Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
bahagia.


__ADS_3

"Makasih yaa ndri dah anterin kakak,...


Ayok mampir dulu biar kenalin sama Ibu!"ucap Irene setelah turun dari motor Indri dan berniat mengajak Indri mampir.


"Makasih kak,tapi maaf...Indri harus cepat pulang,soalnya besok kuliah dan belum ngerjain tugas,tadi kelamaan ngelayap sama ngerumpinya,hehee"balas Indri sambil nyengir.


"Huuh dasar...


yaa udah ,kamu hati-hati pulang nya.


daaahh...."ucap Irene sambil melambaikan tangan ke arah Indri yang sudah melajukan motor nya sambil membalas lambaian tangan Indri dengan tersenyum.


Irene pun melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan riang,entah kenapa hati Irene merasa bahagia setelah pulang dari rumah Indri,padahal banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang sikap keluarga Andra,tapi hati Irene sudah merasa tenang dan senang.


"Kamu tadi pulang di anterin siapa?"belum juga mengucap salam dan baru mau menyentuh gagang pintu,tapi tiba-tiba pintu sudah terbuka dan muncul sosok Ibunya dengan pandangan heran pada Irene.


"Ibu....bikin kaget aja,salam dulu atuh...


Assalamualaikum..."ucap Irene sambil meraih tangan Ibunya dan mencium punggung tangan nya.


"Waalaykumsalam..."balas sang Ibu akhirnya,dan balik badan melangkah di ikuti Irene yang sudah menutup pintu terlebih dahulu.


"Itu tadi siapa?"ulang Ibunya yang masih penasaran karena Irene belum menjawab pertanyaan nya.


"Itu tadi...temen baru kenal ketemu di jalan waktu mau ke rumah Asti,tadinya nanya alamat sekitar komplek sini,terus karena searah jadi diajakin nebeng yaa udah ikut aja"ujar Irene asal jawab setelah meneguk minuman setelah duduk di kursi meja makan.


"oohhh....kirain siapa,kok kayaknya kamu dah kenal lama,tapi kok ibu gak pernah lihat"


"Gak kok Bu...baru kenal cuma karena biasalah namanya juga cewek apalagi kalo umur gak beda jauh ,yaa gitu deehh"


"Yaa udah Bu,Irene mau mandi dulu,gerah...."dan Irene pun bangkit dari duduknya setelah minuman nya yang di ruang di gelas nya sudah habis.


"Yaa udah sana,ini juga udah mau magrib,bentar lagi ayah pulang,ibu juga mau nyiapin tuk nanti makan malam"

__ADS_1


Dan Irene pun melangkah masuk ke arah kamar nya,sementara Ibunya beberes di dapur.


"Ayah...boleh gak Irene kerja di kantor Ayah aja?"ucap Irene setelah mereka menyelesaikan makan malam tapi masih di meja makan.


"Yakin kamu...?


Di kantor Ayah cuma ada lowongan jadi marketing sayang,...


apa kamu gak sayang dengan ilmu akutansi yang kamu pelajari di kampus dengan waktu yang cukup lama!"tanya Ayah nya sambil memandang wajah Irene.


"in syaa Allah Irene yakin,


Yaa walau gak sesuai tapi untuk batu loncatan atau sekedar cari pengalaman kerja biar gak butek di rumah atau here nunggu lowongan yang sesuai pendidikan gitu yaah!"


"Ok kalo kamu yakin, Ayah seeh gak masalah,tapi kamu kerja nya jangan asal-asalan yaa...


harus semangat dan serius"ucap sang Ayah sambil mengangguk-angguk dan bangkit dari kursi makan nya serta mengusap kepala Irene sebelum meninggalkan nya untuk menuju ruang tengah.


Saat Irene hendak menuju pintu keluar rumah,tanpa sengaja Irene mendengar Ayah dan Ibunya sedang ngobrol di teras,dan sepertinya sedang membicarakan dirinya,tapi Irene tidak mendengar jelas apa yang di bicarakan tapi intinya yaitu tentang dirinya.


"Ekheemm......."Irene sengaja berdehem saat akan membuka pintu supaya orangtuanya nya tahu jika orang yang sedang di bicarakan ada di dekatnya.


