
Arman tersenyum, ada rasa bangga pada dirinya, saat mengatakan itu. Karena menjadi Dokter adalah cita-citanya sejak kecil. Sekilas Arman termenung, tapi kemudian dia ingat pesan Bagus untuk gadis di depannya ini.
" Eh.. kamu sedang nungguin Bagus ya? tanya Arman selanjutnya.
Indah menghela nafas ringan, terlihat ekspresi nya sedikit tidak senang.
" Iya" jawab Indah dengan nada pasrah.
" Sebentar lagi dia datang kok, tungguin aja" lanjut Arman, lalu berjalan ke sepeda motornya, sembari memakai helm, lalu mengambil sepeda motor nya.
Indah menyaksikan Arman sampai pria itu keluar dari tempat parkir. Tak lama kemudian Bagus datang.
Pria itu terlihat bersemangat, dengan rambut panjang sebahu, dia berjalan ke arahnya. Indah mencebik, melihat penampilan Bagus yang tidak rapi, membuat gadis dengan penampilan tomboy itu malas jalan bersama Bagus.
Bagus meminta kontak motor, dan Indah sudah mempersiapkan nya, dia memberikan kontak itu.
" Judes amat tampang kamu" cercah Bagus, kemudian mengambil motor Indah dan menaikinya, Indah segera membonceng.
" Aku yakin, kamu bakalan sulit ketemu jodoh" lanjut Bagus masih mencercah.
" Tuhan yang menentukan jodoh, bukan kakak" balas Indah dengan cuek.
Bagus sekilas tersenyum,
" Pandai juga dia ceramah" bathin Bagus.
Sepeda motor mulai melaju.
" Tumben panggil" Kakak". sahut Bagus.
Indah diam tidak membalas, ada rasa malu tetapi juga sebal, setelah tadi mengetahui dari Arman, bahwa Bagus adalah mahasiswa kedokteran.
***
Motor di berhentikan oleh Bagus di sebuah toko yang menyediakan barang -barang yang di butuh kan Bagus untuk membuat Aquarium.Pria itu kemudian turun dan masuk ke toko itu, tak lama Indahpun ikut serta masuk ke toko tersebut. Gadis itu mulai tertarik dengan ketrampilan yang di miliki Bagus.
Bagus mulai memilih dan mengambil apa yang dia butuhkan. Indah berada di samping Bagus, walaupun mulutnya terus saja menguap.
" Masih lama? " tanya Indah, sebab sudah ada satu jam, tapi Bagus belum juga selesai memilih barang.
" Sebentar lagi"Jawab Bagus dengan masih sibuk menghitung dan mencatat belanjanya di kertas.
"Aku tunggu di depan aja" balas Indah, kemudian berjalan menuju depan toko. Indah duduk di kursi kemudian mengambil handphone nya. Gadis itu menguap kembali, merasakan matanya begitu berat , tanpa sadar tertidur sambil duduk di kursi tersebut.
***
Hari sudah gelap saat Indah membuka matanya. Gadis itu lekas bangun lalu mengamati sekitar.
__ADS_1
" Mbak nya udah bangun? "
dan di kaget kan oleh suara seorang anak laki laki muda dengan memakai peci serta sarung, yang peduli dengannya. Indah segera berdiri, dan menyadari dia masih berada di toko. Sepeda motor nya masih terparkir seperti tadi, lalu kemana orang yang membuat dia ada di tempat ini.
" Ba.... " belum selesai Indah hendak berkata, suara menyahut dari arah belakang.
" Kamu nyari aku? " sahut Bagus, suara itu mengangetkan Indah. Bagus datang dari arah belakang.
Pria muda itu yang adalah pegawai toko , kemudian masuk ke dalam toko untuk meneruskan pekerjaannya. Toko tutup pada pukul delapan malam.
Indah sekilas melongo. lalu pikiran nya bekerja mengingat kejadian sebelumnya.
" Aku... aku tertidur ya? " tanya Indah kepada Bagus.
" Iya, ...tidur kamu kaya kebo" Balas Bagus dengan nada datar.
Mata Indah sekilas melebar, lalu kemudian menghela nafas.
" Maaf, memang kalo udah tidur, aku susah bangunnya" ucap Indah dengan sangat menyesal.
blugh
Seketika jaket menutupi wajahnya, gadis itu terkejut. Bagus menutupi wajah Indah dengan jaket yang dia pakai tadi.
" Cuci tuh sampe bersih! " ucap Bagus. Indah menyingkirkan jaket itu dari wajahnya.
Bagus diam tak membalas, Bagus tidak ingin membuat indah bertambah malu, kalo dia tau, Celana bagus juga basah terkena air liurnya saat tidur.
