Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 41 ( Memusuhi)


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari bersinar terang, semilir angin bertiup sepoy sepoy, Indah duduk bersama teman temannya di kebun belakang rumah kost itu. Disana ada pohon mangga besar, dan sedang berbuah, mereka sengaja berkumpul untuk menikmati hari libur mereka dengan mengadakan acara ini. membuat sambal manis gula Jawa, lalu mencocol buah mangga yang hampir matang itu ke sambal yang mereka siapkan.


Semua nampak menikmati acara ini, mereka tertawa, karena saling melemparkan candaan dan juga mengobrol ,menceritakan dosen dosen mereka di kampus masing masing.


Indah ikut terbawa suasana, gadis itu pun terkikik, ketika Sherly ,Ambar ,menceritakan sebuah lelucon yang mereka alami kemarin. Bahkan Tika, yang paling besar diantara mereka pun ikut bercerita, tentang pengalaman yang konyol yang pernah dia alami.


Sedangkan Dita ,hanya mendengar kan, tetapi sesekali gadis itu ikut melemparkan candaannya. Suasana terjalin begitu akrab, persahabatan diantara para gadis lebih mudah tercipta, apalagi mereka memiliki usia yang hampir sama.


Jam demi jam akhirnya pun berlalu ,tanpa terasa, hari mulai sore, ketika mereka bubar, karena memiliki kepentingan masing masing. Ke lima gadis kost itu melakukan aktivitas di sore hari, ada yang meyapu halaman, ada yang menyiram tanaman ,juga ada yang mencuci pakaian, selanjutnya, mereka bermain bola kasti, dengan peralatan seadanya. Hari ini berlalu dengan gembira.


***


Keesokan harinya, gadis itu masih beraktivitas seperti biasa, sarapan di warung, lalu berangkat kuliah. Namun hatinya merasa janggal, setengah jiwanya nampak mengharapkan sesuatu, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaannya _dan selama seminggu ini_ itu hilang. Ya... sejujurnya dalam hati yang paling dalam, Indah merindukan sosok Bagus, yang selalu menemani hampir setiap hari.


Mukanya cemberut, ketika gadis itu sampai ke kampusnya, dia membenci diri sendiri, membenci perasaan nya. Mengapa terus berharap, jika harapan itu hanya melayang di udara.


" Aku harus bisa melupakannya" bisik hatinya penuh tekad, bahkan kini rasanya ,mulutnya tidak sudi,menyebutkan nama lelaki itu, lelaki yang sudah membuatnya malu dan juga menyesal.


Pelajaran kuliahnya terasa membosankan, moodnya bertambah buruk, ingin rasanya cepat cepat keluar dari kelas ini ,lalu pergi merefreshingkan diri, mencari pelampiasan atas suasana hatinya yang jenuh, dan juga ingin marah. Dia butuh teman, butuh teman untuk mencurahkan problem nya. Tetapi hatinya masih ragu, untuk bercerita dengan orang lain, memilih memendam itu sendiri.


Setelah tiga jam berlalu, akhirnya mata kuliahnya selesai, Indah bergegas keluar, dan berjalan ke tempat parkir dengan langkah lunglai, tidak ada semangat Sama sekali menjalani hidupnya hari ini.


Indah sengaja ingin pergi ke Mall yang baru saja di buka belum lama ini, dan juga, karena jarak Mall itu lumayan dekat dari kampusnya. Dia tau dan sangat ingat, kalo Bagus bekerja di mall itu, karena lelaki itu pernah bilang padanya, ketika mereka bertemu saat pertama kali _dia mengunjungi Mall itu, tetapi_ mungkin_ saat ini_ lelaki itu tidak lagi bekerja di sana, mungkin saja resign,karena harus menjalani " program kerja " kuliahnya di Jakarta, pikirnya, yakin.


Sesampainya di Mall itu, Indah memarkirkan sepeda motor diparkiran. Lalu masuk dan membuka dompetnya. Ada sekitar 1 juta uang cash didalamnya, dan itu dirasa cukup jika ingin melampiaskan kejenuhannya dengan berbelanja.


***

__ADS_1


Gadis itu masuk dan mulai membelanjakan uangnya ,pertama tama dengan membeli minuman jus di salah satu conter disana, setelah itu , bermain di kawasan Zona permainan, lalu membeli makanan, karena perutnya merasa lapar. Selanjutnya barulah setelah selesai mengurusi kebutuhan tubuh, gadis itu berjalan - jalan, melihat lihat berbagai jenis pakaian, dan juga sepatu.


Ada sebuah kejadian yang terjadi ketika Indah mampir di conter bagian pakaian dalam, niatnya, semula dia ingin membeli beberapa pakaian dalam, sebagai cadangan, jika pakaian terpenting itu habis, yah.. rasa malas mencuci ,kadang muncul begitu saja, apalagi saat banyak tugas kampus.


