Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
hujan


__ADS_3

tapi baru beberapa meter laju motor berjalan,tiba-tiba gerimis dan makin lama makin banyak hujan nya,hingga badan mereka langsung basah kuyup.


"sepertinya kita berhenti dulu az yaa,bahaya kalo maksa jalan terus"Andra bertanya sambil menoleh ke belakang ke arah Irene.


"iyaa...berhenti aja,aku juga gak kuat,dingin banget"sahut Irene dengan mulut gemetar.


"oke...didepan itu kan ada pos,kita berhenti dulu di sana yaa!"


Dan ketika arah akan menuju tikungan yang akan menuju jalan ke perumahan,Andra menghentikan motor nya tepat di depan pos gapura masuk perumahan yang terlihat gelap,karena kebetulan mati lampu,mungkin efek hujan yang lebat.


"ayo..."Andra segera menuntun Irene yang sudah turun dari motor menuju pos tersebut,dengan di bantu cahaya dari motor yang sengaja Andra nyalakan supaya tidak terlalu gelap di ruangan pos tersebut.


"kenapa hujan nya tiba-tiba besar yaa,perasaan tadi dari tempat acara gak ada tanda-tanda bakal hujan besar gini yaa"ucap Irene sambil duduk di dalam pos sambil mengibaskan tangan ke rambut dan berusaha mengelap air hujan yang membasahi badan nya.


"mungkin tadi di sini udah hujan tapi di tempat kita tadi belum,kan suka gitu hujan gak rata"Andra menimpali sambil menepuk-nepuk jaket nya yang kena air hujan juga saat di jalan tadi.


"bisa jadi seeh"sahut Irene sambil melipat tangan ke dada,berusaha mengurangi rasa dingin.


"sorry yaa ren...gara-gara kamu ikut gue jadi kehujanan dan waktu malah jadi makin lama nyampe rumah lu nya"Andra mendekati Irene dengan rasa bersalah nya karena sedari tadi Irene mendesis Mulu karena kedinginan.


"yaudah lu pake jaket gue deeh,biar rasa dingin nya berkurang"Andra melepas jaket nya dan langsung memasangkan nya ke belakang tubuh Irene yg masih bersedekap.


Irene bergeming dan menoleh ke arah Andra yang terlihat seperti merasa bersalah.


"ga papa dra,kan aku juga yang mau,mudah-mudahan ibu ngerti kenapa aku belum pulang,"sahut Irene walau dengan muka menunduk.


"lu kalo mau ngubungi ibu lu pake hp gue aja,ga papa kok,nihh.."andra mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya dan menyodorkan ke Irene,dan Irene melirik nya dengan ragu.


"ayo..pake aja"Andra terus menyodorkan ponsel nya yang masih belum di ambil Irene,dan dengan sedikit ragu Irene mengambil ponsel Andra dan mulai menghubungi nomer ibu nya,sedang Andra membetulkan letak jaket di punggung Irene yang tadi seperti mau lepas saat tangan Irene bergerak karena mengambil ponsel Andra.


"assalamualaikum Bu...ini Irene Bu,pake hp temen,hp Irene mati"ucap Irene yang sudah terhubung sambungan telepon nya dengan sang ibu.

__ADS_1


"iyaa Bu,maaf Irene gak bisa langsung pulang,soalnya di sini hujan lebat Bu"


Irene terdiam seperti sedang mendengar balasan dr sebrang telpon.


"iyaa Bu,makasih Bu,daah...


assalamualaykum"


Dan Irena menyerahkan ponsel ke Andra yang dari tadi hanya diem menyimak dan Andra menerima ponsel nya dan memasukan nya lagi ke kantong celana nya.


"gimana kata ibu luu...marah gak dia?"tanya Andra .


"gak seeh dia juga paham,karena di sana hujan juga katanya"ucap Irene sambil menghela napas lega.


dan kembali melipat tangan di dada sambil sesekali membetulkan letak jaket yang kadang ikut turun,karena jaket Andra cuma nempel di punggung Irene.


