Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
gedung


__ADS_3

""Kita mau kemana lagi pah...?"tanya Indri setelah berada di dalam mobil tapi ternyata mobil melaju bukan ke arah pulang setelah tadi selesai dari dalam gedung yang di kunjunginya entah untuk apa.


"Kita masih ada kunjungan ke gedung lain !"ucap papanya.


"Tapi Indri udah laper ..


kak Irene Ama kak Asti juga pasti lapar kan?"ucap Indri sambil melirik dan bertanya ke arah Irene dan Asti yang hanya nyengir malu-malu untuk mengatakan yang sebenernya mereka juga lapar.


"Tahan dulu bentar yaa...


katanya seeh kalo di gedung yang bakal kita kunjungi sekarang ada makanan tuk testfood,jadi kita nanti bisa icip-icip untuk mengganjal laper ok!"


"Memangnya kita mau ngapain seeh pa,kok ngunjungin gedung-gedung kosong gitu?"tanya Indri lagi penasaran karena tadi di gedung pertama dia dan Irene juga asti tidak ikut masuk ke ruangan marketing untuk ikut ngobrol,mereka hanya di suruh nunggu sambil melihat-lihat ruangan gedung tersebut.


"Nanti juga kamu tahu,udah nurut dan ikut aja jangan banyak tanya.


tuuh sepertinya gedung nya udah mau nyampe!"kali ini mama Indira yang menjawab karena supaya papa fokus menyetir tidak terganggu karena di ajak ngobrol sama anaknya.


Hingga akhirnya mobil pun menepi dan masuk ke dalam bangunan yang cukup besar yang pintu masuknya tidak ditutup karena sepertinya ini gedung yang sering di kunjungi oleh khalayak umum juga,jadi siapapun bebas masuk sesuai keperluan nya,kecuali pintu masuk mobil pasti ada gerbang tiket nya.


Setelah memarkirkan mobil nya mereka pun keluar dari dalam mobil mereka pun berjalan menuju lobby bangunan yang pintu masuknya dari kaca otomatis yang terbuka jika ada orang masuk.


Saat masuk ternyata di dalamnya banyak kios-kios galeri, butik-butik toko juga distro yang menjual berbagai jenis pakaian,dari sepatu ,baju,celana,baju muslim dan semacam nya bahkan toko mainan dan elektronik pun ada.


"Waahh kita mau shopping yaa mah...

__ADS_1


wuih seru niih papa ngajak kita kesini!"teriak Indri saat sudah berada di dalam gedung sambil mengamati sekeliling dengan tersenyum gembira,sementara Irene dan Asti masih sering terdiam,mereka cukup tahu diri dalam bersikap diantara keluarga yang baru mereka kenal,walaupun sebenernya Asti sudah gregetan ingin segera menghambur ke bagian toko yang menarik perhatian nya,kadang dia berhenti untuk melangkah ke arah yang menjadi perhatian nya tapi tangan nya suka di tarik sama Irene hingga akhirnya mengikuti saja langkah orang yang mengajaknya dengan terpaksa.


Mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup luas dan bersih,papa Adrian langsung menuju ruangan kecil yang sepertinya kantor,dan ternyata di dalamnya sudah ada beberapa orang yang sedang berkumpul di depan sebuah meja.


Tok...tok...tok


"Permisi,selamat siang!"sapa papa Adrian yang otomatis membuat hampir semua orang yang sedang berkumpul tersebut menoleh ke arah pintu.


"Selamat siang....


hallo Pak Adrian,akhirnya datang juga,mari Pak silahkan masuk!"sambut seorang pria yang berpenampilan rapi dengan stelan kemeja yang di masukan kedalam celana panjang bahan katun,dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Pak Adrian yang juga menyambut jabatan tangan orang tersebut.


"Silahkan...silahkan duduk,kita gabung saja sekalian hari ini biar tahu rasanya menu restoran kami,dan juga bisa memutuskan apakah cocok atau gak dengan selera"ucap orang tersebut mempersilahkan Pak Adrian dan rombongan untuk duduk di kursi yang sudah diatur dan disediakan,dan mereka pun mengikuti arahan orang tersebut.


"Baik...


"Untuk lebih tahu rasanya silahkan langsung aja di coba,yang saya hidangkan ini ada 6menu masuk nya ke paket lengkap seperti yang tertulis di brosur itu"ujar si marketing lagi.


Mereka yang hadir pun bangkit mengikuti langkah di marketing ke meja yang sudah tersedia aneka menu makanan.


Mereka mulai mengambil piring dan sendok dan siap menyendok makanan.


"Sambil makan saya bantu jelasin untuk nama menu-menu nya ..


ini nasi goreng seafood,ini pasti ada di setiap menu walaupun jumlahnya tidak sebanyak nasi putih,

__ADS_1


dan ini ayam goreng mentega,ini bihun goreng seafood,rujak pengantin,kailan cah sapi,dan sop jagung asparagus.


untuk minuman ada air putih dan sirup dua rasa.


tapi saat ini hanya makanan saja yang saya sediakan,silahkan di nikmati yaa!"marketing Edwin pun meninggalkan mereka yang sedang menikmati menu makanan yang disediakan setelah menjelaskan tentang makanan tersebut.


Sedangkan mereka yang sedang menikmati menu makanan fokus ke makanan nya walau dengan berbagai reaksi,ada yang mangguk-mangguk,ada yang bisik-bisik dengan rekan atau mungkin keluarganya,sedangkan papa Adrian terlihat serius bicara dengan menu makanan yang sedang mereka santap,tapi Irene,Indri dan Asti malah terlihat santai sambil bercanda yang terkadang cekikikan karena mereka makan bukan karena pingin mencicipi tapi karena memang mereka lapar.


"Baik Bapak dan Ibu terima kasih atas kunjungan dan kehadiran nya,saya tunggu berita baiknya."ucap Edwin ketika mereka pamit setelah selesai dengan segala urusan nya.


Semua saling berjabat tangan untuk berpamitan kecuali Irene yang hanya mengatupkan kedua tangan di dada yang membuat Indri melirik Irene seakan bertanya ketika Irene bersikap seperti itu.


"Ma..kita mampir dulu ke toko itu yaa"pinta Indri ketika sudah keluar dari ruangan tadi sambil menunjuk ke arah toko perlengkapan wanita.


"Tanya papa dulu,soalnya tadi papa bilang mau ngunjungin satu gedung lagi"jawab mama Indira.


"Haahh ....


capek maah,


udah akhh bilang ke papa gak usah pergi lihat gedung lagi,kita refreshing dulu di mall yaa!"rengek Indri sambil memegang tangan mama nya,dan melirik ke arah papa nya yang sudah di depan ,sedangkan Irene dan Asti juga sibuk jelalatan melihat sekitar mall yang cukup membuat mereka tergiur sebagai seorang cewek normal yang rindu berbelanja.


"Ren...boleh gak seeh kita shopping dulu,Lo bilang ke camer Lo giih"bisik Asti saat mereka tertinggal di belakang mama Indira.


"gue gak berani x Lo akhh...!"

__ADS_1


"Kalian mau shopping !!!"tanya suara seseorang yang membuat Asti dan Irene kaget dan menoleh ke arah suara yang ternyata ada di samping mereka yang sedang bisik-bisik


__ADS_2