Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 21( Pernyataan yang meresahkan)


__ADS_3

Indah menyeruput kopi susunya ,sembari menatap ke arah jendela, menikmati keindahan langit malam , dengan hanya ada sang rembulan saja, tanpa bintang yang menemani.


Rasanya hari ini badannya remuk, seharian tanpa tidur siang, apalagi menikmati waktu sejenak menonton drama Korea favoritnya. Kebetulan besok tidak ada tugas kuliah sama sekali, jadi ,dirinya malam ini bebas, menghabiskan waktu untuk bermalas malasan.


Memakai piyama bermotif "Super Sonic", gadis itu duduk di atas kursi dengan menyilangkan kaki.


" Apa beneran, kak Bagus mau menjemput ku, tadi? " pikiran nya masih bertanya-tanya, kemudian disusul bibirnya yang tersenyum, dan di sertai pipi yang memerah. Lalu Kemudian, kembali menyeruput kopinya.


tok.. tok.. tok..


Seseorang mengetuk pintu kamarnya,


" Siapa? " tanyanya,


" Aku, Dita" jawab suara dari balik pintu itu.


Indah mengerutkan dahi,


"Dita? " gumamnya penasaran. Tak biasanya Dita mencarinya, sampai sampai, datang menghampiri,


"apakah ada sesuatu yang penting?" bathinnya penasaran.


Kemudian gadis itu berdiri ,dan mengayunkan kaki ,untuk membuka pintu.


" Eh.. iya, _ada apa Dit? " tanya indah setelah berhadapan langsung dengan Dita.


" Ee.. gak penting banget sih, .. hehe.. " jawab Dita, nampak ragu dan malu.


" Masuk yuk! " ajak Indah kepada Dita, untuk masuk ke dalam kamarnya.


Keduanya kini duduk di atas tempat tidur tak ber_ ranjang dalam kamar kost tersebut.


" Cuma__ mau ngobrol aja _sama kamu" lanjut Dita, yang sedikit malu malu.


" Oh.. iya.. kebetulan, aku juga sedang gak mood nih sendirian. " balas Indah.


" Eh.. bentar ya, aku ada cemilan di tas" lanjutnya


Indah berdiri dan meraih tas, kemudian membuka tas itu, lalu mengeluarkan sekantong plastik putih berlogo " Alfamart ", dan mengurai isi kantong plastik di dalamnya. Ada tiga bungkus besar, snek cemilan.


Indah meraih gunting yang terletak di tempat pensil, di atas meja belajar, lalu membuka dengan gunting itu, bungkus cemilan keripik kentang, kesukaannya.


Tanpa malu dan ragu, Indah langsung merogoh ke dalamnya dan mencomot keripik itu , kemudian memakannya.


" Ayo dimakan...!kriuk.. kriuk.. " ucapnya, sembari mulutnya mulai sibuk menguyah, mempersilahkan kepada Dita.


Dita tersenyum kaku, tetapi kemudian mengulurkan tangan ,mengambil bungkus keripik yang kini sudah di letakkan di atas lantai di depannya, tanpa sungkan.


kriuk.. kriuk.. kriuk..


Suara gaduh menguasai kamar ,karena suara keripik yang mereka kunyah.


" Makasih ya" ucap Dita kemudian, setelah menyelesaikan ngemil, dan mengelap mulutnya dengan tissu. Sementara Indah masih sibuk menghabiskan sisa keripik tersebut.


" Indah... boleh pinjam handphonenya tidak? " lanjut Dita berkata dengan tak enak hati.

__ADS_1


Badan Indah menegang sekilas, di sertai gerakan mata yang seketika menatap Dita ,terkejut dengan maksud kedatangan temannya itu kemari.


" Handphone aku baru saja aku charge, batrenya habis, sedangkan Ambar belum pulang sejak kemarin". Sahut Dita menjelaskan.


" Oh... tentu saja.. boleh.. boleh kok" Balas Indah, dengan mulutnya yang masih mengunyah remukan keripik.


Indah mengibaskan tangan, kemudian meraih handphone yang ada di atas kasur, lalu mengulurkan handphone itu untuk Dita.


" Ini, pake aja, kebetulan masih ada pulsa"


" Makasih" Ucap Dita, kemudian mulai menulis nomor di layar, dan menekan tombol hijau.


***


Indah membuka bungkus Snek satu lagi yang tadi dia beli, yang kini berisi kue kering kentang.


" makasih ya"ucap Dita, sembari menyodorkan handphone, mengembalikannya.


" Sudah selesai?" Balas Indah.


" kok cepet banget teleponnya? " lanjutnya.


" Iya, cuma nanya ke Ambar, tugas apa yang harus di kumpulkan besok" jawab Dita.


" Oh.. oke" balas Indah.


Indah menerimanya, lalu meletakkan handphone itu di atas meja.


