
Tin...tin...tin...
Terdengar suara klakson mobil berbunyi di luar rumah.
"Ren...udah siap belum ?
itu kayak nya mobil Andra yang jemput kita dah datang,ayook cepetan!"
"Iyaa Bu sebentar...!"
Ceklek...
Pintu kamar pun terbuka dan Irene keluar dengan sudah rapi,memakai jilbab instan yang tidak begitu lebar tapi tetap menutupi lekukan tubuh bagian atas.
"Ayook Bu...!"
Ajak Irene sambil menyelempangkan tas nya dan meraih lengan ibu nya dan mengapitnya saat berjalan keluar.
Dan benar saja,di luar gerbang sudah ada mobil yang sedang menunggunya.
"Maaf yaa pak kalo agak lama"ujar Bu Ratna saat masuk ke dalam mobil di susul Irene di belakangnya.
"iyaa Bu gak apa apa...
udah siap semuanya?
kita jalan yaa Bu...non"!
Mobil pun melaju setelah mendapat jawaban berupa anggukan kepala dari Bu Ratna.
Irene dan Bu Ratna pun menyenderkan badan nya ke jok mobil sambil menikmati perjalanan untuk menuju butik.
"Kita gak mampir ke rumah mama Indira dulu yaa Pak?"tanya Irene saat menyadari mobil yang di tumpanginya tidak menuju arah rumah Andra.
"gak non,katanya nyonya suruh langsung ke butik aja,tadi mereka langsung jalan di anterin tuan yang sekalian mau ke kantor katanya."jawab Pak sopir menjelaskan .
"oohh...
oke Pak!"
Dan Irene pun kembali menyenderkan badan nya,sebenernya dia capek tapi demi sesuatu yang harus segera di selesaikan maka Irene harus menikmatinya .
Tadinya Irene mau mengajak Asti juga untuk memastikan yang terakhir kalinya baju pengantinnya sesuai dengan keinginan atau tidak.
Tapi Asti tidak bisa ikut karena dia harus masuk kerja,walaupun Asti kerja di perusahaan ayahnya tapi Asti harus proporsional.
__ADS_1
Sekitar 30 menit kemudian mobil yang membawa Irene dan Bu Ratna tiba di tujuan,sebuah butik mewah di kawasan elit yang tentunya terkenal bagi kalangan atas.
Setelah turun dari mobil mereka pun langsung menuju butik yang ternyata sudah ada Indira dan Andra di ruang tunggu butik tersebut.
"Haaiii....
udah lama nunggu yaa,maaf kalo terlambat!"sapa Bu Ratna sambil menghampiri indira yang bangkit dari duduknya dan menyambut pelukan Bu Ratna dan mereka pun cipika cipiki.
Sementara Irene masih berdiri terpaku ketika pandangan nya bertemu Andra yang sedang duduk dan langsung berdiri ketika melihat kehadiran nya.
Andra dan Irene hanya saling pandang dan tersenyum malu-malu tanpa berani saling mendekat ,karena mereka juga bingung harus bagaimana.
"Haaii...!"
Hanya ucapan itu yang bisa Andra ucapkan untuk mengurangi rasa canggungnya.
"Haai juga'
Balas Irene sambil menggerakkan tangan keatas memberi lambaian dengan pelan dan malah terlihat kaku.
"Irene sayang...
apa kabar kamu nak?"
Suara mama Indira membuyarkan Irene hingga langsung menoleh ke arah mama Indira yang menghampirinya.
mama sendiri gimana,sehat?"
Irene pun langsung membalas sapaan calon mertuanya sambil meraih tangan mama indira dan menciumnya serta memeluknya.
Sementara Andra sedikit membungkukkan badan nya juga mengatupkan tangan ke arah Bu Ratna yang juga mengatupkan tangan saat menyapa Andra.
Bu Ratna belum bisa memberikan tangan nya untuk di cium Andra karena Andra belum resmi jadi menantunya,jadi status Andra saat ini bukan mahram untuk Bu Ratna jadi belum boleh bersentuhan.
Mereka pun duduk kembali di sofa yang disediain oleh pihak butik untuk di gunakan para customer yang datang jika sedang menunggu pesanan atau menunggu pelayanan.