"ini jaket kamu kasih ke aku,memangnya kamu gak dingin "ucap Irene sambil menoleh ke Andra yang juga sedang memperhatikan Irene.


keheningan pun terjadi,mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


Andra yang merasa gak enak juga gak tega,tiba-tiba menggeser duduk nya mendekati Irene yang sedang menggosok-gosokkan telapak tangan nya,berusaha mengusir rasa dingin


"sorry...boleh gue bantu"


Irene menoleh.


"maksudnya?"


"hhmmm...sorry yaa,bukan maksud gak sopan,gue cuma ingin bantu supaya lu gak capek menggosok-gosok tangan sendiri,biar gue bantu yaa"ucap Andra dengan sedikit ragu.


Irene mengernyitkan jidat nya,seperti kurang paham.

__ADS_1


"gue gak ada maksud apa-apa kok,sumpah"Andra mengangkat tangan sambil melipat sebagian jarinya hingga terbentuk dua jari manis dan jari tengah .


Irene masih diem,entah tahu entah gak mengerti.


Dan karena Irene diam saja maka Andra mengartikan kalo Irene bersedia,dan dengan perlahan Andra mulai menegang kedua telapak tangan irene dan menyatukan dengan tangan Andra.


Ada rasa aneh dihatinya Irene juga andra yang terasa saat tangan mereka bersentuhan dan bersatu.


mungkin karena mereka baru kenal dan aneh aja.


Andra pun mulai menggosok-gosokkan tangan Irene dengan tangan nya,dan memang dengan cara itu rasa sedikit hangat timbul akibat gesekan tadi.


"gimana...masih dingin?"tanya Andra.


"lumayan...makasih yaa"ucap Irena sambil menunduk karena malu juga rasanya.


"kenapa hujan nya lama yaa?"tanya Andra setengah bergumam,dan entah bertanya ke siapa karena gak ada yang bisa jawab juga pertanyaan dia.


tapi tangan Andra masih terus memegang tangan Irena sambil terus mengosok-gosok pelan,sambil sesekali melihat ke wajar Irene yang suka curi-curi melirik Andra.


Dan saat mereka tak sengaja saling melihat bersamaan ke wajah masing-masing,entah kenapa ada rasa berdesir di hati mereka,tapi saat mereka sadar mereka pun sama-sama menunduk lagi sambil menahan senyum dan malu secara bersamaan.


Irene memalingkan wajah karena takut lagi bertemu dengan wajah Andra,sedangkan Andra malah curi-curi pandang menunggu Irene menoleh ke arah nya,tapi Irena gak juga mau menoleh kearah nya,Andra mulai berfikir dan mulai menghentikan gerakan mengosok-gosok tangan Irene,dan Irene yang merasakan itu langsung menoleh ke Andra dan Andra tersenyum karena merasa berhasil membuat Irene bertemu wajah Andra.


"kenapa..."Andra pura-pura bertanya bodoh.


"Emm..ga apa pa kok"Irene menjawab dengan sedikit gugup dan malu,dan menarik tangan nya tuk di gerak-gerak sendiri didepan dadanya.


Andra yang memperhatikan gerakan Irene masih tersenyum,dan mencoba mengambil tangan Irene lagi,tapi Irene menepis nya,dan terjadilah perang tangan,Irene menolak sedang Andra berusaha mengambil,hingga akhirnya Andra menarik paksa tangan Irene dengan gerakan sedikit kencang hingga bukan hanya tangan Irene yang terbawa tapi juga badan Irene hingga mereka berhadapan dengan sangat dekat bahkan dada mereka pun menempel tanpa ada jarak.


Irene yang kaget langsung menatap wajah Andra,begitupun Andra juga hingga tatapan mereka beradu dan wajah mereka pun semakin dekat,hingga terdengar napas mereka yang seperti memburu,juga jantung mereka yang berdegup tidak beraturan.

__ADS_1


__ADS_2