Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
jalan jalan


__ADS_3

...*****...


Sebenarnya aku sudah menulis episode lanjutan tapi gak tahu kenapa tiba-tiba hilang,jadi kadang males tuk lanjutin.


tapi sekarang di usahakan.


"Ayo Irene kok lama banget seeh,


malah balik lagi ke dalam"teriak Bu Ratna yang sudah di dalam mobil menunggu Irene yang tak kunjung keluar dari dalam rumah,tapi ketika terlihat keluar malah balik lagi.


"Bentar Bu...."


Teriak Irene sambil.maduk ke dalam rumah menuju kamarnya,saat membuka pintu kamar dan tangan masih memegang gagang pintu mata Irene celingukan memandangi seluruh ruangan kamar nya mencari sesuatu.


"Naahh...ini dia"guman Irene saat menemukan benda yang di cari nya ternyata tergeletak di atas bantal


Irene segera mengambilnya dan langsung memasukan ke dalam tas nya tanpa mau mengecek siapa yang memanggil padahal ponselnya tadi terdengar berdering,makanya Irene teringat jika ponselnya ketinggalan .


"Udah Bu,ayo berangkat"


ucap Irene setelah masuk mobilnya di bagian belakang,dan menutup pintunya.


Sedangkan Ibunya duduk di depan di samping Ayahnya yang memegang kemudi.


"Udah siap semua,ayook berangkat tapi jangan lupa berdoa dulu"


Ucap Ayah nya yang sudah balik lagi di belakang kemudi setelah tadi menutup gerbang rumah dan mengunci nya.


"Kita mau kemana seeh Yaah,kok tumben ngajak kita jalan-jalan bareng?"


Tanya Irene saat mobil sudah melaju.


"Ayaah kan dah lama gak pernah ngajak kalian jalan-jalan,lagian juga Ayah kemarin habis ninggalin kalian cukup lama,apalagi sekarang Irene udah gak sibuk kuliah,maka nya kita manfaatin waktu sebaik mungkin untuk kebersamaan kita"jelas Pak Galang dengan sumringah.


"Waahh...makasih Ayah"ucap Irene sambil memeluk Ayah nya dari belakang.


"Sama-sama Nak...


apalagi jika ternyata jodoh Irene udah Deket,pasti ayah gak bisa lagi Deket sama kamu,iyaa kan!"goda Ayah nya.

__ADS_1


"ikhhh...apaan seeh Ayah!"spontan Irene melepas pelukan nya sambil cemberut.


"Lhooo...emang bener kan,iyaa kan Bu yaa.."ucap Ayah nya sambil melirik istrinya.


"Yang namanya anak perempuan itu kan kalo udah menikah harus ikut suaminya,kayak Ibu ini,kemanapun Ayah mengajak Ibu pasti ikut selama Ayah gak macam-macam dan melakukan hal yang dilarang agama,maka istri wajib nurut!"cerocoh Bu Ratna yang seperti sedang menasehati Irene ketika Irene bakal menikah saja.


sedangkan Irene cuma diem sambil sedikit kesal.


"memangnya Ayah sama Ibu dah kepingin Irene cepat nikah yaa?"tanya Irene sambil tetap cemberut dan pandangan nya lurus ke depan tapi tidak melihat jalan hanya karena fikiran nya teringat seseorang.


"yaa gak juga sayang...


tapi kalo kamu mau kami cuma bisa merestuii doang.


iyaa kan Yaah?"kata Bu Ratna sambil melirik suaminya,dan yang di lirik hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum dengan pandangan masih polis ke depan sambil pegang kemudi.


Tanpa terasa sekitar hampir satu jam akhirnya mobil mereka sudah sampai di tujuan,dan Pak Galang segera mencari lokasi untuk parkir.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga"ucap Pak Galang setelah memarkirkan mobilnya.


"Ayok turun!"ucap Pak Galang lagi seraya membuka pintu dan di ikuti oleh Bu Ratna dan juga Irene keluar dari mobil sambil membawa beberapa bungkusan .


"Sudah semua belum?"tanya Pak Galang lagi.


"Kita cari tempat tuk istrirahat dulu"ujar Pak Galang lagi.


