Jodoh Yang Di Takdirkan

Jodoh Yang Di Takdirkan
bab 39 ( Dua manusia konyol)


__ADS_3

Hampir satu jam mereka menempuh perjalanan, dan akhirnya ,setengah jam kemudian mereka sampai di tempat yang Bagus tuju. Terletak di pelosok hutan tetapi pemandangannya sangat memukau mata, ada pemandian air panas di tempat itu.


Pohon pohon hijau, tinggi dan rindang, hutan ini masih belum terjamah boleh tangan tangan serakah manusia. Suara hewan khas yang hidup didaerah yang penuh dengan pepohonan, itu menggema membuat suasana sedikit mencekam. Bulu kuduk Indah berdiri, gadis itu merasa ngeri dengan suasana semacam ini.


Langkah Bagus terus menuntunnya memasuki kawasan lebih dalam dari hutan ini.


" Kak, kapan sampainya? " ujar Indah merasa merinding,


" Sebentar lagi"balas Bagus santai, Indah sedikit berlari menyamakan langkahnya dengan Bagus. Cowok itu sekilas menoleh dan merasa lucu melihat ekspresi ketakutan gadis itu, senyum kecilpun mengembang.


" Gak usah takut, tempat ini gak angker, sebentar lagi akan ada perkampungan penduduk kok"


Indah masih menatap sekeliling dengan wajah was was, masih merasa takut, walaupun sedikit berkurang setelah mendengar perkataan Bagus barusan.


Tak lebih dari seperempat jam, akhirnya perkampungan penduduk, terlihat oleh mereka.


" Aku gak bohong kan? " tutur cowok itu, bangga.


Indah mengangguk pelan, kemudian keduanya mulai masuk melewati pintu pagar, dan masuk ke perkebunan teh. Cuaca agak dingin di tempat ini, Indah merapatkan resleting jaketnya, lalu melingkarkan kedua tangannya memeluk badannya sendiri.


" Aku gak akan lama kok, tenang aja" ujar Bagus sadar dengan udara dingin di tempat ini.


Nampak pohon pohon Strawberry itu membentang di hadapan mereka. Senyum Indah merekah melihat hal itu, gadis itu kemudian berlari menghampiri salah satu pohon dimana ada buah buah strawberry yang berwarna merah masih menggantung di pohon.


" Aku boleh gak petik ini kak? " ucapnya meminta ijin pada Bagus.


" Petik aja sesukamu! " jawab Bagus, terlihat juga gembira.


Kemudian mereka melihat lihat lokasi sekitar dari perkebunan itu,


" Darimana kakak tau tempat ini? "tanya Indah sembari mereka melangkah melihat lihat dan sekalian melangkah keluar.


" Ayahku yang menyuruh ku kesini " balas Bagus santai. Indah memandang ke atas, melihat wajah Bagus. tiba tiba wajahnya memerah, Bagus terlihat tampan dan maskulin. Segera gadis itu menarik kembali wajahnya, kini mengalihkan muka menatao ke arah samping.


" Sebentar lagi kita akan sampai di perkampungan tadi" Ucap Bagus , lalu sengaja menoleh ke samping melihat Indah yang berjalan bersisihan dengan nya, dan bertanya,


" Gimana, mood kamu sudah membaik belum? " cowok itu perhatian.


Indah menoleh, dan mereka saling bertemu pandang, tiba tiba saja jantung mereka mulai berdegub kencang. Suasananya berubah jadi ambigu. Secepat kilat, mereka saling mengalihkan pandangan ke depan.


" Ya.. lumayan membaik, makasih kak telah ngajak aku ke tempat ini"


" em.. " gumam Bagus merespon nya.


Hari hampir sore, suara hewan hewan serangga itu semakin kencang terdengar, Bagus melihat jam di tangannya, ternyata sudah hampir pukul 4 sore.


" Ayo Indah, sebaiknya kita cepat cepat keluar, sebelum suasananya menjadi gelap. " Bagus nampak sedikit gelisah. langkah nya pun sedikit cepat.


" Baru jam 4, emang kakak terburu buru? " jawab Indah dengan nada biasa, bahkan terlihat santai.


