Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 30 ( Bad mood)


__ADS_3

Indah mengetuk pintu kamar Sherly, dalam hitungan detik, pintu itu pun terbuka.


" Indah, yuk masuk! " Sambut Sherly terlihat senang dan bersemangat.


Indah masuk ,lalu segera membaringkan diri di atas kasur, Sherly ikut menyusul berbaring di sampingnya.


" Tumben kamu main kesini, sudah bosen main sama laptop? " tanya Sherly sembari menatap ke langit langit kamar kost nya.


" Jenuh Sher, pengen ngobrol, aku merasa kesepian di kamar. " jawab Indah.


" Gabut nih ceritanya..., patah hati? " goda Sherly.


Indah sama sekali tidak merespon candaan Sherly, pikirannya sedang tidak fokus, melayang entah kemana. gadis itu hanya diam saja, mengabaikan bahkan seolah tidak mendengarkan Sherly berbicara dengannya.


Sherly menolehkan kepalanya ke samping, menatap indah dengan bingung ,merasa ada keanehan dalam diri temannya itu. Biasanya Indah cepat merespon, tetapi kenapa sekarang lain, temannya kini terlihat melamun.


"Ada apa dengan kamu, Indah? " tanya Sherly, sedikit membawa badannya bangun, sengaja mengulurkan salah satu tangannya meraba dahi Indah.


" kamu gak sakit kan? " lanjut Sherly, yang membuat Indah segera tersadar dari lamunan lalu menepis tangan temannya itu.


Indah kini mengubah posisi badannya telungkep, tangannya kemudian meraih bantal, mengganjal dadanya.


" Tidak,... aku hanya pusing. " balasnya.


"Pusing kenapa, banyak tugas? "


" Pusing mikirin cinta" sahut Indah ngedumel , mengakui perasaannya.


"hahahhaha.. " Sherly tertawa terbahak mendengarnya.


" Kamu jatuh cinta, sama siapa?, hem... bolehlah kenalkan padaku. "


Indah mencebik, lalu melempari Sherly dengan bantal yang sedang dia gunakan. Sherly membalasnya, akhirnya mereka saling bercanda heboh, dan perlahan perasaan Indahpun semakin membaik.


" Haus sher" ucap Indah tiba tiba, ketika mereka selesai bermain main dengan bantal. Sherly bangkit lalu mengambil gelas dan memberi Indah minum.


Indah meneguk air putih, lalu meletakkan gelas itu di atas lantai.


" Keluar yuk Sher! " celetuk Indah, mengajak Sherly.


" Mau kemana, udah sore gini"


" Beli bakso atau belanja kek. " lanjut Indah membalas.


" Gak ada uang, kamu yang traktir ya. " balas Sherly.


" Oke deh, gak pa pa, aku traktir kamu", tanpa ragu Indah menyanggupi. Gadis itu kemudian berdiri dan melangkah keluar menuju kamarnya di sebelah.


Sembari bercermin, Indah mengelap wajahnya dengan handuk, lalu memoleskan sedikit bedak bayi dan memakai lipgloss di bibirnya. Dirasa cukup puas, gadis itu kemudian mengambil jaket, dompet juga kontak sepeda motornya, lalu keluar mengajak Sherly jajan bakso di warung satu satunya di lingkungan kost kost an, yang lumayan jauh dari kost kost annya.

__ADS_1


***


Pagi hari tiba, jam weker di hapenya sudah berbunyi berkali kali, Indah malas mematikan, gadis itu enggan beranjak untuk bangun, tetapi matanya sangat sulit terpejam lagi, dengan terpaksa gadis itu bangun sembari mematikan hape.


" Malas banget pergi kuliah, apa ijin aja ya hari ini" gumamnya masih terduduk di atas kasurnya.


" Tapi mau apa di kamar, mau jalan keluar juga uang udah habis tadi malam. " lanjut gumamnya lagi, kini merasa miris mengingat isi dompetnya terkuras habis tadi malam.


Setelah agak lama berpikir, akhirnya Indah memutuskan untuk pergi kuliah. Perutnyapun berbunyi ketika dirinya baru saja selesai keluar dari kamar mandi.


" Gak ada uang lagi buat sarapan. " gumam gadis itu mengeluh. Itu karena salahnya sendiri , menyesal bukan hal yang baik untuk di lakukan. Indah menyadari kecerobohannya, punggungnya pun terkulai lemas saat berjalan keluar dari kamar, sembari memegangi perutnya yang lapar.


***


" Bu teh hangat aja " pesan Indah di warung, karena sisa uangnya hanya mampu untuk membeli segelas teh hangat pagi ini.


" Gak sarapan neng? " tanya Ibu warung.


" Masih kenyang bu" balasnya, berbohong.


