
"Sudah kau antarkan dompet itu? " tanya pemuda gondrong yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan balutan handuk dari pinggang ke bawah. Rambutnya basah dan wajahnya sekarang terlihat lebih segar.
" Sudah" jawab Arman yang sedang asyik memainkan game di budget sambil tiduran diatas sofa.
"Oke makasih" balas pemuda gondrong itu, lalu masuk ke kamarnya.
Tak berselang lama, pemuda itu keluar dengan celana kolor dan kaos bergambar Merlyn Monroe lalu duduk di samping Arman.
" Tadi gimana, kok sampai ketemu gadis tomboy itu? " tanya Arman.
"Panjang cerita nya, sudah lah males ngebahasnya. " Jawab Bagus.
"Sabar ya, mungkin belum rejeki kamu hari ini! " ucap Arman, sembari berdiri dan menepuk bahu kanan Bagus, lalu berjalan sedikit dan membuka kulkas mengambil air mineral di botol.
Bagus rebahan di sofa , kakinya yang panjang di selonjorkan dan melebihi sedikit panjang Sofa. Tinggi Bagus 181cm, memiliki badan sedikit besar dan tegap.
"Aku sampai gak tidur semalaman ngerjain 4 buah aquarium itu Ar, dan semua sia sia gara gara gadis itu, brengsek emang, kalo saja laki laki,udah ku pukul dia" ujar Bagus dengan sangat kesal.
"Sudah lah, semuanya juga udah terjadi, tapi gadis itu mau ganti rugi kan? " tanya Arman sembari berjalan mendekat ke Sofa.
Bagus mengubah posisi menjadi duduk sembari menyisir rambut nya dengan tangan. Arman kemudian duduk di sebelahnya.
" Iya" jawab Bagus.
" Trus kenapa tadi kamu balikin dompetnya, dan utuh lagi, kenapa kamu gak ambil uangnya dulu? " lanjut Arman.
" Aku masih mau ngerjain dia" balas Bagus sembari tersenyum miring, membayangkan wajah Indah yang jutek dan kesal.
Arman terkejut, lalu menoleh menatap wajah Bagus yang tersenyum miring.
***
Pagi telah tiba, seperti biasa, Bagus pergi sarapan di warung depan kost kost an Indah, karena warung itulah satu satunya yang terdekat dengan kost kost an nya juga.
Bagus memainkan phonsel sembari menyeruput menikmati segelas susu hangat . Hari ini rencana Bagus setelah kuliah, akan berbelanja bahan bahan untuk membuat Aquarium, seperti kaca, lem dan hiasan yang biasanya ia taruh dalam Aquarium buatannya.
Tak berselang lama, Indah datang dengan penampilan yang rapi serta memakai helmnya. Indah terkejut melihat Bagus sudah duduk manis di warung langganan nya itu.
" Kamu? " ucap Indah ketika melihat Bagus. Bagus tersenyum sekilas, sudah tahu kalo Indah bakalan sarapan pagi di warung ini.
Indah kemudian duduk, dan memesan bubur ayam pagi ini, tanpa melepas helm nya.
" Bubur ayamnya satu bu, sama teh anget" ucap Indah.
" Tumben sarapan bubur Neng" ucap pemilik warung sembari me_ngelap mangkok.
" Hehehe..., iya bu, biar cepet habisnya. " jawab Indah.
" Nanti gak kenyang kalo hanya makan bubur Neng" balas bu Indah penjual di warung itu.
" Gak kok bu, jam istirahat nanti makan lagi di kantin kampus. " balas Indah.
Indah sedikit melirik ke Bagus, pria itu sedang meminum susu nya.
Seketika Indah tertawa sembari menutupi mulutnya.
Mata Bagus meliriknya, karena tau, Indah sedang mengejeknya.
" Kenapa, ada yang lucu? " ucap Bagus dengan sedikit tersinggung.
Indah terhanyut dalam tawanya,tangannya masih menutupi mulut, kemudian Indah berhenti tertawa walaupun belum sepenuhnya berhenti mendengar ocehan Bagus.
__ADS_1
" Gak.. gak ada.. hehemmmmmmm... "
" Emang salah kalo aku minum susu? " Sahut Bagus, karena dia tahu.
"Ini buburnya Neng" Bu Indah memberikan pesanan Indah.
Indah menerima mangkok itu dan menaruhnya di meja, lalu mulai menyantap bubur ayam tersebut.
" Helm nya gak di lepas dulu Neng? " tanya Bu indah.
" Ndak Bu, soalnya takut telat bu. "jawab Indah.
" Eh.. ada belalang makan bubur " ucap Bagus, sengaja mengejek Indah, sembari menahan tawanya.
Indah tersentak, menelan bubur pun serasa susah.
" Gak lucu kali" sahut Indah.
" Siapa yang mau ngelawak? " balas Bagus.
" Kamu tuh, bayi besar" sahut Indah.
Bagus tersenyum , merasa konyol saling berbalas ejekan seperti anak kecil. Bagus kemudian berdiri setelah menghabiskan susu hangatnya.
