
"Assalamualaikum..."!
"Waalaykumsalam...!
haaiii...
apa kabar?!"balas Bu Ratna ketika membukakan pintu saat terdengar orang memberi salam yang ternyata itu Indira juga Indri.
"Alhamdulillah baik jeng...
jeng Ratna sendiri gimana?"
Mereka pun saling cipika cipiki
"Alhamdulillah baik juga
mari silahkan masuk!
Indri kamu sehat nak?"tanya Bu Ratna saat Indri mencium punggung tangan nya.
"Alhamdulillah sehat Tante.
kak Irene ada Tante?"
"Ada...dikamar.
sana,langsung aja masuk ke kamarnya!"
"Makasih Tante..permisi!"
Dan mereka pun masuk beriringan,tapi Indri memisahkan diri langsung menuju arah kamar Irene,sedangkan Bu Ratna dan mama Indira menuju ruang keluarga.
"Disini aja yaa jeng,biar lebih santai.
tapi maaf yaa,cuma beginilah rumah kami,mungkin tidak sebagus dan senyaman rumah jeng Indira"
"Iyaa gak apa-apa jeng!
gak ada masalah kok,ini juga sangat nyaman!"
mereka pun duduk di kursi,tapi Bu Ratna bangkit lagi.
"Sebentar yaa jeng,saya buatkan minum dulu,maaf saya gak punya ART,jadi saya yang nyiapin.!"
"Santai aja jeng Ratna,gak usah repot-repot!"
"Gak kok,bentar yaa saya tinggal dulu!"ucap Bu Ratna sambil berlalu ke arah dapur meninggalkan mama Indira yang duduk di sofa.
"Assalamualaikum Tante,apa kabar!"terdengar suara Irene yang menghampiri Tante Indira di iringi Indri dari belakangnya.
Irene pun mengalami Tante Indira,mencium punggung tangan nya dan mereka pun cipika-cipiki.
"Baik sayang ..
kamu sendiri gimana,sehat?"
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat Tante!"jawab Irene sambil melepaskan rangkulan.
"kak kita ke kamar lagi yuuk...
kita ngobrol yang lain aja,di sini biarin emak-emak aja,mereka pasti ngobrolin yang urusan tua-tua deech!"bisik Indri yang duduk di sebelah Irene sambil mencolek lengan Irene dan melirik mamanya.
"Yaa udah sana,kalian ngobrol urusan anak muda ,mama ngobrol sama mamanya Irene tentang urusan yang tua-tua,
udah sana!"ucap mama Indira sambil.memgibaskan tangan seolah mengusir kedua gadis tersebut.
"Yuuk kak!"Indri menarik tangan Irene.
"Ini beneran ga pa pa Tante kalo Irene tinggal!"Irene bingung sambil setengah bangkit dari duduk matanya melirik ke arah Indri dan Tante Indira bergantian.
"Iyaa gak apa apa...
lagian mama juga perlunya sama Ibu kamu,tapi Indri pingin ikut"
"Yaa udah Tante,kalo gitu Irene tinggal yaa Tante,
naah itu Ibu datang,permisi Tante!"Irene pun berlalu meninggalkan Tante Indira berbarengan Bu Ratna datang membawa minuman juga makanan ringan,tapi matanya sekilas melirik ke arah Irene yang berjalan menuju kamarnya bersama Indri.
"Silahkan di minum jeng!
maaf cuma ala kadar nya!"
"Iyaa jeng makasih"sambil tangan nya meraih cangkir yang berisi minuman teh dan meminumnya seteguk.
"Kenapa mereka jeng?"tanya Bu Ratna sambil wajahnya ke arah Irene dan Indri .
"Oohhh...
jadi ada apa niih jeng,kok tumben sempat-sempatnya kesini,padahal pasti jeng Indira sangat sibuk yaa,secara jeng Indira kan istri seorang pengusaha sukses!"
"Akhh jeng Ratna bisa saja,
yaahh...kalo sibuk yaa sibuk tapi demi anak,saya ini pasti di sempatkan dan di usahakan untuk bisa tidak sibuk,hehehe!"
"Alhamdulillah...
jadi kita mau bahas apa niih!?"Bu Ratna mengusap dadanya ,terharu mendengar ucapan calon besan nya tersebut.
"Jadi gini lhoo jeng...
Pasti Irene udah cerita kan yaa,soal kemarin kita pergi kemana saja,?"!"