" Iya, aku khawatir kita tidak bisa keluar, tidak ada lampu penerangan di jalan masuk tadi." ucap Bagus menjelaskan.


" Kamu gak takut? " lanjutnya, sembari menoleh ke samping, melihat ekspresi Indah. Gadis itu terlihat biasa biasa saja.


" Gak apa apa, kita bisa pake lampu senter di hape"


Akhirnya mereka melintas di perkampungan penduduk, suasana sudah mulai gelap. Mata indah sempatkan untuk melihat rumah rumah kecil di sana.


" Rumah mereka kecil kecil ya kak, dan hanya ada beberapa rumah besar. "


" Rumah kecil disamping rumah mereka yang besar itu adalah penginapan."


" ouh begitu, memangnya apa ada orang yang berkunjung ke tempat ini? "


" Ada, biasanya tempat tadi di gunakan untuk perkemahan para mahasiswa. "


Asyiknya mereka mengobrol sambil berjalan, membuat gadis itu lalai dalam mengayunkan langkahnya. Ketika mereka hampir meninggalkan perkampungan, tanpa sengaja, kaki indah menginjak kotoran kerbau.

__ADS_1


" Astaga... tidaaakk.. " gadis itu terkejut dan jijik dengan sepatunya yang sudah penuh dengan kotoran kerbau tersebut. Bagus tersentak dan melihat nya dengan perasaan ingin tertawa, cowok itu berusaha membungkam mulutnya dengan tangan, tetapi itu tak berhasil, akhirnya tawanya meledak.


" Hahahahahaha "


Indah Geram, dan langsung melemparkan sepatu satunya lagi ke muka bagus, tetapi itu tidak berhasil, karena Bagus pintar menghindar. Sepatu itu kini jatuh ke sungai kecil, yang digunakan untuk selokan utama di perkampungan itu.


" Aaaahghh. kak Bagus jahat.. " sikap manjanya mulai muncul.


Bagus tak henti henti nya tertawa, sampai air mata itu keluar dari sudut matanya. Sementara mulut indah mengerucut panjang.


" Hahaha.. kasihan kamu indah, sini ku gendong. " ucap cowok itu spontan.


" Ogah ... "


" Bener, kamu mau jalan tanpa alas kaki"


" uhhh... iya deh" indah terpaksa menyetujui.


Bagus menghampiri nya, kemudian berjongkok menawarkan punggung nya. Indah naik ke punggung Bagus, lalu mereka kembali berjalan.


Suasana makin gelap, dan pohon pohon besar itu membuat jalan tidak terlihat, karena tidak ada penerangan sama sekali.


" Indah, sebaiknya kita ke penginapan, jalannya sudah tak terlihat, aku takut malah akan tersesat nantinya, aku belum hafal jalan di sini. "


****


Bagus mendatangi salah satu rumah warga, lalu menyewa tempat penginapan mereka.


" Barapa biaya nginap semalam pak? "


Pria itu membayar lalu membuka pintu penginapan tersebut. Indah segera masuk, dan mencari kamar mandi, dirinya merasa jijik dengan kakinya yang sedikit ada bau kotoran yang tadi dia injak.


Bagus berkeliling membuka pintu pintu yang ada, ada tiga buah pintu dari tiga ruangan, setiap ruangan berisi dua kasur tempat tidur.


Bagus memilih salah satu ruangan terbaik dari ketiga ruangan. Dan meletakkan tas indah di meja, lalu melepas sepatunya. Tak lama kemudian, indah menyusul.


" gak apa apa kak, yang penting bisa rebahan. " balas Indah, gadis itu langsung merebahkan diri diatas salah satu kasur.


" Makanan juga akan segera diantar, kamu lapar kan? " lanjut Bagus.


*****


Pada malam hari, mata mereka sulit terpejam, hawa dingin terus merasuk ke pori pori kulit, Indah meringkuk memeluk tubuhnya. Bagus kasihan melihat gadis itu, tak di pungkiri, tempat ini memang sangat dingin, dirinya juga kedinginan.


Dengan tanpa pikir panjang, Bagus menarik kasurnya menyatukan dengan kasur Indah, gadis itu sudah setengah terpejam. Di liriknya Indah yang tidak merespon, gadis itu meringkuk dengan badan gemetaran.


