
Jarak yang lumayan jauh dari Mall ke Losmen, Indah mengendarai sepeda motornya, sementara Bagus menggunakan mobil sendiri. Suasana kota yang padat, membuat perjalanan mereka sedikit terhambat.
Bagus tiba lebih dulu di Losmen, setelah memarkirkan mobil di garasi, langkahnya panjang menuju kamar satu satunya di tempat ini, melewati beberapa taman yang baru saja berhasil di buat kemarin.
Bagus tersenyum, dalam benaknya memikirkan bagaimana reaksi Indah nanti, ketika melihat taman di sepanjang jalan masuk ini. Sangat di sayangkan, tempat ini belum sepenuhnya jadi, kalo tidak mungkin Bagus akan sering mengajak indah main di tempat ini.
Pintu kamar itu terbuka, ketika Pria itu telah sampai di sana. Sepi... tidak ada siapapun di sini, termasuk juga Wanda yang katanya akan beristirahat di dalam, kemana dia, dahi Bagus berkerut, memikirkan hal itu.
" Wanda... wan... Wanda.. " sebutnya, mencari keberadaan Wanda, baik di dalam maupun di sekitar luar kamar.
Mengambil handphone dalam saku, Bagus menghubungi nomor telepon Wanda.
tut.. tut.. tut...
Sambungan terputus, dahinya lagi lagi berkerut,
" Kenapa Wanda tidak mengangkat? "
Dicoba nya lagi menekan nomor yang sama, malah sekarang nomor itu sulit sekali di hubungi, apakah Wanda sengaja mematikan handphone nya, tapi kenapa, apakah dia marah kepadanya, mungkin karena meninggalkannya seorang diri di tempat ini.
Pria itu berpikir sejenak, tetapi kemudian malas, dan menyudahi otaknya untuk terus berpikir. Besok Bagus akan menanyakan langsung kepada Wanda tentang hal ini.
Terlihat dari jaraknya, Indah sedang berjalan menyusul ke atas. Wajah gadis itu nampak kelelahan, sehingga mengayunkan langkahnya dengan pelan.
" Hah... capeknya... " keluh gadis itu, ketika berhasil menyusulnya.
" Kak... tolong minta minum dong, aku haus nih "
" Ambil saja di kulkas, kayaknya masih ada air mineral di dalamnya." jawab Bagus, kemudian melepas sepatu yang dia pakai.
Indah masuk, berjalan menuju dapur.
" Berantakan sekali dapurnya kak? " Katanya setengah berteriak , sembari membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral .
Bagus berjalan menghampirinya, mereka tidak lagi canggung, sudah sangat akrab, seperti sebuah keluarga.
Bagus terkejut, kenapa sampai dapurnya jadi berantakan, apakah Wanda mencari sesuatu di dapurnya. pria itu melamun, hati kecilnya curiga,seolah menuduh Wanda macam macam.
" Apakah tadi ada yang datang ke tempat ini? " pertanyaan dari Indah membuyarkan lamunan pria itu.
Bagus menghela nafas ringan,
" Iya, tadi temenku menumpang istirahat di kamar ini"
" Oh iya, terus sekarang sudah pulang? " sambung Indah.
" Gak tau lah, sudah pulang atau belum, dia sama sekali tidak berpamitan padaku. "
Indah meletakkan lagi minuman itu ke dalam kulkas, setelah meneguk nya, tenggorokannya sudah tidak kering dan dia selamat dari bahaya dehidrasi.
" Aku mau ambil pakaian yang tertinggal kemarin, di lemari itu kan? " tanya Indah kepada Bagus sembari menunjuk ke arah lemari di sudut ruangan.
" Iya,.. ambil aja, lemarinya tidak aku kunci " jawab Bagus, kemudian kembali bermain dengan handphone nya.
Perasaan Bagus merasa janggal, setelah melihat keadaan ruangan ini, hampir berantakan semua.
"Masak Wanda yang melakukan ini, rasanya tidak mungkin" bathinnya masih ada rasa penasaran.Terdengar Indah berteriak sedikit pelan.
" Astaga.... kenapa jadi begini? " Keluh indah berteriak, menemukan pakaiannya sudah sobek .
Bagus mendengar, dan bergegas menghampiri dengan raut muka penasaran.
" Apa yang terjadi indah, ada apa dengan.....? " pria itupun terkejut, begitu melihat pakaian Indah rusak.