Dan mereka pun berjalan beriringan sambil pandangan memindai sekitar untuk melihat dan mencari lokasi yang bisa untuk duduk dan istirahat.


"Naahh...di sini aja yaa?"kali ini Bu Ratna yang menentukan tempat.


"Oke...


seperti disini cukup nyaman!"ucap Pak Galang menyetujui dan ikut duduk di tempat yang lumayan sejuk dan sedikit sepi dari pengunjung.


Sedangkan Irene hanya mengikuti saja,dan mulai merapihkan tempat dan barang bawaan yang tadi di bawa dari rumah.


"Apa mau langsung makan?"tanya Bu Ratna.


"Nanti lah Bu...mau istirahat dulu aja sambil lihat-lihat,kayanya bagus nih tuk Selfi,hehehe...."ujar Irene .

__ADS_1


Dan mereka pun menikmati segala pemandangan indah yang Allah ciptakan,untuk sekedar melepas penat dari segala kesibukan rutinitas yang mereka lakukan.


Dengan pemandangan gunung,juga danau buatan seperti alami hingga banyak pengunjung yang datang sekedar berphoto,begitupun dengan keluarga Pak galang yang seperti kebanyakan pengunjung tempat hiburan,apalagi kalau bukan berphoto ria dengan berbagai ekspresi.


Tanpa terasa waktu pun mulai siang,keluarga Pak Galang pun sudah mulai merasakan lapar hingga akhirnya makan siang dengan bekal yang dibawa tapi juga membeli jajanan dari para pedagang yang ada disitu untuk sekedar tambahan .


Setelah makan mereka tidak lupa mencari mesjid untuk melaksanakan kewajiban menghadap sang Khaliq di waktu Dzuhur.


Dan setelah sholat Dzuhur saat ayah dan Ibunya kembali ke tempat tadi,Irene iseng-iseng membuka ponselnya untuk melihat hasil photo ya tadi dan berniat mengirim nya ke Asti hanya untuk sekedar memanas-manasi teman nya itu.


Irene tersenyum nyengir ketika sudah berhasil mengirim photo ke Asti,dan mengecek aplikasi obrolan untuk melihat apakah Asti udah melihat atau mungkin membalas atau belum.


Tapi saat aplikasi obrolan itu terbuka,Irene sedikit terkejut ketika di daftar panggilan nya ada lumayan banyak panggilan tidak terjawab,dan juga ada chat dari nomer yang dia sudah namai semalam.


Dengan sedikit gemetar dan jantung deg-degan ,tangan Irene menekan nama yang mengecat nya,dan gemuruh di dadanya makin menjadi ketika dia membaca isi chat tersebut dari orang yang dia tunggu.


Irene masih terus melihat isi chat dan berulang-ulang membaca nya tapi belum berniat membalasnya karena masih gugup dan tidak menyangka.


Begitupun saat Asti membalas chat nya pun Irene tidak menyadari nya.


Tanpa di sadari air mata Irene menetes,entah itu air mata bahagia atau air mata haru,yang jelas itu air mata susah di kendalikan untuk tidak mengalir dan jatuh ke pipinya.


"Irene...


kok kamu masih di situ!?"terdengar teriakan Ibunya dari kejauhan.


Irene tersadar dan celingukan mencari sumber suara,dan mengusap wajahnya setelah sadar ada yang basah di pipinya,dan Irene buru-buru memasukan ponselnya ke dalam tas.


"Iyaa Bu...


sebentar!"


Irene pun berjalan cepat menuju arah suara ibunya sambil sesekali merapihkan kerudung yang seperti di rasa berantakan.


"Udah mau pulang Bu..?tanya Irene setelah sampai ke tmpat Ayah Ibunya.


"iyaa...


ini bantuin beresin Doong,

__ADS_1


udah hampir sore,habis ini kita mau mampir ke toko,kita belanja bulanan dulu"sahut Ibunya sambil merapihkan barang-barang yang akan di bawa pulang juga membuang sampah pada tempatnya,begitupun Irene,ikut membantu Ibunya,walaupun pikiran nya masih belum tenang akibat isi chat di ponselnya tadi.


setelah semua beres dan rapi mereka masuk ke mobil dan bersiap pulang.


__ADS_2