Tadi setelah Bagus selesai membayar di kasir, Bagus mendapati Indah tertidur sambil duduk. Berulangkali cowok itu membangunkannya, tetapi Indah susah untuk di bangunkan. Dengan terpaksa Bagus menunggu Indah sampai dia terbangun, merelakan pahanya sebagai bantal saat gadis itu tertidur sangat lelap. Hingga menjelang Magrib, tapi Indah belum juga bangun. Bagus terpaksa meninggalkan Indah yang masih tidur, meletakkan jaketnya kini sebagai bantal.
Menjelang Isya' gadis itu baru saja bangun.
Bagus membawa motor melaju untuk pulang. Mereka hanya terdiam sepanjang jalan, merasakan sisa sisa tenaga yang mulai merasa lelah.
" Terima kasih ya, maaf merepotkan kamu" ucap Bagus setelah turun dari motor di depan kost kost annya. kemudian beranjak masuk ke dalam. Indah terpaku, tanpa menyadari menyaksikan Bagus sampai pria itu masuk ke dalam kost kost an.
***
Sembari berbaring di atas kasur, Indah membuka chat WA nya yang sedari tadi menumpuk belum di baca. Kini matanya sulit terpejam, padahal waktu sudah tengah malam. Indah kemudian membuka IG, melihat ini itu, dari postingan teman temannya, hingga IG yang berisi iklan.
pukul 01.30 malam, Indah mencoba memejamkan mata, berharap bisa tertidur. Bayangan Bagus tiba tiba melintas dalam pikiran , hingga terbawa dalam mimpi Indah.
***
" Astaga.. " pekik Indah tersentak bangun. Bunyi handphone sedari tadi berbunyi, Indah maraih handphone tersebut, dan menjawab panggilan nya.
" Halo... assalamu'alaikum " sapa Indah dengan suara malas.
__ADS_1
" Nduk, Mbak yu kamu melahirkan kemarin, besok kamu pulang ya! " Sang Bunda memberi kabar pagi pagi sekali.
" Nggeh bunda, besok Indah pulang ke yogya. " jawab Indah.
" Ponakan Indah laki laki atau perempuan bunda? " tanya Indah selanjutnya.
" Laki laki, mirip sama Fahri" balas Bundanya Indah.
deg
Nama itu masih saja membuat jantung Indah berdegup kencang bila mendengarnya, Indah masih belum bisa melupakan Fahri.
Hari ini jadwal kuliah Indah pada siang hari pukul satu. gadis itu sengaja masih berbaring walaupun jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Kembali Indah menarik selimut, sembari mengingat mimpinya tadi malam,yang di cium oleh Bagus.
" Astaga.. kenapa aku sampe mimpi di cium dia segala" wajah Indah bersemu merah di dalam selimut.
kruyuuukk...
Perutnya lapar, terpaksa indah bangun dan mencuci muka serta gosok gigi. Indah keluar menuju warung dengan piyama tidurnya.
" Pagi bu " sapa Indah lalu menguap.
" Pagi Neng, tumben hari ini tidak kuliah? " tanya Bu Indah penjual di warung itu.
" Nanti siang bu" jawab Indah lalu duduk dibangku warung tersebut.
Di sebelah nya ada gelas kosong dengan sedikit sisa air susu. Indah tau itu pasti bekas dari gelas Bagus. untung hari ini dia tidak bertemu dengan pria gondrong itu, setelah tadi malam mimpi di cium olehnya. Rona merah nampak terlihat di wajah Indah, ketika ibu warung memberikan pesanan nasi rawon miliknya.
" Apakah Neng sedang sakit, kok mukanya merah gitu? " tanya ibu Indah penjual warung.
Indah terkekeh malu,
" Iya, bu, sedikit demam, tadi malam begadang sampe tengah malam " jawab Indah mengatakan yang sebenarnya.
" Oh begitu,... tadi juga Bagus sama, katanya begadang karena ngerjain pekerjaan kampus" jawab Ibu Indah, sedikit bercerita obrolan nya dengan Bagus.
" Pasti kak Bagus ngelembur buat Aquarium, oh iya.. hari ini kan dia berjanji mau anterin pesanan Aquarium nya, kira kira sudah jadi belum ya? " bathin Indah, rupanya mulai peduli dengan Bagus.
***
Indah baru saja memarkir sepeda motor nya di depan kost kost an Bagus , setelah pulang dari kuliah pada sore hari. Indah ingin mengembalikan jaket serta menanyakan perihal Aquarium. walau bagaimana pun, Dia harus menyelesaikan tanggungjawab nya secara tuntas.
Indah masuk ke halaman dan mengetuk pintu kost kost an pria itu. Tak lama berselang, pintu di buka oleh seseorang yang membuat jantung Indah hampir meloncat ke tanah, terkejut melihat pria itu di sini.
" Kak Fahri? " matanya sekilas melebar, melihat Fahri ada di hadapannya.
( Bersambung)
__ADS_1
***