Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 24 ( kemeja penghalang)


__ADS_3

" kenapa" ucap Bagus , ketika Indah menatap ke arahnya dengan mata membelalak lebar, nampak terkejut dan tidak percaya.


" Apa maksudnya? " balas Gadis itu kemudian, sedikit emosi ,dan menuntut penjelasan segera.


" Apa maksudnya?" sahut Bagus, dahinya berkerut, bingung dengan kata tanya yang Indah lontarkan.


"Apa maksudnya kakak membawa ku kemari? " lanjut Indah dengan gemas ,menjelaskan perkataan nya sendiri.


"Aku menyuruhmu mengganti pakaian, bajumu basah kan? " Balas Bagus polos,


"lalu kenapa?" sambung pria itu, kini membalikkan pertanyaan, mengedikkan bahunya.


Indah seketika tersipu malu, amarah yang tadi hampir meluap, padam seketika, mendengar jawaban dari pria itu.


" hehehe",


gadis itu terkekeh, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Merasa bersalah karena sudah berburuk sangka terhadap Bagus.


Bagus menyipitkan matanya, kini dia paham apa yang gadis itu pikirkan tadi,


" kamu kira aku mau ngapain kamu? " ucap pria itu.


wajah Indah semakin memerah, hingga merambat ke seluruh wajahnya, seandainya dirinya bisa menghilang, itu yang akan dia lakukan sekarang.


" Maaf" sahut Indah dengan mengalihkan pandangan ,menyembunyikan wajahnya yang pasti sedang memerah, dengan menatap ke samping.


Tiba - tiba saja dagunya di sentuh dan ditarik pelan oleh tangan Bagus, pria itu sedikit menunduk, mendekat ke wajah Indah, sehingga dirinya dapat menatap ke dalam matanya. Indah terkejut, matanya membuka lebih lebar, warna pipi semakin merona ,kini menjalar semakin luas hingga ke telinga,dengan diiringi debaran jantung nya yang berdebar begitu kencang. Untunglah hanya sebentar, kalo tidak mungkin jantungnya benar benar mencelos keluar dan jatuh ke tanah.


Bagus menarik tangannya, melepaskan dagu Indah, lalu berjalan menuju ke lemari yang terletak di samping kanan tempat tidur di kamar ini. Wajahnya pun sedikit memerah, dengan jantung yang bertalu keras.


Maka dari itu, tindakan nya ini memang di sengaja, berusaha mengalihkan apa yang sedang dia rasakan, menghindar dari serangan hormon sialan, yang perlahan mulai membangkitkan bagian tubuhnya yang lain, karena gelenyar listrik mulai mengalir melalui pembuluh darah, sebelum gelenyar itu akan menguasai dan membuat dirinya tak sadar.


Bagus mengambil handuk yang terlipat dan tersusun rapi di lemari tersebut, lalu melempar dari jaraknya ke Indah. Gadis itu tersentak, untunglah tangannya cukup respon menangkap handuk yang di lemparkan Bagus.


" Keringkan badanmu di kamar mandi, lalu segera ganti pakaian yang basah itu, supaya tidak masuk angin! " ucap Bagus , lebih seperti memerintahkan.

__ADS_1


Sekilas Indah terbengong, Bagus sangat perhatian seperti Bunda nya. Tetapi kemudian gadis itu patuh, pergi ke kamar mandi, seperti seekor anjing yang di beri tulang.


***


Indah melepas semua pakaiannya di kamar mandi, lalu menutupi tubuhnya dengan handuk yang di berikan Bagus. Dengan santainya gadis itu membilas baju, juga celana jeans nya hingga bersih, noda tanah yang tadi terciprat di celana juga baju itu akan membekas kalo tidak segera di bersihkan. pikirnya.


Tetapi kemudian tersentak,


"Astaga!! ", menyadari dirinya tidak mempunyai baju ganti.


" Aku kan gak bawa baju! " gumamnya kebingungan, kemudian menatap pakaian yang kini sudah basah total.


Tak lama kemudian Bagus datang dengan membawakan dua buah gelas teh hangat ,dan dua mangkok bakso, ke kamar itu. Bagus celingukan setelah meletakkan nampan yang berisi makanan itu ke atas maja. Mengedarkan pandangan mencari Indah.


" Indah" panggilnya, lalu berjalan ke kamar mandi dan mengetuk pintunya.


" Indah, kamu masih di dalam? " ucapnya bertanya, sembari mengetuk pintu itu.


" iya" jawab Indah ,sembari berjalan bergegas mendekati pintu.


"ehm.. .. kak Bagus, aku gak bawa baju ganti" sahut Indah dari dalam kamar mandi dengan wajah memerah.


