Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 26 ( Gugup setengah mati)


__ADS_3

Bagus melepas jas lalu sengaja melemparkannya ke lantai dengan kasar. Pria itu ingin tertawa melihat bagaimana reaksi Indah saat ini, tetapi dirinya berpura pura memasang ekspresi serius, supaya rencananya berhasil, mengerjai Indah.


Gadis itu terlihat semakin gugup, melihat dirinya yang seperti ini. Berkali kali mengerjap, berpaling, dan kadang meremas kuat kuat_selimut yang sedang menutupi seluruh tubuh gadis itu, yang hanya menyisahkan bagian wajah saja.


Ranjang itu bergoyang di kala Bagus mulai merangkak menyusulnya, jantung Indah terasa mau copot, berdebar begitu keras dengan peluh yang mulai bermunculan. Dirinya gugup setengah mati, jelas, aura pria ini benar benar jantan, kelihatannya pernyataan Dita itu salah. Gadis itu mulai meratapi perkataannya sendiri.Menyesal telah memperolok Bagus dengan mengatakan "Gay".


Indah segera membelalak lebar ketika Bagus semakin mendekat. Wajah itu terlihat mesum, menghampiri wajahnya, seolah olah akan segera menerkamnya. Gadis itu sudah ancang ancang siap berteriak, tetapi belum sempat dia berteriak , satu diantara kedua telapak tangan Bagus segera menyergap ,membungkam mulutnya dengan kuat. Gadis itu hanya bisa membelalak kan mata semakin lebar, karena bibir Bagus kini menempel di bibirnya, dengan telapak tangan pria itu sendiri sebagai tameng.


Indah sangat terkejut, dan segera merasakan sensasi geleyar aneh ,seperti mengalir dari kepala , turun ke sepanjang tubuhnya. Terasa hangat , hingga berhasil membuat jantungnya pun ikut berpacu dengan irama cepat, sebagai reaksi dari proses hormon tersebut. Tubuhnya pun seketika menjadi kaku, seolah mati rasa, sampai sampai menggerakkan satu jarinya saja dia tidak mampu. Pria itu menindih seluruh badannya, dirinya merasakan berat badan pria itu ,seakan akan menghantam dan membuat tulang tulang nya remuk.


Sangat dekat, mereka sangat dekat, Indah melihat dengan matanya, menangkap ekspresi bagaimana kedua mata Bagus itu tertutup , samar samar nampak wajah pria itu merona. Indah juga dapat merasakan bagaimana begitu cepatnya detak jantung pria itu berdebam keras di dalam tubuh, berlomba lomba dengan jantungnya yang tak mau kalah, seolah mereka sedang bersaing untuk membuktikan siapa yang unggul.


Dalam hening, hanya terdengar suara dengungan AC di ruangan itu. Masing masing mereka diam , tertegun dengan keadaannya. Tetapi tidak lama kemudian, tubuh dan nafasnya kembali lega, sebab pria itu perlahan mulai bangkit dan menarik telapak tangannya dari mulutnya.


Tanpa berkata sepatah katapun, pria itu segera berjalan, setelah itu membuka pintu kamar mandi di kamar tersebut.


hufffttt


Indah menghela nafas panjang, bersyukur akhirnya terbebas dari bahaya terkaman hewan liar yang ada dalam diri pria itu.


☘️☘️☘️☘️


Didalam kamar mandi, Bagus mengguyur seluruh badannya dengan air dingin , mengunakan shower, memadamkan api gairah yang tadi berhasil terpatik akibat ulahnya sendiri. Seakan melemparkan boomerang , dan mengenai ke dirinya sendiri. Untunglah dia cukup tahan, bisa mengontrol dan mengelak untuk menuruti geleyar dari hormon kejantanannya. walaupun dengan susah payah, mati matian memperjuangkannya.


"Hampir saja" gumamnya dalam hati, sembari berada dalam guyuran air dari atas .


Entah bagaimana situasinya menjadi kacau seperti ini, Bagus mulai menyesal sekaligus merasa bersalah.


***


Setelah hampir satu jam di kamar mandi, akhirnya tubuhnya mulai normal kembali, pria itu membuka pintu, keluar. Berjalan dengan langkah ragu, merasa malu, dan bingung ,harus bagaimana mengambil sikap selanjutnya.


Bunyi dengkuran halus, segera terdengar ketika dirinya mengayunkan kaki . Bagus seketika menolehkan kepala, menjatuhkan pandangannya ke atas ranjang. Dengan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut, sepanjang kepala hingga kaki_gadis itu rupanya sudah tertidur pulas." Benar benar kebo" gumamnya, lalu menggeleng sembari tersenyum ringan.


***


Hari sudah tengah malam, ketika Indah terjaga karena perutnya menggemuruh sampai terbawa mimpi. Gadis itu bangun dan mengerjapkan mata, mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


" Rupanya aku masih disini" gumam gadis itu, kemudian menepuk dahi dengan pelan.


Menyibak selimut yang sedang membungkus tubunya, Indah membawa badannya duduk tegak di atas kasur dengan bersandar di bagian atas ranjang. Kemudian mengulurkan tangan, meraih handphone yang dia taruh di nakas dekat ranjang tersebut.