"oohhh iyaa yaa yaa"Bu Ratna mengangguk-anggukan kepala setelah mendengar ucapan Indira ,dia mulai paham arah maksud tujuan pembicaraan tersebut.
"Jadi gimana jeng,apa sudah di tentukan,mau pakai gedung yang mana?!"
"Hhhmmm....
oke..oke.."
Dan mereka pun terlihat ngobrol serius sambil sesekali memperlihatkan gambar di ponsel,mama Indira pun mengeluarkan beberapa kertas brosur dari dalam tas nya,dan saling komen dan memberi pendapat masing-masing.
__ADS_1
"Bu..Irene pamit ke rumah Asti dulu yaa sama Indri!"terdengar suara Irene yang menghampiri mereka bersama Indri di tengah obrolan mereka,dan otomatis mereka pun menghentikan obrolan dan menengok ke arah Irene yang sudah rapi di temani Indri.
"boleh gak mah?"tanya Indri agak terdengar keras suaranya karena mama nya belum juga memberikan jawaban.
"Iyaa boleh!"jawab kedua Ibu tersebut hampir bersamaan sambil berpandangan dan tertawa setelah kedua Ibu tersebut sadar jika mereka menjawab serempak.
"Makasih mama"Indri pun mencium tangan mama nya dan juga Bu Ratna,begitupun Irene mencium tangan Ibunya setelah itu beralih ke Tante Indira.
"Assalamualaikum!"Indri dan Irene mengucap salam secara bersamaan sambil.membuka pintu ke arah luar.
"Waalaykumsalam"jawab kedua Ibu tersebut sambil geleng-geleng.
"Yuuk jeng kita lanjutkan!"ajak Bu Ratna,dan mereka pun melanjutkan pembicaraan serta diskusi masalah persiapan pernikahan anak-anak mereka.
Sementara Irene dan Indri langsung menuju tempat kerja Asti karena tadi Irene sudah menelpon Asti, kalau Asti ternyata sedang berada di tempat kerja nya yaitu di showroom mobil milik ayah Asti.
"Hallo Irene ,Indri selamat datang di showroom mobil kami,silahkan masuk dan silahkan pilih mau mobil yang mana?
Hahaha..."sambut Asti sambil tertawa ngakak dengan ucapan nya sendiri saat menyambut Irene dan Indri di tempat kerjanya.
"Dasar alay Lo.."Irene menoyor kepala Asti sambil ikut ketawa dan mereka pun berpelukan.
"Jadi gini kerjaan Lo tiap hari?"tanya Irene lagi sambil matanya mengitari sekeliling ruangan showroom mobil milik ayah Asti.
Begitupun juga Indri yang hanya diam saja tapi matanya tetap memindai seluruh ruangan bahkan sempat menyentuh mobil-mobil yang mereka lewati saat mereka ingin menuju ruangan Asti.
"Gak lah...
itu mah kerjaan marketing,gue sering denger aja kalo mereka suka ngomong begitu kalo nyambut pelanggan.
Yuuk masuk ke ruangan gue!"ajak Asti mengarahkan kedua teman nya untuk mengikuti langkah dia ke sebuah ruangan.
"Gaya Lo...
sekarang dah punya ruangan kerja yaa Bu,hahaha"ledek Irene sambil ngakak.
"Iyaa Doong,walau pun kerja sama bokap tapi harus profesional Doong!"
"Oke lah terserah Lo aja!"irene hanya mengikuti saja langkah Asti menuju ruangan nya yang cukup jauh jaraknya dari pintu showroom tadi,mereka melewati beberapa ruangan lain,hingga tiba-tiba salah satu pintu ruangan terbuka dan keluar dua orang laki-laki beda generasi.
"Irene ...
kok tumben kesini,
itu sama siapa?"tanya laki-laki yang lebih muda menyapa Irene yang berjalan bersama Asti juga teman yang di bawa Irene.
"iyaa kak,lagi kangen aja sama Asti,kan dia sekarang sibuk,makanya datang kesini.
Ooh iyaa kak,ini kenalin temen baru kita,namanya Indri. .
Indri ,kenalin ini kak Adi kakaknya Asti dan itu ayah nya Asti
hallo oom,kenalin ini Indri,teman baru kita!"
Dan Indri pun mengulurkan tangan menjabat tangan lelaki yang ternyata Adi kakaknya asti yang memandangnya,setelah itu beralih ke arah lelaki paruh baya yang ternyata Ayahnya asti.
__ADS_1
Begitupun Irene juga ikut menyalami mereka berdua.