Bagus sedikit tersentak mendengar jawaban itu, kemudian melamun. Keduanya terdiam,semua ini memang tidak di rencana, siapa sangka hujan akan turun lebat.


Pria itu kemudian melepas baju kemeja putih yang sedang dia pakai, lalu mengetuk pintu kamar mandi lagi,


" Sementara pakailah ini! " ucapnya.


Indah kegirangan, kesulitannya teratasi, segera gadis itu membuka pintu sedikit, lalu mengulurkan tangannya, meminta baju pengganti tersebut. Tetapi setelahnya, gadis itu tersentak kaget, hanya sebuah kemeja yang dia terima.


Seketika dirinya membuka pintu dengan lebar dan melihat ,Bagus berdiri dengan bertelanjang dada. Mulut dan matanya membuka lebar seketika, gadis itu segera berbalik badan membelakangi Bagus, sembari menggenggam kemeja itu menaruhnya ke dada.


Jantungnya berdebar tak karuan, seakan memprotes ingin segera keluar dari wadahnya.


" Pakailah kemajaku dulu untuk sementara, aku akan carikan pakaian ganti untuk mu! " ucap Bagus ,kemudian pria itu mengayunkan kaki, melangkah keluar kamar.

__ADS_1


***


Tarikan nafas sangat panjang, ketika Bagus berjalan melewati koridor menuju gedung aula yang agak jauh dari kamar itu.


" Brengsek, kenapa suasananya jadi begini " pria itu mengumpat dalam gumamnya, menyalahkan keadaan, sembari menggelangkan kepalanya, merasa pusing dan bingung bagaimana menghadapi situasi yang semakin kacau ini.


Tak ada satu orang pun di aula itu, Bagus duduk di sebuah kursi sofa, lalu menyenderkan punggungnya, sembari memejamkan mata menghela nafas yang panjang. Sanggupkah dirinya terus menjadi malaikat ,menghadapi situasi ini, lalu bagaimana kalo tiba tiba iblis dalam dirinya muncul, dan membalikkan keadaan, dirinya laki laki normal.


***


Indah terpaksa memakai kemeja itu, lalu keluar dari kamar mandi dan menjemur semua pakaian nya yang basah di luar halaman, di samping kamar tersebut, termasuk pakaian dalamnya.


Kemudian Gadis itu masuk, dan duduk sambil menikmati teh hangat, serta bakso. Indah gelisah, tak memungkiri , dirinya cukup khawatir , hanya dengan menggunakan kemeja ini untuk menutupi tubuhnya.


Terlintas seketika dalam ingatannya, perkataan Dita malam itu, yang mengatakan bahwa Bagus itu seorang pria gay, itu berarti pria itu tidak akan bereaksi dengan wanita. Gadis itupun tersenyum lega.


"Aman" gumam hatinya percaya diri.


Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari suara sepatu yang beradu dengan lantai, mendadak gadis itu gugup dan juga khawatir, hingga seakan_ akan mengambil selimut, untuk membungkus seluruh tubuhnya, sebelum laki laki itu datang kemari.Percaya dirinya mengalami krisis, meragukan lagi kalo Bagus itu gay.


Indah akan berdiri bermaksud mengambil selimut diatas kasur busa di kamar itu, dirinya merasa cukup risih hanya dengan memakai kemeja ini. tetapi terlambat sudah, dalam hitungan detik, Bagus telah membuka pintu dan mengayunkan langkahnya melewati pintu.


Lelaki itu mengayunkan kaki telanjangnya tampak tak ragu ataupun gugup sedikitpun. Dengan menggunakan hanya jas , badannya yang tadi telanjang di tutupi, melangkah mendekat. Samar samar Indah menangkap rona merah di wajah pria itu, walaupun sedikit.


Indah terbengong tanpa berkata apapun, hanya menyaksikan bagaimana Bagus menarik kursi ,kemudian duduk, lalu mengambil Bakso dari nampan, meletakkannya di atas meja, dan menunduk ketika mulai menikmati hidangan bakso di mangkok di hadapannya.


Tanpa sepatah katapun, respon Bagus biasa saja, seolah tidak terganggu dengan penampilannya yang hanya memakai selembar kain ini. Indah menghela nafas lega, mungkin benar kalo Bagus itu gay, bibirnya pun mengukir senyum , seolah baru saja lepas dari kandang macam.


***


( bersambung)


🤔🤔🤔


benarkah Bagus gay.. 🤭🤭.

__ADS_1


makasih yang sudah membaca, doakan semua hari ini ada waktu luang biar author bisa ngelanjutin berkhayal..


__ADS_2