" Pukul 02.15" angka yang di tunjukkan layar yang sudah di program sebagai jam digital.


" Apa ada makanan ya, laper " keluhnya berbicara sendiri.


Kini gadis itu menyibak sepenuhnya selimut itu, lalu berdiri dan berjalan dengan kaki telanjangnya mendekati kulkas mini di kamar tersebut.


" Tidak ada apa apa" gumam gadis itu lagi, merasa kecewa dan sedih,dengan apa yang di lihatnya dalam kulkas, kosong.


kruuyuuk.. kruuyuuk..


Suara gemuruh perut terdengar lebih keras ,dalam kamar yang hanya ada dirinya di kamar itu.


" Lapar sekali... aku gak tahan.. " kini merengek merasakan perutnya sangat lapar.


Gadis itu mengambil ponsel lalu mencari kontak nama Bagus, dan segera menelphon pria itu.


Matanya masih sangat mengantuk, bahkan setengah nyawanya masih berada dalam mimpi. Tetapi bunyi phonsel yang terus berdering, sangat menggangu telinga , dan terus mengusik ketenangan, mengganggu tidurnya. Dengan suara berat, pria itu menjawab telepon, tanpa melihat nama di layar.


" Haloo"


" Kak,.. kakak dimana, bisa datang kesini gak... aku.... aku lapar .. "


Terkejut dengan perkataan itu, pria itu segera menyempatkan diri sekilas, melihat layar, lalu membalas percakapan dari Indah.


" Iya sebentar, aku kesana"


Phonselnya segera dia tutup, Pria itu kemudian berjalan, menyeret langkahnya yang terasa berat, rasa kantuk enggan menuruti perintah otak.


Dalam hitungan detik, Bagus sudah sampai di kamar dan mengetuk pintu kamar satu satunya di tempat ini.


Indah bergegas menghampiri pintu, lalu membukanya. Bagus masuk dan dengan malas berjalan ke arah dapur, lalu membuka bagian atas dari lemari dapur tersebut. Ada 5 bungkus mie instan di sana. Tanpa di suruh, pria itu segera mengambil panci untuk memasak mie. Sementara Indah dengan tekun hanya melihat dan berdiri di belakang Bagus yang sedang sibuk memasak mie untuk nya, seperti seorang bocah yang dengan sabar menanti makanannya matang.


Sambil menunggu, bagus mengambil piring dan menuangkan serbuk bumbu ke dalam piring tersebut. Pria itu sesekali tersentak, karena masih dalam mode mengantuk. Hingga mie instan itu siap di hidangkan.

__ADS_1


" Makasih kak" ucap Indah sembari membantu membawa mie itu ke atas meja makan. Mereka berdua akhirnya terjaga tengah malam , dan makan bersama dalam satu meja tanpa ada rasa canggung satu dengan yang lain, seolah mereka satu keluarga.


" Baju ganti kamu sudah dianter tadi malam, kamu bisa ganti dan pulang sekarang kalo kamu mau, aku akan mengantarmu'" ucap Bagus di kala keduanya telah selesai menghabiskan mie nya masing-masing.


" Apa gak terlalu pagi, sekarang masih jam 3" balas Indah seolah enggan pulang di jam sekarang.


Bagus menatapnya saat berbicara,


" Terserah kamu sih, bukankah besok kamu kuliah? "


" Iya,... " balas Indah terlihat malas.


" Tapi aku masih ngantuk... mau tidur lagi aja"lanjut gadis itu.


Bagus seketika tercenung, mendengar ucapan gadis itu. Tetapi kemudian tertawa ringan, menyaksikan bagaimana konyolnya sikap Indah.


" Dasar kebo" gumam Bagus lirih. Indah mendengar tapi malas menanggapi. Dengan cepat Gadis itu membersihkan meja, membawa mangkok mangkok ke dalam bak cuci piring, lalu bergegas berjalan ke tempat tidur, dan seketika tertidur. Bagus hanya terheran, tapi tidak mau menggangu kesenangan gadis itu, membiarkan nya saja.


🌳🌳🌳🌳


Pagi pagi sekali, Indah tiba di kost kost_ an. Bagus tidak jadi mengantarnya, karena dirinya ingin pulang sendiri.


Setelah memarkir dan memasuki kamar, gadis itu bergegas membenahi diri, menyimpan buku buku dalam tas dan dengan santai duduk sembari membuka laptop.


Setelah di rasa sudah waktunya berangkat, gadis itu keluar dan mengunci pintu kamarnya.


"Baju baru " sebuah perkataan yang terdengar, membuat gadis itu sedikit tersentak dan mendapati Dita sudah berdiri di depan kamarnya sendiri.


Indah sedikit gugup, memang dirinya sedang memakai baju baru yang Bagus berikan.


" Iya.. " jawabnya.


Tak lama, dari dalam kamar Dita, muncul seseorang yang wajahnya hampir mirip dengan Dita.


"Kenalkan, ini kakak ku Wanda"


( bersambung)

__ADS_1


__ADS_2