K&K (Partitur Rasa)

K&K (Partitur Rasa)
16. Rindu


__ADS_3

New South Wales, Desember 2016


Di hamparan panas pantai Maroubra, dokter Smith berselancar dengan mengesankan. Keluarga Maroon sedang berpiknik menjelang natal.


Berbeda dengan negara lain, natal di New South Wales tidak akan menemukan salju. Yang ada musim salju pada bulan Juni hingga Agustus. Musim panas di NSW berlangsung desember sampai februari. Itu artinya natal di Maroubra adalah musim panas yang terik.


Mr. Bruce sedang mengambil cuti panjang dan menghabiskan natal hingga tahun baru dengan keluarganya. Pria bertampang sangar itu ternyata sangat ramah dan kebapakan. Tubuhnya besar tambun, berkumis tebal, kepalanya botak. Ada tato bergambar jangkar dilengan kirinya. Ia menyayangi miss Asian dan dokter Smith seperti halnya pada Machita dan Paulo.


Empat tahun sudah Kirana hidup sebagai miss Asian dan tinggal bersama dengan keluarga Maroon. Ia menyayangi orang-orang bule di sekitarnya. Akan tetapi, empat kali lebaran ia telah melewatkan seorang diri.


Meski hidup dengan keluarga mayoritas nasrani, Kirana masih berpegang teguh dengan imannya. Ia menghindari daging **** dan alkohol. Itu membuat keluarga Maroon mengerti bahwa ia seorang muslim.


Meski mereka curiga dengan amnesia miss Asian karena hanya mengingat keyakinan agamanya, mereka tak mempersoalkan lebih jauh. Bahkan keluarga Maroon tidak pernah mengajak Kirana ke gereja.


Ketika musim puasa ramadhan tiba, mereka dengan sangat toleransi menyediakan makan berbuka dan sahur untuk miss Asia. Paulo begitu bersemangat mencari informasi di internet tentang agama Islam, sehingga ia bisa menjelaskan beberapa hal pada keluarganya dan menghornati jalan hidup miss Asian.


Sebaliknya ketika natal dan perayaan paskah, Kirana ikut membantu persiapan dan menikmati makan malam bersama.


Wajahnya yang asing sebagai gadis asia tenggara, membuat orang-orang pantai Maroubra menebak-nebak bahwa ia berasal dari Indonesia, Brunei, ataupun Malaysia.


Kirana bahagia dengan sikap toleransi beragama mereka. Hanya saja, tetap ia merasa hampa. Meskipun pada saat lebaran, keluarga Maroon juga memberi pesta kecil padanya akan tetapi ia merindukan keluarganya. Merindukan komunitas muslim Indonesia dan tetangga sekitar serta sanak saudara.


Euforia mendengar takbir serta mempersiapkan kue-kue dan makanan untuk lebaran hanya ada di negaranya.


Ia rindu berkumpul dengan keluarga besarnya. Ia rindu makan besar beraneka macam seperti ketupat, lontong, sayur, rendang dan arisan keluarga yang diadakan tiap tahun di rumah eyangnya.


Ia rindu bersujud menangis dihadapan kedua orang tuanya ketika momen sakral sungkeman-meminta maaf pada orang tua. Ia rindu dengan semua nafas kehidupannya yang lalu.


Haruskah ia hidup memakai topeng terus-menerus dihadapan keluarga Maroon dan dokter Smith bahwa ia tidak hilang ingatan? sanggupkah ia hidup terpisah selama-lamanya dari keluarga? Kirana mengusap ujung-ujung mata.


Ia masih belum bisa menerima kenyataan dirinya telah bisu. Ia terlalu malu menghadapi keluarganya dalam kondisi yang menyedihkan. Impiannya menjadi penyanyi seriosa dan musisi terkenal seperti Kezia telah sirna, apalagi melanjutkan ke Juilliard.


Bahkan kalung pemberian terakhir dari Kezia ketika di bandara sebelum berangkat ke Sydney disimpannya dalam sebuah kotak. Ia merasa tak pantas memakainya. Kirana tak ingat dengan jelas bagaimana kecelakaan pesawat itu terjadi. Yang diingatnya ketika ia terapung ditengah laut dan memanggil-manggil papanya.


Bagaimana keluarganya sekarang? mama, papa, Citra, eyang dan seluruh keluarga besarnya. Apakah mereka baik-baik saja setelah menganggap kematiannya. Apakah mereka bisa hidup lebih baik setelah menerima uang asuransi senilai dua milyar?


