Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 7 ( Bermalam di Rumah sakit)


__ADS_3

" Maaf, tolong minggir ... ! " ucap seseorang ,membelah kerumunan yang sedang mengerumuni gadis yang tergeletak tak sadarkan diri di tepi jalan.


Orang itu langsung membopong gadis itu ke dalam mobil, kemudian meminta bantuan orang-orang yang masih ada di tempat kejadian itu untuk mengangkat sepeda motor Indah ke dalam bak terbuka ,mobil yang sedang ia bawa. Pria gondrong yang entah bagaimana, selalu terkait takdir dengannya itu datang menolongnya. Ya.. dia adalah Bagus ,yang baru saja akan pulang, setelah ikut pameran di jogja, dan melintas di jalur dimana Indah kecelakaan.


Darah mengalir pelan, di sebelah sudut kanan dahi Indah. Helm bergambar " Super Sonic" masih melekat dikepala gadis itu. Celana jeans nya robek di bagian lutut, juga terdapat luka memar di sana, ketika Bagus mengamati bagaimana keadaan Indah saat ini. Terlihat mengenaskan dan menyedihkan. Bagus kemudian membuka helmnya, masih ada bekas air mata mengalir dari kedua mata gadis tomboy itu. Mungkin gadis itu menangis merasa kesakitan ,dikala dia tadi masih dalam keadaan sadar ,ketika kecelakaan itu dialaminya. Bagus mempercepat laju mobilnya, mencari rumah sakit terdekat.


Setelah melintas 4km, akhirnya ada sebuah Rumah sakit. Pria itu cepat -cepat berbelok, lalu memanggil perawat yang ada di tempat resepsionis untuk segera membantu membawa Indah masuk. Indah di angkut ke ruang IGD ,dalam keadaan tak sadar kan diri, wajah bagus sangat tegang, pria itu panik sekaligus takut.


Setelah 2 jam setengah , akhirnya Dokter dan perawat yang menangani bagian IGD ,keluar dari ruangan, ruangan yang sudah menjadi saksi, dimana hilangnya banyak nyawa manusia , akibat peristiwa maut yang menimpa mereka.


Bagus nampak khawatir, segera dia berdiri, kemudian bertanya pada Dokter yang menangani Indah tadi.


" Bagaimana keadaan teman saya Dokter? " tanya pria itu, dengan wajah panik.


" Alhamdulillah, pasien hanya mengalami luka ringan, dan tidak mempengaruhi organ apapun. " jawab Dokter dengan tenang menjelaskan.


" Terima kasih Dokter " jawab Bagus, yang kemudian nampak lega. Bagus segera masuk menengok Indah yang masih memejamkan mata. Masih ada perawat di samping yang sedang merapikan balutan perban di kepala Indah.


Bagus tersenyum dan mengangguk, ketika perawat itu selesai dan akan meninggalkan ruangan. Di pandanginya Indah yang masih dalam keadaan mata terpejam. Setelah itu, Bagus keluar lalu membaringkan badannya di bangku panjang, di depan ruangan itu. Badannya juga kelelahan, karena seharian penuh dari kemarin malam, hingga petang ini ,belum beristirahat sama sekali.


***


Indah membuka mata, lalu terbangun dengan kepala yang terasa pusing. Gadis itu menyentuh keningnya karena di sana terasa sangat sakit. Indah mendapati kepalanya di perban, mengingatkannya bahwa tadi dia mengalami kecelakaan tunggal.


" Alhamdulillah..aku masih hidup " ucapnya sambil mengelus dada, bersyukur sebab masih diberi kehidupan. Sesaat kemudian, Indah teringat akan Bundanya, yang dari tadi selalu menelpon, menanyakan "sudah sampai mana" keberadaannya.


Gadis itu menoleh kesamping, mencari tas juga handphone miliknya. Tapi rasa sakit di bagian leher, membuat dia memekik keras, hingga suaranya terdengar sampai ke luar.


