Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 31 ( Pakaian dalam wanita)


__ADS_3

Indah hampir mengobrak-abrik lemari pakaian, mencari hal yang sangat penting untuk mengawali aktivitasnya hari ini. Frustasi, sebab tak kunjung menemukan barang penting itu, dan akhirnya mengambil handphone lalu menelpon jasa loundry langganannya.


tut.. tut.. tut...


Panggilan pun tidak tersambung, sebab hari masih sangat pagi, tentunya service loundry pun belum buka.


" Dimana ya,.. perasaan aku masih punya satu stel pakaian dalam" gumamnya bingung, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Masa aku pergi kuliah gak pake daleman, ihhh... " Indah bergidik sendiri, membayangkan betapa risihnya memakai baju tanpa memakai pakaian dalam terlebih dahulu, walaupun dia yakin ada orang yang mempunyai kebiasaan itu, tetapi dirinya tidak termasuk di dalamnya.


Dengan masih memakai handuk, gadis itu kembali masuk ke kamar mandi, melihat lihat lagi pakaian dalam kotor yang sudah di tempatkan ke dalam ember, hampir sepenuhnya pakaian dalam- pakaian dalamnya itu memenuhi ember tersebut.


" Harusnya aku cuci dari kemarin, jadi gak kehabisan pakaian dalam,.. uhh.. bunda... " gumamnya menyesali kebiasaan buruk diri sendiri, dan akhirnya hanya merengek memanggil sang bunda ,yang jelas tidak akan mendengar. Indah masih sangat manja dengan sang Bunda.


Dengan terpaksa Indah mengetuk kamar Sherly yang tepat berada di sebelah kamarnya. Hanya memakai handuk yang tidak sepenuhnya menutup bagian tubuh lain, gadis itu berteriak memanggil, membangunkan Sherly yang masih meringkuk dengan nyaman di atas kasur.


" Sher... Sherly.. bangun Sher... Sherly... "


dalam hitungan detik, Sherly bangun dan membuka pintu untuk nya.


hoaam..


temannya itu membuka pintu sembari menguap, tak di pungkiri, jam segini Sherly biasanya memang belum bangun.


" Apaan sih Indah, pagi pagi udah ribut? " tanya Sherly malas ,dengan penampilan acak acakan dan nyawa yang masih setengah menaungi badan.


" kamu masih punya stok pakaian dalam gak? " gadis itu berbicara dengan berbisik, tentunya malu jika itu di dengar oleh warga lain yang tinggal seatap.


" Hah? " Sherly terlonjak kaget, nampaknya kini sepenuhnya sudah tersadar.


Stttt...


Indah memberi isyarat supaya Sherly tidak bersuara , karena itu akan membuat penghuni kamar kamar yang lain bangun. Gadis itu mendorong temannya, memaksa untuk masuk bersama dengan dirinya, lalu menutup pintu dengan pelan.


" Iya, aku kehabisan pakaian dalam, lupa kemarin kemarin mencucinya, kamu masih ada stok kan? " sambung Indah, menjelaskan akar permasalahan nya pagi ini.


Sherly memutar kedua bola matanya, merasa konyol.


" Kemana aja kamu, sampe lupa nyuci pakaian terpenting kita. " sindir Sherly, sembari mencebikkan bibirnya.


Indah memalingkan muka, bibirnya cemberut, ekspresi nya kesal.


" Gara gara masalah cinta. "gumamnya sangat lirih. Sherly tidak mendengarnya,


" Apa? " tanya temannya itu, kepo.

__ADS_1


Indah menunduk lalu menggeleng pelan,


" Gak, gak apa apa. " ucapnya.


Sherly menghela nafas, jengah, lalu beranjak mengayunkan kaki, membuka lemari pakaiannya.


" Nih" ucapnya, sembari melempar sebuah bungkusan rapi.


" apa ini? " tanya Indah, sembari meraihnya.


" itu masih baru, kamu harus ganti nanti'


Indah tersenyum ringan,


" Iya.. iya.. aku ganti deh nanti, ..." gadis itu berdiri dengan hati senang, lalu melangkah keluar dari kamar Sherly sembari mengucapkan Terima kasih.


****


Selesai dengan masalah pakaian dalam, kini Indah kembali berkutat dengan uang saku. Rasanya mau menangis, nasibnya sungguh malang gara gara mikirin cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


" Ngenes banget sih nasib gue,... " gumamnya lagi lagi mengeluh. sembari menutup kembali dompetnya, " terpaksa telepon bunda ", lalu kembali meraih handphone yang tergeletak diatas meja belajar.