" Minum susu pagi hari itu sehat,tapi.. lebih sehat lagi kalo minum susu kamu.. "Ucap Bagus kemudian keluar dari warung sambil menahan tawanya.
Indah tersedak mendengarnya, segera dia minum teh yang di pesannya tadi.
" Kurang ajar, Dasar mesum" Indah mengumpat lirih.
Pemilik warung tertawa ringan , melihat tingkah dua anak muda itu.
" Sudah neng, jangan di ambil hati" ucap Ibu Indah tersebut.
" Orang mesum dia bu,.. oh iya, berapa semuanya bu? ucap Indah selanjutnya, sambil merogoh saku belakang celana jeans nya.
" Udah di bayarin sama Mas tadi Neng. " jawab pemilik warung yang namanya sama dengan nya.
" Lho.. ya udah makasih Bu" ucap Indah sedikit terburu buru. Indah bergegas keluar dari warung dan lagi lagi terkejut, sebab Bagus sudah duduk di sepeda motor nya.
" Eh.. minggir minggir... ini sepeda motor gue" Indah mengusirnya duduk. Dan berbicara ala betawi.
" Gak akan" jawab Bagus, tidak mau beranjak pergi.
" Cepetan minggir, nanti aku telat! " teriak Indah dengan kesal.
Bagus berdiri lalu mendekati Indah dan menyodorkan tangannya, kemudian berkata,
" Mana kontak nya, Aku yang boncengin kamu! "
" Eh.. apa apaan? " jawab Indah balik bertanya.
" Kamu masih harus tanggung jawab atas kejadian kemarin" jawab Bagus lugas.
" Oh.. my God " balas indah sembari menepuk wajahnya.
" Buruan, mana kontaknya? " sahut Bagus, memaksa Indah memberikan kontak motornya.
Dengan terpaksa Indah menurut perintah Bagus, lalu naik ke belakang, membonceng menuju kampus.
***
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju kampus, dengan kecepatan standar Bagus melaju.
" Males banget tau gak, harus berurusan sama kamu, apalagi harus deket dekat sama kamu" ucap Indah.
Bagus melirik sekilas ekspresi wajah Indah melalui kaca spion.
" Sama, aku juga males sama kamu" Balas Bagus tak kalah judes.
" ih.. " terlihat wajah Indah dalam spion, kesal lalu menghela nafas kasar, matanya sekilas melebar.
Bagus cuek dengannya, dan masih terus melaju dengan serius karena sebentar lagi jam kuliah nya juga mulai.
" Untung kamu udah mandi, kalo gak aku langsung turun" balas Indah masih terlihat kesal.
Tiba tiba motor di rem secara mendadak oleh Bagus, seketika Indah mencium punggung bagus sampai hidungnya menekan punggung itu.
" Auww... " pekik Indah Kaget.
Bagus tersenyum puas mengerjai Indah.
" Sialan, kenapa berhenti mendadak? " tanya Indah dengan kesal sekali.
Kemudian motor melaju lagi, dan tak lama kini telah tiba di depan kampus mereka.
Bagus langsung menuju tempat parkir. Motor berhenti dan Indah segera turun.
" Sorry, tadi ada orang menyebrang jalan" ucap Bagus dengan santainya.
Indah mendengus, Bagus menahan senyum melihat ekspresi Indah yang teramat kesal. Pria itu kemudian turun dan memberikan kunci motor ke Indah.
" Ingat ya, kamu harus jemput aku nanti! " ucap Bagus selanjutnya kemudian melenggang sambil bersiul.
" iihh... sialan... " Indah merutuki nya.
" kenapa sih.. aku harus bertemu dia? " lanjut Indah kini merutuki dirinya sendiri.
***
Jam kampus selesai, Indah menunggu Bagus di parkiran.
" Lama banget sih" Gadis itu mengeluh karena Bagus tak kunjung tiba.
Matanya terus melihat ke Mahasiswa yang mulai keluar dari kelas dan mereka mengambil sepeda motornya di tempat parkir.
Indah melihat Arman keluar dan pria itu menghampiri nya.
" Eh.. kak Arman. " sapa Indah pada pria itu. jantung nya sedikit berdebar, dia masih canggung dengan pria yang mirip dengan mantan idolanya itu, yaitu Fahri.
" Halo Indah, apa kabar? " tanya Arman berbasa basi.
" Baik kak" jawab Indah, terlihat Arman memakai almamater berwarna putih. dan setaunya Almamater itu adalah milik jurusan kedokteran. Indah jadi penasaran dan dengan sedikit canggung bertanya pada Arman.
" Ehm... kak Arman kuliah jurusan kedokteran ya? " tanya mahasiswi jurusan bisnis semester pertama itu.
" Iya,... aku dan Bagus mahasiswa kedokteran. " jawab Arman tanpa ragu.
Indah sekilas melongo.
" Ooooh.. " gadis itu membeo.
( bersambung)
__ADS_1
***