" Aaauw.... sakit.. "


Bagus terbangun ,dan segera masuk ke dalam ruangan ,setelah mendengar Indah menjerit. Pria itu nampak masih sangat mengantuk , sehingga matanya terlihat merah.


" Ada apa? " tanyanya dengan nada tenang, teriakan itu tidak membuat dirinya sepanik tadi.


Indah melongo mendapati Bagus ada disini, penasaran lalu bertanya pada pria itu.


" Kak Bagus kok ada di sini,.. isssshh...apa kakak tadi yang menolongku? " gadis itu bertanya sambil menahan rasa sakit di leher, tangan kanannya menyangga leher dengan telapak tangan.


Bagus menyeret kursi yanga ada di sebelah tabung pernafasan di ruangan IGD itu , kemudian mendekatkan di samping ranjang Indah. menempatkan kursi dengan cara bagian belakang berada di depan, lalu duduk mengangkang kemudian menyandarkan dagu di sandaran kursi tersebut ,sambil menatap Indah dengan tatapan mata lelah.


" Iyah... " jawab pria itu lirih, tanpa bergerak sama sekali. Warna merah segera menyebar di kedua pipi gadis itu, dengan sedikit malu Indah mengucapkan terimakasih.


" Terima kasih banyak kak, sudah menolongku" Bagus tidak menyahut ucapan nya, tak lama kemudian ,terdengar suara dengkuran halus dari pria itu.

__ADS_1


Indah sedikit tersinggung, tapi kemudian mengabaikan perasaannya , karena melihat Bagus yang nampak sangat lelah.


Indah mencoba menggerakkan lehernya kembali, dan lagi -lagi merintih, sebab lehernya terasa sakit sekali.


" Aa... " pekik Indah lirih, sengaja dilakukan, sebab tak mau menganggu Bagus yang sedang tertidur di kursi, kemudian melihatnya, memastikan apakah pria itu terganggu apalagi kalo sampe terbangun. Dia tidak berharap itu.


Tetapi, wajahnya kembali merona, karena mendapati Bagus ternyata sudah terjaga dan sedang melihat ke arahnya.


" Kak, ini leherku kenapa ya, kok sakit sekali rasanya?" keluhnya seketika kepada Bagus, tanpa canggung sedikitpun. Sembari merintih karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan.


Bagus bangun dari duduknya, mengulurkan tangan segera meraba leher Indah sambil memijitnya dengan sangat pelan.


" Auw.. sakit kak..hiks.hiks..hiks.." gadis itu merengek, kini teriringi dengan tangis manja.


Bagus menghela nafas panjang, sedikit kesal dengan sikap Indah yang manja.


" Kamu ini sudah besar, masa sakit begini aja menangis, kayak anak kecil! " cowok itu kemudian mencibir.


" Memangnya gak boleh" balas Indah merengut, sedikit tersinggung dengan ucapan Bagus, karakter manja sudah melekat sejak kecil, karena status nya sebagai anak terakhir, yang biasa di manja oleh kedua orang tuanya.


" Dasar Manja!!" maki Bagus lirih. Indah semakin mendengus mendengar nya, bibirnya cemberut, tapi Indah malas untuk berdebat, dan kemudian memilih untuk diam.


Bagus kembali meraba leher Indah dengan hati hati dan serius, mempraktekkan apa yang selama ini dia pelajari di kuliah kedokteran nya. Seketika Indah memegangi tangan Bagus, takut Bagus menekannya secara kasar. Gadis itu tidak tahan dengan rasa sakit nantinya.


" Pelan kak, pelan.. huhu.. " ucap Indah khawatir sembari memohon, takut Bagus menyentuh nya dengan kasar, rengek tangisnya masih mengiringi.


" Sebentar ku panggil suster dulu" ,cowok itu kemudian keluar memanggil perawat yang sedang berjaga.


