
Bagus baru saja tiba di ruang kuliah, ketika Arman sedang duduk sembari membaca bukunya. Nella yang biasanya berada di dekat pria itu, kini tak terlihat sama sekali batang hidungnya.
" Tumben sendirian, Nella mana? " tanya Bagus sembari menempatkan diri, duduk di samping Arman. Arman hanya membalas dengan helaan nafas, terlihat kesal.
"Kalian bertengkar? " tanya Bagus lagi, sekilas terkekeh.
Arman kembali tidak menjawab,.. mengingat bagaimana sikap Nella kepadanya, membuat pria itu eneg membahas pacarnya itu.
" Oke,... gue gak mau ikut campur " Kata Bagus selanjutnya, menyerah untuk tahu permasalahan kedua temannya itu.
Jam kuliah pertama nya selesai, Dosen membagikan sebuah catatan penting bagi setiap mahasiswanya, sebagai tugas praktek.
" Wah... kita di suruh ke rumah sakit "keluh Bagus ketika membuka catatan itu.
" Yah..... memang seperti itu , kamu di rumah sakit mana? " sahut Arman, sekaligus bertanya.
"Di jakarta,.. kalo kamu? " balas Bagus, kemudian balik bertanya.
" Aku di bandung, di sekitar sini aja" jawab Arman.
"beruntung kamu, dekat sini aja" sahut Bagus, nampaknya sedikit kecewa dengan keputusan Dosen.
" Bukankah Ayah kamu tinggal di jakarta? "
" Yah benar, tapi aku gak mau tinggal dengan mereka. "
Arman menepuk pelan pundak temannya itu, memberi semangat.
" Sabar, semangat aja! ' katanya, dan Bagus hanya sekilas memberi senyum sebagai balasan.
****
Sebuah pesan WA datang dari Wanda, temannya itu memberitahu kalo dirinya sudah menunggunya di sebuah tempat yang searah dengan jalur kampus.
Bagus menemui Wanda di tempat itu, Gadis itu sedang tergelak lemah, duduk dan bersandar pada dinding bangunan toko dan kebetulan toko itu tutup.
" Kenapa Wanda, kamu sakit? " tanya Bagus seketika menghampiri gadis itu begitu memarkirkan sepeda motor nya.
" Kepalaku pusing Gus, makanya aku telpon kamu, kayaknya aku gak kuat kalo pulang sendiri naik angkutan".
" Bukannya Adik kamu yang biasa jemput kamu? "
" Dita hari ini ada keperluan dengan temannya, jadi dia nyuruh aku panggil ojol atau naik angkot.
" Ya udah, aku antar kamu pulang sekarang " pria itu ingin membantunya mengantar dia pulang. tetapi Wanda menolak.
" Gak usah Gus, aku gak mau pulang ke kost kost an di jam begini, di sana panas, aku gak akan bisa tidur malah"
Bagus nampak berpikir karena paham maksud Wanda.
" kalo gitu, gimana kalo kamu ku bawa di losmenku, aku punya losmen milik keluarga tetapi masih dalam tahap renovasi "
Akhirnya Wanda menyetujui usul Bagus, segera Bagus mengajaknya untuk beristirahat di tempat nya itu. Tempat yang sama dimana Indah pernah menginap di sana karena hujan.
__ADS_1
" Ini milik keluarga kamu Gus? " tanya Wanda begitu sampai dan mengagumi tempat wisata yang masih dalam proses pembangunan.
" Iya" jawab Bagus singkat, tanpa bermaksud menjelaskan.
Wanda menebak nebak dalam hati, orang tua Bagus pasti orang kaya, sekaya apa ya kira kira. bathin Wanda penasaran.
Bagus membukakan pintu , dan menyuruh Wanda untuk istirahat,
" Tidur lah , nanti kalo sudah merasa baikan, kamu hubungi aku. "
" Kamu mau kemana? " tanya Wanda cepat.
"Aku ada perlu, jangan sungkan hubungi aku kalo kamu sudah baikan, aku tinggal dulu ya! "
***
Sepeninggal Bagus, Wanda mengedarkan pandangannya, menikmati kamar yang begitu nyaman dan lengkap, ada dapur, kamar mandi, juga meja makan dan semua perabot lainnya, layaknya sebuah rumah.
Gadis itu membuka segalanya, dari kulkas, lemari dapur ,juga lemari pakaian yang ada di kamar itu. Matanya membulat begitu menangkap satu buah baju, celana jeans dan juga pakaian dalam milik wanita.
"Apakah ini milik tunangannya Bagus? " bathinnya bertanya tanya, sebab Bagus pernah bilang kalo dirinya sudah di jodohkan oleh Ayahnya.
Wanda merasa cemburu, jiwanya mulai depresi karena tidak terima Bagus bukan miliknya. Matanya mengedarkan pandangan dengan tatapan sengit, lalu mengayunkan langkah, begitu mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Gadis itu mengambil pisau yang ada di dapur. Dan seketika menyobek baju wanita itu dengan pisau, juga celana jeans nya.
"Aku tidak terima Bagus milikmu, dia milikku selamanya" sembari berulang kali berguman, Wanda menyeset habis pakaian yang di pegangnya.
