Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 25 ( bersentuhan kulit)


__ADS_3

Bagus telah selesai menghabiskan baksonya, pria itu kemudian meneguk teh hangat , menghabiskan teh itu dalam sekali tegukan, lalu berdiri sembari mengangkat mangkok ,juga gelas dengan kedua tangan, akan membawanya ke bak cuci piring.


Pandangannya menangkap penampilan Indah yang begitu seksi, hanya dengan memakai kemejanya, membungkus tubuh telanjang gadis itu, sedang duduk dengan santainya, menikmati hidangan bakso.


" Sialan, gadis ini benar benar telanjang" gumamnya mengumpat dalam hati. Perlahan gelenyar nafsu semakin gencar memperrangkap, menguasai tubuhnya.


" Brengsek " umpatnya lagi dalam hati, sembari berlalu meninggalkan meja makan ,menuju bak cuci piring.


Bagus menyalakan kran, menaruh mangkok dan gelas kotor ke dalam bak tersebut. Tak tahan dengan kondisi tubuhnya yang hampir di kuasai nafsu, dirinya berusaha keras meredam dorongan nafsu tersebut ,supaya lekas padam ,sembari memejamkan mata. Rasanya tak kuat lagi nafsu itu untuk terus dia tahan, hingga terpaksa dirinya menggigit bibir kuat kuat, dan memejamkan mata.


Bagus tak peduli jika bibirnya akan berdarah, apalagi rasa sakit pada bibir nya kelak, sekalipun darah itu akan mengalir deras dari bibirnya itu. Dirinya masih bisa tahan, tapi jika dorongan nafsu itu akan terus menyerangnya, Bagus ragu bisa menahannya.


" Biarkan aku saja yang mencucinya kak" Ucap Indah di samping nya, dengan percaya diri menawarkan mencuci piring, sembari memegang nampan berisi mangkok dan gelas kotor miliknya.


Bagus menoleh dengan tersentak kaget, sejak kapan gadis ini menyusul nya. Mata pria itu merah dan membelalak, sangat terkejut. Rasa panas dalam tubuhnya belum berhasil dia padamkan, sekarang malah melihat pemandangan yang begitu seksi ,dari penampilan gadis yang sedang berdiri di samping nya ini. Apakah sengaja gadis ini menggodanya.


" Sialan, bangsat" dirinya tak tahan terus mengumpati keadaan. Ini benar- benar menyiksanya, apalagi melihat betapa mulus dan putihnya kulit Indah, dari balik kemaja putihnya itu. Menempel longgar di badan mungil nan seksi gadis ini. Iblis kali ini benar benar sudah muncul ,dan mengujinya habis habisan.


Bagus tidak tahan, matanya mulai menggelap melihat leher jenjang gadis ini, tulang selangka, dadanya yang nampak menonjol, juga belahan diantara kedua buah dada itu, benar benar membuat matanya rakus, apalagi gadis ini tidak memakai Bra.


Rasanya ingin sekali mengulurkan tangan, masuk ke dalam kemeja putih miliknya yang sedang gadis ini pakai, lalu merabanya. Merasakan bagaimana halus dan mulusnya kulit gadis di depannya ini. Dorongan nafsunya begitu keras, pikirannya mulai berfantasi yang bukan bukan, tak sadar ,dirinya sampai menggeram karena hampir di kuasai nafsu, jantung nya berpacu sangat cepat, nafasnya pun mulai memburu.


" ohhh... iyah... " sahut bagus dengan suaranya yang menjadi berat.


Klunting...


suara sendok yang terjatuh, membuat Indah seketika membungkukkan badan ke bawah, mengambil sendok miliknya, yang tak sengaja dia jatuhkan. Bagus tersadar, dan langsung berpaling mengalihkan pandangannya ,menatap ke atap. sembari mengumpat lagi.


Bagus tak tahan dengan semua ini, pria itu sengaja akan menghindar, dengan mengayunkan kakinya, melangkah ke depan, hendak menuju ruang lain di sana, ruang yang bebas dari gadis ini.


Tetapi ,lagi lagi kejadian tak di sengaja menimpa keduanya, seakan iblis tidak menyerah untuk berupaya terus menggodanya, mungkin sampai dirinya menjadi khilaf.


Gerakan Bagus ketika mengayunkan kaki, itu bersamaan dengan gerakan Indah yang hendak berdiri, al hasil tubuh mereka saling terbentur. Kulit punggung lengan mereka, saling bersentuhan. Pria itu memejamkan mata, menyebut Nama Tuhan, untuk menyadarkan pikirannya yang sudah terkontaminasi.


