Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Luka Di Masa lalu


__ADS_3

Indah sengaja mengulur waktu di dalam kamarnya, hal itu membuat Sherly tidak sabar menunggu lalu kemudian masuk ke kamar Indah, dan segera menyeret tangan Indah berjalan keluar.


" Eh.. apaan sih.. aku bisa jalan sendiri kali.. sher.. sherly... ih.. " protes Indah, tetapi Sherly tetap saja menyeretnya ke luar, guna menemui tamu Indah yang adalah seorang pria yang sangat tampan menurut Sherly.


" Sher.. lepasin ah, gue males , palingan juga cowok kumal itu"ucap Indah menerka tamunya sendiri.


"Ih.. siapa bilang, orangnya bersih dan rapi gitu kamu bilang kumal, makanya lihat dulu sebelum berkomentar.. jangan ngasal.. " bantah Sherly tentang tamunya Indah.


Indah mendengus, dengan terpaksa dia menurut pada Sherly.


" Tuh lihat, keren gitu kamu bilang kumal,... " bisik Sherly ketika sampai di ruang tamu.


Indah memutar bola matanya, dengan terpaksa menemui tamu itu. Seorang cowok berdiri membelakangi, cowok itu melihat ke luar melalui kaca jendela, kedua tangannya dirangkai kebelakang sembari memegang dompet yang mirip dengan dompet miliknya.


" Ehem... " Indah sengaja berdeham, membuat cowok itu menoleh dan mereka berhadapan.


Indah sedikit terkejut dengan cowok itu, dari segi penampilannya mengingatkan dia tentang seseorang. Seseorang yang sekarang sangat dia hindari. Tetapi bedanya, cowok di hadapan nya ini tidak memakai kacamata.


Dengan rambut pendek yang rapi serta wajah yang cukup tampan, cowok itu tersenyum kepada nya, dan itu membuat Indah tidak bisa berkedip dalam semenit.


"Apakah Kamu yang namanya Indah? " ucap cowok itu bertanya. Indah tersadar lalu sengaja memalingkan muka darinya, dengan berjalan ke samping, kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


Kemudian Sherly datang membawakan minuman untuk mereka.


"Mari silakan duduk kak.., dan silakan di minum minuman nya! "


ucap Sherly mempersilahkan cowok itu untuk duduk dan minum, dia pun duduk di samping Indah. Indah memandang Sherly dengan wajah malas, lalu berbisik ditelinganya.


" Tumben.. baik amat kamu"


Sherly tidak menggubris cercaan Indah, sebaliknya dia tersenyum ganjen pada cowok itu.


Cowok itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sembari wajahnya merah menahan malu.


"uhuk..uhuk..uhuk..e' ehhm..... " Indah batuk dengan sengaja.


" Kok tenggorokanku jadi gatal ya.. e'ehmm.. ehm.. "


lanjut nya.


Sherly mencubit paha Indah.

__ADS_1


" Aapan sih kamu.., minum obat kalo batuk... " ujar Sherly ,membalas dengan berbicara lirih dalam mulut sedikit tertutup, kemudian kembali tersenyum manja memandang ke depan.


Indah mencibir.. " Iih..ganjennya...dasar" sindir Indah.


Lagi lagi Sherly tidak menanggapi, gadis itu sibuk melihat cowok itu yang nampaknya risih dan sangat malu.


Cowok itu menyimak apa yang kedua gadis itu ributkan sejak dari tadi. Yang membuatnya jadi salah tingkah.


"Ehem.. " si cowok berdehem, mengembalikan keadaan yang mulai menyimpang.


" Oh iya.. saya belum memperkenalkan diri" ucap si cowok, wajahnya masih terlihat merah.


" Saya Arman, temannya Bagus, Bagus menyuruh saya untuk mengantarkan dompet kamu yang tadi jatuh. " ucap Arman sembari menyodorkan dompet kepada Indah.


" Ini punyaku, aku kok gak nyadar kalo Dompetku jatuh" balas Indah sembari mengambilnya, lalu mengecek apakah benar itu miliknya.


" Ini memang benar dompet ku." ucap Indah.


"Masih utuh, .. tidak ada yang hilang....,makasih banyak ya, udah repot repot nganterin ke sini.. ehm.. dan maaf atas sambutanku yang kurang sopan., heheh.. " gadis tomboy itu terkekeh merasa sangat malu.


" Gak apa apa kok, ..ehmm..kalo gitu saya langsung pamit pulang aja" Ujar Arman lalu berdiri.


Sherly kaget, mendengar nya, sontak temannya Indah yang agak ganjen itu langsung menahannya.