"Indri gak ikut mah?"tanya Irene di sela mereka nunggu .
"Indri gak ikut kan dia ada kelas nanti jam sepuluh,jadi cuma mama sama Andra aja,lagian kan Indri dah tahu,dan ini cuma tinggal urusan kamu doang dan andra.
iyaa kan!"jawab mama Indira sambil melirik ke arah Andra yang duduk sendirian di sebrang mereka .
"Haloo semuanya...
apa kabar?
__ADS_1
duuh maaf yaa dah nunggu lama,
ini pesanan nya!"
Sapa seorang wanita dari dalam ruangan sambil mendorong boneka makenin yang di pakaikan baju pengantin.
Dan mereka yang mendengar sapaan tersebut langsung menoleh dan satu persatu bangkit dari duduknya dan menghampiri boneka manekin tersebut.
Terlihat baju pengantin yang di pasang di patung manekin itu sangat bagus terlihat,baju kebaya moderen perpaduan warna putih broken white(BW)di campur warna brukat silver dan cream serta balutan warna gold yang elegan.
"Waahh cantik sekali baju nya..
tapi kok cuma satu,bukan nya pesan dua kan buat akad nikah juga resepsi?"
Mama indira terlihat antusias saat melihat baju rancangan butik tersebut tapi sekaligus heran karena pelayan butik tersebut cuma membawa satu pakaian.
"Ini dua mama...
cuma dalam satu rancangan,karena Irena gak mau ribet kalo harus ganti-ganti baju,jadi ini konsepnya satu baju untuk dua acara!"Irene pun menjelaskan sambil membuka baju dari patung manekin tersebut,tapi agak kesusahan .
"Mbak tolong bantu bukain Doong!"pinta Irene pada mbak pelayan yang langsung di menuruti permintaan Irene dan setelah berhasil terlepas tapi tidak semua karena ternyata masih ada baju yang masih berada di patung tersebut,pelayan pun langsung menyerahkan ke irene.
"Naah gini mah model asli baju pengantin rancangan Irene..
ini yang di patung yang bentuk nya tangtop di tangan buat akad nikah ,nanti atasan nya ini pake rompi ini,tapi rompi nya ini gak begini cuma ini nya saja dan bawahan nya tetep pakai kain ,tapi setelah nanti resepsi,kain nya tidak dipakai tapi baju atasan kebaya nya ini di panjangin dengan warna sedikit gold dan rompinya ini juga di kasih lagi lapisan brukat warna gold juga.
kalo yang untuk akad nikah kan warna nya agak BW dan ceam gitu.
gimana mah...Bu...?!"
Irene menjelaskan dengan detil mengenai baju pengantin yang sedang di pegangnya pada semua yang ada di situ.
Semua hanya memperhatikan sambil mangguk-mangguk Serta sesekali meraba baju pengantin tersebut,begitupun Andra hanya jadi pemerhati tanpa bisa berkomentar,hanya hati nya saja yang bergemuruh,rasanya sudah tidak sabar ingin melihat Irene memakai baju tersebut di hari pernikahan mereka nanti.
"Di coba dulu Doong ren,biar tahu ini ukuran nya udah pas belum dengan badan kamu!"pinta Bu Ratna sambil menyodorkan baju yang sedang di pegangnya pada Irene.
"Iyaa kak,di coba dulu aja,biar yakin kalo sudah tidak ada perubahan lagi"pinta si mbak pelayan ikut mendukung permintaan Bu Ratna.
Irene melirik ke arah mama Indira yang hanya mengangguk tanda setuju,tapi saat Irene melirik ke arah Andra yang cuma di balas dengan gerakan bahunya yang seolah memberi kode terserah.
Irene hanya tersenyum dan melengos tapi meraih baju tersebut.
"Baiklah saya coba dulu yaa mbak..
Ayo mah...Bu...!
__ADS_1
kamu diem aja di sini,hihii!"Irene mengajak Indira dan Bu Ratna ke dalam tapi menunjuk Andra agar tetap di ruangan ini.
Andra pun mengangkat bahunya lagi dan duduk kembali di kursi setelah melihat ke empat perempuan itu masuk ke dalam.