Wajah keduanya memerah bersamaan, debaran jantung mereka berdebar cepat, hingga keduanya terasa susah mengambil nafas. Ingin rasanya Bagus mencekik gadis ini, karena kecerobohannya. Apakah gadis ini tak sadar, secara langsung sudah memancing hewan buas dalam diri laki laki?.


" Minggir" ucap Bagus dengan kasar. Indah terkejut dan langsung menyingkir dari hadapan Bagus.

__ADS_1


" Ma.. maaf" lanjut Bagus dengan tak enak hati . kemudian pria itu berjalan keluar dan membuka pintu.


Ternyata langit mendung lagi, bahkan kini awan semakin gelap, angin bertiup begitu kencang, Bagus yakin sebentar lagi hujan deras akan turun. Pria itu segera menutup pintu dengan terpaksa.


" Hujan lagi ya kak? "


Bagus menoleh dan menjawab,


"iya"


" Trus gimana aku mau pulang? " lanjut Gadis itu dengan lemas, dan sedih.


Bagus bingung dan merasa bersalah.


" Maaf ya, karena telah menyuruhmu datang kemari"


Indah diam, dirinya memang menyesal telah datang kemari, tapi semua sudah terlanjur, terpaksa hanya bisa pasrah.


Bagus masih berdiri di balik pintu, bersandar di pintu tersebut. Dirinya bingung mau berbuat apa sekarang. Matanya menatap ke depan, melihat Indah yang sedang bermain dengan handphone. Pria itu sengaja menarik pandangannya, sengaja berpaling ke bawah. Tetapi malah matanya tak sengaja menangkap pemandangan yang semakin memperburuk dirinya, melihat kedua paha indah yang telanjang.


Bagus kembali merutuki dirinya sendiri, nasibnya sungguh sial, terperangkap dalam keadaan yang sangat menggoda imannya, kali ini mampukah dia bertahan. Segera pria itu mengalihkan pandangannya, berbalik badan menatap sekeliling tembok.


" Aku sudah suruh orang untuk membawakan baju ganti untuk mu" balasnya , tidak berpaling ataupun mengubah sedikitpun posisi duduknya, yang membelakangi gadis itu.


" Ada baju ganti lain gak selain kemeja kakak ini, ehm.. agak risih memakainya. "


" Maaf ya, hanya itu, akupun lupa membawa baju ganti kemarin" balasnya dengan menyesal.


Suasana kembali hening.


" Indah, aku berjanji akan mengantarkanmu, tetapi menunggu sampai baju ganti untuk mu datang. "


" Iya kak, gak apa apa,.. hoammm.. "


" Ngomong ngomong aku jadi ngantuk, bolehkah aku tidur di tempat tidur ini kak? "


Akhirnya Bagus mengubah pandangannya, kini melihat Indah yang sudah berbaring di atas tempat tidur, sembari menutuppi seluruh badannya dengan selimut.

__ADS_1


" Kalo begitu aku akan tidur di luar " sahut bagus, sembari berdiri.


" Kenapa tidak tidur di sini, kasur ini luas kok, tidak sesak kalo tidur berdua " sahut Indah dengan polosnya.


" Apa? " Bagus terkejut dengan ucapan Indah.


" Apa boleh aku tidur di sampingmu? " Balas Bagus tak percaya.


" Memangnya kenapa, ini juga kamar kakak kan?" Balas indah dengan santainya.


Bagus semakin terkejut, apa gadis ini naif , atau sengaja? bathinnya penasaran dengan ucapan Indah.


" Apa kamu tidak takut? " balas Bagus.


Indah mengerutkan dahi,


" Takut kenapa?" balas Indah , terlihat cuek.


" kamu tidak takut seranjang dengan laki laki? "


Indah terkekeh sembari tersipu malu,


" Takutlah, tapi kak Bagus_kan... beda dengan yang lain" Balas Indah dengan ragu ragu.


" Beda dengan yang lain? " jawab Bagus berguman bingung. pria itu kemudian memikirkan apa maksud perkataan Indah, tak lama kemudian pria itu paham dengan apa yang Indah katakan tentang diri nya.


" Maksud kamu, aku bukan laki laki normal alias gay? "


Indah terbengong dan nampak menyesal dengan perkataan nya sendiri. Apakah Bagus akan marah?.


Sekilas mata Bagus membelalak, sebuah ide muncul di otaknya, pria itu kemudian tersenyum miring.


***


Indah menangkap ekspresi Bagus, mendadak jantungnya deg deg an, dirinya menjadi gugup dan ragu . Apa yang akan pria itu lakukan, apakah pria itu punya maksud jahat, kenapa hatinya menjadi ragu kalo Bagus adalah pria gay.


" Gawat, jika Kak Bagus bukan pria gay, maka mampuslah aku" bathin indah mulai was was.

__ADS_1


( bersambung)


***


__ADS_2