" kok bisa? " bathin Bagus, kemudian mengambil alih , memegang pakaian yang di bawa Indah, sekejap ,kemudian mengembalikannya lagi ke tangan pemiliknya.
" Apakah ini perbuatan Wanda, tetapi.. mana mungkin dia ..... " bathinnya kini benar benar, penasaran siapa yang telah melakukan semua nya ini. Pria itu nampak kembali melamun, " aku akan coba tanyakan pada penjaga di sini." ujarnya dalam hati, memilih jalur penyelesaian yang sederhana.
" yah.. sudah rusak, gak bisa di pakai " keluh Indah lagi, ketika selesai meneliti baju dan juga celana jeans nya yang robek.
Bagus menoleh, dan tak enak hati dengan semuanya, walaupun dirinya bukan yang merusak pakaian itu, tetapi itu ada dalam lemarinya, jadi dia merasa harus bertanggung jawab.
" Nanti aku ganti dengan yang baru,.. " ucapnya dengan penuh rasa bersalah.
__ADS_1
" tidak usah kak,.. lagian kakak kan udah beliin baju waktu itu, anggap saja ini aku sedang apes"
" Tidak,.. aku masih akan beliin kamu baju dan juga celana jeans, anggap saja aku yang melakukan nya, dan akan mengganti untuk itu"
Indah merasa malu dan tak enak hati, tetapi dia juga sebenarnya mengharapkan itu.
" Makasih banyak kak" ucap Indah akhirnya, dengan tersipu.
" Pakaian dalam kamu tapi gak rusak kan? " Sambar Bagus, sembari akan meraih pakaian dalam yang teronggok di atas meja.
Indah segera meraihnya, berlomba mengambilnya dengan cepat, dan dia berhasil. Wajahnya langsung memerah, ini benar benar tak pantas jika sampai Bagus memegang pakaian dalamnya.
Bagus terkejut, lalu melihat ,manatap Indah yang saat ini memiliki kulit wajah yang berwarna merah. Cowok itu paham, hal ini sangat sensitif. wajah pria itu pun ikut ikutan memerah.
" Maaf,... " ucap Bagus kemudian.
***
Malam hari, Indah sudah berada diatas kasur, hampir saja terlelap, ketika suara handphonenya berbunyi.
" Siapa sih, malam malam begini telepon? " gadis itu menggerutu karena merasa terganggu.
" Halo..? "
" Indah, aku ada di bawah, turunlah! " jawaban dari telepon.
"Gak ada kerjaan banget, malam malam gini bertamu, Ini siapa sih? "
" Ini aku, Haris"
" Apa? " gadis itu terlonjak kaget.
"Ada perlu apa kak, besok pagi aja ya, saya ngantuk banget"
" Sebentar aja, habis itu aku langsung pulang " Desak suara dalam telepon yang mengaku Haris.
" Oke dech" akhirnya Indah keluar kamar dan menemui Haris.
" Maaf, ganggu kamu" , Ucap Haris dengan tak enak hati.
"Hoaamm" Indah menggaruk kepalanya sembari menguap.
" Ada perlu apa kak ketemu saya"
" Ini" Haris menyodorkan sesuatu ke hadapan Indah.
Indah menerima barang itu, lalu membaca tulisan yang tertulis di label plastik obat.
" Aku menemukan ini di jalan , dan sepertinya alamatnya mengarah ke kost kost an kamu.
" Apa itu punya anak yang bernama Wanda itu?" lanjut Haris berbicara
Indah membelalakkan matanya, ketika membaca tulisan itu.
"Iya sih, alamat nya memang di sini, lalu ini obat apa, apa bener milik Wanda, kakaknya Dita? " Jawab indah.
"Siapa tahu iya" sahut Haris, kemudian pria itu pamit pulang dan Indah kembali ke kamar kost nya.
****
Pagi hari tiba, sinar matahari menerobos kamar Indah ,menembus melalui korden berwarna biru muda.
Jam wekernya sudah bunyi sejak tadi, tetapi gadis itu mematikannya , perut yang keroncongan menggangu tidurnya, hal itu membuat dirinya terbangun karena lapar.
" Aaaaaaaaaaaa" gadis itu terlonjak lalu teriak, marah pada diri sendiri karena terlambat bangun di pagi hari.