" Kamu kedinginan Indah? " tanyanya.


Indah mengagukkan kepala, tapi tidak merubah posisi tidurnya.


" Bagaimana kalo kita mengobrol, setidaknya bisa melupakan rasa dingin ini" lanjut Bagus. lagi lagi Indah mengangguk.


Bagus mulai bercerita tentang dirinya, indah mulai tertarik mendengarkan cerita Bagus.


" Jadi kakak sudah tidak buat aquarium lagi? "


" Iya"


" Trus apa Ayah kakak juga ingin kak Bagus mengawasi pelaksanaan pembangunan tempat ini?"


" Tidak, karena sebentar lagi aku mulai "program kerja "di jakarta"


" Di jakarta?, kapan? "


" 4 hari lagi"


" Kak Arman juga? "

__ADS_1


" Gak, Arman di Bandung, dia beruntung dapt rumah sakit di kota ini. "


" e.. kalo kak Nella, pacarnya kak Arman? "


" Nella di surabaya, dia malah dapat rumah sakit terjauh. "


" Ehm.. makanya kemarin mereka.... "


Bagus penasaran dengan perkataan Indah.


" Mereka kenapa? "


" ehm.. itu... mereka bertengkar di jalan, teman aku tak sengaja lihat mereka."


Nampak Bagus menarik nafas,


" Yah.. begitulah kalo pacaran, kadang juga bertengkar. "


" Kak Bagus punya pacar? " celetuk Indah begitu saja.


Bagus sedikit tersentak, dan bingung, pria itu sengaja diam, tidak mau membahasnya.


" Enak ya punya pacar, gak bakalan di jodohin" tanpa Sadar indah mulai membahas masalahnya.


"Maksud kamu? "


" Iya, karena mereka sudah menemukan pasangan, jadi orang tua mereka tidak ikut campur mencarikan pasangan untuk mereka. "


Bagus sedikit tersinggung, tetapi tertarik dengan topik perjodohan ini.


" Emm... itu tergantung dari individu, kadang yang punya pacar tidak menolak di jodohkan dengan orang lain, kadang juga banyak yang menolak , lebih memilih pilihan mereka sendiri. "


" Kalo aku gak suka dengan perjodohan. " sahut indah dengan wajah sedih.


Bagus melihat ekspresi gadis itu, nampak sedih dan bingung. pria itu mulai menebak,


" Apa kamu dijodohkan oleh orang tuamu? "


"Iya, aku ingin menolak nya, tapi juga gak ingin buat bapak dan bunda kecewa. " gadis itu terlihat terpuruk.


" Andai saja ada solusi....betapa bahagia jika kita menikah dan punya anak dari orang yang kita sayangi. " gumamnya curhat dengan wajah kecewa.


Bagus mulai berpikir dan sedikit terpengaruh, diri nya mulai berpikir untuk juga nanti menolak perjodohan dari Ayahnya.


" Iya, kamu benar, bahagia rasanya hidup dengan orang yang kita sayang i, rasa cinta bisa mengatasi segala. " lanjutnya.


" em.. "balas Gadis itu membenarkan ucapan Bagus.


" Aku punya teman, dulu dia di jodohkan, tapi dengan kekeh dia menolak dan nekat... mempertahankan cinta mereka. "


" oh iya? " sahut Indah, tertarik dengan kisah yang Bagus sedang cerita, cerita dari hidup kakaknya.


" Trus, mereka berhasil? "


" Iya,.. karena.. karena mereka punya alasan yang kuat"


" Alasan apa itu kak " tanya indah bertambah penasaran.


" pacarnya hamil"


Seketika mata indah membelalak, itu membuat nya terkejut, tetapi "masuk akal", pikirnya.


Mereka terdiam, dengan pikiran masing masing, mata mereka saling menatap, hawa dingin membuat gairah mereka hadir, apalagi setelah mendengarkan cerita yang Bagus ceritakan.


Darah mereka mendidih, jantung mereka berdegup kencang, pandangan kedua nya saling tidak bisa berbohong, kalo ada rasa cinta diantara mereka.


( Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2