Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
kesepakatan.


__ADS_3

"Menurut kamu gimana mas?


bagus nya kita milih yang mana,


yang ini bagus tapi yang ini juga ok!"tanya Bu Ratna pada suami sambil menunjukan gambar-gambar dari ponselnya,saat mereka sedang berduaan di ruang keluarga,setelah makan malam,sementara Irene sudah pamit ke kamarnya setelah tadi mereka ngobrol tentang yang Irene lakukan selama seharian bersama keluarga Pak Adrian.


"Sebenarnya semua nya bagus,tapi tergantung nanti tema nya mau gimana,


apa mau semi privat atau semi terbuka?"


jawab Pak Galang sambil ikut memperhatikan gambar-gambar yang ada dalam ponsel istrinya.


"Kata Irene kan tadi bilang,pilih gedung dulu,soal tema tergantung dari pilihan gedung tersebut!"


"Kalo Ayah seeh tergantung Irene sama si Andra aja mau pilih yang mana,kita orang tua kan memang harus nya tidak ikut campur pilihan mereka"jawab suami nya sambil menyerahkan ponsel ke istrinya dan menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Tapi ngomong-ngomong,kamu udah yakin mau Nerima lamaran keluarga Andra,memangnya kamu udah tahu Andra itu siapa,bagaimana dan lain-lainnya.?"tanya Bu Ratna sambil memandang dengan lekat ke arah suaminya.


"Tadinya memang aku juga gak tahu dek,tapi waktu mendengar kejadian Irene di bawa orang saat sedang kerja di lapangan,dan menurut bisik-bisik orang itu mengaku calon mertuanya,aku sempet mikir dan bertanya,memang Irene juga gak bilang dan kita pun gak mau nanya Irene juga kan...


dan setelahnya, aku mendapat info dari bagian HRD kalo di telpon oleh seseorang yang memang berpengaruh di perusahaan tempat Ayah bekerja,untuk tidak memperkerjakan Irene lagi apalagi harus jadi marketing yang kerjanya di luar panas-panas,dan ternyata setelah ditanya orang itu siapa coba?"Pak Galang menjeda ucapan nya yang membuat Bu Ratna terdiam dengan penasaran.


"Memangnya siapa?!"Bu Ratna makin penasaran ketika suami nya tidak segera meneruskan cerita,malah matanya ke arah televisi.


"Wooy...


Mas....!"teriak Bu Ratna ke arah suaminya yang malah mengabaikan nya.


"yaap...


ooh!"


Pak Galang menoleh.


"Itu...


dia itu istrinya Pak Adrian,owner PT anugrah sentosa tempat aku kerja.!"


"Haahh...


yang bener mas,terus ...terus!"Bu Ratna makin penasaran.

__ADS_1


"yaa..akhirnya Pak Adrian datang langsung ke kantor dan menemui HRD tuk nanyain siapa yang Nerima Irene,dan HRD bilang kalo Irene itu recomen dari Ayah,yaa sudah jadinya Ayah di panggil dan nanyain tentang Irene,


dan mau gak mau Ayah bilang aja kalo Irene itu anak kita!"


"Ooh gitu,terus reaksi Pak Adrian gimana,setelah tahu kalo Irene anak kamu mas!"


"Awalnya dia cuma diem aja,tapi Ayah beraniin tuk nanya,kenapa dengan Irene dan alasan dia gak boleh kerja disana,ada apa gitu,kan Ayah juga penasaran!"seraya melipatkan tangan di dada tapi di lepas lagi dan mengusap usap dagunya.


"yaa yaa...


terus!"


"yaa...


Dia menjelaskan kalo ternyata Irene itu cewek yang di sukai anaknya,dan berencana menikahinya,dan dia bilang tentang rencana Andra selanjutnya hingga jadinya minta ijin untuk menyetujui hubungan mereka"


"ooh begitu...


dia gak marah atau gimana gitu pas tahu Irene anak kamu yang cuma bawahan di perusahan dia!"


"Gak seeh...


"Syukur Alhamdulillah deech kalo Irene dapat mertua yang baik dan sayang sama dia"Bu Ratna mangguk-mangguk sambil mengelus dada nya yang merasa lega setelah mendengar cerita suami nya.


