Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 1(Pertemuan pertama)


__ADS_3

Indah menyisir rambut pendeknya, berdiri di depan cermin, sambil memoleskan sedikit bedak dan pelembab bibir. Usianya sudah 19 tahun, kini dia duduk di bangku kuliah semester pertama.


Sebuah panggilan dari handphone, membuat Indah menghentikan kegiatan mempercantik dirinya itu. Di raihnya handphone tersebut dan menjawab panggilan dari bundanya.


" Halo Bunda"sapa Indah dengan suara khas jawanya.


" Nduk, Ibu sudah transfer biaya kuliahnya, nanti coba cek ya Nduk! " balasan suara dari handphone nya.


" Nggeh (iya) Bunda" jawab Indah , dan panggilan mereka berakhir.


Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah setelah Ospek. Indah sudah rapi dengan penampilannya, dan sudah siap juga dengan buku pelajaran , juga sudah mempelajari materi kuliah yang hari ini akan di ajarkan. Dengan santai Indah keluar dari kamar kost, sambil menenteng sepatu barunya.


" Sher... bangun woy.. udah pagi" teriak Indah sambil mengetuk pintu kamar teman di sebelah kamarnya. Kemudian berganti mengetuk kamar sebelah kamar temannya lagi, lagi dan lagi.


" Tik... udah pagi..bangun!!., Ambar,... Dita... bangun!!"Teriak cewek berpenampilan tomboy itu, karena rambutnya pendek dan tidak suka memakai rok ataupun dress.


Kebiasaan Indah selalu bangun pagi sebelum subuh, diantara teman teman se_ kost nya, Indah paling rajin dan pintar. Tetapi Indah punya sifat yang pemilih, dan tidak suka dengan hal hal yang kotor apalagi orang yang pemalas.


***


Indah keluar untuk berangkat ke kampus, tetapi sebelum itu, dia sempatkan untuk sarapan di warung depan tempat kost nya.


" Nasi rawonnya satu bu, sama teh manis" ucap Indah memesan menu sarapan favorit nya. Tak lama kemudian, nasi rawon sudah berada di hadapan gadis itu. Indah segera menyendoknya dengan menikmati sarapan pagi yang begitu sempurna. Itulah yang Indah selalu ingin lakukan, kesempurnaan hidup. Bahkan dalam impiannya pun Indah sudah merencanakan ingin memiliki suami dan kehidupan rumah tangga yang sempurna.


" Nasi ayam nya satu bu, sama susu kental manis segelas "


Sebuah pesanan yang membuat Indah tersedak. Diambilnya minuman yang ada di samping, lalu meneguk dengan hati hati. Ternyata minumannya masih panas, Indah menjatuhkan minuman itu begitu saja, dan alhasil mengenai baju putih yang dia pakai.


" Auu.. " teriak Indah kaget dan kesakitan saat air teh panas itu menyiprat sedikit punggung tangan. Untungnya gelas tempat air teh itu tidak pecah, karena terbuat dari plastik.


" Astaga, bajuku..!!" lanjut Indah, sekarang panik.


" Ada tissu atau lap bu? " Indah bergegas meminta lap kain ataupun tissu untuk mengurangi air yang tembus ke bajunya, supaya noda air itu tidak melebar.


Ibu warung segera mengambilkan lap bersih, dan memberikannya kepada Indah. Indah segera mengelap bajunya, dengan wajah memelas.


" Oh Tuhan... bajuku.. " gumamnya sesal .

__ADS_1


Sementara seseorang di sampingnya diam saja, memandangi dengan rasa iba, sembari meneguk susu hangat dan menyelingi menyuapkan nasi untuk dirinya sendiri ke dalam mulut.


" Aduh... gimana nih.. bajuku.. " keluh Indah bingung dan panik.


" E.. bu,.. e.. aku ke kost an dulu ya, ganti baju, ini nasinya biarkan saja, aku belum selesai memakannya. " ucap Indah kemudian, terlihat kebingungan. Gadis itu kemudian berlari masuk ke kost kost an belakang warung itu.


Sementara pria di warung itu telah selesai makan, dan segera membayarnya.


" Wah.. belum ada kembalian Mas, maklum masih pagi " ucap Ibu warung, sembari mau mengembalikan uang seratus ribuan kepada pria itu.


" Waduh.. saya juga buru -buru bu, mau mengantarkan barang", balas pria itu. Ibu warung nampak bingung, pamali jika dia menghutangkan di saat baru saja memulai jualan, bisa bisa seharian dia gak dapat uang.


" Em... ya udah, uangnya biar di ibu dulu, besok buat saya sarapan lagi. " ucap pria itu, menyelesaikan masalah.


" Makasih ya Mas,... makasih banyak lho... " ucap pemilik warung itu kemudian.


Anak muda itu segera pergi, dengan mengendarai sepeda motor bututnya. Namanya Bagus, Made Bagus Sajiwo. anak keturunan Bali dan Jawa. warna kulit sawo matang, dan dia tipe cowok cuek dalam penampilan. Rambut gondrong dan kadang-kadang malas mandi.


