
...haduuhh gimana ini udah capek-capek nulis malah kehapus terpaksa deeh nulis ulang....
...******...
"Assalamualaikum...."
"Waalaykumsalam....kamu udah pulang?
kok sendirian,Ayah kemana?"Bu Ratna membalas salam Irene sekaligus bertanya saat Irene pulang tidak bersama suaminya.
"Ayah masih ada urusan katanya Bu!"balas Irene sambil berjalan menuju ruang makan,dan Bu Ratna pun mengikutinya dari belakang sekaligus ikut duduk di kursi saat Irene pun duduk sambil menuang air untuk di minum nya.
"Terus gimana hari pertama kerja kamu?
Apakah ada kendala atau mungkin kamu berubah pikiran untuk kerja di tempat lain saja?"
"Yaa...untuk hari ini seeh masih dalam proses pengenalan karyawan dan product aja seeh Bu,...
untuk hari ini seeh Irene masih ingin mencoba belajar untuk tetap bekerja di sana dulu aja"ucap Irene sambil menarih gelas yang sudah kosong setelah diminum nya di atas meja.
"Yaa ... Ibu seeh terserah kamu saja,yang penting itu kemauan kamu bukan Ibu atau Ayah yang nyuruh "
"Iyaa Bu ..
Yaa udah Bu,Irene masuk kamar dulu mau istirahat juga bersih-bersih,bentar lagi magrib kan?"ujar Irene sambil bangkit dari kursi makan dan beranjak menuju kamarnya,sedangkan Bu Ratna hanya mengiyakan saja sambil memandang punggung anaknya.
Sebenernya banyak sekali yang ingin Bu Ratna tanyakan ke Irene tapi seperti nya saat ini belum waktu nya .
Irene yang sudah di dalam kamar langsung menghempaskan tubuhnya di kasur dengan posisi duduk.
Irene lantas membuka tas untuk mengambil ponsel nya,dia masih penasaran kenapa mamanya Andra,Indri juga Andra menelpon dirinya,bahkan Indri sampai datang ke rumah nya.
Dan daripada membuat penasaran akhirnya Irene putus kan untuk menelpon balik.
"Hallo Assalamualaikum...!"
"Waalaykumsalam...sayang,
akhirnya kamu nelpon juga..."
"Maaf Tante...tadi itu hape Irene di silent jadi gak tahu kalo ada telpon dari Tante..
maaf ,ada apa yaa...!?"tanya Irene penasaran.
"Sebenarnya gak ada apa-apa seeh nak...
cuma itu si Andra nelpon mama sampai marah-marah bahkan nuduh mama ngapa-ngapain kamu soalnya katanya dia nelpon kamu gak diangkat-angkat,kirim pesan juga gak kamu balas katanya yaa,terus mama coba telpon kamu juga ternyata memang gak kamu angkat,mama kan bingung makanya nyuruh Indri ke rumah kamu!"
Irene menghela napas dalam-dalam hanya dan membuangnya kembali ketika mendengar penjelasan dari mamanya Andra barusan.
'ternyata hanya karena soal hape yang di silent'bathin Irene.
"kamu gak kenapa-kenapa kan sayang..."tanya mama Indira saat tidak terdengar suara Irene tapi kalah cuma suara napas Irene yang terdengar.
__ADS_1
"eemm....gak kenapa-kenapa kok Tante...
i-tu...soal kemarin,itu karena Irene memang aktifin mode silent Tante karena lagi kerja hari pertama,terus Irene lupa ngerubah lagi"ucap Irene sengaja berbohong karena tidak mungkin dia bilang jika itu ulah Ibunya.
"ooh gitu...
kirain mama kamu marah...
kamu tadi sudah mulai kerja too,kerja dimana?"
"Irene cuma kerja ikut Ayah saja kok Tante!"
"Hhmmm...kalo menurut Tante yaa,kamu mending gak usah kerja,kan bentar lagi kamu menikah sama Andra ,dan pastinya kamu ikut Andra yaa kan..?"
Deg....napas Irene seperti terhenti seketika dan sedikit sesak di jantung nya saat setelah mendengar ucapan Tante Indira.
Irene jadi berfikir apakah Andra sudah sejauh itukah berbicara pada orangtuanya tentang dirinya.
Ada rasa senang tapi juga bingung yang Irene rasakan saat mendengar ucapan Tante Indira tapi Irene pun tidak mau terbuai karena takut itu cuma harapan semu,Irene masih harus menunggu untuk kepastian nya dari Andra dan keluarga datang ke rumah menemui orangtuanya.