"Terus kapan mereka melamar Irene secara resmi nya mas?'tanya Bu Ratna lagi.


"yaa nunggu si Andra pulang dari tugas nya di luar kota,mungkin bulan depan,tadinya awal bulan ini dia mau pulang tapi karena masih ada pekerjaan yang butuhin tenaga dia,makanya di tunda."


"Yaa ..


kasihan Irene Doong,dia pasti merasa di gantung!"Bu Ratna menekuk wajahnya.


"Kan ada orangtuanya,apalagi ternyata dia anak boss di perusahaan tempat Ayah kerja,jadi gak usah terlalu khawatir lah,kita doakan aja untuk kebahagian anak kita ya dek"ucap Pak Galang pelan sambil mengusap tangan istrinya dengan lembut untuk menenangkan.


Mereka memang kalau lagi ngobrol berdua,untuk memanggil dan menyebut pada pasangan itu suka campur-campur,beda kalau ngobrol pas lagi ada anak nya.


"Tentu nya lah Pak...


Semoga aja ini yang terbaik dan kebahagian untuk Irene,


aamiin"

__ADS_1


"Yaa sudah kita tidur yuuk,dah malam juga "Pak Galang bangkit sambil meraih tangan istrinya yang ikut bangkit juga,mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan beriringan menuju arah kamar mereka.


Sementara Irene yang sebenernya sudah sangat ngantuk sudah mulai terlelap karena seharian pergi bersama keluarga calon suaminya, tiba-tiba harus terbangun karena suara berisik dari ponselnya.


Irene yang posisi tidurnya telungkup mulai mencari letak ponsel nya dan langsung menaruh nya di telinga tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Hallo..."dengan suara khas orang bangun tidur.


'hallo...


heeii,ini video call bukan panggilan suara,aku pingin lihat wajah kamu bukan lihat kuping kamu!'


Teriak suara dari dalam ponsel yang membuat Irene langsung terbangun karena kaget juga sakit kupingnya.


Irene segera terduduk mengatur posisi dan melihat siapa yang menelpon,ternyata itu 'andra'


Irene pun meletakan ponselnya di Kadir dan segera mengusap wajahnya yang kusut dan mencari kerudung bergo untuk menutupi kepalanya,setelah itu baru mengambil kembali ponselnya yang terlihat wajah Andra di sana sedang menunggu.


'Kenapa...?capek yaa,jam segini kayaknya udah pules banget,sorry yaa aku ganggu,habis aku penasaran dengan tadi,gimana jalan-jalan nya?'


Terlihat Andra tersenyum menggoda Irene yang masih menguap dan menutupi mulut nya yang malu dengan kondisi wajahnya yang terlihat bengkak dan kusut karena capek juga baru bangun tidur.


"Yaa.. gitu deeh lumayan capek,tapi akhirnya tahu tujuan nya tadi di ajak jalan-jalan,jadinya capeknya terbayar,hehe..."


"Makasih yaa...kamu akhirnya percaya sama aku,walaupun aku gak jadi pulang bulan ini,tapi semua urusan persiapan pernikahan kita akan di urus oleh keluargaku,


tadi gimana ,udah nentuin belum gedung yang bakal di pilih untuk resepsi pernikahan kita?"


"Aku belum tahu,tadi baru bilang ke Ayah dan Ibu,nanti nunggu pilihan mereka baru ntar aku kabarin kamu, mudah-mudahan seleranya sama,kalo menurut kamu,bagusan yang mana?"


'Aku juga belum nentuin pilihan,masih nunggu dari keluarga kamu katanya,kalo papa seeh yang mana aja boleh,tapi yang terpenting gimana pilihan kita aja...


ngomong-ngomong,itu muka kenapa di tutupin Mulu,gak usah malu kali,kan nanti juga aku pasti ngelihat kamu seperti itu setiap saat kan...hehehe"


"Ikkhh dasar...


udah akh,aku mau tidur lagi,ngantuk!


dadahhh...


whee..!"Irene membuka tangan yang menutupi sebagian wajahnya dan menjulurkan lidahnya ke arah kamera sambil tersipu malu yang di balas ketawa oleh Andra tapi Irene dengan cepat menekan tombol merah untuk memutuskan sambungan video call nya.

__ADS_1


__ADS_2