Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
Bab 11 ( mengelak rasa)


__ADS_3

" Biar Indah naik travel aja bun" Ucap Indah menolak saran ibundanya, ketika sang bunda ingin Fahri yang mengantarkan dia pulang ke Bandung. Sembari Indah meletakkan semua keperluannya di dalam tas punggung, lalu memakai jaket.


" kamu ini kok ngeyel tho nduk, luwih penak di terke mas mu dewe, malahan arep numpak travel, ngirit nduk, duitmu keno nggo liyane"


(kamu kok ngeyel sih nak, lebih baik di antar kakakmu sendiri, kok lebih suka memilih naik travel, lebih hemat nak, uang kamu bisa buat keperluan yang lain) Bunda masih saja kekeh dengan saran yang sebenarnya sangat menguntungkan indah dalam segi keuangan. Tetapi Indah anak yang keras kepala, tetap tidak mau menurut saran itu, karena mempunyai alasan tersendiri. Mana mungkin Indah bilang pada sang Bunda, apa alasannya itu. Selama rasa cintanya ke fahri belum hilang dia akan berusaha menghindari waktu bersama dengan Fahri.


" Tidak apa apa bunda, Indah sudah pesan travelnya juga" lanjut Indah kemudian mencium tangan bunda nya.


" yo wis lah,... sing ati ati" sang bunda akhirnya menyerah membujuknya, mengijinkan putri bontot nya itu berpamitan.


***


Indah berada di jalan saat ini, mobil travel itu melaju, gadis itu menatap ke luar jendela. Sekelebetan dia melihat toko toko yang baru di buka, karena hari masih jam 8 pagi. Matanya menangkap sekelebet wajah yang hampir mirip dengan Bagus.


" Mirip sama kak Bagus ya,.. tapi.. mana mungkin "


pikirnya merancau.


" kenapa aku jadi sering kepikiran sama kak Bagus .., bahkan kemarin malampun aku memimpikan dia lagi,... udah gak waras kayaknya nih otak.. " lanjutnya bergumam dalam hati, menolak pemikirannya yang sudah melenceng menurut nya.


Pukul 3 sore, indah sampai di kost_an nya. Badannya terasa remuk ketika dia turun dari travel. Perjalanan yang cukup panjang, apalagi travel tadi sering berhenti menurunkan penumpang.


Indah meletakkan tasnya di lantai ketika memasuki kamar kost nya. Kemudian meloncat ke atas tempat tidur dan begitu cepat matanya langsung terlelap. Gadis itu bangun sebelum subuh, bahkan dia melupakan perutnya yang dari tadi Sore belum menerima asupan apapun sama sekali.


Indah Bangun lalu mandi, dan menjalankan rutinitas nya seperti biasa. Teringat waktu itu, Arman sudah setuju untuk mengantar dan menjemputnya ketika kuliah, setidaknya sampai sepeda motor nya selesai di perbaiki.


Sebelum gadis itu keluar dari kamar kost, indah sengaja menelphon Arman, memastikan janjinya itu akankah di tepati oleh pria itu atau tidak?.


Jari lentiknya mulai menekan nomor, panggilan pun segera diangkat oleh Arman.


" Halo... assalamu'alaikum " ucap Indah mengawal i percakapan.


" waalaikumsalam " jawab Arman begitu cepat menerima telephone nya.


" Ini Indah kak, ehm... kak Arman nanti bisa kan jemput Indah di kost, Indah udah sembuh, kemarin sore sudah tiba di bandung"


"ini indah, syukur lah kamu sudah sehat, oke nanti saya jemput kamu di kost kost an." balas Arman.


" Baik kak, makasih banyak ya.. assalamu'alaikum " ucap indah mengakhiri telepon. Gadis itu kemudian mulai mempersiapkan diri, mematut dirinya di depan cermin. Timbul niatan untuk merias wajahnya lebih baik ,padahal sebelum nya Indah cuek dengan penampilan nya sendiri.


