K&K (Partitur Rasa)

K&K (Partitur Rasa)
35. Coseam


__ADS_3

“Welcome to our guest house in Competition Of South East Asian Model. Sungguh senang sekali menerima kalian sebagai kontestan COSEAM. Kalian akan dikarantina selama empat bulan, yang artinya selama itu kalian akan terlepas dari kontak sosial dengan luar guest house. Kami hanya akan menyediakan majalah dan koran. Setiap minggunya kami akan mengadakan evaluasi secara bertahap yang nantinya mendiskualifikasi dua model sekaligus hingga pada minggu terakhir tersisa tiga model terbaik untuk masuk ke dalam grandfinal. Sekarang mari kuperkenalkan juri spesial yang juga pelatih kalian, miss Cordelia,” sambut host COSEAM kepada Sarah diiringi tepuk tangan tiga puluh peserta dan beberapa kru.


Sarah berjalan dengan elegan dengan sepatu bersol merah, menghampiri host pria.


“Thanks for all. Aku Sarah Cordelia Dominique Hamas, just call me Cordelia. Nice to meet you. Aku sebagai juri tamu dan juga pelatih untuk kalian semua. Aku akan mengajarkan kalian tentang bagaimana menjadi model internasional sepertiku,” Sarah menyunggingkan senyum bangga sesaat.


“Aku juga akan menyeleksi keseharian kalian one by one untuk menjadi bahan pertimbangan penilaian nanti. Manner is the best important as a model. Perhatikan sikap kalian, belajarlah menjadi seorang model profesional kelas internasional sehingga kalian akan benar-benar menjadi seperti yang kalian inginkan. Jadi, persiapkan diri kalian untuk menjadi yang terbaik dalam ajang bergengsi ini,” semua peserta menatapnya penuh kekaguman.


Sarah mungkin tak lebih tua dari kebanyakan peserta karena ia sudah menjadi model Internasional sejak usia remaja, dan kini di usia yang teramat muda yaitu 21 tahun mendapat kehormatan sebagai juri serta pelatih COSEAM.


Tak berlama-lama dalam sesi perkenalan, kontestan model-model cantik dari berbagai majalah dan agensi lokal itu segera memasuki kamar mereka dan berbenah.


Citra sedih tentu saja selama empat bulan kedepan tak bisa menghubungi mamanya. Ia merasa kasihan dan cemas ketika meninggalkan mama seorang diri. Ia berkenalan dan berteman akrab dengan beberapa model dari berbagai nusantara. Sarah menuju ruang panitia dimana telah berkumpul juri lain yang sedang membicarakan sistem penilaian.


“Miss Cordelia, kami sepakat dengan yang lain dan setelah konsultasi dengan managemen COSEAM bahwa sistem penjurian harus diubah,” kata juri pria seorang fashion designer. Sarah mengerutkan kening terkejut dan sedikit marah.


“Kami meminta maaf tidak membicarakan sebelumnya dengan anda. Kita harus mengubah beberapa sistem poin penjurian. Bacalah peraturan yang baru,” juri wanita memberikan map berwarna biru.


Sarah membaca sekilas, bahwa hak 40% penjurian miliknya dihapuskan karena tahap II dan akhir melibatkan banyak pihak selain kelima juri. Kelima juri mendapat hak sama 15% penjurian, dan sisa 25% nilai lain di dapat dari klien iklan. Sarah menelan ludah, dan tak bisa menuntut bahwa kesetaraan penjurian telah disetujui manajemen COSEAM.


“Oke. Aku rasa ini adil. Jadi, aku tidak harus membuang banyak waktu dan energi.” Sarah tersenyum pahit. Ia merasakan adanya kasak-kusuk juri lain terhadapnya.

__ADS_1


Adit menghampiri para dewan juri bersama beberapa wartawan lokal dan asing. Mereka ingin meliput perkembangan terbaru para kontestan dan komentar para dewan juri.


***


Wartawan dari stasiun swasta juga tak kalah seru meliput kegiatan keseharian para kontestan yang setiap senin malam ditayangkan di televisi sebagai acara daily’s model. Sayangnya televisi di restaurant hanya ada di kantor bu manager. Dan tidak mungkin bagi Kirana menyelinap masuk kantor hanya untuk menonton televisi.


Lagipula ia terlalu lelah bekerja sebagai pianis dan asisten bu manager. Pada minggu ke empat wartawan daily model sedang mewawancarai Citra dan kontestan lainnya tentang kehidupan sebelum menjadi model.


“Aku sangat merindukan kakak perempuanku. Dia cantik, dan juga berbakat. Sayangnya kecelakaan pesawat membuatnya meninggal,” cerita Citra dan ia mengambil tisue menghapus airmatanya. “Terkadang aku sering merasa ia tidur disampingku dan memeluk dari belakang. Bahkan mama sangat sedih sampai menganggap aku ini kakak. Memang wajah kami agak mirip hanya saja dia lebih kecil tubuhnya dariku dan tentu saja lebih cantik,” lanjut Citra dengan tertawa kecil.


