Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
hari pertama


__ADS_3

Irene menghempaskan tubuh nya di kursi kantin setelah memesan makanan untuk makan siang nya.


Sambil menunggu pesanan datang Irene membuka tas nya dan mengambil ponsel nya dengan maksud mengecek ponsel nya yang sedari tadi tidak terdengar bunyi,Irene heran apakah ada masalah dengan ponselnya atau memang mati.


"Haahh...."Irene kaget sambil mendekatkan ponsel nya ke wajah nya seolah tidak percaya jika begitu banyak panggilan tidak terjawab dan pesan di ponselnya tapi dia tidak mendengar ponselnya berbunyi.


"Ini kan panggilan dari semalam,tadi pagi juga barusan dari Ibu,tapi kenapa aku gak denger yaa...!"dan Irene pun mengecek setelan ponselnya sebelum membalas semua panggilan dan pesan di ponselnya.


"Hhmmm....pantesan aja gak kedengaran ternyata di mode silent"ucap Irene sambil mengubah settingan di ponsel nya.dan baru saja ingin membalas pesan tapi tiba-tiba pelayan kantin datang membawakan makanan pesanan nya,dan Irene pun menyantap dahulu pesanan makanan nya,karena memang dia sudah lapar setelah hari ini dia mulai kerja walau baru pengenalan product dan mengenal para karyawan di kantor nya,dan nanti setelah makan siang dia pun masih harus mengenal lebih dalam lagi tentang product-product yang lain nya.


kring...kring...


Terdengar bunyi ponsel dari dalam tas Irene saat Irene keluar dari kantin,bergegas Irene membuka tas dan mengambil ponselnya dan melihat dilayar ponselnya ternyata panggilan dari Ibunya.


"Assalamualaikum Bu...


Ada apa?"sapa Irene.


"Waalaykumsalam Irene...hhmmm,ada orang nyariin kamu!"


"Nyariin Irene...?


Siapa Bu,terus mau ngapain nyariin Irene?"tanya Irene heran.


"Kalo dari pengakuan nya seeh namanya Indri,kayaknya cewek yang waktu itu nganterin kamu pulang yaa?"


"Indri?"guman Irene pelan tapi terdengar oleh Ibunya yang di sebrang telpon.


"iyaa Irene,namanya Indri"


"I-iya Bu...


mau ngapain dia nyariin Irene"tanya Irene sedikit gugup karena takut Indri cerita hal yang masih belum Irene ceritakan ke Ibunya.


"Ibu gak tahu,cuma dia bilang kenapa hape kamu di telpon gak diangkat-angkat!"


"Oohhh ..


iyaa Bu,Irene juga heran kenapa dari tadi hape Irene gak bunyi-bunyi,gak tahunya tadi Irene cek gak tahu nya memang hape Irene di mode silent"

__ADS_1


"Oohhh iyaa Irene Ibu lupa juga Ibu minta maaf,yang ngerubah mode getar hape kamu itu Ibu semalam,soalnya semalam kedengaran bunyi Mulu tapi pas Ibu masuk kamar gak tahu kamu dah tidur,jadi Ibu silent aja hape kamu,biar gak ganggu juga berisik"


"oooohh ....gitu,pantesan Irene juga bingung kok tiba-tiba hape Irene dalam mode silent,gak tahu nya ulah ibu!"ucap Irene dengan mulai gak enak setelah tahu ulah ibunya,Irene berfikir berarti Ibunya melihat siapa yang nelpon dia semalam.


"Huuuhh...."Irene membuang napas dengan sedikit gusar juga kesel tapi bukan karena ibunya tapi kesel dengan kecerobohan nya,Irene jadi takut Ibunya jadi bertanya tentang yang masih dia tutupi dari orangtuanya.


"kamu kenapa Irene...


kamu marah sama ibu?"


Ibu kan dah minta maaf"


"Ooh...e-enggak kok bu,Irene gak marah kok,Irene cuma sedang gugup aja,soalnya Irene bentar lagi harus masuk kerja lagi soalnya masih banyak hal yang harus Irene pelajari...


yaa udah yaa Bu,Irene masuk kerja dulu."ucap Irene sedikit berbohong,padahal gugup nya bukan hanya karena urusan pekerjaan tapi juga karena hati nya yang sedang gelisah.