Bagus mengamati gadis itu dengan cara mencuri pandang, sekuat apapun dirinya berusaha, debaran jantungnya tak mampu ia kalahkan, jadi pria itu memilih menikmati perasaannya, merasakan rasanya jatuh cinta, tetapi terpaksa memendam perasaan itu dalam dalam.


Tidak sampai sepuluh menit, Indah berhasil meneguk habis segelas teh hangatnya, gadis itu kemudian berjalan keluar dengan kondisi sedikit lemas. Bagus pun telah selesai dengan sarapannya, kemudian langkahnya menyusul membuntuti gadis itu di belakang.


Indah merasa mual karena lapar, keringat dingin perlahan mulai keluar. Bagus bergegas mendekat, khawatir melihat gelagat Indah, lalu bertanya pada gadis itu,


Indah menoleh ke samping , terkejut karena Bagus sudah berdiri di dekatnya. Indah merasa tak kuat berdiri, seketika limbung dan tertangkap oleh Bagus. Wajah gadis itu pucat pasi, maag mulai perlahan menyerang.


" Kamu sakit?" tanya Bagus.


Indah menggeleng, malu ingin berkata terus terang kalo dirinya lapar.


"Ya udah, aku yang bawa motor kamu! " lanjut pria itu sedikit memaksa, Indah menuruti lalu mereka mulai melaju menuju kampus yang sama.


***


Dua orang gadis menatap adegan itu, ketika mereka hendak keluar dari halaman kost kost an.


" Jadi mereka sudah dekat? " tanya Wanda dengan wajah kecewa dan sedih.


" Iya" jawab adiknya Ditad datar.


" Sejak kapan? " tanya Wanda lagi. perlahan hatinya perih.


"Sudah lama, aku sudah cerita kan sama kakak" balas Dita sembari menatap kakaknya, dengan perasaan campur aduk.


" Tetapi kenapa kemarin pas di warung..... " Wanda tak sanggup melanjutkan kata katanya, kecewa karena di bohongi oleh kedua orang itu.


Wanda terlihat sedih dan sedikit syok, ketakutan dengan apa yang ada dalam pikirannya saat ini,

__ADS_1


" Bagus mencintai orang lain"


Dita mengamati ekspresi kakaknya yang terlihat syok, seketika mengguncang dengan mencengkeram bahu kanan Wanda, keras, bermaksud mengembalikan kesadaran Wanda, sebelum semuanya terlambat.


" Kak.. kakak... kak Wanda... "


"Ahhh.. " pekik Wanda kesakitan oleh kelakuan adiknya. dirinya pun mulai sadar, kembali dari alam lamunan.


Dita menarik nafas lega,


" Mereka tidak akan bersama terus kak, aku janji, akan membantu kakak agar selalu bersama dengan kak Bagus. " Ucap Dita dengan penuh tekad.


***


Kembali ke dua sejoli yang sedang melakukan perjalanan menuju kampus.


Bunyi perutnya sudah tidak bisa lagi di sembunyikan, akhirnya Indah memutuskan memberitahu Bagus kalo dirinya lapar.


" Kak Bagus berhenti " ucap gadis itu lemah dan lirih. Bagus tidak mendengar, motor masih tetap melaju, karena sebentar lagi mereka akan sampai di kampus.


Indah menyerah, dan kini menyandarkan kepalanya ke punggung Bagus, tak sanggup membawa badannya tegak. Hingga akhirnya mereka tiba di kampus dan Bagus memberhentikan motor di halaman parkir kampus.


" Kak Bagus aku lapar" gadis itu bergumam, tanpa tanpa beranjak dari posisinya yang memeluk pinggang Bagus dan menyandarkan kepalanya di punggung pria itu.


Bagus tersentak pelan, lalu kemudian tertawa pelan,


"Ternyata dia kelaparan " bathinnya merasa konyol mendengar keluhan Indah.


" Ya sudah, yuk sarapan" balas Bagus santai,


"Aku gak punya uang, uang aku habis, kak Bagus yang bayar ya! " balas Indah masih dengan bergumam dan manja.


Bagus kembali tertawa pelan, dan kini bangkit dari motor, membuat Indah juga terpaksa bangkit dari duduknya, turun dari motornya sendiri.


Bagus memutar arah motor Indah, dan kembali menaikinya lagi, lalu mengajak Indah untuk segera membonceng.


"Ya sudah, kita gak usah kuliah hari ini."


" Hah? " indah terkejut,


Tetapi akhirnya setuju dengan usul Bagus yang mengajaknya membolos kuliah.


( bersambung)


***


note author..


makasih yang sudah membaca, semoga gak bosen dengan alurnya yang santai ..

__ADS_1


__ADS_2