Ia sempat membaca berita di internet dan koran jika pihak maskapai Kencana Air telah menghentikan pencarian dan mengkonfirmasi jika tidak ada korban selamat.


Kenapa ia begitu takut untuk kembali ke negaranya? ke Jakarta. Dan ke rumah. Kenapa ia begitu malu bertemu kedua orang tuanya padahal ia sangat merindukan mereka berdua? Tapi ia tidak bisa terus berada disana. Paman Thomson telah meninggal enam bulan yang lalu. Visa perpanjangan turisnya sudah habis. Ia lelah dengan kucing-kucingan bersama dua polisi serta pihak imigrasi karena harus pergi ke New Zealand ketika visanya habis dan kembali kesana lagi.

__ADS_1


Ia harus berpura-pura sebagai tunangan dokter Smith selama empat tahun dan lelah harus menjawab pertanyaan seputar pernikahan. Ia sangat menghargai sikap dokter Smith yang menurutnya sangat baik dan sopan ketika ia mengikuti dokter Smith ke New Zealand dalam pelarian dan tinggal dalam satu kamar hotel.


Dokter Smith secara spontan memilih tidur di sofa. Jika bertemu dengan relasi dokter Smith, pria itu hanya berani mencium pipinya. Untuk menunjukkan kebenaran hubungan mereka yang sebenarnya hanyalah rekayasa. Kebaikan dokter Smith tidak pernah bisa ia balas dengan apapun.


“Miss A, tolong ambilkan daging,” tegur Machita membuyarkan lamunan miss Asia.


Seketika si miss Asia atau Kirana yang kerap dipanggil miss A mengangguk. Kala itu keluarga Maroon sedang membuat pesta barbeque. Madam Joyce sibuk membuat guacamole, yang kini jadi favorit Kirana.


Paulo dan Mr. Bruce memanggang daging. Dokter Smith telah bersenang-senang dengan beberapa anak-anak yang minta diajari berselancar. Mereka segera menuju tempat keluarga Maroon.


“Ada yang bisa kubantu?” tanya dokter Smith pada miss A.


Miss A menggunakan bahasa isyarat yang telah dipelajarinya dengan dokter Smith tiga tahun lalu agar mudah berkomunikasi dengan orang-orang sekitar. Jika orang yang diajak bicara merasa kesulitan, ia akan menuliskan d notes kecil yang tersimpan di saku dan selalu dibawa kemana-mana.


“Kau bisa membuat punch yang segar,” ujar miss A menggunakan jemarinya untuk beromunikasi.


Dengan cekatan dokter Smith meraih soda dan teko untuk membuat punch. Kirana kini berusia 23 tahun, tumbuh menjadi wanita muda yang cantik. Akan tetapi ia terlihat lebih kurus akhir-akhir ini. Terlihat dari pipinya yang dulu berisi dan selalu merona kemerahan nampak tirus hingga lesung pipinya semakin terlihat jelas. Rambutnya yang panjang dipotong pendek sebahu.


Dokter Smith sangat suka ketika melihat Kirana tersenyum, karena selain lesung pipinya akan terlihat, senyum dan itu terlihat makin manis. Kirana telah menyiapkan meja makan dengan sempurna. Tinggal menunggu masakan yang disajikan.


“Segalanya sudah siap?” tanya madam Joyce.


Kirana dan dokter Smith mengangguk. Keluarga Maroon, dokter Smith yang bertelanjang dada setelah surfing, miss Asian, beberapa anak-anak tetangga segera duduk.


Semua tergelak tertawa. Makan siang itu begitu hangat dan menyenangkan.


“Berapa usiamu, Dok?” tanya Mr. Bruce.


“Tiga puluh empat tahun, ada apa?”


“Kapan kamu akan menikah?” Mr. Bruce mengunyah daging dengan kasar.


“Oh,ho.. Apakah kamu mau mengenalkan wanita seksi di kapal denganku sebagai istri?” semua orang tertawa mendengar lelucon dokter Smith, kecuali Machita.


“Tidak ada wanita di kapalku. Hanya barang-barang, ikan, ikan dan ikan. Apa kamu berharap seekor putri duyung cantik dalam dongeng?” sahut Mr. Bruce. Dokter Smith tertawa lagi.


“Kamu sudah punya tunangan? Atau pacar barangkali?”