***


Indah kembali ke warung dengan baju putih yang lain, dan itu dia pinjam dari Sherly, teman kostnya.


" Lho kok gak jadi makan disini Neng? " tanya Ibu warung itu, yang namanya Bu Indah juga.


" Saya udah telat bu, sebentar lagi kuliah saya akan di mulai. " balas Indah, sambil masih sibuk membenarkan penampilannya yg masih kurang rapi.


Indah mengambil nasi rawonnya yang sudah di letakkan dalam wadah. Dan segera naik ke motor Scopy merahnya. Jarak dari kost ke kampus dapat di tempuh dalam waktu 15 menit, dan menurut nya Indah akan bisa mengejar waktu itu dengan menaiki motor agak cepat. Tetapi di tengah jalan, Indah yang terburu buru menabrak seorang nenek penyapu kampus.


" Oh Tuhan... nenek mboten nopo nopo nggeh? "( Nenek tidak kenapa kenapa kan) Indah secara spontan berbicara dalam bahasa jawa karena terlalu panik ,terkejut dan juga takut. untunglah Nenek itu hanya terkejut, dan terjatuh dengan sendirinya. Akhirnya Indah berhenti dan menolong Nenek itu untuk bangun, lalu membawanya ke tepi jalan.


Mata Indah terus melirik jam tangannya, ketika membantu Nenek itu duduk. Ingin rasanya dia kabur meninggalkan nenek itu, sebab waktu menunjukkan kurang 5 menit lagi mata kuliah akan di mulai. Indah bingung, sebaiknya bagaimana, apakah dia harus merelakan tidak ikut mata kuliah kali ini. Lantas yang dia lakukan apakah sia sia saja?. Bathin Indah sedih.


Ternyata Ibu penyapu itu sedaritadi memperhatikan wajah Indah yang kebingungan. Ibu itu lantas mencoba berdiri, walaupun sambil menahan rasa sakit di persendiannya.


" Eh.. " Indah terkejut, ternyata sang Ibu bisa berdiri.


" Ibu tidak apa apa? " tanya Indah khawatir dengan keadaan nenek yang dia tabrak.

__ADS_1


Ibu penyapu memaksakan senyum, daripada meringis menahan sakit. Kakinya memang sudah sering sakit, apalagi kalo kelamaan berdiri ataupun duduk.


" Ibu tidak apa apa Nak, kayaknya kamu terburu buru, tinggalin saja , Ibu gak apa apa kok" ucap Ibu itu memaklumi keadaan Indah.


Indah tersipu malu, tapi hatinya juga lega, tapi dia merasa tak enak hati, jika meninggalkan Ibu ini begitu saja. Indah ingin bertanggung jawab atas kemalangan Ibu ini yang di sebabkan olehnya.


" e... gimana.. e... " Indah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Udah sana... nanti kamu terlambat masuk kuliah! " lanjut Ibu itu, memaklumi dan mengikhlaskan kemalangan nya.


"Oh.. gitu, iya.. bu, makasih banyak ya bu... saya pamit dulu, assalamu'alaikum" balas Indah dengan perasaan lega sekaligus terburu-buru. Gadis itu langsung meluncur ke kampus mengejar waktu.


Sampai di kampus, Indah sembarangan memarkir sepeda motor nya. Dia bergegas masuk sambil berlari. Dia terlambat tapi Dosen memaafkannya. Saat duduk Indah menghela nafas lega, akhirnya semua bisa terkondisikan dengan baik.


***


Indah mengipasi wajahnya setelah mata kuliahnya selesai. Hari ini ada dua mata kuliah yang harus dia ikuti.


" Indah, kamu di cari seseorang tuh di luar? " teman kampus masuk dan memberitahu Indah.


" Siapa sih, dan ada apaan mencari saya? " sahut Indah, dengan rasa penasaran atas orang yang mencarinya.


Indah keluar dan menemui seseorang yang sudah menunggunya di depan kelas. Seorang cowok dengan rambut gondrong, wajahnya kucel, matanya merah, dan sedikit kumis tipis. Tetapi cowok itu memiliki tubuh yang tinggi dan ideal.


" Kamu yang namanya Indah? " tanya cowok itu.


" Iya betul, ee.. ada apa ya mencari saya? " lanjut Indah dengan sedikit risih melihat penampilan cowok itu.


" Aku Bagus, mahasiswa semester 3, motor kamu scopy merah itu dengan nomor xxxxx itu kan? " tanya Bagus dengan tampang tidak senang.


" Iya, memang kenapa dengan motor saya? " tanya Indah lagi. Indah sedikit takut, jangan jangan dia polisi atau anaknya Ibu penyapu itu yang dia tabrak dan ingin menuntut nya. Dahi Indah mulai berkeringat.


" Ayo lihat sendiri! " Ucap Bagus, sembari menarik tangan Indah, menyeret dan membawanya ke tempat parkir.


Indah terkejut, sebenarnya apa yang telah terjadi.


(bersambung)

__ADS_1


***


__ADS_2