"iyaa...kamu hati-hati dan terus semangat kerjanya,.tapi jangan lupa kamu sholat dulu"


"iyaa Bu...ini juga lagi mau wudhu tapi Ibu keburu nelpon,daaah ibu....


Assalamualaikum!"


waalaykumsalam!"


Irene buru-buru memasukan ponsel nya ke tas dan segera menuju toilet untuk bersih-bersih dan sholat di mushola yang tersedia di gedung tersebut,karena waktu istirahat sudah mau habis.


Setelah selesai menjalankan kewajiban seorang muslim di waktu siang Irene kembali masuk ruangan dan bergabung dengan teman-teman satu tim nya.


Irene yang merasa anak baru hanya menyimak semua penjelasan dari para seniornya,Irene tidak merasa rendah walaupun pendidikan dia mungkin lebih tinggi dari para seniornya tersebut tapi Irene tetap merasa karyawan yang baru masuk kerja yang perlu banyak belajar tentang apapun itu dari para seniornya,apalagi Irene juga tidak mengenalkan dan di kenalkan sebagai anak dari atasan mereka,irene tetap dikenalkan oleh Pak Galang sebagai karyawan baru jadi Irene tetap harus bersikap profesional ketika berada di kantor.


"Oke guys...hari ini cukup dulu untuk pembahasan tentang product baru kita,besok kita mulai kerja ke lapangan sesuai rute yang tadi udah kita sepakati dengan rekan yang sudah atur.


dan untuk Irene karena baru bergabung besok ikut tim Ely ,Fitri saja...


dan untuk Ely dan Fitri tolong kerjasama nya supaya Irene mengerti akan tugas nya dan bantu dia jika dia memerlukan bantuan kalian"ucap kepala tim yang bernama Farhan.


"Siap kak...!!!"sahut Ely dan Fitri serempak dengan kompak dan tegas serta keras suaranya.


"Kalo udah ada yang mau pulang silahkan boleh pulang jika ada yang masih stay di sini atau ada janji dengan klien, saya persilahkan...

__ADS_1


selamat sore semua nya!"ucap Farhan lagi sambil dia mengemasi barang-barang nya untuk bersiap pulang.


"Selamat sore!"jawab mereka yang hadir dengan serempak.


Irene tidak langsung pulang tapi diam-diam berjalan menuju ke ruangan Ayah nya.


Tok...tok...tok...


"iyaa . silahkan masuk!"terdengar suara dari dalam ruangan sesaat setelah Irene mengetuk pintu


"Assalamualaikum Ayah..."


'Waalaykumsalam...Ooh kamu nak,sini duduk!"ucap Pak Galang yang bangkit dari kursi kerjanya dan menuju kursi tamu yang ada di ruangan nya ketika tahu jika orang yang mengetuk pintu adalah anaknya.


Irene pun mengikuti ajakan Ayah nya untuk duduk di kursi sofa disamping Ayahnya yang sudah duduk terlebih dahulu.


"Gimana kerja kamu hari ini?"tanya Pak Galang seraya menyender di kursi sambil tangan nya mengusap pundak anak nya.


"Biasa aja Ayaah...cuma baru pengenalan product,Ayah jam berapa pulang nya?"tanya Irene sambil ikut menyenderkan tubuhnya juga di sofa.


"Mungkin agak malam,soalnya mau ada meetimg dulu dengan kepala marketing untuk membahas hasil penjualan Minggu kemarin.


Kenapa... ?


kamu udah mau pulang atau mau nungguin Ayah?


tapi mending kamu pulang duluan aja yaa,kasihan Ibu mu di rumah sendirian"


"Oohhh...


iyaa Irene pulang duluan aja,capek juga ternyata kerja seharian ini padahal belum kerja keras,hehe..."kekeh Irene sambil.malu karena sudah ngeluh ke Ayah nya yang sebenarnya atasan yang bisa saja memecatnya.


"kamu itu...


yaa udah sana pulang,naik taksi online aja biar bisa sambil istirahat"ucap Pak Galang sambil mengusap kepala anaknya,dan Irene pun bangkit dan meraih tangan ayahnya serta mengecupnya.


"Assalamualaikum Ayah...!"


"Waalaykumsalam,hati-hati nak!"

__ADS_1


__ADS_2