"Hhhmm....
Tante maaf,ini udah mau magrib,Irene mau mandi dulu yaa!"Irene merasa tidak enak hati untuk melanjutkan pembicaraan tersebut hingga Irene mencari alasan yang memang sesuai kenyataan waktu yang sudah menjelang magrib untuk mengakhiri obrolan dengan 'calon mertua' tersebut.
"oohhh iyaa sayang...
daaahh...."
Assalamualaikum"
Dan Irene pun menekan tombol merah di ponselnya untuk mengakhiri obrolan.
Irene pun bergegas ke kamar mandi karena adzan magrib sudah berkumandang.
...+++++++...
Setelah sholat isya dan bersiap untuk tidur Irene kembali mengambil ponsel nya,dan ternyata ada beberapa panggilan dari Andra masih dia abaikan,walau sebenarnya tidak sengaja.
Irene tidak lantas menelpon balik karena pasti mama nya Andra sudah memberitahukan Andra jika mereka sudah ngobrol di telepon.
Irene hanya membaca beberapa pesan dari Andra yang rasanya membuat Irene kasihan tapi juga ingin tertawa.
'Apakah dia segitu serius nya sampai dia gak bisa tenang gitu hihihi....'irene membatin.
Irene pun hanya berniat membalas pesan singkat dari Andra.
"maaf yaa sudah membuat kamu gelisah hehee..."sambil menambahkan ikon smile,dan langsung menyimpan ponselnya di atas bantal sebelahnya karena Irene berniat untuk bersiap tidur.
Tapi baru saja mau merebahkan badan, tiba-tiba terdengar suara dari ponselnya,Irene pun mengambil ponsel nya dan terlihat nama "Andra"di layar ponselnya.
"Huuuhh....
kan udah di balas ngapain juga malah nelpon"guman Irene sambil memandangi ponselnya,Irene ragu apakah mengangkat atau mengabaikan.
__ADS_1
"Hallo.... Assalamualaikum!"sapa Irene.
'Waalaykumsalam...
akhirnya kamu angkat juga telpon aku!"balas Andra dengan nada bicara yang terburu-buru penuh emosional.
"memangnya ada apa seeh...
kan aku udah bales chat kamu,juga udah ngobrol dengan mama kamu?"tanya Irene sambil menahan tawa,seru juga ngerjain perasaan orang fikirnya.
"Memangnya kamu fikir ....?
apa aku gak boleh pingin denger suara kamu langsung gitu?"ucap Andra yang masih dengan nada suara yang kesal.
"Ehh...
disana jam berapa,bedanya berapa jam dengan disini!"Irene malah mengalihkan obrolan dan itu sukses membuat Andra tambah emosi tapi ditahan nya.
"Hugh...
kamu itu yaa,malah ngalihin pembicaraan"
"yaa udah kalo gak mau jawab,aku mau tidur aja,dah malam,besok aku kerja!"
"ireennnn....!!!!'"Andra menekan nada bicara nya dengan semakin menahan kesal.
"APA!"
"kamu tahu gak seeh perasaan aku saat ini,disaat kamu gak bisa di hubungi berkali-kali,aku kirim chat gak kamu balas...
makanya aku nelpon mama sampe marahin mama takut kamu diapa-apain sama mama,terus mama sampe nyirih Indri ke rumah kamu,itu semua karena aku takut Irene....!"
"Takut apa...!"Irene masih menahan senyum untuk menggoda Andra.
"Takut kamu beneran benci sama aku,gak suka dengan perlakuan keluargaku sama kamu waktu itu"
"Oohhh...!"
"Kok cuma ooh doang?"
"terus aku harus gimana dong?"
"ireennnn.....
aku serius!
aku udah bilang ke orang tua ku tentang hubungan kita,kalo aku ingin nikah sama kamu,makanya aku nyuruh Indri ngajak kamu ke rumah biar kalian saling kenal antara calon menantu dan mertua...
itu bukti kalo aku ingin unjukin ke seriusan sama kamu!"
"Oowhh gitu...."
Irene hanya bisa berkata begitu karena dia sendiri bingung harus berkata apa setelah mendengar penjelasan Andra,tentu rasa senang timbul di hatinya dan rasa keyakinan tentang keseriusan Andra semakin dalam.
__ADS_1