Indah bergegas ke kamar mandi, mandi dengan tergesa-gesa, sampai lupa menggosok giginya. Saat sedang berdiri di depan cermin, membenahi pakaiannya, gadis itu baru ingat kalo dirinya belum gosok gigi, lalu terpaksa kembali ke kamar mandi untuk menggosok gigi.
Pintu kamarnya di buka, suasana di kost kost sudah sepi. Indah mengira , teman temannya sudah berangkat ke kampus. Hal itu membuat dirinya semakin panik, belum pernah selama ini gadis itu terlambat datang ke kampus.
Tanpa pergi ke warung seperti biasanya, gadis itu membawa langsung motornya ke kampus. Tetapi sampai di kampus, suasana sepi, kemana murid yang lain.
" Hei... hari ini libur, kenapa berangkat? " suara teriakan itu memberi tahu, seorang pemuda dengan pakaian santai menghampiri Indah. Dia adalah dewan kampus, dan mereka akan melakukan rapat antar dewan.
__ADS_1
" Kamu anak semester satu ya? " tanya mahasiswa itu.
Indah nyengir, rasanya ingin sekali menggali lubang atau mempunyai ilmu menghilang, untuk menutupi rasa malunya.
" Hehheheh... iya kak... " jawab Indah polos.
Tak lama kemudian datang tiga mahasiswa lain, memasuki gerbang, dua anak dengan rambut rapi dan satu anak berambut panjang.
Ketiga mahasiswa itu menghampiri mereka.
" Ada apa Yud? " tanya salah satu mahasiswa dari ketiganya itu.
" Ini , dia lupa kalo hari ini hari libur "
Sontak ketiganya menutup mulutnya, mereka menahan tawa dengan susah payah.
Wajah Indah semakin memerah, Sial banget hari ini, bathinnya mengeluh.
" Ya udah kak, saya pulang dulu " pamit Indah kemudian, segera keluar dari kampus.
***
" Halo... Kakak ada di mana? " telepon Indah kepada Bagus di warung langganan. Sepulangnya dari kampus karena salah jadwal, gadis itu sengaja ke warung untuk kebiasaan rutin. Tak lama, bagus datang menemuinya.
" Kak, kartu ATM ku gimana kabarnya? "
" Sedang di urus di bank" jawab Bagus.
" Eh.. tumben kamu rapi hari libur gini, kamu mau pulang yogya? " lanjut Bagus bertanya.
" Nggak,... ehm... tadi salah jadwal, aku ke kampus dan ternyata libur.. " jawab indah polos.
" Hahahahahah " spontan Bagus tertawa terbahak, membuat indah semakin kesal.
" Yah... tertawa terus.... sampe mulutnya kering" ketus Indah merespon.
" maaf... hehehemmmmm... " Bagus menahan tawanya yang belum reda.
" Hem... " gadis itu memberengut, mengerucut kan bibirnya.
" Oke... aku berhenti tertawa kok.... "
" Hari minggu kost kost an sepi, kemana teman teman kamu? " tanya Bagus selanjutnya.
" Gak tau" jawab Indah masih dengan nada kesal.
" Kalo gitu Wanda juga gak ada di kost kost an? " gumam Bagus.
Indah menoleh, merasa sedikit cemburu, tapi bisa mengontrol perasaan itu, Indah jadi ingat obat yang di temukan Haris tadi malam. itu obatnya Wanda.
" Kalo kak bagus mau menemui Kak Wanda, aku nitip sesuatu untuk dia! " ucap Indah menyahut.
Bagus menoleh untuk memandang Indah.
" aku hanya mau bicara aja kok, kamu mau nitip apa untuk dia, kenapa gak berikan sendiri saja sama anaknya? " Balas Bagus.
Indah segera berdiri, dan menyuruh Bagus menunggunya.
" Tunggu sebentar kak, aku ambil dulu barang itu"
Tak sampai setengah jam, indah kembali dengan membawa bungkusan obat, lalu menyerahkan obat itu ke tangan Bagus.
Bagus nampak mengerutkan dahi mengamati beberapa macam jenis obat itu.
" Ini racikan obat depresi, apakah Wanda punya penyakit depresi? " gumam bathinnya. Setelah mengetahui fungsi obat obatan yang terdapat di dalam kantong obat yang Indah berikan.
( bersambung)
***
notes author
maaf ya baru update, kemarin kemarin saya sakitš„²
__ADS_1