pun di gelar dengan meriah dan penuh kebahagian bagi dua keluarga.
Si cewek pun akhirnya merasa lega karena di saat sudah di nikahi maka statusnya pun sekarang sudah jelas,dan ternyata laki-laki yang di ragukan nya pun begitu mencintainya dengan tulus,di balik masa lalu si cowok yang sudah di yakinkan membuat si cewek yakin jika memang si cowok bukan terpaksa menikahinya karena tanggung jawab semata,si cowok menikahinya karena memang menginginkan ci cewek jadi istrinya.
Buat yang masih setia membaca karyaku,mohon maaf,jika karyaku kurang memuaskan pembaca,bukan kurang ide,tapi banyak bab yang saya tulis tidak di loloskan dengan alasan yang kurang memihak pada penulis pemula seperti saya.
.
Kepada yang masih peduli dan masih membaca,mohon maaf jika dengan terpaksa novel perdanaku saya tamatkan saja.
Intinya Irene dan Andra sudah bahagia,tidak ada konplik atau sosok pelakor dan cerita muter karena memang saya tidak menyukai alur yang ngalor ngidul dengan konplik makin kacau dan melenceng dari judul cerita.
Sebenernya masih banyak ide dari cerita yang ingin saya tuangkan di novel perdana saya ini tapi karena pihak mangatoon tidak meloloskan bab yang saya tulis dengan tangan pegal jadi saya menyerah dan cerita novel ini saya akhiri.
Semoga kita bisa ketemu di cerita saya yang lain yang akan saya tulis entah melalui aplikasi mana yang ramah dan tidak memihak.
Masih banyak ide cerita yang akan saya tuangkan melalui judul novel lain nya.
Salam hangat dari penulis pemula yang masih banyak belajar tapi sudah merasa terdzolimi dengan ketidak Adilan 😁😂🤣🙏
******
Pasangan pengantin itu akhirnya pulang setelah seminggu mereka pergi bulan madu ke berbagai tempat yang merasa ingin di kunjungi,demi membahagiakan istrinya Andra pun rela menghabiskan uang juga menguras tenaga tapi itu bukanlah suatu masalah besar karena harta masih bisa di cari.
Andra dan Irene pulang ke rumah orangtua Irene terlebih dahulu karena Irene sudah sangat merindukan Ibu nya yang sudah seminggu ini Irene tidak bertemu.
Begitupun sang Ibu tentu nya ,sungguh Bu Ratna merasa kesepian semenjak Irene menikah dan di bawa suaminya.
Rasa rindu yang tidak terkira selalu merasuki nya hingga kadang mengigau dalam tidurnya karena rindu,hingga membuat suaminya harus selalu menyenangkan dan memberi pengertian.
"Assalamualaikum..."
"Waalaykumsalam...
__ADS_1
ireennn...."Bu Ratna langsung menghambur ke pelukan Irene yang memang sudah siap ingin memeluk sang Ibu.
"Ibu....
Irene kangen!"ucap Irene sambil memeluk erat sang ibu seolah tidak ingin melepaskan lagi.
"Ibu juga kangen sayang...
Apa kabar kamu nak...?
muah...muahh"Bu Ratna mencium pipi anaknya berkali kali.
"Bu ..
.ehemm!"Andra berdehem untuk menyadarkan ibu dan anak yang sedang melepas kangen .
"Eehh iyaa...
maaf nak Andra,hehee!",Bu Ratna pun melepaskan pelukan dan beralih pada Andra yang menyodorkan tangan nya untuk meraih tangan Bu Ratna dan mencium takzim.
"Apa kabar ibu...
"Alhamdulillah ibu baik nak
Ayah ..lagi keluar sebentar,cari makanan,ibu gak masak hari ini,habisnya kalo Ibu masak juga suka gak habis,semenjak gak ada kamu di rumah ini,ibu jadi gak nafsu makan, Ibu kesepian,bingung mau ngapa-ngapain juga"papar Bu Ratna sambil mengandeng tangan Irene menuntun nya ke arah kursi sofa di ruang keluarga.
Andra pun mengikuti dari belakang sambil mendorong koper dan barang bawaan mereka.
"Ibu...
jangan ngomong begitu,mungkin ibu belum terbiasa aja kali,atau Ibu belum rela kali Irene sudah menikah?"Irene bersandar di bahu Ibunya sambil mengelus-elus tangan Bu Ratna yang masih menggenggam tangan Irene.
"Gak kok nak...
ibu ikhlas kok,cuma memang wajar kan kalo ibu merasa kesepian,kan yang nemenin Ibu cuma kamu,Asti juga semenjak kamu nikah udah gak pernah kesini."
"ooh iyaa...
kemana tuuh anak,ke Irene juga gak ada kabar tuuh,tapi memang ponsel Irene matiin seeh...hihii!"Irene terkekeh sambil melirik Andra yang menaikan alisnya.
"Oohh iaa...
__ADS_1
ajak suami mu istirahat dulu sana,biar ibu siapin makanan,bentar lagi ayah pulang kok!"Bu Ratna beranjak dari kursi ,begitupun Andra dan Irene.
"Iyaa Bu...
kami ke kamar dulu yaa!"ucap Andra sambil melangkah ke arah kamar di iringi Irene yang membantu membawa barang bawaan mereka.
"Gimana bulan madunya ..
udah langsung ada hasil belum?"goda sang ayah saat mereka sudah bersiap untuk makan malam.
"Ikhh Ayah...
memangnya Ayah sudah siap jadi kakek"Irene mendelikan matanya ke arah ayahnya yang tersenyum mengoda nya.
"Yaa...kalo ayah mah siap gak siap harus siap Doong,kan memang sudah dari Sononya,kalo anak sudah nikah dan anaknya punya anak pasti bakal Ayah jadi kakek Doong"
"Dan Ibu jadi nenekk...
hahaaha!"sambung Irene di barengi gelak tawa yang di sambut tawa juga oleh Andra dan Ayah nya,sementara Bu Ratna hanya tersenyum sambil menaikan bahunya.
"Doakan saja Yaah...!"ujar Andra disela-sela dia mengunyah makan nya.
"Rencana kamu selanjutnya apa,
apa mau balik lagi ke pulau K atau mau minta di sini aja ke papa kamu"tanya Pak Galang pada menantunya.
"Kalo pingin nya Andra seeh dimanapun Andra kerja Irene harus ikut nemenin,tapi karena Irene pasti gak bisa jauh dari Ibu dan Ayah ,kemungkinan Andra minta kerja di sekitar sini aja Yaah"papar andra.
"Alhamdulillah...!"sahut Bu Ratna dengan antusias.
Mereka pun lantas menyelesaikan ritual makan malamnya.
Irene membantu ibunya membereskan meja makan dan mencuci piring,sementara Andra menemani pak Galang di ruang keluarga sambil nonton televisi dan mengobrol segala macam serta rencana kedepan nya,baik itu soal pekerjaan maupun soal keluarga.
Irene tentu sangat bahagia melihat keakraban menantu dan mertua tersebut,Irene semakin yakin jika memang Andra adalah jodoh nya,walaupun di awali karena keterpaksaan tapi Irene tentu berharap jika kehidupan rumah tangganya mendapat ridho dari sang pencipta.
Terima kasih.
TAMAT!
__ADS_1