Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
adik nya


__ADS_3

"Bu...Irene ke rumah Asty dulu yaa!"


ucap Irene saat keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi.


"Mau ngapain?


katanya mau ngelamar kerja?"tanya Bu Ratna heran.


"iyaa ini juga mau janjian ma Asty kapan jadinya kita ngelamar kerja"


"Irene...sini duduk dulu!"perintah Bu Ratna sambil menepuk kursi di sebelah Ibunya.


"Ada apa Bu?"tanya Irene heran.


"Ibu cuma mau tanya aja...


kemarin kemarin kamu semangat nanyain soal kerjaan ke Ayah,tapi tadi pagi kamu ngomongin nikah,dan sekarang mau ke rumah Asty nanyain ngelamar kerja...


sebenernya yang mana rencananya?"ucap Bu Ratna sambil memandang Irene dengan penuh keheranan setelah Irene duduk di samping Bu Ratna.


"Emmm...itu,hehee"Irene hanya nyengir malu-malu.


"ditanya kok malah bingung!"


"Irene juga belum pasti Bu,maunya Irene itu apa,..hehee..


kalo nikah boleh kan Bu..."


Irene malah menggelayut manja ke pundak Ibunya,sambil memegang dan memainkan tangan Ibunya.


"Boleh lah...masa Ibu larang!


tapi kalo boleh milih, Ibu pingin nya kamu ngerasain dulu bekerja sebelum menikah,biar kamu ngerasain susahnya cari duit,jadi bisa menghargai Ayah mu juga suami mu kelak..sayang!"ucap Bu Ratna sambil mengelus kepala anaknya yang tertutup jilbab.


Bu Ratna memang kalo ngomong itu nadanya ketus tapi itu karena aksen bicaranya yang gak bisa lembut,tapi kalo orang dan hati nya tentu baik dan sangat menyayangi anak semata wayang nya.


"Tapi... Ibu juga sadar,semua kembali ke takdir dari sang maha pencipta.


jika memang takdir anak Ibu harus menikah setelah lulus kuliah, Ibu bisa apa.


Ibu hanya bisa mendoakan serta merestui semua yang anak ibu lakukan jika itu masih di jalan Allah..."ucap Bu Ratna lagi sambil meraih kepala Irene agar berhadapan dan mengecup kening nya.


"Makasih yaa Bu...


Irene sayang sama Ibu!"ucap Irene sambil memeluk Ibunya dengan haru serta hampir terisak ketika mendengar pesan Ibu nya barusan karena Irene sadar jika dia sudah melanggar kepercayaan orangtuanya.


"Yaa sudah sana pergi...


nanti Asti nungguin lagi"ucap Bu Ratna sambil mengangkat wajah anaknya dan mengusap pipinya Irene .


"Iyaa Bu ...Irene pamit yaa


Assalamualaikum"ucap Irene sambil berdiri dan meraih tangan Ibunya dan mengecupnya.


"Waalaykumsalam...


hati-hati nak!"dan Bu Ratna pun menutup pintu rumah dan melanjutkan pekerjaan rumah nya.


Irene yang keluar gerbang rumahnya sambil melihat ponsel di tangan nya,terkejut ketika mendengar suara klakson motor juga motor yang berhenti di depan nya.


"Astagfirullah...."ucap Irene sambil sedikit melonjak dan mengusap dadanya.


Perlahan si pengendara motor membuka helm nya sambil tersenyum.


"Hallo kak Irene?"


"Siapa yaa...?"Irene yang masih belum reda kaget nya di bikin heran ketika pengendara motor itu menyapa dan tahu namanya .

__ADS_1


"masa kak Irene lupa?"


"Hhmm....


siapa yaa,...kayak siapa tapi lupa yaa"ujar Irene sambil mengetuk-ngetuk bibir nya dengan jari tangan nya seperti sedang mengingat-ingat.


"Iyaa kak...


kita memang baru sekali ketemu tapi aku ingat kok kalo kakak itu kak Irene...


mau kemana kak?"


"Oohhh....


masa...?


kok aku gak ingat yaa"balas Irene sambil nyengir.


"Yaa udah kalo gitu kita kenalan lagi aja kak...


kenalin namaku Indri!"ucap gadis itu sambil mengulurkan tangan nya mengajak Irene salaman.