***
Di tempat lain di sebuah Mall di bandung. Indah sekilas tersenyum lebar begitu sampai di Mall itu, jiwa belanjanya berteriak senang begitu matanya menangkap berbagai macam barang barang wanita yang terpajang rapi di banyak konter di Mall itu.
Gadis itu berkeliling mencari mesin ATM yang biasanya ada di Mall Mall besar. dan Yah.. gadis itupun menemukannya. Di bukanya tas dan di ambilnya dompet, Indah ingin mengambil kartu ATM nya.
Sebuah kereta barang di dorong oleh karyawan dan menyenggol Indah yang sedang berdiri, belum masuk ke dalam konter mesin,dengan tak sengaja.
" Maaf mbak, gak sengaja " ucap karyawan itu, meminta maaf dengan tak enak hati, lalu kembali berjalan, sebab barang yang di bawa harus segera di tata.
Indah memberenggut sembari meraih dompetnya yang jatuh, kartu ATM nya juga jatuh. Gadis itu meraihmya di lantai, tetapi betapa sangat terkejut dan jengkel, menyadari ternyata Kartu ATM nya terlindas roda kereta barang tadi.
" Astaga.. kok jadi begini " Gumamnya ,sembari , menatap miris, kartu ATM yang sudah retak, kotor dan pasti rusak.
Ingin rasanya gadis itu menangis sejadi jadinya, berteriak memanggil sang bunda, tapi apa daya, dirinya berada di tempat umum, tak pantas jika itu dia lakukan. gadis itupun tertunduk lesu, duduk di atas lantai dengan sesegukan.
***
Bagus baru keluar dari dalam kantor menajer di Mall milik Ayahnya. Yah... sebentar lagi pria itu akan di angkat sebagai Ceo ketika lulus kuliah nanti.Ini ganjaran yang dia dapat, karena sudah mematuhi segala apa yang ayahnya mau.
Pria itu berjalan dengan santai, satu tangannya menenteng kontak mobil, satu tangannya lagi bergerak bebas mengayun di udara. Pemandangan di depan matanya, membuat pria itu segera bergegas menghampiri, sosok itu tak asing baginya.
" Indah" panggilnya kemudian. Indah menoleh, sedikit mendongak merespon panggilan seseorang.
" Kak Bagus" sahutnya dengan raut wajah menyedihkan.
"Kamu kenapa, apa yang terjadi? " tanya pria itu sembari berjongkok mendekatkan wajah mereka.
__ADS_1
Gadis itu mengulur kan tangannya, memperlihatkan kartu ATM nya yang rusak.
" Hiks... hiks... hiks... aku gak bisa ambil uang, kartu ATM ku rusak"
" Ha? " pekik Bagus menanggapi. Lalu mengambil kartu ATM di telapak tangan gadis itu.
"Apa sudah di coba? "
" Belum, tapi kartunya udah patah gitu, mana mungkin gak rusak"
" iya sih"
" Karyawan itu yang merusaknya,..." ucapnya jengkel, mengadukan karyawan Mall ini.
"oh iya kak, antar aku menemui managernya... " sambung Indah, sembari berdiri menghapus air mata dan membenahi penampilannya yang menyedihkan.
Bagus sedikit tersentak, bingung , bagaimana mengatakannya , dirinyalah yang bertanggung jawab di Mall ini. Ayahnya mengambil alih kepemilikan Mall ini, karena pemilik sebelumnya jatuh bangkrut. Bagus tidak ingin mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya tentang siapa dirinya.
Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sembari gelagapan mengarang alasan.
" Ee.... itu... ee... biar aku saja yang menemui manager Mall ini, eee... ngomong ngomong kamu mau beli apa di sini" lanjut pria itu mengalihkan pembicaraan.
Indah menautkan alisnya,
" Emang kakak kenal sama manager Mall ini? "
" i.. iya... aku kenal sama managernya, dia.. dia temenku. "
" Ouh... ya sudah, aku pasrahkan kak Bagus saja masalah ini".
Gadis itu kemudian berbalik, bermaksud keluar Mall.
" Indah kamu mau kemana?, kamu gak jadi belanja? "
Indah menoleh, Bagus berjalan menyusulnya.
" Aku mau pulang kak, .... " jawabnya, lalu tertunduk lemas.
" Kenapa gak jadi belanja? "
" Enggak jadi, ... lain kali aja" balas Gadis itu, kemudian mulai mengayunkan langkah. Tidak mungkin dia belanja tanpa mempunyai uang. Memangnya Mall ini gratisan, bathinnya menggerutu. Sebetulnya dirinya sangat kecewa dengan kejadian yang menimpa dirinya, sungguh apes.
Tiba tiba, Indah teringat pakaiannya yang masih tertinggal di kamar tempat wisata itu, waktu itu
Gadis itu menolehkan kepalanya kembali, ke arah Bagus ,disampingnya.
" Kak, pakaian aku yang kemarin masih ada di tempat itu kan,... "
Bagus mengerutkan dahinya, mencoba mengingat.
" Ehm.. itu, iya... aku simpan di lemari "
" Aku mau ambil sekarang, bisa gak kakak antarkan aku ke sana! "
__ADS_1
" Boleh" jawab pria itu dengan semangat.
( bersambung)