“Apa harapan kamu untuk orang-orang yang kamu sayang disini?” tanya wartawan.


“Jika aku menang dalam COSEAM, ini semua untuk mama. Terima kasih telah bertahan sampai saat ini bersama Citra. Dan untuk kakak, eyang serta papa yang ada di surga, semoga kalian bahagia disana. Aku akan menjaga mama dengan baik,” ujar Citra.


“Tante....” tegur mbak Moni yang baru pulang kerja.


“Kamu sudah pulang rupanya. Sudah makan malam?” tanya bu Sita.


“Udah tan. Ini aku bawain martabak keju kesukaan tante,” mbak Moni mengangkat kresek berisi sekotak martabak keju.


“Aduh merepotkan saja. Terima kasih ya,” suara bu Sita menyisakan isak.

__ADS_1


“Tante habis nangis?”


“Tante senang lihat Citra baik-baik saja di guest house,”


“Tenang aja tan, disana pihak manajemen sudah mengurus semua kebutuhan kontestan dari makan sampai kesehatan. Malah, tante yang harus bisa bertahan mengurus diri sendiri. Jangan sedih terus,” bu Sita mengangguk.


Ia merasa ada angin segar berdesir dalam dadanya setelah mendengar hiburan mbak Moni. Semenjak kematian suaminya ia menjadi sangat sensitif dan tak segan sekedar menitikkan airmata.


***


Minggu-minggu masih berlalu dengan musim hujan yang senantiasa membasahi ranah negara khatulistiwa. Banjir yang menerjang Jakarta dan sekitarnya yang begitu heboh akhir-akhir ini tak menyurutkan finalis COSEAM untuk survive menjadi pemenang dalam guest house mereka.


Bahkan banjir dijadikan salah satu view untuk pemotretan sebagai penjurian model iklan sebuah LSM. Dan mendekati minggu terakhir hingga menyisakan tiga orang finalis.


“Ini akan menjadi final yang ketat dan semakin memanas diantara kalian bertiga. Indonesia butuh seorang model profesional untuk masuk ke dalam Coseam dan membawa negara kalian ke dunia Internasional. Be the best for yourself. Kalian boleh berteman dan menjalin persahabatan, tapi jangan lupa Kalian disini untuk saling bersaing menjadi yang terbaik dengan cara jujur. Kalian harus lebih ekspresif, natural dan apapun yang diinginkan fotografer aura dari dalam diri kalian untuk menghasilkan foto terbaik. Belajarlah mengenali diri kalian sendiri dan temukan jiwa model profesional untuk menjadi dewi.” Sarah memberi komentar sebagai host dan juri di awal grandfinal.


“Gunakan seluruh lengan, ekspresi muka, kaki dan lainnya. Dalam sistem penjurian kali ini akan berbeda dari sebelumnya. Kalian akan mendapat map profil yang berisi tentang identitas of course, prestasi selama tahap seleksi hingga final contest and your best photos. Kita akan pergi ke Bali untuk melakukan beberapa pemotretan dengan klien. Dan kami harap kalian mendapatkan klien sebanyak-banyaknya dari beberapa iklan yang tersedia disana. Mudah saja, setiap iklan produk dari klien akan meminta kalian mempromosikan dengan berbagai foto. Dan aku harap kalian dapat membuat mereka memilih kalian sebagai model di produknya. Setiap model akan memperoleh poin ketika mendapatkan klien. Dari hasil poin yang terkumpul dan beberapa penilaian klien akan menerima progress report sebagai hasil akhir yang akan diserahkan kepada juri dan memutuskan siapa yang akan menjadi pemenang di Competition of South East Asian Model and going to International.”


Persaingan semakin ketat tentu saja, Citra mengepalkan tangan kuat. Ia sudah sampai sejauh tahap ini, maka ambisi menjadi pemenang adalah tujuan utamanya. Ia tak mau mengecewakan sang mama, dan jika ia menang tentu saja hadiah uang tersebut untuk melunasi hutang-hutang serta membeli kembali rumah besarnya di Jakarta.


Akan tetapi, kesedihan tiba-tiba melandanya ketika para kontestan harus berangkat ke Bali. Mereka baru saja pulang dari Batam, dan sekarang harus keluar kota lagi. Ia mencemaskan jarak jauh dengan sang mama.

__ADS_1


Ketakutan akan pesawat tak bisa menghentikan kepergian Citra untuk mengikuti semua tur tersebut. Bu Sita terus saja berharap-harap cemas ketika putri semata wayangnya harus melakukan perjalanan dengan kendaraan udara itu.


***


__ADS_2