Indah dan Arman seketika memandang Sherly. Sherly jadi malu, dia pun terkekeh.


" Hehehehe... maksudku ...aku juga pengen kenalan juga sama kakak.. " ucap Sherly. Yang di balas senyuman oleh Arman. Indah memutar bola matanya, dia malas bergabung dengan kedua makhluk itu.


Sherly mengulurkan tangan , Arman membalasnya.


" Sherly.. "


" Arman"


" Maaf ya Sher, kak Arman, saya masuk dulu, masih menyelesaikan tugas kuliah " pamit Indah kepada mereka, kemudian berlalu menuju kamarnya.


***


Di dalam kamar yang berukuran 4 x 5 m, Indah melamun sambil mengetukkan pensil diatas meja belajar nya. Teringat kisah cinta pertama nya dulu dengan teman kuliah kakaknya, yang bernama Fahri.


( Flashback)

__ADS_1


"Dek, kakakmu ada?" tanya Fahri. cowok yang cerdas , rapi dan tampan walaupun menggunakan kacamata minus 3.


Indah yang sedang menyirami tanaman di depan rumah, begitu terpesona dengan Fahri diawal pertemuan mereka.


Dirinya masih duduk di kelas XII, dengan rambut panjang se punggung dan dress warna Salem kesukaannya.


" Mas temannya mbk Ningsih ya? " jawab Indah memberhentikan kegiatan nya sejenak.


" Iya, saya Fahri teman kuliahnya.. " balas Fahri.


Indah membeo, tapi matanya sembari memperhatikan penampilan teman kakaknya itu.


"Tolong panggil kan Ningsih ya Dek, bilang Fahri menunggu nya di depan. ! " lanjut Fahri meminta Indah, dan membuyarkan pikiran Indah yang masih dalam keterpesonaan kepadanya.


" Iya" jawab Indah lalu bergegas masuk ke dalam rumah.


" Mbak Ning... mbak Ningsih..., ada temennya.. " panggil Indah sembari berjalan ke kamar kakaknya yang bernama Ningsih.


" kok aku deg deg an ya,.. " bathinnya, sambil meletakkan tangannya di dada, merasakan detak jantung yang berdebar keras tak beraturan. Wajahnya merona, dia tersipu malu.


" Inikah rasanya jatuh cinta.. " gumam Indah dalam hati sembari bibirnya tersenyum.


Hari demi hari, hari hari Indah terasa berwarna merah muda, setiap kali Fahri berkunjung, dia selalu berdandan cantik, dan memakai dres yang dia anggap paling bagus dari koleksi dress favorit nya.


Fahri pun dekat dengan nya, bahkan dia sering membantu nya mengerjakan tugas rumah. Rasa cintanya ke Fahri semakin berkembang, hidup Indah terasa berbunga bunga, senyum pun selalu terukir di sepanjang waktu hingga menjelang tidurnya.


Pada suatu hari, Indah di ajak oleh kakaknya pergi ke Mall bersama Fahri. Malam itu Fahri nampak sangat gagah dengan kemeja biru laut, dan Indah semakin mengagumi Fahri. Di matanya, Fahri adalah cowok idaman yang dia dambakan. Hidup nya akan sempurna jika mereka menikah, begitulah pikiran Indah saat itu.


Tetapi malam itu juga, hatinya hancur berkeping-keping, impian yang dia bayangkan hanyut tak berbekas, tersapu oleh ombak. Ketika tak selang lama, Fahri secara resmi melamar Ningsih. Ternyata mereka mengajaknya untuk menjadikan nya sebagai saksi dari momen istimewa sepasang kekasih tersebut, karena malam itu di depan matanya Fahri memakaikan cincin di jari Ningsih dengan niat melamarnya sebagai istri.


Hati Indah sangat terluka, dia pun menangis di balik kebahagiaan sang kakak.


" Dek, kenapa kamu menangis? " tanya Ningsih waktu itu, yang kaget melihat adiknya menangis ketika Fahri memakaikan cincin di jarinya.


Indah membalas dengan berkata bohong, mengatakan kalo dia sangat terharu dan bahagia, padahal sebenarnya justru kebalikannya.


Sepanjang jalan pulang, Indah terus menangis, sebab hatinya benar benar hancur. Bahkan rasa sedih itu tidak bisa dia lupakan. Selama 3 hari, sejak malam itu, Indah mengurung diri dalam kamar.


Hal itulah yang menyebabkan Indah mengubah penampilannya, dari yang tadinya feminim jadi berpenampilan tomboy. Menutup hati dari urusan cinta, juga tidak mau berteman dengan laki laki.


(bersambung)

__ADS_1


***


__ADS_2