“Tidak. Tapi ada seseorang dalam hatiku,” jawab dokter Smith tegas dengan pandangan senyum sekilas kearah miss Asia.

__ADS_1


“Oohhh...”semua berseru menggoda.


“Siapa dia? Gadis amerika? atau seseorang di Maroubra yang aku kenal?” cerocos Paulo penasaran. Machita dan yang lain sama penasarannya kecuali miss Asian yang melamun dan larut dalam pikirannya sendiri.


“Hahahaha... it’s my privacy, Boy,” jawab dokter Smith sambil mengusap kepala Paulo, membuat semua kecewa termasuk Machita yang nampak gelisah.


“Mungkin saja, dokter atau perawat cantik di rumah sakit. Kita tidak pernah melihat dokter Smith bersama dengan gadis selama di pantai,” madam Joyce tersenyum menggoda.


“Atau barangkali dia adalah seorang pria tampan!” Mr. Bruce berseru lalu sedetik kemudian gelegar tawa menghampiri semua orang.


“Yeah.. bisa jadi. Dan aku suka dengan pemuda tangguh seperti putramu,” goda dokter Smith membuat Paulo salah tingkah dan merasa takut sedangkan keluarganya terkekeh.


***


“Kau tahu siapa wanita yang disukai dokter Smith?” tanya Machita pada miss Asia, ketika mereka bersiap tidur. Miss Asia menggeleng. Machita menghempaskan tubuhnya di ranjang.


“Ah, andaikan aku tahu siapa wanita beruntung itu. Aku telah menyukai dokter Smith lebih dari enam tahun,”ujar Machita. “ Ups..” ia menutup mulutnya keceplosan.


“Jadi, selama ini kau menyukai dokter Smith?” tanya miss Asia dengan bahasa isyarat.


Machita, Paulo dan dokter Smith adalah orang-orang yang sangat tahu bahasa isyarat yang digunakan miss Asia. Mereka begitu antusias belajar dan menghafal demi miss Asia tersenyum malu.


“It’s our secret. Don’t tell anyone,” bisik Machita. Wajahnya kemerahan. Kemudian ia menceritakan segala hal tentang dirinya dan dokter Smith saat awal-awal berada di Maroubra.


“Oh ya, kenapa kau tidak mencoba membuat media sosial?” tanya Machita yang heran ketika miss A telah memiliki smartphone, namun tidak menggunakannya untuk satu akun pun media sosial.


Machita jadi sedikit kecewa ketika ia harus mengupload foto terbaik antara dirinya dan saudari angkatnya itu, tapi tidak bisa menge-tag.


Miss Asia menggeleng sambil tersenyum. Ia tidak hanya tidak ingin dikenal atau diketahui keberadaannya sebagai Kirana, korban kecelakaan pesawat Kencana Air RQ 30114 yang berasal dari rombongan Blume Musical School.


Menjadi satu-satunya yang selamat dari kecelakaan besar akan membuat dirinya sebagai santapan lezat media massa. Lalu mereka akan menguliti setiap detail dirinya bagaimana bisa selamat dan terlebih tinggal di pantai Maroubra bersama keluarga imigran Meksiko.


Terlalu riskan juga.


Segala hal ilegal yang dia lakukan selama di Maroubra melibatkan keluarga Maroon dan dokter Smith. Selain itu pekerjaan sampingan Mr. Bruce yang ilegal juga akan terungkap. Mereka semua akan masuk dalam pusaran bahaya akibat melanggar hukum.


Miss Asian menanggapi curhatan antar gadis dengan Machita secara seru. Ia lebih akrab dan sangat dekat dengan Machita. Bisa dibilang mereka layaknya saudara. Karena selama ini Machita tidak pernah mempunyai saudara perempuan, jadi ia sangat nyaman dan menyayangi miss Asian.


Sebaliknya ia bisa berperan sebagai kakak yang baik. Akan tetapi, menjadi kakak bagi Machita semakin membuatnya sedih karena merindukan Citra adik kandungnya sendiri. Setidaknya dalam saudara kandung, saling berselisih, bertengkar dalam hal sepele adalah bumbu dalam persaudaraan.

__ADS_1


Namun, selama empat tahun miss Asian dan Machita tak pernah bertengkar. Justru keharmonisan itulah yang membuat miss Asian merasa agak hambar dalam hubungannya dengan Machita. Tapi ia sendiri tak berharap bertengkar dengan Machita.


***


__ADS_2