***


Dua jam kemudian setelah perawat memasang gibs di lehernya, dan memindahkan Indah di ruang perawatan. Gadis itu kembali mencari tas dan handphonenya, karena ingin segera mengabari sang Bunda yang pasti sedang khawatir menantinya sampe ke rumah.


" Handphone dan tas aku mana ya kak? " tanyanya kepada Bagus. Karena dia yang menolong dan membawanya tadi, ke rumah sakit.


Bagus yang sedang duduk sambil menikmati makanan ringan di samping nya, segera ingat,


"Tas kamu ada di mobil" jawab Bagus .


"Bentar aku ambil dulu di mobil" lanjut Bagus, kemudian berdiri dan keluar, bermaksud mengambilkan tas itu.


Sepuluh menit kemudian , Bagus datang dengan membawa tas punggung berwarna biru dan memberikan kepada pemilik nya.


Indah memeriksa tasnya, ingin mencari handphone. tetapi kemudian terlihat wajahnya panik , karena tidak menemukan barang yang dia cari.

__ADS_1


" Handphone aku kok gak ada, kemana ya.. apa jatuh di tempat itu" gumam gadis itu, mengeluhkan handphone nya yang tidak ada dalam tas nya.


Bagus melirik , dan merasa iba, akhirnya mendekat karena simpati ,mengetahui handphone Indah hilang.


"Mungkin di curi orang" sahut Bagus setengah yakin. Indah menoleh dan menatap Bagus.


" Masa sih kak, emang ada orang yang tega memanfaatkan keadaan seperti itu? " , indah terlalu naif untuk tidak mempercayai.


" Ada lah, namanya juga manusia, isi otaknya tidak bisa kita tebak " Balas Bagus, yang sebetulnya hanya menerka saja. Karena seingatnya tadi, dia tidak melihat handphone di sekitar, dan juga ada beberapa orang sudah ada di lokasi kejadian, saat dia menolong Indah.


Indah menjadi lemas ,belum merelakan handphone nya yang ternyata hilang. Kini dia terlihat bingung.


" Trus bunda ku gimana, pasti dia khawatirkan aku sampe saat ini" gumam nya lirih, dan terdengar oleh Bagus yang sedang berdiri di samping nya.


" Nih, Pake handphone aku, kamu ingat kan nomornya? " ujar Bagus sambil menyodorkan iPhone miliknya.


Indah merasa canggung, di pandanginya tangan Bagus yang memegang benda berteknologi canggih itu. Seketika Bagus memutar kedua bola mata, melihat Indah hanya memandangi iPhone dan tidak segera mengambil dari tangannya.


" Tidak usah canggung gitu" ujarnya dengan kesal,


"Cepat hubungi Bunda kamu, pasti beliau sangat khawatir dengan kamu, sekalian kabari ..kalo kamu kecelakaan, ..semoga aja bunda kamu gak syok mendengar nya. " lanjut cowok gondrong itu, terlihat serius.


" Bunda aku udah tua kak, aku gak mau sampe terjadi seperti itu" Sahut Indah , merasa sedih membayangkan wajah orang yang melahirkan nya itu .


"Lalu kamu mau bilang apa? " sahut Bagus.


Gadis itu nampak berpikir.


" Antarkan aku pulang sekarang kak! " ujarnya kemudian.


Bagus menghela nafas panjang,


" Ini sudah malam Indah, sebaiknya kamu istirahat dulu, lagian aku juga capek." balas Bagus.


" Udah.. telepon Bunda kamu, kabari kalo kamu sedang istirahat dimana kek" ucap pria itu memberi saran.


" Iya deh.., " kemudian mengambil iPhone dari tangan Bagus.


"aku pinjam dulu ya kak buat telpon Bunda" lanjutnya Indah berkata, akhirnya mau menurut apa saran Bagus.


***


Terpaksa Indah dan Bagus malam ini bermalam di rumah sakit dalam satu ruangan. Karena kecelakaan yang di alami Indah, mereka kini menjadi lebih dekat.

__ADS_1


( bersambung)


😊😊😊


__ADS_2