Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 38 ( mata tercemar)


__ADS_3

Sore itu, Indah tiba di kost kostan, turun dari mobil travel dengan wajah masam, pikirannya dipenuhi dengan kebingungan.


" Makasih pak " ucapnya pada sopir travel yang telah selesai menurunkan barang bawaannya. Ada dua buah paperpag besar, serta satu tas ransel kecil. Gadis itu mengambil tas ransel dan memakainya di punggung. Lalu kedua tangan menenteng dua buah paperbag yang berisi penuh oleh oleh " bakphia" made in sang bunda dan berjalan masuk ke rumah kost an.


pukul 3 sore, dan kost an sepi, karena memang kebanyakan penghuni kost disini adalah mahasiswa. Di jam segini biasanya mereka belum pulang, entah itu kuliah ataupun mungkin sengaja menghabiskan waktu setelah kuliah ,mampir ke suatu tempat atau apapun.


Indah memutar kunci kamarnya, lalu masuk. Gadis itu sejenak merebahkan tubuh di atas kasur, menatap atap kamar dengan banyak pikiran, seolah di atap itu, tercantum apa saja permasalahan yang memenuhi otaknya saat ini.


" Seperti apa orangnya, apa dia juga mau _di jodohin sama aku? " gumamnya ,menjadi penasaran akan sosok pria yang orang tuanya jodohkan untuknya.


" Para Orang tua itu sungguh kolot, kenapa masih ada aja perjodohan, di jaman modern ini sih." gumamnya lagi, masih belum puas menumpahkan kekesalannya.


" Atau aku harus minta seseorang, buat pura- pura jadi pacarku .. , kemudian bilang pada bunda kalo kami ... astaga.. kenapa pikiran ini melintas di otakku" sebuah ide muncul begitu saja,


"... tapi ..bisa juga sih..jadi solusi dari perjodohan ini... tapi masalahnya.. siapa yang mau pura pura jadi pacar ku... " gadis itu tersenyum miris, ide itu mungkin hanya sebatas angan angannya.


Suara gaduh yang tertangkap oleh telinganya, membuat Indah menyudahi pikiran konyol itu, gadis itu bangun ,dan segera membuka paperbagnya, kemudian keluar ,membagikan oleh oleh itu kepada teman teman di kost.


" Makasih ya Indah, " ucap Dita dan Ambar, dikala mereka menerima buah tangan itu.


Dita memandang gadis itu dengan perasaan bersalah, ketika Indah berbalik badan, dan memasuki satu persatu kamar di sana ,untuk membagi buah tangan yang dia bawa tersebut.


****


Pada malam hari, Sherly mendatanginya di kamar, saat itu Indah tengah berada di depan laptop.


"Masuk aja sher..! " ucap Indah dari dalam, mempersilahkan Sherly masuk.


Langkah kaki Sherly tertatih tatih, ketika mendekatinya. Indah melirik Sherly, dan merasa iba.


" kaki kamu kenapa? " ucap Indah, ketika menyadari bagaimana temannya berjalan.


" aku tadi jatuh di jalan, ketika mau pulang dari kampus, untung tidak parah" jawab Sherly jujur.


Indah tersenyum konyol mendengarnya, lalu sengaja memojokan temannya.


" Makanya, kalo jalan jangan meleng, jangan lihatin cowok mlulu. " ucapnya sengaja sarkas.


" Tega ya kamu ngatain teman sendiri kaya gitu...ihh, awas aja. "balas Sherly ,kemudian mencebikkan bibirnya.


Indah tertawa renyah, karena berhasil membuat Sherly ngambek.


" hahahah.. oke.. sorry.. ,by the way ...kenapa kamu sampe terjatuh?. "


"Namanya juga musibah, ... ya..gak sepenuhnya sih, ini gara gara aku lihat kak arman dijalan. " jawab Sherly, sembari mendudukkan diri di atas kasur .


"ehm... tuh kan.. aku udah menduganya... " Sahut Indah, Kemudian memutar kedua bola matanya.

__ADS_1


" bukan gitu... aku gak mungkin tertarik dengan mereka ,kalo mereka gak buat tingkah di pinggir jalan. " cerorcos Sherly, membela diri.


" Hah? " indah bingung dan terkejut.


" Kak Arman samaa siapa? " lanjutnya.


" Makanya aku kesini, dia tadi bertengkar sama pacarnya ,Nella.. " jelas Sherly. Ternyata kedatangannya untuk mengerumpi.


Indah paham, gadis itu hanya termangu mendengarkan.


" ya.. memang sih,.. " gumam indah tak sadar, membuat Sherly membelalak, dan mulutnya sedang penuh dengan bakphia.


" Kumu tuhuu... ? " ucapnya tak jelas, berbicara dengan mulut penuh, kue isi kacang ijo itu.


" Eh.. aku jadi inget sesuatu. " indah tersentak, begitu selesai membicarakan Arman, pikirannya mengingat pesan Bunda nya, untuk memberikan oleh oleh untuk adik dari kakak iparnya.


Gadis itu berdiri ,lalu mengambil jaketnya dan meraih kontak motor.


" Sher... tungguin sebentar ya, aku perlu antar kan ini buat kak Arman. " pesannya pada Sherly ,kemudian keluar ,sembari menentang satu tas kantong kecil yang berisi kardus bakpia.


