
" Indah" ucap Fahri sama terkejutnya melihat Indah sekarang.
" Kamu bener Indah kan" lanjut Fahri, sembari membuka kacamata minus 3, lalu mengucek matanya. pria itu masih belum yakin bertemu adik iparnya di sini.
Indah yang canggung dengan jantung yang terus berdegub cepat, serasa matikaku, sebab mulutnya tiba tiba tidak bisa mengucapkan kata.
" Indah? " ucap Arman yang datang dari dalam. Arman lalu mendekati keduanya, dan kini terlihat jelas bahwa kedua pria itu sangat mirip satu sama lain.
Indah terperangga menatap kedua laki laki di hadapan nya.
" Kami saudara, Arman adalah adik kandung ku" ujar Fahri, seolah tahu apa yang ada dalam otak Indah, yang Indah pikirkan.
" Ooh... " sahut Indah, dan mendapatkan balasan senyum dari kakak beradik itu.
Akhirnya Indah bisa menggerakkan badannya, dan kerja jantung nya juga sudah lumayan berdetak normal. Gadis itu terlihat bingung sekarang. Tujuannya kesini ingin bertemu dengan Bagus, tetapi tidak di sangka malah bertemu dengan Fahri, kakak ipar sekaligus cinta pertama nya. cinta pertama yang gagal, karena belum sempat mengutarakan perasaan cintanya itu kepada Fahri.
" Kak Fahri kok bisa sampe sini, nengokin kak Arman ya? tanya Indah selanjutnya.
" Kebetulan aja lewat, kakak habis kulakan di bandung, jadi sekalian mampir." jawab Arman.
" kamu..? " lanjut Fahri, yang kemudian Indah menimpali nya.
" ehm... Indah kuliah di sini kak, dan kebetulan bertemu kak Arman, kami satu kampus" ujar Indah sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Oh.. bagus kalo gitu, jadi Arman bisa jagain kamu" jawab Fahri. Arman tersenyum.
" Tidak menyangka ya Indah, kita adalah saudara. " sambung Arman.
__ADS_1
" Hehehehe.. " Indah terkekeh. Mereka pun terkekeh bersama.
" Waktu kakak menikah dengan mbk Ning, kak Arman tidak hadir?, aku gak lihat kak Arman waktu itu" lanjut Indah bertanya.
" Iya, waktu itu Arman sedang ada acara di kampusnya, jadi dia gak bisa hadir . " Sambung Fahri.
" Mbak Ning dan dedek bayinya sehat kan kak?, besok Indah mau pulang, mau tengokin ponakan Indah, hehehe" lanjut Indah sembari tersenyum senang, membayangkan bayi imut ponakannya itu.
" Alhamdulillah sehat semua, .. eh.. sekalian bareng kakak aja pulang nya, kebetulan habis nengokin Arman ini, kakak langsung pulang" sambung Arman yang kemudian mengajak Indah pulang ke Jogja bersama.
Tentu saja Indah menolak ajakan itu, indah tidak mau terus menerus merasa canggung sebab bersama dengan Fahri apalagi satu mobil dengannya. Bisa jadi dia tidak pulang ke rumah, malahan ke rumah sakit, sebab penyakit jantung nya yang kambuh, jika dia dekat dengan mantan pujaan hatinya yang gagal itu.
Akhirnya ketiganya mengobrol, saling menjelaskan satu sama lain. Walaupun sebenarnya Indah merasa canggung dengan mengobrol bersama mereka.
Percakapan pun tidak berlangsung lama, sebab Indah memutuskan untuk segera pulang, walaupun belum ketemu dengan Bagus. Gadis itu sengaja mencari alasan untuk mengakhirinya.
" Ehm... kak Fahri , kak Arman, Indah pamit pulang dulu ya, dan... ini.. Indah titip buat kak Bagus, juga tolong bilangin Terima kasih ke dia, Indah ada perlu lain, jadi gak bisa nunggu lagi. " ucap Indah pamit, sembari menitipkan Jaket Bagus ke arman.
***
Gadis itu nekat membawa motor ketimbang memesan travel seperti pesan bundanya. Indah merasa tertantang mengadu nyali dengan motornya, dengan melakukan perjalanan jarak jauh ini.
" Bismillahirrahmanirrahim " ucap Indah kemudian memulai perjalanan.