Dita terlihat bingung, ada sesuatu yang ingin dia tanyakan, hal itu sebenarnya yang membuat dirinya main ke kamar Indah saat ini.


" Eee... Indah, kamu...kenal sama cowok yang sering ke warung, yang rambutnya panjang itu? " kata kata itu , akhirnya lolos dari mulutnya, walaupun dengan banyak jeda dalam pengucapan.


Nampak gadis yang rambutnya berpotongan cepak itu sedikit terbengong sekilas,


" maksudnya kak Bagus? " jawab Indah setelahnya.


"kalian udah lama kenal? " sambar Dita, sangat serius.


lagi lagi Indah terbengong, kenapa Dita seserius itu menanyakan perihal itu. Sembari membathin, "Apakah Dita juga mengenal Bagus, atau jangan jangan mereka memiliki hubungan", prasangka nya dalam hati, rasa cemburu mulai timbul.


"Iya, kami berteman" balas Indah. Hati nya sedikit sakit dan tak rela mengucapkannya.


"Udah berapa lama kenal dia, kalian hanya berteman kan? " Sambar Dita dengan ekpresi sangat kepo.


Indah pun semakin penasaran dengan respon Dita tentang Bagus, ada rasa kesal dan sedikit emosi. tetapi hati nuraninya memberikan saran, tidak pantas jika dirinya terbawa emosi, lagipula hubungan dirinya dengan Bagus memang hanya teman, tidak lebih, jadi tidak pantas perasaan cemburu itu hadir, apalagi emosi.


Segera gadis itu menghela nafas lirih dan panjang, menyadarkan pikirannya yang di penuhi pikiran negatif itu.


" Sudah agak lama sih, emang kenapa?, apakah ada sesuatu dengan pria itu? " Tanya Indah selanjutnya.


Terlihat Dita menghela nafas panjang, dirinya nampak lega. Sebetulnya ada apa, bathin Indah masih penasaran.


" Eee... aku .. memang.. udah lama sih.. kenal sama Cowok itu,.. cuman.. aku baru tau aja, kalo ternyata dia juga tinggal di sini". Balas Dita memberi jawaban.


Selanjutnya gadis itu kembali termenung, seolah sedang berpikir. dan kemudian kembali berbicara pada Indah.

__ADS_1


" Indah,.. jadi kamu udah agak lama berteman dengan cowok itu,... " pertanyaan demi pertanyaan Dita todongkan terus menerus pada Indah.


Indah menjawab yang dia tahu, dan juga serius menyimak perbincangannya dengan Dita, serius melihat dan mendengarkan temannya itu. hingga sebuah pernyataan yang abu abu itu terucap dari mulut Dita, dan menohok hatinya seketika.


" Kamu.. udah tau belum ...kalo Bagus itu gay? "


Indah tersentak, mulut dan matanya membuka sempurna.


" Apa? ", kak Bagus gay? "


***


Di pagi hari, Perkataan Dita yang menjudge Bagus "Gay", terus mengganggunya. Sebagian dalam dirinya percaya dan sebagian lagi tidak percaya.


Rambut panjang, kadang juga senang di biarkan terurai, wajah yang sebenarnya cenderung terlihat cantik jika cowok itu dalam penampilan rapi. Tetapi sayang, Bagus sering suka berpenampilan kucel dan kadang terlihat mengantuk.


Gadis itu mulai menuntun sepeda motornya dan memarkir nya di depan warung Bu Indah.


" Pagi bu"


" Hari ini saya sarapan nasi dan ayam goreng aja, jangan lupa sambalnya yang banyak bu "


pesan Gadis itu pagi ini sebagai menu sarapannya.


Tak lama Bagus datang seperti biasa, pemuda itu pun memesan seperti biasanya, segelas susu putih dan nasi ayam.


Mata Indah tak bisa berpaling darinya, gadis itu sengaja mencuri pandang karena ingin mengetahui apakah benar Bagus itu " Gay", dengan melihat sedikit tanda tanda yang muncul dari sikap kebiasaan cowok tersebut.


***


Bagus merasa aneh dan juga risih dengan sikap Indah pagi ini . Mendapati gadis itu seolah tak henti henti menatapnya dengan serius. Apa yang aneh pada penampilan nya pagi ini.


Hingga mereka selesai dengan sarapannya, Bagus keluar tak berselang lama ,setelah Indah keluar dari warung.


" Indah, tunggu! " ucap cowok itu menghentikan Indah yang akan menyetater sepeda motor. Gadis itu seketika menoleh, Bagus berjalan mendekat.


" Apakah kamu ada waktu besok pagi? " ucapnya, membuat gadis itu terkejut, dan terbengong.


"Apakah Bagus mengajaknya berkencan? batinnya, sangat terkejut.


Mendadak seolah waktu terhenti, dirinya bingung menjawabnya.


( bersambung)


***


indah



***


Bagus


__ADS_1


__ADS_2