" Bunda... Assalamu'alaikum... "


"Bunda uang aku habis," ucapnya dalam telepon langsung to the point.


" Boros banget kamu tuh, nduk,... kemarin udah minta kiriman buat bayar utang, lalu buat bayar service, sekarang uang saku....., bla... bla.. bla.. "


Indah menjauhkan benda kecil itu dari telinganya, bundanya mengomel.


" Ya sudah, nanti bunda kirim, tapi harus ada imbalannya ya nanti... "


" Imbalan apa sih bunda, masak sama anak sendiri perhitungan,... "


" Gak.. bunda gak nuntut ganti uang, tapi bunda nuntut kamu harus nurut sama Bunda dan ayah kamu"


" Iya bunda, kapan Indah pernah nolak perintah Ayah dan bunda? "


" Makasih ya bunda,.. Indah sayang deh sama Bunda... ummmaahhh.. "


Masalah yang lain selesai, gadis itu tersenyum lebar, lalu bergegas siap siap dan keluar kamar untuk pergi kuliah. Tak terasa, akhir pekan sudah. Sekilas terbesit dalam pikirannya, ingin bersenang senang setelah kuliah nanti.


"Nanti aku mau shopping ah.. " gumamnya dalam hati sembari mengulas senyum. wajahnya pun berbinar di kala gadis itu berjalan keluar menuju warung untuk sarapan.


Wajah itu tiba tiba murung, ketika mendapati Arman dan Nella duduk manis di warung sembari menyantap nasi Rawon.

__ADS_1


Indah sengaja mengabaikan, dan diam seolah mereka tidak saling mengenal, Indah takut akan tatapan Nella yang menyeramkan nanti.


Kali ini dia tidak langsung memesan, tetapi langsung mengulurkan tangannya, mengambil tahu goreng yang tak jauh dari jangkauan tangannya lalu memakan tahu itu.


" Indah" sapa Arman mengagetkan.


Gadis itu hanya tersenyum kaku membalas, sebari melirik wajah Nella yang kini juga menatapnya.


"Gak sarapan?" tanya Arman selanjutnya.


"He.. he.. he.. nanti kak, "


" Ayo pesan, biar aku yang bayarin " balas Arman, membuat mata Indah membulat sempurna.


Ada apa ini, kenapa tiba tiba Arman ingin mentraktir nya. teriak bathinnya terkejut.


" Hehehhe... gak usah kak.... Indah masih punya uang kok. " sahut indah dengan senyum kaku.


" Udah gak apa apa, biar aku aja yang bayar. " sahut Arman memaksa. Seolah baru saja ketiban durian, hari ini Indah sangat beruntung, solusi solusi sangat mudah dia dapatkan untuk masalahnya. Hatinya bersorak dan bersyukur, dia memang kehabisan uang sampai saat ini, tapi selanjutnya tidak ,setelah nanti dia akan mengambil uang kiriman dari sang bunda di ATM.


***


Arman dan Nella sudah tiba di kampus, Nella terlihat murung ketika turun dari motor Arman.


"Ayang.... " sebut Nella pada Arman dengan wajah cemberut, gadis itu ngambek karena cemburu terhadap Indah.


Arman menoleh, lalu turun dan menaruh helm di stang sepeda motornya.


"Hem? " sahut Arman.


"Apa hubungan kamu dengan Indah, apa bener hanya sekedar saudara? "


" hem... " Arman jengah dengan rasa cemburu Nella kekasihnya, semua pria pasti jengah kalo terus terusan di cemburu i walaupun mereka pacarnya sendiri.


" Iya, dia memang saudara ku, adik dari besan kakakku. "


" Aku gak rela kamu baik sama dia. " sambar Nella egois.


Arman membelalakkan mata, tidak di sangka watak Nella segitu buruk nya.


" Dia hanya saudara, apa salahnya nraktir dia, lagian dia anaknya baik. " sahut Arman dongkol dengan kecemburuan Nella.


"Dan cantik kan" Sambar Nella, kemudian bergegas lari meninggal kan Arman.


Arman memanggil kekasihnya itu, tetapi tak berniat mengejar nya. Nella terlalu cemburuan, walaupun demikian, Arman sayang padanya. Kali ini dia tidak mau membiarkan Nella bersikap terus terusan ngambek karena cemburu, Arman ingin membuat Nella berpikir secara dewasa.

__ADS_1


( bersambung)


__ADS_2