Perjalanan masih sangat panjang, ketika waktu sudah siang. Indah terpaksa berhenti di sebuah minimarket di tepi jalan, untuk beristirahat dan melakukan ibadah. Gadis itu kemudian melanjutkan kembali perjalanannya. Tetapi baru beberapa kilometer, motor Indah sudah kehabisan bensin. Gadis banyak tingkah itu terlihat sangat kebingungan. Terpaksa dia harus berjalan sambil menuntun motornya mencari pom bensin terdekat.
Peluh mulai bercucuran di dahi gadis itu, tak tahan dengan penderitaan yang di mulainya sendiri, si gadis tomboy itu pun mengeluh.
__ADS_1
" Aduh.. capeknya... "sembari mengusap dahi yang sudah basah.
Indah memutuskan untuk berhenti di tepi jalan, di jalan yang lumayan sepi, di sepanjang jalannya hanya ada pohon pohon saja, tidak ada pemukiman sama sekali.
Indah bersandar di salah satu pohon, motor di parkir di depan.Badannya terasa remuk, sudah 7 jam melakukan perjalanan, rasanya dia ingin sekali beristirahat untuk tidur. Tapi mana mungkin dia tidur di tempat seperti ini. Dilihatnya rute perjalanan melalui aplikasi gogle, masih sangat panjang, mungkin sekitar 5 jam lagi, akan sampai di rumahnya.
Di bukanya pesan whatsapp juga panggilan masuk sesaat, kemudian dia menutup handphone , dan bangun kembali untuk mencari pom bensin terdekat. Semangat nya tidak menyerah walaupun penderitaan mulai dia alami dalam perjalanan yang dia pilih sendiri.
" Semangat!! " gadis itu berteriak dengan sangat kencang, lalu bernyanyi lagu favorite sambil menuntun sepeda motornya tersebut. Tidak peduli jika ada yang melintas dan mungkin mereka akan menertawakannya. Karena hanya dengan itu, Indah bisa melupakan rasa lelahnya itu.
" 100 meter lagi ada pom bensin " ketika Indah membaca plank yang dia temui.
Hatinya merasa sangat lega, hingga tersenyum sambil meneteskan air mata. Semangat nya terbakar kembali, gadis itu kini malah bernyanyi dengan lebih keras, hingga sebuah klakson mengangetkannya dan dia pun melepas sepeda motor nya begitu saja sehingga sepeda motor itu jatuh.
Seketika Indah menutup kedua telinga dengan kedua tangan. Pengemudi truk besar itu pun tertawa terbahak bahak sembari melintas dan mengatai Indah "Sinting".
Indah segera mengambil batu kerikir di jalan yang sedang di injaknya dan melempar dengan kekuatan penuh ke truk yang melintas tersebut.
Kerikil mengenai belakang truk, Indah merasa puas. Hatinya merasa kesal sekarang, dengan nafas yang kasar, Indah mengambil sepeda motornya, bagaimana pun dia harus sampai di rumah.
Indah duduk di sepeda motornya sambil memikirkan cara, dia sudah capek jika harus menuntun sepeda motornya lagi untuk menuju ke pom bensin terdekat. setelah sekian lama hanya berdiam diri sambil duduk di motor, gadis itu memanfaatkan kaki panjangnya mengayuh sepeda motornya tersebut, dan kebetulan jalanan agak menurun. jadi itu memudahkan Indah mengayuh motornya dengan kaki.
" kenapa tidak dari tadi aku menemukan ide ini, lumayan kan jadi gak capek " gadis itu bergumam senang, seolah dia menemukan mainan baru dan menikmati nya.
Tidak di sangka di belakang nya ada lagi mobil yang melintas, sebuah bus dan segera meng klakson Indah karena ceroboh melintas jalan raya dengan cara sembrono. Otomatis Indah segera mencoba menepi, tetapi seketika kaget melihat mobil melintas dari arah depan. Indah gelapan dan pikiran nya jadi panik. Indah mengerem dengan asal, dan hasilnya gadis itu terjungkal, tersungkur di jalan bebatuan di tepi jalan raya.
Pandangannya menjadi gelap, sesaat setelah nya Gadis itu tak sadarkan diri.
__ADS_1
***
( bersambung)