****


sepuluh menit kemudian, Indah sudah tiba di depan rumah kost pria, dimana Hanya Arman dan Bagus yang menempati rumah kost tersebut. Suasana sepi, tetapi pintu rumah itu terbuka, motor Arman juga masih di parkir di teras rumah kost itu.


Tanpa ragu ,gadis itu memarkirkan sepeda motor nya, lalu berjalan_ akan masuk. Sebuah pertengkaran kecil di dalam ,terdengar olehnya. Langkahnya menjadi ragu, sembari mengerutkan kening, telinganya tak sengaja mendengar samar apa yang mereka pertengkarkan.


"Aku gak percaya kalo kamu... ummm... " balas suara seorang cewek, Indah yakin itu adalan Nella.


Tiba- tiba suasana hening, pertengkaran mereka kini tak terdengar lagi. Ini adalah kesempatannya untuk memberikan oleh oleh ini, dan dia berjanji, hanya akan sebentar, pikirnya ,sudah membuat rencana.


Dengan menarik nafas panjang, sengaja memantapkan diri, gadis itu nekat masuk dan berpikir, walaupun itu akan menganggu mereka, tapi dia hanya akan sebentar, lagian juga maksudnya baik. Pikirnya, membuang rasa ragu di hati.


" Assalam.. " kata kata salam yang akan dia ucapkan, tercekat seketika, gadis itu langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan, terkejut, mendapati Arman dan Bella sedang berciuman di mulut.


Niatnya seketika urung, lalu membawa langkahnya mundur dengan sangat pelan, karena tidak mau, kalo mereka sampe tau , dirinya datang. Indah segera memutar balik sepeda motor nya, membawa kembali bakphia untuk Arman itu, pulang ke kost kostan.


" Gila.. mereka telah mencemari mataku.. " gumamnya sembari mengendarai motor.


" Untung saja mereka gak tau kalo aku masuk" lanjutnya bergumam.


****


Entah kenapa ,memikirkan kejadian yang di lihatnya itu, jantungnya berdebar, padahal gak ada kaitan sama sekali dengan dirinya, mungkin ini reaksi alami dari horman yang ada dalam tubuh.


Indah membuka pintu kamarnya, sambil menghela nafas panjang, seolah baru saja selamat dari bahaya.


" Sebentar amat?, kenapa menarik nafas panjang gitu?, ketemu hantu di jalan ya...hahaha..? " ledek Sherly, sengaja membalas ejekannya tadi.

__ADS_1


Indah masuk tanpa menghiraukannya, kemudian meletakkan kembali kardus bakphia itu ke atas meja belajar.


" Kok gak jadi di berikan?, kak Armannya pergi ?" temannya itu masih saja menyerocos, tentunya penasaran. Indah tak memggubris, gadis itu langsung pergi ke kamar mandi, dan mencuci mukanya.


" Iya.. aku ketemu hantu di jalan" balas Indah sengaja, sembari menatap cermin, wajahnya memerah, kajadian itu sangat memalukan kalo saja mereka tadi tau, bathinnya menyesal, kemudian mengeringkan wajahnya dengan handuk.


****


Siang hari di kampus, Bagus duduk di sepeda motor milik Indah, di tempat parkir kampus. Tak lama kemudian gadis itu datang dengan wajah kecut. Moodnya masih belum membaik.


" Indah" sapa Bagus, begitu mereka berhadapan.


" Kak Bagus? " jawab Indah sedikit terkejut.


" Kak Bagus sengaja nungguin aku? " lanjutnya.


" Iya... nih... " balas Bagus, sambil menyodorkan kartu Atm miliknya.


" Ouh... sudah jadi? " balas Indah.


" Makasih ya kak"


Bagus mengangguk sebagai respon.


" Muka kamu kenapa cemberut gitu? " tanya cowok gondrong itu, yang kini terlihat tambah maskulin.


Indah menghela nafas dengan kasar, moodnya semakin buruk semenjak pulang dari jogja.


" Gak... " balasnya, sengaja tidak mau berbicara pada siapapun perihal masalahnya.


Gadis itu terkejut, setelah memakai helm bergambar "Super Sonic" itu, wajah Bagus tepat berada di hadapannya. Cowok itu menunduk, seolah serius mengamati wajahnya.


" Apaan sih" ucapnya kesal, wajahnya memerah seketika, lalu sengaja mendorong wajah cowok itu, menjauh dari hadapannya.


" Kamu pasti punya masalah,.. bener gak mau cerita sama aku? " sambung Bagus, mencoba meluluhkan Indah agar mau bercerita.


" Gak.. gak ada apa apa kok" balas Indah menolak dengan santai.


" Ya udah kalo gak mau cerita,.. oh iya.. aku mau mensurvei tempat , kamu mau ikut? " lelaki itu mengajaknya.


" kapan? " sahut indah.


" Habis ini, aku yakin kamu pasti suka, dan siapa tahu aja bisa ngerubah mood kamu yang jelek. "


" ehm... boleh, oke.. aku ikut deh.. "


Kini keduanya mulai melajukan motor masing-masing, menuju ke lokasi yang akan mereka datangi.

__ADS_1


( bersambung)


__ADS_2