Hari ini hati indah merasa bahagia, entah apa sebabnya, gadis itupun tidak mengerti.


Seperti biasa, dia selalu membangunkan teman teman kost, sebelum gadis itu beranjak ke warung untuk sarapan.


***


"Assalamu'alaikum bu Indah" sapa gadis itu riang, menyapa penjual warung.


" Waalaikumsalam Neng" jawab ibu warung.


Indah duduk dan mulai memesan.


" Saya sarapan bubur ayam aja bu" pesannya pada penjual warung.


"Iya Neng, " sahut ibu indah, kemudian mulai melayani pesanan Indah.


"minum nya apa Neng? " tanya ibu warung selanjutnya. Sembari meletakkan semangkok bubur ayam ke meja di hadapan Indah.


" Teh manis anget seperti biasa bu" jawab Indah, kemudian mulai menyendok bubur tersebut , mengisi perutnya sebelum memulai aktivitas.

__ADS_1


Lima belas menit setelahnya, Indah sudah selesai dan membayar makanannya. Indah keluar dari warung. Wajahnya terlihat sedikit muram, hatinya sedikit kecewa. Sebetulnya Indah mengharapkan bertemu dengan Bagus, tapi nyatanya pagi ini cowok itu tidak sarapan seperti biasa.


Mulutnya menghela nafas berat, ada sesuatu yang Indah rasakan dalam hati, sedih karena kecewa.


Suara klakson motor Ninja milik Arman, membuat gadis itu lupa tentang apa yang baru saja mengganjal hatinya. indah bergegas menyusul Arman, terukir senyum simpul di wajah gadis itu.


Sekilas Arman terpesona akan senyum yang jarang sekali nampak dari wajah gadis tomboy ini.


" Manis" bathin Arman memuji. lalu menyapa gadis itu setelah mereka dekat.


"Gimana kabarmu Indah, apakah cidera di leher kamu dan luka lukanya sudah pulih semua? "


" Alhamdulillah sudah kak,.. " Jawab Indah. yang kemudian melihat ke jam tangan nya.


" Kita berangkat sekarang yuk kak, lima belas menit lagi kuliah akan di mulai". Gadis itu kemudian membonceng dan mereka segera melaju ke kampus.


***


" Makasih banyak kak Arman, kalo gitu Indah ke kelas ya,.. bye.. " ucap Indah, begitu motor mereka berhenti di tempat parkiran kampus.


langkah kakinya terayun dengan tergesa- gesa, begitu turun dari motor. gadis itu bahkan sampai berlari untuk segera tiba di kelasnya.


Tak berselang lama, Bagus tiba tiba sudah berada di belakang Arman dan masih menaiki motornya.


"Kamu ngebut lagi,Gus? " seloroh Arman, begitu melihat temannya.


Bagus memarkirkan sepeda motor bututnya, dan melepas helm.


" Aku baru aja nyampe sama Indah " sambung Arman.


Terlihat Bagus begitu santai mendengar Arman berbicara.


" Sudah..." Sekilas Arman melamun, teringat bagaimana penampilan Indah tadi, bahkan dia sempat terpesona dengan senyumnya.


" Rambut dia agak panjang sekarang bro, udah sedikit terlihat gak tomboy" seloroh Arman serius, menceritakan bagaimana penampilan Indah sekarang yang tidak terlalu terlihat tomboy.


Bagus terkekeh,


" Ada apa? " tanya Arman bingung, lalu mengerutkan dahinya, merasa penasaran apa yang Bagus tertawakan.


" Sejak kapan kamu perhatian sama penampilan Indah? " ujar Bagus menggoda temannya.


Arman langsung paham,


" Owh.. maksud aku... iya... Indah tadi terlihat cantik"


balasnya , lalu mengedikkan bahu, lalu menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


" Awas.. nanti jatuh cinta sama Indah " sambung Bagus masih gencar menggoda Arman.


