Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 2 (tanggung jawab?)


__ADS_3

Pemandangan yang mengejutkan Indah, motornya jatuh menindih motor butut di sampingnya, dan ada pecahan kaca di bawah. Sontak telapak tangan menutupi mulut mungilnya yang menganga. Jelas Ini adalah kecerobohannya, memarkirkan sepeda motor dengan terburu buru, Indah menyadari hal itu.


Kemudian menoleh ke samping, melihat reaksi wajah Bagus yang tampak sedih.


" Maaf ya, saya tadi terburu buru memarkir motor" ucap Indah sambil tertunduk, menyesali.


Tidak ada Balasan apapun dari Bagus, Indah kemudian mendongak dan sengaja melihat wajah Bagus, Lelaki itu masih terlihat sedih, dan tampak kesal.


" Maafkan saya" ucap Indah sekali lagi meminta maaf.


" Tidak!, saya tidak akan memaafkan kamu! " sahut Bagus dengan tegas.


Indah sangat terkejut mendengar jawaban Bagus yang membuat ia jengkel.


"Apa yang fatal, kenapa kamu tidak memaafkan ku?" tanya Indah meminta penjelasan.


Bagus kemudian berjalan cepat mendekati motornya . Indah mengikutinya di belakang.


Tangan Bagus membuka penutup kain dari cargonya(tas pengangkatan barang).


" Berapa banyak Aquarium ku yang kamu pecahkan?" Tanya Bagus dengan tegas dan tampak sangat kesal.


" Cuma satu, tapi.. yang lainnya rusak" ucap Indah dengan sedikit malu dan rasa bersalah. lalu menunduk.


Ada 4 buah Aquarium kecil dalam tas pengangkut barang Bagus, dua di sisi kiri dan dua lagi di sisi kanan.


" Harga Aqurium ini gak mahal, tapi tanggung jawabnya mahal, barang ini harus aku antar hari ini juga " Ucap Bagus wajahnya bertambah jengkel. Kemudian berjongkok dan memunguti pecahan kaca di tanah.


" Aku akan menggantinya nanti, berapa yang harus ku ganti? " jawab Indah dengan lancar.


Bagus mendongak, lalu berdiri dan membuang Pecahan kaca itu ke tempat sampah terdekat.


" Oke, tapi untuk saat ini aku butuh tanggung jawabmu , menjelaskan ke pelanggan ku" Sahut Bagus.


" Hah? " Mulut Indah membuka sedikit , tak secepat yang dia bayangkan untuk bertanggung jawab atas kecerobohannya. Masalah belum selesai.


" Tapi aku masih ada kuliah setelah ini" lanjut Indah, tapi tidak bermaksud menghindar dari tanggung jawab.


" Aku tunggu sampai kamu selesai kuliah" Balas Bagus, sambil membenarkan motornya yang terjatuh, juga motornya Indah.


Indah menghela nafas berat, dan bahunya terkulai.


" Makasih ya. " Ucap Indah dengan lemas, Bagus meliriknya sebentar lalu meninggalkan Indah begitu saja. Indah kemudian kembali ke kelas, untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.


***


Bagus menyedekapkan tangannya dan bersandar di belakang tembok di kelas Indah, menunggu gadis tersebut. Indah keluar dengan wajah manyun , Dia tahu kalau Bagus pasti menunggunya.


" Udah lama nya, maaf jadi menunggu " ujar Indah dengan wajah malas.


" Tidak masalah, ayo buruan! " ajak Bagus. Indah berjalan di belakang Bagus sampai ke tempat parkir.

__ADS_1


" Setelah ku perhatikan, ban motorku juga kempes" ucap Pria itu selanjutnya, sambil melirik Indah.


Indah seketika menepuk wajahnya sendiri. Tak di sangka, harinya berjalan tragis dengan pria gondrong dengan wajah kumal. Keduanya kini berboncengan beserta tas barang milik Bagus menuju ke toko pelanggannya Bagus.


" Motor kamu baru? " tanya Bagus saat mereka berada dalam perjalanan awal.


" Iya? " jawab Indah singkat.


" Kamu orang mana? " lanjut Bagus.


" Aku orang bumi" balas Indah dengan wajah malas.


Bagus memutar matanya nya, malas.


" Sudah deh, gak penting " balas Bagus bergumam. Mereka terdiam kemudian melanjutkan perjalanan, hingga sampai ke toko yang Bagus tuju.


***


" Wah kebetulan sekali Nak Bagus, orang yang pesan udah nunggu nih" kata kata sambutan yang langsung di ucapkan ketika Bagus tiba di toko itu, membuat rasa bersalah Indah semakin dalam mendengarnya.


" Ehm.. maaf Pak, Aqurium nya belum bisa saya jadi sekarang." ucap Bagus dengan canggung.


" Lho.. kenapa? " tanya pemilik toko itu.