"Indri?...


kok kayak pernah denger yaa?"


ucap Irene tapi tetap menyambut uluran tangan Indri.


"Kakak mau kemana,?


Tukul Indri anterin!"


"Mau ke rumah temen,...


kok kamu mau nganterin aku,memangnya kamu tadinya mau kemana?"Irene makin heran.


ya udah yuuk kak naik!"


Irene yang masih ragu dan bingung tapi akhirnya naik.


"nanti kasih tahu aja arah jalan nya yaa kak!"


"Iyaa..."


Dan motor pun melaju,sesekali Indri ngajak ngobrol Irene tapi Irene hanya menjawab sekedarnya karena pikiran nya masih memikirkan tentang siapa gadis ini sebenarnya,dan pernah ketemu dimana,kok gadis ini bisa tahu namanya.


"Stop...stop...


udah disini rumahnya.!"


Dan motor pun berhenti.


"Di sini rumah nya kak?"


"Iyaa...ini rumah temen ku yang namanya Asty"jawab Irene sambil turun dari motor.


"Makasih yaa kamu dah nganterin,terus kamu sekarang mau kemana?"tanya Irene setelah turun dari motor.


"Indri boleh ikut mampir gak kak?


habis nya di rumah bete,kakak kan lagi gak ada,mama pergi arisan,papa juga kerja,jadi di rumah bingung mau ngapain?


temen-temen lagi pada ke kampus,sedangkan aku lagi gak ada kelas di kampus nya"ujar Indri sambil mengerucutkan mulut nya seperti sedang kesal.


"Oohhh gitu...


yaa udah deech ayok,!"ujar Irene setelah tadi rada mikir dan ada rasa kasihan pada gadis itu.

__ADS_1


Dan Indri pun tersenyum.


"Makasih yaa kak"


"Assalamualaikum...Asti ,Asty 'teriak Irene sambil menekan bel yang ada di samping pintu gerbang Asty.


Setelah berkali-kali teriak mengucap salam,akhirnya pintu gerbang terbuka dan munculah Asty sambil membalas salam.


"Waalaykumsalam ...


sorry,gue tadi lagi di kamar mandi...


eeh ...lu sama siapa!?" sahut Asty sambil melirik dan menunjuk ke arah Indri.


"Hallo kak...


kenalin namaku Indri"ucap Indri sambil mengulurkan tangan ke arah Asty yang meliriknya,dan Asty pun menyambut uluran tangan Indri.


"Asty....


Ayo masuk!"ajak Asty sambil membuka gerbang lebih lebar supaya motor Indri bisa masuk.


Setelah menutup pintu gerbang mereka langsung ke ruang tengah tempat mereka biasa ngobrol .


"Yook duduk"ajak Asty yang melihat Indri masih berdiri sambil memperhatikan keadaan,sementara Irene sudah duduk terlebih dahulu tanpa di suruh.


"lu sama siapa dirumah!?"


"Ada mami...tapi lagi keluar sebentar katanya,mungkin ke warung tetangga beli sayur".


"Abang lu...?"


"Abang gue yaa kerja lah...!"


"Ehh...sorry,Indri ini siapa?


temen baru lu?"ujar Asty yang tersadar kalo Irene bawa orang lain yang hampir di lupakan,karena kebiasaan mereka jika udah ketemu langsung ngobrol tanpa basa-basi.


"Hhmmm...."


"Aku calon Adek ipar kak Irene!"sahut Indri dengan cepat sebelum Irene meneruskan ucapannya,yang memang Irene pun bingung mau ngenalin Indri itu siapa.


"Apa....?!"


"Haahh?!


Asti dan Irene hampir bersamaan teriak saking kaget nya.


Asti langsung melirik ke Irene yang sedang melongo tidak percaya dan bingung dengan ucapan Indri,sementara Indri terkekeh malu melihat reaksi Irene dan Asty.


"Beneran ren...


jadi ini yang lu bilang mau cerita tentang cowok lu,tapi lu sekalian bawa adeknya!"


"eemm....


gak...


aduhh"Irene bingung sendiri,tapi justru Irene jadi teringat tentang siapa gadis yang bernama Indri itu.


"Jadi kamu....???"


...*****...


sorry reader...kalo bab sebelum nya double ,itu bukan kesengajaan tapi muncul sendiri.


terima kasih buat yang masih mau membaca karya amatiran ku ini.

__ADS_1


__ADS_2