" Owh... gak mungkin Gus, ... hati aku hanya untuk Nella. " Arman menolak dengan percaya diri, menetapkan hatinya hanya akan jatuh cinta pada Nella, teman dekatnya di kampus.


Bagus semakin terkekeh, suka menggoda Arman, yang memiliki keteguhan hati.


" udaah... gak penting.. yuk buru... dosen keburu datang " ajak Bagus kemudian masih sedikit terkekeh.


keduanya lantas kembali melanjutkan mengayunkan langkah menuju kelas kuliah.


" Tapi.. tadi bener kok",

__ADS_1


"Aku gak bohong,..Indah cantik. "


" Aku punya bukti, kalo rambut dia panjang, dia kelihatan anggun dan cantik. "


Arman masih saja menyerocos, berkomentar mengenai gadis tomboy itu, sembari menuju kelas. Bagus nampak tidak tertarik dengan apa yang Arman bicarakan.


***


Tak terasa seminggu sudah berlalu, semenjak Indah tiba di bandung dan kembali menuntut ilmu, setelah peristiwa kecelakaan.


Sherly datang ke kamar Indah dan mengajaknya keluar ke konter fotocopy ,untuk membeli kertas hvs, mengerjakan tugas kuliahnya . Sherly kuliah mengambil jurusan pendidikan, jadi tak heran tugasnya tidak jarang membuat resume mengenai materi mata pelajaran jurusan pendidikan.


Sedangkan Sepeda motor indah masih berada di bengkel, belum selesai di perbaiki.


" Gimana aku nganterin kamu, gak ada motornya sheer... " Indah menolak mengantarkan Sherly.


" Trus gimana Ndah, besok tugas itu harus di kumpulkan, kertas hvs aku udah habis.. " keluh Sherly, terlihat panik.


Indah tidak tega melihat Sherly yang kebingungan, berpikir mencarikan solusi untuk masalah temannya itu.


" Apa Dita atau yang lain juga gak punya kertas itu?" tanya Indah sembari mengerutkan dahi.


" Kalo mereka ada, aku gak bakalan minta kamu buat antar aku" balas Sherly dengan wajah di tekuk.


Indah semakin tidak tega.


Indah menyalakan handphone nya, melihat jam digital di handphone tersebut.


Pukul 18 lebih 15 menit.


" Ya udah, aku temenin, nanti janji traktir bakso ya Sher... " Ujar Indah terlihat tidak ikhlas.


Sherly mengangguk.


" Aku janji, pulangnya kita jajan Bakso bareng deket prapatan itu"


Dengan sedikit berat hati, Indah akhirnya menemani Sherly ke konter fotocopy, yang terletak agak jauh dari kost nya, dan agak dekat dengan kost kost an putra., dimana kedua Bagus dan Arman tinggal di kost itu.


Berjalan kaki sekitar 20 menit, keduanya sampai di konter fotocopy, tapi sayang nya konter itu tutup.


" Astaga, tutup Ndah,.. trus gimana dong.. " Sherly terlihat kecewa.


" Apes kamu Sher... ya udah kita pulang"


" Jangan dong Indah, masak kembali dengan tangan kosong? "


" habisnya mau gimana lagi" balas Indah santai.


Sherly memberengut, Indah lagi lagi tak tega membiarkan temannya kesusahan.


Indah melihat sekitar lingkungan konter itu, dan seketika ingat, dia memiliki teman pria yang juga kuliah dan tinggal di kost yang hanya dua meter dari jarak konter ini.


" Kita coba tanya kak Arman dan kak Bagus, siapa tau mereka punya kertas hvs. "


kedua gadis itu kini melangkah mendatangi kost kost an putra.


( bersambung)


***

__ADS_1


Saya ucapkan terimakasih yang sudah mampir baca sampai bab ini ya..


__ADS_2