Dan kedua orangtuanya pun langsung menoleh ke arah pintu serta menghentikan obrolan mereka.


"Mau kemana ren...."tanya Ibunya basa-basi untyk menutupi rasa grogi nya


padahal tahu Irene mau kemana.


Ini ibu mau buang sampah"sahut Irene sambil melangkah menuju pintu gerbang dan membuang bingkisan sampah ke tempat nya.


"Irene tidur duluan yaa Bu...!"ucap Irene saat Irene melewati kembali orang tuanya yang sedang Duduk di kursi teras tanpa menunggu jawaban dari orangtuanya.


Setiba di kamar Irene duduk diatas kasur nya,meraih ponsel nya dan membuka aplikasi galeri untuk melihat lagi hasil photo-photo saat di rumah indri.

__ADS_1


Irene tersenyum sendiri saat menggeser geser gambar yang ada di dalam galeri ponselnya.


Irene menaruh ponsel nya di atas balas dan mulai merebahkan tubuhnya tetapi matanya belum terpejam karena pikirannya masih menerawang ke kejadian hari ini,entah mengapa hati nya terasa tenang dan senang,apalagi saat tadi mamanya Indri melakukan video call dengan Andra,walau di depan mereka Irene terlihat malu padahal sesungguhnya Irene sangat senang saat melihat wajah Andra terlihat,ada debar yang tidak biasa dia rasakan saat Andra melihatnya walau sepintas.


Tanpa terasa mata Irene pun akhirnya terpejam dengan senyuman penuh arti dan penuh harap hingga jiwanya melayang ke alam lain bersama mimpi yang tentu dia inginkan menjadi kenyataan.


Irene terlelap begitu nyenyak hingga ketika suara ponsel nya berbunyi berulang kali pun Irene tidak bergeming,hingga pintu kamarnya di buka oleh Ibunya Irene masih tidak terbangun juga.


"Yaa ampun ternyata beneran tidur ni anak..."ucap Bu Ratna sambil mendekati ke tempat tidur Irene dengan pelan dan menutupi tubuh Irene dengan selimut.


Tapi saat Bu Ratna hendak menuju pintu kamar untuk keluar, tiba-tiba terdengar suara dari ponsel Irene,Bu Ratna berhenti sejenak untuk melihat reaksi Irene apakah terbangun atau tidak,tapi ternyata Irene tetap tidur dengan pulas,dan Bu Ratna pun mendekati arah suara dari ponsel Irene yang terletak di nakas,Bu Ratna meraih ponsel Irene dan terlihat nama 'andra'di layar ponsel Irene,


"Andra siapa ?"human Bu Ratna tanpa bermaksud menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut,hingga akhirnya ponsel tersebut berhenti berbunyi,dan Bu Ratna pun meletakan kembali ponsel Irene setelah mengaktifkan mode silent di ponsel Irene.


Bu Ratna pun melangkah ke pintu untuk keluar dari kamar Irene dan menutup kembali pintunya dengan pelan.


"Irene udah tidur Bu..."tanya Pak Galang sesaat setelah Bu Ratna duduk disampingnya .


"Udah...


seperti nya Irene capek banget,tidur nya pules gitu sampe ponsel nya bunyi berapa kali tapi dia gak kebangun juga"jawab Bu Ratna sambil merebahkan badan nya di pangkuan Pak Galang sambil memiringkan badan nya supaya bisa melihat ke arah televisi.


"memangnya siapa yang nelpon Irene malam-malam gini?"tanya Pak Galang penasaran.


"tadi seeh Ibu lihat nanya Andra tapi gak tahu Andra itu siapa,Irene belum pernah cerita.!"


"Oohhh....


mudah-mudahan gak ada yang Irene sembunyikan dari kita,karena Ayah lihat Irene kok seperti aneh gitu yaa.


Ibu ngerasain gak?"ucap Pak Galang sambil mengusap rambut Bu Ratna yang terbangun dari pangkuan nya dan duduk menghadap ke suaminya.


"Naahhh....itu yang sedang Ibu pikirkan!!"

__ADS_1


__ADS_2