Sebuah keributan terjadi,ketika gadis itu mulai memilih jenis pakaian dalam yang akan dia beli, keributan antara pembeli dan penjaga conter tersebut. Pembeli itu ketahuan memasukkan ****** ***** ke dalam tasnya, dan penjaga mengetahui nya, tetapi pembeli itu bersikekeh ,mengaku tidak mengambilnya.


***


Bagus terpaksa bangun dan membuka pintu di ruangan nya, karena seseorang mengetuk, tadi pria itu datang ke Mall ini sekitar jam setengah 3 pagi , setelah menyelesaikan tugasnya, menjadi perawat jaga di rumah sakit, mendampingi Dokter yang sedang melakukan operasi.


" Ada apa? " tanya nya pada karyawati yang mengetuk pintu .


" Ada keributan di konter kami pak, pembeli mencuri barang, tetapi tidak mau mengaku. " jelas karyawati tersebut.


" Sudah memanggil satpam? " balas Bagus, dirinya malas jika harus menangani masalah kecil seperti itu.


Bagus menghela nafas kasar, raut wajahnya malas, tetapi bagaimana pun, ini sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai atasan, wakil dari Ayahnya, pemilik Mall ini. Pria itupun hanya bisa mengedikkan bahu, ya..mau tak mau harus turun tangan ,menangani masalah ini.


" Dimana? " sahut nya , sembari berjalan mendatangi tempat itu.


" Di sana pak, di conter merk" xxxxx", karyawati itu menunjukkan arah.


****


Awal mula, Indah tidak tertarik dengan kejadian itu, tetapi semakin lama, nampaknya masalah makin memanas, gadis itu hanya menyaksikan dari jaraknya, bagaimana adu mulut antara si satpam dengan pembeli yang mencuri itu semakin meruncing. Begitu pun pengunjung yang lain, mereka juga tak mau ketinggalan ,melewatkan peristiwa itu.


Hingga dua orang datang, menghampiri mereka, yang satu penjaga conter ini, dan orang yang satunya lagi, seorang laki laki, mungkin manajer, ataupun pemilik Mall ini. pikirnya.

__ADS_1


lelaki itu berrambut sebahu, berdada bidang, tinggi dan atletis, wajahnya sedikit familiar di mata Indah, kumis tipis dan juga jambang tipis yang mulai tumbuh di wajah pria itu, mengecoh kan ingatannya_ mengenali wajah pria itu.


Otaknya menyuruh berhenti, tetapi hati kecil gadis itu tidak mau menurut i. Sepertinya Lelaki itu tidak asing baginya , Ia yakin,wajahnya itu sangat familar, "apakah aku benar benar mengenalnya, atau mungkin cuma pernah ketemu sekali",pikirnya sembari dahinya berkerut dalam. indah menyimak pembicaraan mereka.


" Selamat siang, saya Bagus pemilik dari Mall ini, bolehkah saya tau apa masalah nya? " tanya lelaki itu dengan sopan dan ramah. Sosok nya terlihat berkharisma.


" Bagus? " gumamnya, masih dengan rasa penasaran. tetapi tidak lama kemudian, Indah tersentak, "apakah itu benar Bagus yang dia kenal," bathinnya menerka.


Indah mengayunkan kakinya lebih dekat dengan mereka, Seketika tangannya menepuk dahinya sendiri. Merasa konyol, kenapa dia sampai pangling dengan wajah Bagus. Bathinnya tertawa.


Gadis itu menyeringai , lalu berjalan menjauh. Dia tidak mau bertemu dengan pria itu, dia ingin menjauh, melupakan dan meng_ enyahkan pria itu dalam hidupnya. Emosi di hatinya menggebu, dia membenci dan memusuhi Bagus mulai saat itu.


***


Bagus bergegas jalan, ketika Indah membalikkan badan dan melangkah keluar Mall. Pria itu mengejar tetapi tidak memanggil.


Indah sampai di tempat parkir, lalu mengambil helm dan memakainya, ketika badannya di paksa berbalik oleh seseorang.


"hah" gadis itu marah , itu sungguh membuat jantung nya hampir copot.


Wajahnya langsung memerah, perasaan marah dan juga terkejut.


" Kak Bagus? "ucapnya, mulut mungilnya masih membuka. Terbengong juga bingung. Dia senang tetapi juga sedih, dia ingin marah tetapi juga ingin menangis, bercampur jadi satu.


Bagus hanya menatap gadis di depannya, mulutnya kaku untuk berbicara. tidak menyapa ataupun sekedar basa basi. Waktu seolah berhenti, bumi seolah berhenti berputar. Sungguh dia sangat merindukan gadis ini. Tetapi bingung bagaimana mencurahkan, haruskah dia memeluk nya dan bilang kalo dia rindu. hatinya bingung.


***

__ADS_1


(bersambung)


__ADS_2