Indah segera berjalan maju, mendekat ke pemilik Toko dan menjelaskannya. Pemilik toko nampak kecewa, begitupun pembeli yang sudah duduk menunggunya di toko itu.


" Saya janji pak, lusa saya pastikan sudah jadi dan saya antarkan kesini. " ucap Bagus, menimpali.


Akhirnya semua terselesaikan dengan berunding. Kini perasaan Indah sedikit lega. Mereka kemudian pamit pulang.


***


Indah semakin eeifeel memperhatikan wajah Bagus yang nampak kusam dan kumal sejak tadi, dengan rambut yang di kucir asal dan berantakan.


" Maaf, aku boleh tanya gak? " ucap Indah ketika dalam perjalanan pulang.


" Apa? " jawab Bagus.


" Kamu bikin sendiri aqurium itu? " lanjut Indah bertanya.


" Iya" Jawab Bagus.


" Oohh" jawab Indah, antara perasaan kagum dan menyesal.


Sebenarnya ada lagi yang ingin Indah tanyakan,yang sejak tadi mengganggunya ,tapi dia ragu untuk menanyakan hal itu.


Wajah Indah terlihat dalam kaca spion, Bagus melihat wajah Indah nampak gusar.


" Mau tanya apalagi? " ucap Bagus seketika, membuat Indah terkejut dan malu.


" Gak, gak mau tanya apa apa" jawab Indah menutupi kegusaran nya karena risih dengan penampilan cowok di depannya ini. Perjalanan pulang seakan berjalan cepat, Bagus telah sampai di tempat kostnya.

__ADS_1


Indah dan Bagus turun, lalu Bagus membawa masuk box kain itu kedalam dan juga aqurium yang rusak.


" oke, makasih, kamu boleh pulang. " Ujar pria itu lalu berjalan masuk.


" Eh tunggu" sahut Indah mencegahnya supaya berhenti. Bagus menoleh dan berkacak pinggang. Sudah cukup kesal pria itu memendam amarahnya, kalo saja dia laki laki, mungkin akan menuntut tanggung jawab yang lebih dari tadi.


" Ada apa lagi? " tanya nya terlihat sangat kesal.


" Kamu belum mandi ya? " pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut mungil Indah.


Bagus menghela nafas berat dan pelan, menahan emosinya yang mulai meluap luap.


" Kalo iya kenapa, mau mandiin aku? " Balas Bagus.


" Iiih.. jorok.. " jawab Indah, lalu memutar balik motor, segera menyetarter lalu menaikinya menuju kost.


***


Indah sampai di tempat kost, dan segera mandi lalu duduk di depan meja belajar sambil mengeringkan rambut.


" Oh iya, aku lupa meminta nomor telepon pria jorok itu, gimana aku mengganti biaya kerusakan? "


" Yeah, malas banget kalo harus bertemu dia lagi. "


Gadis itu bergumam.


Indah teringat ekspresi Bagus saat berkata dengan pemilik toko itu. Terkesan berwibawa dan cerdas, tetapi saat teringat penampilan cowok itu yang kusam dan kucel, rasanya perutnya bergejolak pengen muntah. Mungkinkah Bagus juga tidak menggosok giginya.


Tetapi ketika mereka berbicara, nafas Bagus terasa segar. Indah jadi melamun mengingat kejadian tadi, bertemu dan melewati hari ini bersama dengan Bagus, pria kumal yang baru saja dia temui di kota lain tempat dia menimba ilmu.


" Eh.. aku kok jadi kepikiran dia ya? , ih.. ogah banget ketemu dia lagi, moga aja aku gak berjodoh dengan pria itu. " Gumam gadis itu, lalu berlanjut membuka laptopnya, dia akan mulai mengerjakan tugas mata kuliahnya.


***


tok..tok..tok.


" Indah,.. ada yang nyariin kamu tuh" ucap sherly teman se kost nya.


Indah berjalan dan membuka pintu kamar lalu bertemu wajah Sherly yang terlihat pipinya memerah.


" Siapa? " tanya Indah sembari memperhatikan sherly.


" Ada..,cowok cakep yang nyariin kamu" balas Sherly.


" Cowok cakep, siapa? " balas Indah sambil mengerutkan dahi.


" Tau deh,... udah..aku temenin temuin dia ya.. hehe." Lanjut sherly yang jadi bersemangat. Sherly segera mendorong badan Indah untuk segera berjalan.


" e.. ee.. e.. bentar... aku matiin laptop ku dulu" ucap Indah, lalu menjauh dari tangan Sherly yang tadi mendorong nya, kemudian masuk ke dalam dan mematikan lap top.


" Siapa ya..? " hati Indah masih penasaran, dan dia malas jika harus bertemu dengan orang saat ini.

__ADS_1


( bersambung)


__ADS_2